
Rayyan mendekap tubuh Aurora di bawah selembar selimut setelah selesai melakukan pergulatan panas dengan istrinya itu. Kegiatan panas yang dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi respons stres di otak, sehingga membuat perasaan senang dan rileks.
"Ray!"panggil Aurora lirih dengan wajah yang menempel di dada Rayyan.
"Hmm.."sahut Rayyan mendekap tubuh Aurora dengan mata terpejam.
"Apa kamu dulu sangat mencintai dia?"tanya Aurora yang sejatinya masih merasa kesal jika mengingat Rayyan pernah di sentuh wanita selain dirinya.
Rayyan langsung membuka matanya dan mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan istrinya itu.
"Sepertinya masa laluku dan Dila membuat hati Aurora merasa terusik. Aku harus meyakinkan Aurora bahwa aku hanya mencintai dia,"gumam Rayyan dalam hati.
"Entahlah. Yang pasti, perasaan ku padamu dan padanya berbeda. Aku merasa bahagia dan tenang jika bersamamu. Walaupun hanya sehari, aku rindu jika berjauhan dengan kamu. Aku juga merasa pusing, tidak tenang dan stres, jika kamu marah padaku. Aku merasa cemburu jika kamu di dekati pria lain. Merasa ingin selalu ada di dekat kamu. Merasa ingin memiliki kamu seutuhnya. Dan semua itu tidak pernah aku rasakan saat aku menjalin hubungan dengan Dila,"sahut Rayyan jujur adanya. Mengusap-usap lembut lengan istrinya.
"Apa kalian sering bertemu dan sering jalan bersama?"
"Kami jarang jalan berdua. Dia sering datang ke kantor ku untuk mengajakku makan siang. Tapi aku jarang makan siang di luar, dan lebih memilih makan siang di ruanganku. Akhirnya dia sering datang membawakan makan siang untuk ku dan kami makan siang bersama di ruangan ku,"jawab Rayyan jujur.
Aurora sedikit tersentil mendengar jawaban Rayyan. Karena selama ini Aurora tidak pernah datang ke kantor Rayyan, apalagi mengantarkan makanan untuk suaminya dan makan siang bersama suaminya itu.
"Tapi, kenapa dari tadi kamu membahas dia terus?"tanya Rayyan yang sebenarnya merasa tidak nyaman jika terus-menerus membahas tentang Dila.
"Dia mencari ku di kafe dan mengatakan jika kamu sangat mencintai dia dan sering mabuk seraya memanggil-manggil namanya. Dia juga menceritakan secara detail tentang tubuh kamu dan di mana saja letak tahi lalat di seluruh tubuh kamu,"sahut Aurora dengan wajah cemberut.
Mendengar perkataan Aurora, Rayyan pun melonggarkan pelukannya dan memegang dagu Aurora. Rayyan mengangkat dagu Aurora agar bisa menatap wajah Aurora.
"Dia mencari kamu dan mengatakan semua itu?"Rayyan nampak terkejut dan tidak menyangka jika Dila sampai nekat mencari istrinya dan mengatakan semua tentang masa lalu mereka,"Sial! Apa maksud wanita itu? Dia ingin menghancurkan keluarga ku?"gumam Rayyan dalam hati merasa kesal pada Dila.
"Iya. Dia bahkan mengatakan padaku jika kamu selalu memanggil namanya saat kalian sedang bercinta,"sahut Aurora dengan wajah kesal.
"Mana ada yang seperti itu? Kamu jangan percaya padanya, sayang! Aku tidak pernah mabuk karena dia. Yang dia katakan itu semua bohong. Aku hanya mabuk karena kamu. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa bertanya pada Andi,"ucap Rayyan dengan wajah serius.
__ADS_1
Rayyan tidak ingin Aurora berpikir bahwa semua yang dikatakan oleh Dila itu benar. Karena kenyataannya memang tidak seperti yang dikatakan oleh Dila.
