
Mendengar nama Neil di sebut, Rayyan jadi teringat dengan Neil suami dari mantan pacarnya yaitu suami Dila. Pria yang pernah ditemuinya sekali saat menjemput Dila yang waktu itu mengejar-ngejar dirinya.
"Neil?"tanya Rayyan mengernyitkan keningnya menatap Andi.
"Iya, Tuan,"sahut Andi.
"Untuk apa kamu bertanya tentang orang yang bernama Neil itu?"tanya Rayyan yang beralih menatap Lana.
"Saya ingin meminta pertolongan dari dia,"jawab Lana jujur. Saat ini hanya Neil lah harapan Lana jika dirinya benar-benar bisa bertemu dengan pria itu.
"Ingin meminta tolong padanya? Neil mana yang kamu maksud? Apakah Neil yang menjadi mafia itu?"tanya Rayyan menatap Lana dengan tatapan serius.
"Ma.. Mafia?"tanya Lana tergagap dengan ekspresi terkejut.
Melihat ekspresi terkejut Lana, Andi pun tersenyum miring, lalu berkata,"Iya. Neil yang kami kenal adalah seorang mafia. Namun, walaupun dia adalah seorang mafia, dia bukan sembarang mafia. Dia tidak akan mengusik orang lain, jika dia tidak di ganggu. Dia juga mafia yang hanya bertindak pada orang-orang yang berbuat curang. Apa Neil yang kamu kenal memiliki tanda khusus di tubuhnya?"tanya Andi memastikan orang yang di maksud Lana adalah orang yang di kenalnya.
Lana mencoba mengingat-ingat ciri orang yang dikenalnya itu,"Seingat saya, dia memiliki tato di lehernya. Tato itu.."
"Gambar tengkorak,"ucap Andi memotong kata-kata Lana.
"Iya. Benar,"sahut Lana menatap Andi dengan secercah harapan.
Rayyan tersenyum tipis mendengar pembicaraan dua orang,"Berarti Neil yang kamu cari itu, kemungkinan besar adalah Neil yang menjadi mafia itu. Apa kamu yakin masih ingin menemui dia?"tanya Rayyan seraya berjalan menuju sofa, lalu duduk di sofa itu.
Lana nampak tertunduk mendengar pertanyaan Rayyan. Gadis itu terlihat sedang berpikir,"Apa benar Neil seorang mafia? Tapi, saat aku menolong dia waktu itu, dia memang terluka karena tembakan. Dan dia juga mengeluarkan peluru di perutnya sendiri seperti telah terbiasa melakukannya. Sama sekali tidak mau dipanggilkan petugas medis,"
"Aku memang tidak tahu siapa dia sebenarnya dan apa pekerjaannya. Aku hanya tahu dia tinggal di kota ini. Apa aku perlu memastikan orang yang di kenal dua orang pria absurd ini sama dengan orang yang aku maksud?"gumam Lana dalam hati.
__ADS_1
Bukan tanpa alasan Lana mengatai Rayyan dan Andi sebagai orang absurd. Mendengar pembicaraan kedua pria itu tadi sudah bisa membuat Lana menilai dua orang pria itu. Lana merasa dua orang itu sangat absurd karena Andi yang sebagai bawahan berani pada majikannya. Sedangkan Rayyan yang sebagai majikan juga tidak serius marah pada Andi.
Lana juga mendengar dari ayah sambungnya mengenai Rayyan saat ayah sambungnya berbicara dengan mafia yang bekerja sama dengan ayah sambungnya itu. Lana hampir tidak percaya jika ada seorang pria kaya yang membuat surat perjanjian seperti yang dilakukan Rayyan. Pria yang membuat surat perjanjian dengan istrinya yang intinya akan menjadi pria miskin jika ketahuan mengkhianati istrinya.
Tapi ada sisi baik dari kedua orang absurd yang ditemuinya itu. Mereka sama sekali tidak memanfaatkan keadaanya semalam. Jika dirinya bertemu dengan pria lain, pasti ceritanya akan berbeda. Dirinya pasti akan dijadikan pemuas nafsuu. Namun dua orang pria itu benar-benar berbeda.
Satunya setia pada istrinya dan satunya konsisten menjaga keperjakaan nya. Padahal di zaman sekarang sangat sulit mencari suami yang setia dalam arti sebenarnya. Bukan setia alias SEtiap Tikungan Ada. Dan mencari pemuda yang masih perjaka di zaman sekarang pun susah. Apalagi tidak ada cara untuk membedakan seorang pemuda masih perjaka atau tidak.
Secara medis tidak ada tes yang dapat menentukan apakah seorang pria masih perjaka atau tidak. Hanya saja, kalau seorang pria mengalami infeksi menular pada organ reproduksinya, sudah pasti pria itu sudah pernah melakukan hubungan intim yang artinya sudah tidak perjaka lagi.
Keperjakaan laki-laki tidak bisa dicek secara fisik. Sebab, tidak ada ciri-ciri fisik yang bisa menandakan apakah seorang laki-laki perjaka dan belum pernah berhubungan intim. Satu-satunya cara mengetahui apakah seorang laki-laki masih perjaka adalah dengan bertanya langsung pada orang yang bersangkutan. Itupun kalau di jawab dengan jujur.
