
Lucas melihat Rayyan berjalan ke arahnya dengan wajah dan senyuman yang terlihat dingin. Entah mengapa Lucas jadi berkeringat dingin melihat pria itu berjalan ke arahnya. Masih jelas di ingatan Lucas, bagaimana semalam pria itu menghajarnya.
"Apakah dia ingin menghampiri ku? Mampus lah aku! Aku telah menyinggung orang yang salah,"gumam Lucas dalam hati. Tiba-tiba wajah pria itu menjadi pucat pasi.
"Halo, Tuan Lucas! Saya masih memberikan kesempatan untuk anda mengikuti tender ini. Setelah ini, polisi akan menangkap anda karena anda telah berani menculik putra saya. Nyali anda sangat besar, karena berani menculik putra saya untuk mengancam istri saya agar istri saya bercerai dari saya dan menikah dengan anda. Dan anda juga sudah melakukan percobaan pembunuhan pada sahabat saya,"ucap Rayyan dengan suara, wajah, tatapan dan senyuman yang terlihat dingin mengintimidasi.
Kata-kata Rayyan itu sukses membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut. Mereka semua tidak menyangka jika Lucas sampai berani melakukan semua itu.
"Wahh.. Berani sekali si Lucas itu menculik putra Tuan Rayyan untuk memaksa istri Tuan Rayyan menikah dengan dia,"
"Bahkan si Lucas itu berani melakukan percobaan pembunuhan pada sahabat Tuan Rayyan,"
"Besar sekali nyalinya? Cari mati dia,"
"Pasti si Lucas itu mencelakai Tuan Aiden agar Tuan Aiden tidak bisa mengikuti tender ini. Tapi, siapa sangka jika Tuan Rayyan malah menggantikan Tuan Aiden mengikuti tender ini?"
"Kali ini, di Lucas itu tidak akan bisa lagi bersikap angkuh,"
"Semoga saja Tuan Rayyan membuat perusahaan si Lucas itu gulung tikar. Biar dia tidak bisa lagi menindas kita,"
"Sudah pasti perusahaan si Lucas itu bakalan gulung tikar,"
"Walaupun perusahaan Tuan Rayyan dan Tuan Aiden besar, mereka tidak pernah menindas perusahaan lain. Mereka bersaing dalam bisnis dengan cara sportif,"
"Iya, tidak seperti si Lucas itu. Dia licik dan suka menindas,"
Kasak-kusuk orang-orang yang ada di ruangan itu terus terdengar. Dan semuanya tidak suka dengan Lucas.
Sudah bisa dipastikan jika perusahaan Lucas tidak akan bertahan lama. Dan dalam tender kali ini, tentu saja Lucas sudah tidak memiliki kesempatan untuk memenangkan tender. Tidak akan ada yang mau berhubungan lagi dengan perusahaan Lucas, jika Lucas benar-benar melakukan kejahatan seperti yang diungkapkan oleh Rayyan.
__ADS_1
Bahkan sekarang pun sebelum semuanya terbukti, semua orang akan berpikir ulang untuk bekerja sama dengan Lucas. Apalagi sedikit banyaknya semua orang sudah tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Lucas sudah mendengar jika Rayyan tidak bisa di singgung. Dan kali ini dirinya benar-benar menyinggung orang yang salah. Pria yang sebelumnya sangat angkuh itu tiba-tiba kehilangan nyali nya. Karena dengan Rayyan mengatakan kejahatannya di depan semua pebisnis, otomatis namanya sudah hancur. Orang-orang pasti akan lebih percaya pada Rayyan dari pada dirinya. Dan setelah tahu siapa pria yang dihadapinya saat ini, Lucas yakin, jika Rayyan tidak akan bicara sembarangan. Rayyan pasti memiliki bukti yang kuat tentang kejahatannya.
Namun beras ketan sudah menjadi dodol. Tidak mungkin lagi dijemur dan digoreng menjadi rengginang. Lukas terlambat menyadari jika dirinya telah berurusan dengan orang yang salah.
Kesombongan, keangkuhan dan keserakahannya selama ini akhirnya membuatnya berada di ambang kehancuran.
"Brugh"
Tiba-tiba saja Lucas berlutut di depan Rayyan, membuat semua orang terkejut.
"Tuan, maafkan saya! Saya tidak tahu jika saya telah menyinggung Tuan,"ucap Lucas seraya memegangi kaki Rayyan.
Rayyan mengibaskan kakinya untuk melepaskan pegangan tangan Lucas.
"Tuan, maafkan saya! Ampuni saya, Tuan. Saya tidak tahu jika nyonya Aurora adalah istri Tuan. Jika saya tahu, saya tidak akan berani mengganggunya. Tolong maafkan saya Tuan,"mohon Lucas yang menjadi putus asa.