"Bertanya pada Andi? Andi adalah bawahan kamu yang sangat setia sama kamu. Pasti dia akan patuh padamu dan menuruti semua perkataan kamu. Mana mungkin Andi mengatakan sesuatu yang akan merugikan kamu,"
"Dia itu memang bawahanku, aku yang menggaji dia. Tapi dia memihak kepada kamu,"sahut Rayyan yang menjadi kesal saat mengingat Andi mengancam dirinya karena takut dirinya menyakiti Aurora.
"Mana ada yang seperti itu?"sahut Aurora masih tidak percaya pada Rayyan.
"Itu kenyataannya, sayang. Tadi siang Dila datang ke kantor ku dan memaksa ingin bicara dengan ku. Dila ingin bicara berdua dengan ku, tapi Andi tidak mau pergi dari ruanganku. Andi bahkan mengancam akan mengadukan aku padamu jika aku nekat bicara berdua dengan Dila. Bukan hanya tadi saja Andi mengancam aku. Dia juga pernah mengancam akan menyembunyikan kamu dan Zayn, jika aku sampai membuat kamu menangis,"ujar Rayyan jujur adanya.
Aurora mengernyitkan keningnya mendengar apa yang dikatakan oleh Rayyan. Wanita itu menengadahkan kepalanya menatap Rayyan.
"Dia mengancam kamu seperti itu?"tanya Aurora menatap lekat wajah suaminya. Aurora rasanya tidak percaya jika Andi berani mengancam Rayyan demi dirinya.
"Kamu tidak percaya padaku?"tanya Rayyan menatap Aurora dengan wajah serius.
"Lalu, kenapa sekarang kamu mengatakan tentang pertemuan kamu dengan mantan kamu itu padaku?"tanya Aurora yang berfikir Rayyan keceplosan mengatakan tentang Dila yang menemui dirinya di kantor tadi siang.
Rayyan menghela napas panjang, lalu memegang pipi Aurora,"Aku tidak ingin ada rahasia di antara kita. Aku mau kita saling jujur. Agar tidak ada salah paham di antara kita. Bukankah lebih baik jika aku sendiri yang mengatakan semua itu padamu dari pada kamu tahu dari orang lain dan menjadi salah paham padaku?"tanya Rayyan menatap lekat manik mata Aurora.
"Aku janji. Dan aku harap, kamu juga jujur padaku dan tidak merahasiakan apapun dariku,"
"Hum,"sahut Aurora tersenyum tipis, memeluk Rayyan. Ada rasa lega di hati Aurora mendengar perkataan Rayyan. Walaupun Aurora tidak bisa membaca hati Rayyan, tapi Aurora merasa Rayyan benar-benar jujur pada dirinya. Terbukti dengan Rayyan yang mengatakan segalanya dengan wajah dan suara yang terlihat tenang, tapi serius.
Aurora tahu, tidak ada manusia yang sempurna, apalagi tidak pernah berbuat salah, termasuk dirinya. Karena itu Aurora berusaha menahan diri untuk tidak meributkan masa lalu Rayyan yang pernah tidur dengan wanita lain. Walaupun sejatinya Aurora benar-benar merasa kesal dan tidak terima mengetahui Rayyan pernah di sentuh dan tidur dengan wanita lain.
"Aku mencintaimu dan juga putra kita. Aku tidak ingin hubungan kita retak apalagi hancur hanya karena seseorang dari masa lalu ku. Aku tidak ingin berpisah dengan kamu lagi. Delapan bulan berpisah dengan kamu membuat aku sangat tersiksa. Aku tidak bisa hidup tanpamu, sayang,"ucap Rayyan mendekap erat tubuh Aurora.
Rayyan benar-benar sangat mencintai Aurora dan takut kehilangan Aurora. Rayyan tidak ingin berpisah dengan Aurora dengan alasan apapun.
"Aku tadi menghajar dia,"ucap Aurora membuat Rayyan kembali merenggangkan pelukannya menatap wajah Aurora.
__ADS_1
"Kenapa kamu menghajar dia? Apa dia membuat ulah?"tanya Rayyan dengan ekspresi serius.
