Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
42. Agar Lebih Pantas Bersanding


__ADS_3

Aurora nampak sibuk memilih pakaian tanpa menyadari kehadiran Rayyan. Wanita itu belum menemukan baju yang sesuai keinginannya.


"Akkh! Apa yang kamu lakukan?"pekik Aurora saat tiba-tiba Rayyan menarik handuk yang dipakainya. Untung saja Aurora segera memegangi handuknya.


"Kamu akan semakin cantik jika melepaskannya,"ujar Rayyan kemudian memeluk Aurora dari belakang.


"Dasar Mesum! Lepaskan!"bentak Aurora mencoba melepaskan diri dari Rayhan.


"Harum sekali,"gumam Rayyan mengecupi leher Aurora.


"Hentikan!"bentak Aurora masih mencoba meronta dari pelukan Rayyan.sa


"Kita akan makan malam di bawah."ujar Rayyan seraya melepaskan pelukannya kemudian memilih sebuah gaun untuk Aurora,"Pakai ini,"ucap Rayyan memberikan sebuah dress pada Aurora.


Aurora menerima gaun yang disodorkan oleh Rayyan tanpa mengatakan apapun. Protes pun tidak akan membawa hasil seperti yang diinginkan.


"Aku mandi dulu. Bersiiap-siaplah!"pinta Rayyan. Dengan cepat mengecup bibir Aurora, kemudian berlalu dari ruangan itu.


"Ish.. selalu saja seperti itu,"gumam Aurora merasa kesal, seraya mengusap bibirnya yang baru saja di kecup Rayyan,"Tapi pilihannya memang bagus. Orang kaya memang selalu memperhatikan penampilan,"gumam Aurora menatap gaun yang di pilihkan Rayyan, kemudian bergegas memakainya.


Selesai memakai pakaian, Aurora keluar dari walk-in closet. Duduk di depan meja rias, memakai bedak dan lips balm, kemudian menyisir rambutnya.


Tidak lama kemudian, Rayyan sudah keluar dari kamar mandi. Seperti biasanya, pria itu hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Sengaja ingin menggoda Aurora yang selalu terpesona saat melihat tubuhnya. Dan benar saja, saat dirinya berjalan ke arah walk-in closet, Aurora nampak mencuri pandang untuk menatap tubuhnya dari cermin yang ada di meja rias, membuat Rayyan menipiskan bibirnya.


"Astagaaa.. kenapa ini mata tidak bisa dikondisikan. Maunya melihat yang begituan,"gumam Aurora setelah Rayyan masuk ke walk-in closet.


"Plak"


"Plak"


"Plak"


Aurora menampar pipinya sendiri untuk menyadarkan dirinya. Tidak bisa menahan diri untuk tidak menatap tubuh Rayyan.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, akhirnya Rayyan keluar dari walk-in closet memakai kemeja dan celana panjang. Pakaian apapun yang dikenakan oleh pria itu, tetap saja membuat pria itu terlihat tampan. Bahkan saat hanya melilitkan handuk di pinggangnya seperti tadi pun tetap terlihat tampan. Apalagi saat wajah dan rambutnya masih basah lalu meneteskan air. Terlihat sangat seksi di mata Aurora.


"Ayo, kita ke bawah!"ajak Rayyan memeluk pinggang Aurora.


Aurora hanya diam tanpa mengatakan apapun. Menentang Rayyan juga percuma. Pria itu tidak akan perduli dengan perasaan dan keinginannya.


Saat memasuki ruangan makan, Naima hanya bisa menghela napas kasar melihat Rayyan masuk ke ruangan itu memeluk pinggang Aurora. Pria itu bahkan menarik kursi untuk tempat duduk Aurora. Natalie mengepalkan kedua tangannya merasa iri pada Aurora. Iri karena Aurora bisa berada di sisi Rayyan, menjadi istri Rayyan, juga iri pada kecantikan Aurora yang melebihi dirinya.