"Jika kamu ingin memastikan bahwa Neil yang kami kenal dan Neil yang kamu kenal sama atau tidak, kami bisa membantu mu untuk bertemu dengan Neil yang kami kenal,"ujar Andi yang sudah mengetahui sedikit tentang Lana.
"Hei, hei, hei! Kenapa kamu mengambil keputusan tanpa bertanya pada majikanmu terlebih dahulu?"protes Rayyan karena Andi mengambil keputusan sepihak untuk membantu Lana tanpa bertanya dan bicara lebih dulu dengan dirinya.
"Mudah sekali kamu percaya padanya. Apa kamu tidak takut dia berbohong pada kita? Jangan-jangan, kamu semalam sudah mendapatkan sesuatu yang menguntungkan dari gadis ini, hingga kamu begitu antusias membantu dia!"selidik Rayyan menatap Andi curiga.
Andi menghela napas panjang mendapatkan tuduhan seperti itu dari majikannya.
"Tuan sudah begitu lama mengenal saya. Apa Tuan masih meragukan prinsip dan karakter saya?"tanya Andi balik tanpa membela diri ataupun memberikan penjelasan.
Rayyan ikut menghela napas panjang mendengar pertanyaan Andi. Rayyan memang yakin jika Andi tidak akan melakukan hal buruk seperti yang dirinya tuduhkan. Tanpa menjawab pertanyaan Andi, Rayyan menoleh pada Lana.
"Memangnya kamu tidak punya keluarga lain di kota ini?"tanya Rayyan menatap Lana.
"Tidak ada lagi Tuan. Sebelumnya saya dan ibu saya tinggal di kota lain. Selama ini saya masih bertahan di rumah ayah sambung saya, walaupun saya di manfaatkan untuk melayani orang-orang yang bisa di manfaatkan oleh ayah sambung saya. Karena dia mengancam akan menyiksa ibu saya, jika saya tidak mau menuruti keinginannya. Tapi, sekarang ibu saya sudah meninggal. Saya tidak ingin lagi dijadikan alat pemuas nafsuu para klien pria tua itu. Saya ingin bebas,"sahut Lana lirih di ujung kalimatnya.
__ADS_1
Gadis itu menyeka air matanya yang lolos begitu saja. Semenjak ibunya menikah lagi dengan pejabat itu, bukan kebahagiaan yang didapatkan Lana. Karena, walaupun semua kebutuhannya dan ibunya tercukupi, tapi dirinya di jadikan layaknya wanita penghibur oleh ayah sambungnya. Sedangkan ibunya tidak berdaya untuk melindungi dirinya.
"Baiklah. Kami akan membantu mu. Jika Neil yang kami kenal bukanlah Neil yang kamu maksud, aku akan memberimu uang untuk pergi jauh dari ayah sambung mu itu. Kamu bisa memulai hidup baru di tempat yang baru. Hanya itu bantuan yang bisa aku berikan padamu,"ujar Rayyan yang jadi kasihan mengetahui nasib Lana.
"Brugh"
Tiba-tiba Lana berlutut di depan Rayyan yang masih duduk di sofa itu.
"Terimakasih, Tuan. Jika, suatu hari ada kesempatan, saya pasti akan membalas budi Tuan,"ucap Lana mengusap air matanya dengan senyuman di bibirnya.
Lana merasa sangat senang karena Rayyan dan Andi mau membantu dirinya terbebas dari ayah sambungnya.
"Bangun lah! Tidak perlu seperti itu. Tapi, jika Neil yang kamu maksud itu benar-benar Neil mafia yang kami kenal, apa kamu yakin akan tetap meminta tolong padanya? Apa tidak sebaiknya kamu menerima uang dari ku dan pergi jauh dari tempat ini? Aku memang tidak akan memberikan uang yang banyak padamu. Tapi, cukup untuk biaya hidup mu selama tiga bulan sambil kamu mencari pekerjaan,"ujar Rayyan agar Lana mempertimbangkan keputusannya untuk menemui Neil.
"Saya tidak pernah salah dalam menilai orang. Namun sayangnya ibu saya tidak percaya dengan penilaian saya tentang pejabat itu dan kukuh pada pendiriannya untuk menikah dengan pejabat itu dengan harapan agar kehidupan kami menjadi jauh lebih baik. Nyatanya pejabat itu benar-benar bukan orang baik dan ibu saya menyesali keputusannya sampai akhir hayatnya,"
"Sejak pertama kali saya bertemu Tuan berdua, saya sangat yakin jika kalian adalah orang baik, dan ternyata penilaian saya memang tidak salah. Kalian mau membantu saya yang bukan siapa-siapa kalian. Sedangkan Neil, terlepas keburukan apa yang dilakukan Neil, tapi saya yakin dia adalah orang yang baik,"ujar Lana penuh keyakinan.
"Kalau seperti itu, terserah kamu saja. Kami akan tetap membantu mu,"sahut Rayyan memutuskan.
"Terimakasih, Tuan!"ucap Lana sekali lagi seraya menunduk hormat pada Rayyan dan Andi.
...🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1