"Jadi, kamu berhak menganggu wanita manapun selain istriku? Begitu? Apa kamu pikir wanita itu adalah mainan yang bisa kamu beli dan bila sudah bosan bisa kamu campakkan? Saya telah melaporkan kamu ke polisi beserta semua bukti-bukti kejahatan kamu. Terima saja hukuman atas semua kejahatan kamu,"ucap Rayyan berlalu meninggalkan Lucas.
"Tuan, tolong maafkan saya, Tuan. Tolong cabut laporan anda!"pinta Lucas berusaha bangun seraya menahan rasa sakit di kakinya untuk mengejar Rayyan. Namun langsung di hadang oleh Andi.
"Seharusnya anda berpikir dulu sebelum bertindak. Dan lebih menghargai wanita. Orang yang telah mengandung, merawat, dan membesarkan anda adalah seorang wanita. Tapi anda malah tidak bisa menghargai wanita dan mempermainkan mereka. Ibu anda pasti menyesal telah melahirkan anda. Manusia seperti anda tidak pantas untuk dikasihani. Saya pastikan anda akan mendekam di balik jeruji besi dan menjadi gelandangan setelah keluar dari penjara nanti,"ujar Andi kemudian menyusul Rayyan.
"Tidak! Jangan, Tuan! Tolong maafkan saya! Saya janji akan memperbaiki diri. Tolong jangan memenjarakan saya dan membuat saya bangkrut, Tuan! Saya mohon, Tuan! Saya masih punya anak dan istri. Tolong kasihani anak dan istri saya, Tuan,"pinta Lucas dengan suara yang memelas dan air mata yang sudah menetes.
Andi menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Lucas.
"Kenapa saya harus mengasihani anda? Dan kenapa baru memikirkan nasib anak dan istri anda sekarang, setelah anda berada di posisi sulit seperti sekarang ini? Kemana saja anda kemarin-kemarin? Amnesia?"ucap Andi tersenyum sinis, kemudian melanjutkan langkah kakinya.
__ADS_1
"Tuan, saya khilaf, Tuan. Tolong maafkan saya!"pinta Lucas menangis tergugu.
Lucas merasa kali ini dirinya benar-benar akan hancur karena telah menyinggung orang yang salah. Tanpa di penjara pun, Lucas tidak yakin perusahaannya bisa berjalan seperti biasanya, karena Lucas yakin jika Rayyan pasti akan membuat perusahaannya gulung tikar. Apalagi jika dirinya dipenjara karena kasus percobaan pembunuhan dan juga kasus penculikan. Lucas tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya setelah keluar dari penjara nanti.
"Tuan Lucas, jika anda ingin mengikuti tender, harap tenang! Jika anda tidak bisa tenang, lebih baik anda keluar dari ruangan ini,"pinta pejabat pemerintah tadi memperingatkan.
"Kali ini Tuan Lucas benar-benar tidak akan selamat. Sepertinya setelah ini, aku harus mencari pekerjaan baru,"gumam asisten Lucas dalam hati. Tidak memiliki harapan lagi bisa terus bekerja di perusahaan Lucas yang rasanya bisa dipastikan jika sebentar lagi akan gulung tikar.
Semua orang yang ada di tempat itu tidak ada satupun yang simpati pada Lucas. Mereka malah berharap jika Lucas di penjara dan perusahaannya bangkrut. Agar tidak ada lagi yang menekan dan menindas mereka menjalankan bisnis di pulau itu.
Akhirnya Lucas hanya bisa duduk diam mengikuti tender, hingga tender itu selesai. Mau kabur pun percuma. Karena tidak mungkin Rayyan membiarkan dirinya kabur.
Seperti dugaan, Rayyan lah yang memenangkan tender. Setelah tender selesai, polisi pun datang dan menangkap Lucas. Berita penangkapan Lucas pun langsung viral.
Setelah tender selesai Rayyan pun bergegas pulang untuk menjemput Aurora. Dan sesuai rencana mereka tadi pagi, mereka akan mengunjungi Aiden.
"Aku sangat penasaran tentang identitas Aurora yang sesungguhnya. Aku akan bertanya pada Aiden soal adiknya yang hilang itu. Siapa tahu Aurora adalah adik Aiden yang hilang dulu,"gumam Rayyan dalam hati.
...π"Semua yang kita miliki adalah titipan dari-Nya. Sewaktu-waktu bisa diambil-Nya. Lalu, apa yang bisa kita sombong kan?"π...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
Maaf baru update. Tadi sedang rapat di sekolah. Dan kebetulan sinyal nya buruk, jadi baru bisa upload pas pulang. πππππ
.
To be continued
__ADS_1