
Pukul sepuluh siang, Rayyan sudah tiba di perusahaan cabang miliknya yang ada di luar kota. Andi berjalan cepat menuju ruangan Rayyan. Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, Andi pun bergegas masuk ke ruangan majikannya itu.
"Tuan!"ucap Andi menunduk hormat.
"Ada apa? Kenapa wajahmu serius sekali?"tanya Rayyan setelah melihat ekspresi Andi.
"Mereka mengikuti kita sampai ke kota ini, Tuan. Dan menurut informasi, mereka ingin menyekap Tuan di sebuah villa di dekat pantai,"sahut Andi.
"Cih, perempuan jalangg itu. Dia pikir dia bisa mendapatkan aku? Aku tidak ingin seujung kuku pun tubuhku di sentuh oleh dia,"ujar Rayyan merasa geram,"Sebaiknya kita segera menjalankan rencana kita untuk menghancurkan perusahaan papa Natalie,"ujar Rayyan menggenggam erat pena di tangannya.
"Sekarang sulit bagi kita untuk menghancurkan perusahaan papa Natalie, Tuan. Selain karena perusahaan mereka bersatu dengan beberapa perusahaan lainnya, juga karena mereka baru saja mendapatkan dukungan dari perusahaan besar saingan kita di luar negeri, Tuan,"sahut Andi menjelaskan.
"Apa? Perusahaan saingan kita diluar negeri mendukung mereka? Jadi, maksud kamu, saat ini pengaruh mereka lebih besar dari pada pengaruh kita dan Aiden?"
"Iya Tuan. Jika mereka hanya bersekutu dengan saingan kita di dalam negeri, kita pasti jauh lebih unggul dari mereka. Masalahnya, sekarang mereka mendapatkan dukungan dari perusahaan pesaing kita di luar negeri yang memang mencari celah untuk menjatuhkan kita, Tuan,"
"Dengan kata lain, kita sudah terlambat menghancurkan perusahaan papa Natalie?"
"Iya, Tuan. Seharusnya kita menghancurkan perusahaan papa Natalie satu bulan yang lalu,"
"Lalu, menurut kamu, apa sekarang yang harus kita lakukan?"
"Tetap pada rencana awal kita dengan Tuan Aiden, Tuan. Kita harus membuat perusahaan yang bergabung dengan perusahaan papa Natalie memisahkan diri dari perusahaan papa Natalie. Kita juga harus mencari celah untuk menghancurkan perusahaan saingan kita seperti yang kita bahas dengan Tuan Aiden kemarin,"
"Ini akan memakan waktu semakin lama. Jika mereka bersaing secara sportif, aku tidak masalah. Masalahnya, mereka bersaing dengan cara curang dan licik,"
"Tenang saja, Tuan! Kita akan tetap menjadi pemenangnya. Walaupun belum bisa menghancurkan mereka sekarang. Biarkan mereka merasa di atas angin dulu. Sekarang, kita harus menghadapi rencana papa Natalie yang ingin menyekap Tuan,"
"Lakukan dengan rapi! Cari cara untuk membuat aku lolos dari mereka,"
"Tuan tenang saja! Kita akan mengecoh mereka. Saya baru saja menemukan Ide,"
Saat malam sudah larut, Rayyan dan Andi keluar dari perusahaan. Mobil mereka melaju menuju sebuah hotel. Beberapa orang nampak mengikuti mobil mereka.
"Bos, kita kehilangan jejak mobil Tuan Rayyan,"ucap supir yang mengikuti mobil Rayyan.
"Sebentar! Aku akan menghubungi orang-orang kita yang yang berada di beberapa titik. Aku yakin, salah satu di antara mereka ada yang melihat mobil Rayyan,"sahut pria berambut panjang.
Pria itu menghubungi beberapa orang anak buahnya dan akhirnya mengetahui keberadaan mobil Rayyan.
__ADS_1
"Persimpangan depan, kita belok kanan. Kita bisa menculik Tuan Rayyan di jalan sepi dekat perkebunan,"
"Baik, bos,"
Beberapa menit kemudian...
"Itu mobilnya! Cepat kejar!"
"Baik, bos,"
Mobil itu berusaha mengejar mobil Rayyan yang berwarna silver. Mobil Rayyan melaju kencang, namun mobil berwarna hitam yang mengejarnya tidak menyerah. Kedua mobil itu seperti sedang melakukan balapan liar. Beruntung saat ini sudah larut malam, jadi jalanan yang mereka lalui sepi.
Kedua mobil itu masih saling mendahului hingga...
"Tiiinnnn...."
"Brak"
"Brak"
Saat melewati tikungan, tiba-tiba muncul truk tronton dari arah berlawanan hingga mobil yang berwarna hitam yang mau mendahului mobil Rayyan reflek banting setir dan menabrak mobil Rayyan hingga mobil Rayyan menabrak pohon.
