
Pagi sudah datang menyapa. Matahari pun sudah bersinar terang. Sepasang suami-isteri yang semalam bergulat panas dan baru merasakan bagaimana rasanya surga dunia itu nampak masih terlelap.
Suara dering panggilan masuk di handphone Kanaya membuat wanita muda itu terbangun. Kanaya ingin beranjak dari tempatnya berbaring untuk meraih handphonenya. Namun, wanita itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Hingga akhirnya mata Kanaya pun perlahan terbuka.
"Astagaa..! Dia mendekap aku seperti ini, lalu bagaimana aku bisa bergerak kalau begini? Dan ini... Ini sudah siang. Seharusnya di jam seperti ini, aku sudah ada di kantor,"gumam Kanaya dalam hati setelah melihat jam digital di atas nakas.
Tubuh Andi yang jauh lebih besar dari tubuh Kanaya dan dada Andi yang bidang membuat Kanaya yang sedang di dekap Andi itu tidak bisa bergerak.
Andi yang masih terlelap itu pun mulai terbangun karena merasakan pergerakan Kanaya dan karena suara dering handphone Kanaya.
"Siapa, sih, pagi-pagi begini menelpon?"gerutu Andi dengan tangan yang meraba-rabanya ke atas nakas,. Sedangkan tangan satunya yang lengannya masih dijadikan bantal Kanaya pun masih memeluk Kanaya.
"Biar aku saja, bee,"ujar Kanaya, tapi Andi tidak membiarkan Kanaya bergerak.
Andi mengambil handphone Kanaya kemudian menerima panggilan masuk di handphone Kanaya.
"Halo, Aya! Kamu sudah nyampe belum? Kalau sudah, kamu cepat kerjakan tugas kamu, ya! Setelah itu, kita harus membersihkan ruangan meeting. Oh, ya, Aya., kemarin kamu di cari Pak Randy, loh,"ujar seorang wanita dari sambungan telepon.
"Hari ini Kanaya tidak masuk kerja. Dan untuk apa Randy mencari Kanaya?"Andi dengan suara serak khas bangun tidur nya yang terdengar datar, karena mengetahui Randy mencari Kanaya.
"Eh, kamu siapa?"tanya suara di sebrang telepon.
"Tut! Tut! Tut! Tut!
Andi mengakhiri sambungan telepon secara sepihak karena kesal saat mendengar Randy masih mencari Kanaya. Pemuda itu pun kembali meletakkan handphone Kanaya di atas nakas, lalu menatap Kanaya.
Kanaya yang masih berada dalam dekapan Andi pun masih bisa mendengar suara temannya tadi. Wanita muda itu nampak serba salah mendapatkan tatapan dari Andi.
"Kamu masih berhubungan dengan Randy? Masih sering bertemu dengan dia?"tanya Andi menatap Kanaya penuh selidik.
"Tidak, bee. Aku bertukar tempat area kerja dengan temanku. Area kerjaku sekarang jauh dari ruangan Randy,"sahut Kanaya jujur adanya.
"Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan dia. Ingat! Kamu sudah menikah. Jika berani selingkuh, akan aku adukan pada ibu. Dan... Aku pastikan akan menghukum kamu. Akan aku ikat kamu di atas ranjang ini dan aku buat lemas tak bertenaga, jika berani selingkuh dari ku.
"Aku tidak akan pernah melakukan hal seperti itu, bee,"sahut Kanaya cepat.
"Bagus! Jadilah istri ku yang manis dan penurut,"ujar Andi seraya membelai pipi Kanaya dengan senyuman smirk di bibirnya.
Kanaya mengerutkan keningnya melihat senyuman suaminya yang mencurigakan itu. Entah kenapa Kanaya memiliki firasat tidak enak melihat senyuman itu.
__ADS_1
"Srett"
"Ahh, bee!"pekik Kanaya karena tiba-tiba Andi membuka selimut yang menutupi tubuh mereka yang polos tanpa sehelai benang.
Walaupun semalam mereka telah bergulat panas di atas ranjang dengan tubuh yang sama-sama polos, namun tetap saja Kanaya merasa malu saat Andi melihat dirinya tanpa sehelai benang seperti saat ini.
"Aku ingin lagi,"ucap Andi yang langsung mengungkung tubuh Kanaya.
"Bee.. Bukankah kamu akan pergi bekerja?"ucap Kanaya seraya sedikit mendorong dada Andi, menahan pemuda itu agar tidak mencium bibirnya.
"Aku memang akan pergi ke kantor untuk meeting. Tapi, masih ada waktu dua jam lagi sebelum bersiap dan berangkat ke kantor. Sekarang, aku ingin memanfaatkan waktu yang ada ini untuk bersamamu. Aku ingin mendengar mu mendesahh dan menjerit memanggil ku seperti semalam. Dan kamu jangan menolak untuk melayani aku! Berdosa jika seorang.istri menolak melayani suaminya,"ujar Andi yang langsung meraup bibir Kanaya dengan serakah.