"๐˜ผ๐™ ๐™ช ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฃ ๐™จ๐™š๐™œ๐™š๐™ง๐™– ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ฎ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™ž๐™ง๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™š๐™ข๐™ฅ๐™ช๐™–๐™ฃ ๐™ž๐™ฉ๐™ช ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™จ๐™ž๐™จ๐™ž ๐™๐™–๐™ฎ๐™ฎ๐™–๐™ฃ. ๐˜ผ๐™ ๐™ช ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ก๐™š๐™—๐™ž๐™ ๐™ฅ๐™–๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™จ ๐™—๐™š๐™ง๐™–๐™™๐™– ๐™™๐™ž ๐™จ๐™ž๐™จ๐™ž ๐™๐™–๐™ฎ๐™ฎ๐™–๐™ฃ,"gumam Natalie dalam hati.


Sedangkan Hendrik? Apalagi yang bisa dilakukan pria itu, selain menikmati keindahan yang diciptakan Tuhan yang ada di ruangan itu. Pria itu nampak tidak berkedip menatap Aurora. Menurut Hendrik, Aurora adalah wanita tercantik yang pernah ditemuinya. Bahkan jakun pria itu saat ini terlihat naik turun.


"๐™†๐™–๐™ฅ๐™–๐™ฃ ๐™–๐™ ๐™ช ๐™—๐™ž๐™จ๐™– ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ฎ๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™ ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ž๐™ ๐™ข๐™–๐™ฉ๐™ž ๐™ฉ๐™ช๐™—๐™ช๐™๐™ฃ๐™ฎ๐™–. ๐˜ผ๐™ ๐™ช ๐™จ๐™ช๐™™๐™–๐™ ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™จ๐™–๐™—๐™–๐™ง. ๐™Ž๐™–๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™จ๐™š๐™ ๐™–๐™ก๐™ž, ๐™จ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฉ ๐™จ๐™ช๐™จ๐™–๐™ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™˜๐™–๐™ง๐™ž ๐™˜๐™š๐™ก๐™–๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™™๐™š๐™ ๐™–๐™ฉ๐™ž ๐™™๐™ž๐™–,"gumam Hendrik dalam hati. Pria itu benar-benar ingin sekali melihat dan menikmati tubuh Aurora seutuhnya.


"Ray, papa aku ingin bekerja sama dengan perusahaan kamu,"ujar Natalie memulai pembicaraan.


"Kalau ingin bicara tentang pekerjaan, bicarakan di kantor, bukan di sini,"sahut Rayyan datar, seraya mengambilkan lauk untuk Aurora,"Makan yang banyak! Agar nanti kamu bisa melayani aku dengan tenaga maksimal,"bisik Rayyan di telinga Aurora, lalu mengecup bibir Aurora di depan semua orang.


Hendrik menggigit bibirnya sendiri saat melihat bibir bervolume milik Aurora. Sedangkan Naima memutar bola matanya malas melihat kemesraan yang ditampilkan Rayyan di ruangan makan itu.


"Ray, istri kamu sangat cantik. Bagaimana jika dia menjadi model ku? Pasti nanti istrimu akan menjadi artis terkenal,"ujar Hendrik mencari cara agar bisa mendekati Aurora.


"Aku masih sanggup untuk menafkahi istriku. Aurora tidak perlu menjadi model kakak untuk mencari uang dan ketenaran,"sahut Rayyan menyendok makanan di piringnya.


"Aku tahu, kamu mampu menafkahi istri kamu. Tapi dia akan semakin pantas berada di sisi kamu jika dia menjadi artis terkenal,"bujuk Hendrik.


"Benar kata Hendrik, Ray. Setidaknya dia harus memiliki kelebihan agar pantas bersanding dengan kamu. Istri pengusaha seperti kamu harus mempunyai sesuatu yang bisa dibanggakan. Bukan modal cantik, doang,"timpal Naima menyindir Aurora. Wanita paruh baya itu melirik Aurora sinis.


"๐™ˆ๐™š๐™ง๐™š๐™ ๐™– ๐™ฅ๐™ž๐™ ๐™ž๐™ง ๐™–๐™ ๐™ช ๐™ข๐™–๐™ช ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™š๐™จ๐™š๐™ฃ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™–๐™ฅ๐™–, ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™Ÿ๐™–๐™™๐™ž ๐™ž๐™จ๐™ฉ๐™ง๐™ž ๐™ž๐™—๐™ก๐™ž๐™จ ๐™ž๐™ฃ๐™ž? ๐˜ผ๐™ ๐™ช ๐™จ๐™–๐™ข๐™– ๐™จ๐™š๐™ ๐™–๐™ก๐™ž ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™—๐™š๐™ง๐™ข๐™ž๐™ฃ๐™–๐™ฉ,"gerutu Aurora dalam hati tetap menyantap makanannya dengan tenang.