"Kenapa? Kamu tidak terima aku menghajar mantan kamu itu?"tanya Aurora seraya memicingkan sebelah matanya menatap Rayyan.
"Kenapa aku harus merasa tidak terima? Aku hanya penasaran saja. Kenapa kucing liar ku ini sampai menghajar orang,"ujar Rayyan seraya mencubit dagu Aurora gemas.
"Dia menyerang aku lebih dulu,"
"Ohh.. Begitu? Kamu pasti sudah membuat dia babak belur. Dasar kucing liar!"ujar Rayyan tersenyum tipis kembali mencubit gemas dagu Aurora.
"Kau tahu? Aku sangat kesal padanya karena mendeskripsikan tubuh kamu secara detail. Jika kalian hanya melakukan tiga kali, kenapa dia masih ingat secara detail tentang tubuh kamu,"ujar Aurora masih terlihat kesal.
Rayyan menghela napas panjang melihat istrinya yang terlihat kesal. Rayyan sadar jika ada perasaan tidak terima di hati Aurora saat mengetahui ada wanita lain yang pernah menyentuh tubuhnya. Dengan lembut Rayyan memegang pipi Aurora dan mengangkat wajah Aurora agar menatap dirinya.
"Sayang, aku tahu kamu pasti kesal dengan masa laluku itu. Tapi, aku tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi di masa lalu. Aku minta maaf, jika hal itu begitu menganggu hatimu. Tapi percayalah, aku hanya mencintai kamu. Dan selamanya tidak akan berubah. Hanya dia dan kamu yang pernah menyentuh tubuh ku. Tapi sekarang, aku hanya milikmu dan aku janji tidak akan membiarkan wanita lain melihat, apalagi menyentuh tubuhku. Hanya kamu yang boleh melihat dan menyentuh tubuhku. Aku janji,"ujar Rayyan mencoba menenangkan istrinya.
Rayyan kembali memeluk Aurora dengan hangat. Mengelus punggung istrinya dengan lembut dan mengecup puncak kepala istrinya beberapa kali.
Rayyan benar-benar tidak ingin berdebat, apalagi bertengkar dengan Aurora. Karena hatinya tidak akan tenang jika Aurora marah padanya.
Aurora menghela napas panjang. Apa yang dikatakan Rayyan memang benar. Manusia tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi di masa lalu. Hanya bisa berusaha menjadi lebih baik menjalani saat ini dan masa depan. Aurora sadar, walaupun dirinya tidak mau menerima kenyataan ini, kenyataan ini juga tidak akan pernah berubah.
"Tidak seharusnya aku terus merasa kesal karena masa lalu Rayyan. Semua itu hanya akan membuat hubungan ku dan Rayyan bermasalah. Sebaiknya aku lupakan saja semua itu. Yang penting, sekarang Rayyan adalah milikku,"gumam Aurora berusaha untuk legowo.
...🌸❤️🌸...
Legowo adalah istilah dalam bahasa Jawa yang artinya menerima dengan ikhlas dan sabar terkait masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan yang sedang terjadi dan tidak menolak, atau justru membencinya. Legowo merupakan kondisi batin seseorang yang lebih memilih untuk menerima apapun yang terjadi pada dirinya dengan hati yang lapang.
Biasanya sikap batin yang Legowo terjadi setelah kita menerima suatu hal yang kurang baik, atau tidak sesuai dengan ekspektasi kita. Jika dihadapkan pada hal-hal yang kurang baik atau tidak sesuai dengan ekspektasi kita, ada dua reaksi yang biasanya dipilih orang, yakni tidak menerima dan menyalahkan pihak lain yang pada akhirnya muncul banyak kebencian, atau menerima dengan lapang dada.
Legowo adalah pilihan. Yang perlu kita garis bawahi, Legowo bukanlah sebuah hal yang tiba-tiba datang begitu saja. Namun sikap legowo hadir karena kita memang lebih memilih untuk menerima hal tidak baik itu, dan menjadikannya sebagai pelajaran hidup.
__ADS_1
.
To be continued