"Shiitt! Kanapa kamu menabrak nya? Jika Tuan Rayyan terluka, nona Natalie akan memarahi kita!"umpat pria berambut panjang.
"Cepat, turun dan periksa! Berdoa saja Tuan Rayyan baik-baik saja,"ujar pria berambut panjang.
Kedua pria itu bergegas keluar dari dalam mobil dan memeriksa mobil Rayyan. Mereka melihat tiga orang dalam mobil itu nampak pingsan. Namun ke tiga pria itu terlihat baik-baik saja.
"Cepat, kita keluarkan dan bawa Tuan Rayyan!"titah pria berambut panjang.
"Bagaimana dengan asistennya itu, bos?"
"Buat apa membawa dia? Sudah! Ayo cepat bantu aku membawa Tuan Rayyan ke mobil kita!"
"Kita akan membiarkan mobil mereka di sini seperti ini, bos?"
"Iya, biarkan saja. Toh, mereka nampak baik-baik saja,"
"Baik, bos,"
__ADS_1
Akhirnya kedua pria itu membawa Rayyan yang pingsan ke dalam mobil mereka. Meninggalkan dua orang lainnya di dalam mobil.
"Aku akan mengikat nya agar dia tidak merepotkan saat sadar nanti,"ujar pria berambut panjang yang duduk di kursi penumpang bagian belakang bersama Rayyan,"Aku akan menghubungi Nona Natalie. Memberitahu padanya jika kita sudah berhasil menculik Tuan Rayyan. Agar Nona Natalie segera menyiapkan uang untuk bayaran kita,"ujar pria berambut panjang itu seraya mengikat Rayyan.
"Iya, bos. Cepat lapor pada Nona Natalie,"
"Halo, Nona! Kami sudah berhasil menculik Tuan Rayyan,"ucap pria berambut panjang setelah panggilan nya di terima oleh Natalie.
"Bagus! Cepat bawa dia ke villa!"sahut Natalie terdengar sangat senang.
"Baik, Nona,"
Natalie tersenyum senang mendengar kabar dari anak buah nya itu,"Akhirnya.. aku bisa mengurung Rayyan yang sombong itu. Mulai malam ini, dia akan menjadi budakku. Dia akan bertekuk lutut di hadapan ku,"gumam Natalie merasa senang.
Sementara itu, dua orang yang membawa Rayyan nampak curiga. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, dan mereka hampir sampai, tapi Rayyan belum juga sadar.
"Bos, apa bos yakin, jika Tuan Rayyan tidak apa-apa? Sudah lama dia pingsan, tapi belum sadar juga,"
"Aku sudah memeriksa seluruh tubuh nya, dan dia tidak terluka sama sekali. Fitur keselamatan di mobilnya berfungsi dengan baik,"sahut pria berambut panjang yang sebenarnya juga curiga.
"Kalau tahu begini, kita tidak perlu membayar banyak orang untuk melakukan misi ini, bos. Kita harus membayar mereka yang hanya berjaga dan tidak melakukan apa-apa,"
"Tapi, aku merasa ada sesuatu yang janggal. Aku merasa kita terlalu mudah menculik dia? Bukankah dia memiliki pengawal? Dan sekarang, dia juga pingsan terlalu lama. Melihat keadaannya dan juga fitur keselamatan di mobilnya, seharusnya dia tidak pingsan. Apa ini benar-benar Tuan Rayyan?"ujar pria berambut panjang itu mengamati wajah Rayyan yang masih memejamkan matanya
"Tapi... aku yakin ini benar-benar Tuan Rayyan, bos. Setahuku, dia tidak memiliki kembaran. Dan di dalam mobil tadi juga ada asisten nya yang bernama Andi itu,"
Walaupun merasa janggal, namun kedua orang pria itu tetap membawa Rayyan ke vila yang di katakan Natalie. Dan setelah menempuh perjalanan lumayan lama, di sinilah mereka kini berada. Di villa pinggir pantai milik Natalie.
Natalie begitu senang melihat anak buahnya berhasil membawa Rayyan. Natalie menyuruh mereka membawa Rayyan ke kamar nya.
"Kami sudah membawa Tuan Rayyan untuk anda. Jadi kami bisa mendapatkan bayaran kami, 'kan, nona?"tanya pria berambut panjang.
"Tentu saja. Aku akan membayar kalian sekarang juga,"ujar Natalie langsung mentransfer uang pada pria berambut panjang itu.
Baru saja pria berambut panjang itu pergi bersama anak buahnya, Rayyan terlihat mulai sadar.
"Halo, Ray!"ucap Natalie penuh senyuman menatap Rayyan.
...🌸❤️🌸...
__ADS_1
.
To be continued