Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
234. Berapa Lama?


__ADS_3

Di sebuah ruangan kantor yang ada di luar negeri.


"Pyarr"


"Pyarr"


Jony melempar vas bunga dan asbak di atas mejanya ke dinding, hingga pecah dan berhamburan. Sekretaris Jony menutupi wajahnya dengan kedua lengannya agar pecahan vas dan asbak kaca itu tidak mengenai wajahnya.


"Shiitt! Dasar tidak becus! Percuma terkenal sebagai penembak jitu, jika melenyapkan satu orang saja tidak mampu. Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk membayar dia. Tapi dia malah gagal. Jika seperti ini, Rayyan pasti akan curiga padaku. Padahal aku sudah pindah keluar negeri, tapi dia masih saja menekan aku. Dan tiga orang itu. Dasar manusia goblookk. Membakar gudang saja tidak becus. Aku benar-benar rugi membayar orang-orang bodoh seperti mereka,"gerutu Jony, mengusap wajahnya kasar.


"Bodyguard Tuan Rayyan begitu waspada dan cekatan, Tuan. Sehingga, baru di bidik dengan sinar laser saja sudah tahu dan langsung mendorong tubuh Tuan Rayyan. Hingga menyebabkan tembakkan penembak jitu itu meleset. Dan soal pembakaran gudang, karyawan Tuan Rayyan begitu setia. Sehingga tanpa berpikir panjang, mereka langsung menyelamatkan barang-barang di gudang itu,"jelas sekretaris Jony.


"Padahal sudah susah payah kita mencari informasi tentang pengiriman barang itu. Jika barang-barang mereka terbakar di dalam gudang itu, kita bisa menggantikan mereka mengirim pasokan ke perusahaan langganan mereka. Kita bisa menaikkan harga karena barang itu sangat dibutuhkan oleh perusahaan langganan Rayyan itu. Tapi, semuanya berantakan karena tiga orang bodoh itu gagal membakar gudang. Bahkan rencana selanjutnya untuk melenyapkan Rayyan pun gagal. Padahal aku membayar mahal penembak jitu itu,"gerutu Jony yang terlihat sangat kesal.


"Penembak jitu itu memilih bunuh diri dengan cara menelan racun, Tuan,"


"Biar saja dia mati. Dia memang pantas mati. Apanya yang penembak jitu? Membunuh satu orang saja tidak becus. Rugi aku membayar dia mahal, tapi tidak ada hasil. Rayyan akan semakin memperketat keamanan, dan kita akan semakin kesulitan untuk melenyapkan Rayyan. Dan semua itu karena kegagalan dua rencana kita ini,"gerutu Jony yang tidak sudah-sudah menggerutu tentang bayaran mahal yang sudah diberikannya pada penembak jitu yang telah gagal menjalankan tugasnya itu.


"Untung saja yang bernegosiasi dengan orang-orang bodoh itu Tuan Jony sendiri. Kalau tidak, aku pasti yang akan kena marah besar dari Tuan Jony. Karena rencana yang sudah menghabiskan banyak uang ini malah gagal,"gumam sekretaris Jony dalam hati.


"Aku yakin, setelah ini Rayyan dan Aiden akan semakin menekan kita. Lakukan apa saja untuk menyelamatkan perusahaan kita!"titah Jony yang wajahnya terlihat kusut.


"Baik, Tuan. Emm.. Tuan, saya mendapatkan informasi kalau istri, mertua dan pelayan Tuan Rayyan menghilang pada saat Tuan Rayyan ke perusahaan cabangnya yang gudangnya kita bakar itu,"


"Benarkah? Siapa yang menculik mereka? Menarik sekali. Ternyata ada orang lain yang membenci Rayyan dan berani menculik istri, mertua dan pelayannya sekaligus,"sahut Jony dengan senyuman miring di wajahnya.

__ADS_1


"Saya dengar, mereka bekerja dengan cepat, rapi dan teliti, Tuan. Sehingga Tuan Rayyan kesulitan untuk mencari petunjuk tentang istri, mertua dan pelayannya yang tiba-tiba menghilang itu,"


"Coba kamu selidiki soal itu. Jika kita bisa tahu siapa mereka, kita bisa bekerja sama dengan mereka untuk menghancurkan Rayyan,"


"Baik, Tuan,"sahut sekretaris Jony, kemudian bergegas meninggalkan ruangan itu.


"Siapa orang itu? Dia bisa membuat Rayyan kesulitan untuk melakukan penyelidikan. Bahkan berani menculik istri, mertua, dan pelayan Rayyan sekaligus,"gumam Jony yang terlihat sangat penasaran.