"Aurora tidak perlu melakukan apapun agar pantas bersanding dengan aku. Karena sekarang pun Aurora sudah sangat pantas untuk bersanding dengan aku. Soal jadi model kakak. Apa kakak pikir aku tidak tahu dengan akal bulus kakak? Kakak ingin mendekati istriku, 'kan? Jangan pernah bermimpi untuk mendekati, apalagi mencoba menyentuh istriku! "ucap Rayyan dengan tatapan tajam pada Hendrik.


"Kenapa kau selalu saja curiga dan berpikir buruk padaku?"keluh Hendrik.

__ADS_1


"Iya, Ray, kamu jangan selalu berpikiran buruk pada kakak kamu sendiri,"imbuh Naima.


"Aku berpikiran seperti itu, karena kakak memang bukan tipe orang yang bisa dipercaya,"tukas Rayyan membuat wajah Hendrik menjadi masam.


"๐™‡๐™–๐™œ๐™ž-๐™ก๐™–๐™œ๐™ž ๐™™๐™ง๐™–๐™ข๐™– ๐™ ๐™š๐™ก๐™ช๐™–๐™ง๐™œ๐™–. ๐™ˆ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™–๐™Ÿ๐™– ๐™ฅ๐™–๐™ ๐™–๐™ž ๐™™๐™ง๐™–๐™ข๐™–,"gumam Aurora menghela napas panjang, merasa malas berada di tengah-tengah keluarga kaya itu.


"Oh, iya. Mulai besok, aku akan mentransfer jatah bulanan mama dan kakak. Aku tidak akan memberikan uang tambahan dengan alasan apapun. Kalian harus mengatur keuangan kalian sendiri agar cukup di gunakan dalam waktu satu bulan. Dan mama, berhentilah menerima barang pemberian orang lain. Apa mama merasa tergolong dalam orang-orang yang tidak mampu, sehingga mama merasa senang dengan barang pemberian orang lain?"tanya Rayyan yang terasa menohok di hati Naima. Pasalnya Naima sering menerima barang yang dibelikan oleh Natalie.


"Mama menerima barang pemberian dari siapa?"tanya Hendrik penasaran. Namun Naima hanya diam, tidak menjawab.


"Aku merasa terhina. Selama ini aku selalu memberikan uang pada mama, berapapun yang mam mau. Aku tidak menyangka jika mama menjatuhkan harga diri ku dengan menerima barang pemberian orang lain yang bahkan tidak lebih kaya dari keluarga kita,"sarkas Rayyan membuat Naima semakin terdiam.


Sedangkan Natalie merasa tersindir karena dirinya lah yang suka membelikan tas dan pakaian branded untuk Naima. Dan kenyataan nya, kekayaan keluarganya memang masih di bawah keluarga Rayyan.


Notebook :


Karena mulai hari ini umat Islam mulai melaksanakan ibadah puasa, maka, untuk adegan๐Ÿ๐Ÿnya aku skip atau dikurangi dulu. Takut puasanya batal. Reader belum tentu otaknya traveling saat membaca adegan ๐Ÿ๐Ÿnya. Tapi author yang nulis dan ngedit ulang sudah traveling duluan.๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ.


Maaf jika, akhir-akhir ini aku jarang bikin kata mutiara. Nulis dua novel sekaligus lumayan bikin keteteran. Jadi suka nggak sempat bikin kata mutiara. Aku lagi berusaha nabung buat pendaftaran anak-anak masuk SMP dan SMA.


Jangan lupa tempelin jempolnya, ya! Dan juga komentarnya. Mungkin bagi reader, komen "Lanjut!" itu sepele. Tapi bagi aku, itu sangat berarti.Terimakasih banyak tetap setia membaca karya author recehan ini. Like dan komen reader semua adalah penyemangat bagiku untuk menulis. ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



Marhaban ya Ramadhan. Mari kita bersama menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan saling memaafkan.


Selamat Ramadhan 1444 H. Selamat menunaikannya ibadah puasa! Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Aamiin


...โค๏ธ๐ŸŒธโค๏ธ...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2