Jony benar-benar ingin tahu, siapa orang yang berani menculik orang-orang yang sangat penting bagi Rayyan. Karena selama ini Joni tidak bisa melakukan hal itu. Rayyan menjaga keluarganya dengan baik, hingga tidak ada celah bagi Joni untuk mendekati keluarga Rayyan. Karena itulah Jony jadi sangat penasaran dengan sosok itu, sama seperti reader.


Di sisi lain, di sebuah ruangan, seorang pria bertubuh tinggi dan tegap sedang duduk di sebuah kursi. Wajah pria itu tidak terlihat terlalu jelas karena cahaya lampu di ruangan itu tidak terlalu terang. Tak lama kemudian seorang pria masuk ke ruangan itu.


"Bagaimana? Mereka tidak menemukan petunjuk apapun, 'kan?"tanya pria yang duduk di kursi itu.


"Tentu saja tidak. Kita ini bukan orang-orang amatiran. Kita ini orang-orang terdidik dan terlatih. Pekerjaan kemarin itu terlalu mudah bagi kita. Tapi, ngomong-ngomong, kamu nekat sekali membawa kabur istri, mertua, sekaligus pelayan seorang Rayyan Nugroho. Apa kamu berniat balikan dengan mantan pacar kamu yang tidak terlupakan itu? Apa kamu tidak melihat kalau perutnya sudah membuncit? Dan perutnya membuncit bukan karena kamu. Ingat bro, sebentar lagi, kamu akan menikah dengan tunangan kamu. Apa kamu berniat membatalkan pernikahan kamu yang sudah siap hampir delapan puluh persen itu?"


"Syukurlah, kalau begitu,"


"Walaupun aku belum bisa melupakan Aurora dan belum bisa mencintai Nilam. Tapi, aku tidak mungkin mempermalukan Nilam dengan membatalkan pernikahan kami yang tinggal sebentar lagi,"


"Astagaa.! Kamu benar-benar gagal move on. Jika kamu tidak segera move on, pernikahan kamu dengan Nilam hanya akan menyakiti Nilam, bro!"


"Aku sudah berusaha melupakan Aurora. Berusaha mencintai Nilam, tapi aku benar-benar belum bisa. Aku butuh waktu untuk melakukan semua itu,"


"Tapi, berapa lama kamu bisa menyembunyikan mereka dari Rayyan? Kamu tahu sendiri, 'kan? Rayyan Nugroho itu adalah orang yang berkuasa. Walaupun kita adalah orang militer, kekuasaan kita tidak sekuat dan seluas kekuasaan seseorang yang memiliki banyak uang seperti Rayyan Nugroho,"

__ADS_1


"Aku tidak tahu sampai kapan bisa menyembunyikan Aurora. Tapi aku akan melakukan apapun untuk Aurora,"


"Ini, nih. Kalau orang gagal move on. Ya, begini ini. Kalau ibumu tahu, kamu menyembunyikan Aurora, entah apa yang akan dilakukannya. Kamu sendiri yang bilang, kalau ibumu sangat membenci Aurora. Hingga hubungan kamu dan Aurora tidak direstui oleh ibu dan bapak kamu. Tapi kamu malah membawa kabur mantan pacar kamu itu dari suaminya. Apalagi di saat Aurora sudah hamil besar dan sebentar lagi akan melahirkan seperti itu. Padahal, kamu sendiri sebentar lagi juga akan menikah,"


"Ibuku tidak akan tahu jika kalian tidak membuka mulut kalian,"


"Kalau soal itu, sih, kamu tidak perlu khawatir. Kamu tahu sendiri, orang-orang militer tidak akan mudah berkhianat. Apalagi kita semua adalah teman,"


***


Andi pergi ke rumah kedua orang tua Aurora. Berharap bisa menemukan petunjuk di rumah kedua orang tua Aurora. Andi menggeledah seluruh rumah kedua orang tua Aurora. Andi menemukan beberapa barang yang membuatnya mengernyitkan keningnya.


Setelah selesai menggeledah rumah mertua majikannya dan menemukan barang-barang yang dianggap penting, Andi meminta orang yang bekerja pada Pak Hamdan untuk mengurus rumah, sawah dan kebun milik mertua majikannya itu. Setelah semuanya selesai, Andi kembali ke kota dengan beberapa barang yang dibawanya dari rumah Pak Hamdan.


Setelah sampai di perusahaan Rayyan, Andi bergegas menuju ruangan Rayyan. Pemuda itu masuk ke dalam ruangan majikannya itu setelah mengetuk pintu.


"Tuan!"panggil Andi pada Rayyan yang masih fokus pada layar laptopnya.


"Apa kamu menemukan sesuatu di rumah kedua mertuaku?"tanya Rayyan tanpa menatap Andi.


"Saya menemukan ini di dalam rumah mertua anda,"sahut Andi seraya meletakkan sebuah amplop berwarna coklat di atas meja Rayyan.


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2