Kanaya hanya bisa pasrah tanpa bisa bicara apapun lagi. Sebelum sempat menolak pun sudah mendapatkan peringatan, yaitu kalimat sakti,"berdosa jika menolak melayani suami".
"Astagaa..! Apa dia tidak merasa lelah sama sekali? Semalam sudah melakukannya beberapa kali, tapi pagi ini malah minta di layani lagi. Badanku bahkan masih terasa sakit semua karena melayani dia semalam. Tapi, sekarang dia sudah minta di layani lagi,"gumam Kanaya dalam hati hanya bisa pasrah saat tubuhnya kembali di jamah oleh Andi.
Tidak bisa di pungkiri, bahwa Kanaya menikmati semua sentuhan lembut yang di berikan oleh Andi, namun saat ini Kanaya benar-benar masih merasa lelah karena pergulatan panas mereka semalam.
Tak lama kemudian, suara desahann, pekikan dan lenguhann sepasang suami-isteri itu pun terdengar. Andi benar-benar pintar membuai Kanaya, hingga hasratt Kanaya untuk bercinta dengan Andi kembali naik.
Beberapa menit kemudian, Andi tersenyum cerah setelah mendapatkan apa yang diinginkannya. Pemuda itu menggendong tubuh Kanaya yang lemas itu ke dalam kamar mandi. Dengan telaten pemuda itu membersihkan tubuh Kanaya di dalam bathtub.
"Sebelum makanan yang aku pesan datang, kamu makan ini dulu. Aku harus bersiap ke kantor,"ujar Andi seraya meletakan nampan yang berisi susu dan roti bakar itu di pangkuan Kanaya yang duduk meluruskan kakinya di tepi ranjang.
"Terimakasih,"ucap Kanaya tulus.
"Hum,"sahut Andi tersenyum lembut seraya mengelus kepala Kanaya, kemudian mulai bersiap ke kantor.
"Dia sangat perhatian dan manis sekali,"gumam Kanaya dalam hati yang mulai menyantap roti bakar buatan suaminya, karena Kanaya mamang benar-benar lapar setelah tenaganya di kuras oleh Andi semalam dan pagi ini.
Tak lama kemudian, Andi sudah siap dengan stelan kantornya. Pemuda itu menghampiri Kanaya yang baru saja menghabiskan roti bakar dan segelas susu buatan nya.
"Manis,"ucap penuh dengan senyuman setelah menjilat bibir Kanaya yang ada bekas susunya.
"Astagaa! Orang ini bahkan tidak malu, apalagi jijik untuk menjilat bekas susu di bibirku,"gumam Kanaya dalam hati. Wanita itu sangat terkejut saat Andi menjilat bekas susu di bibirnya.
"Makan yang banyak agar energi kamu cepat pulih dan bisa menjepit ku lagi seperti semalam dan tadi. Aku sangat menyukai jepitan kamu. Aku pergi,"pamit Andi setelah mengecup kening Kanaya.
Sedangkan Kanaya nampak terdiam bodoh mendengar kata-kata suaminya barusan. Kanaya masih mencerna kata-kata Andi itu.
__ADS_1
"Menjepit dia? Apa maksudnya? Aku menjepit dia semalam dan tadi?"gumam Kanaya yang masih belum mengerti maksud perkataan Andi. Namun beberapa saat kemudian..
"Astagaa..! Dasar mesum!!"umpat Kanaya setelah menyadari apa yang di maksud oleh Andi. Namun sayangnya Andi sudah keluar dari kamar itu.
*
Setelah tiba di kantor, Andi langsung berjalan menuju ruangan Rayyan. Pemuda itu nampak tidak peduli dengan semua orang yang menatap penampilannya hari ini.
Semua orang kantor yang melihat Andi nampak berbisik-bisik karena melihat leher Andi yang terdapat beberapa cakaran dan juga gigitan. Mereka pun mulai bergosip tentang Andi.
"Tuan Andi selalu dingin dan datar pada wanita. Tapi, dari kemarin datang ke kantor dengan leher bekas cakaran dan juga bibir bengkak. Dan sekarang, cakaran di lehernya malah bertambah banyak. Bahkan ada bekas gigitannya juga,"
"Pria zaman sekarang mana ada yang polos dan tidak bermain wanita di luar sana. Apalagi kalau banyak uangnya,"
"Hus! Jangan sembarangan bicara. Lebih baik lanjut kerja, dari pada dapat surat cinta dari HRD karena bergosip di jam kerja,"
"Benar. Lebih baik bekerja. Jangan mengurusi urusan orang lain. Urus saja pekerjaan kalian masing-masing,"
Kasak kusuk itu pun akhirnya reda dan mereka kembali bekerja seperti biasa.
Sementara itu, di ruangan Rayyan.
"Akhirnya kamu datang juga. Melihat wajah mu yang secerah dan sehangat mentari pagi, sepertinya kali ini kamu tidak gagal lagi. Setelah digerebek dan di gelandang ke kantor polisi, aku kira acara belah duren kamu bakal gagal lagi. Nyatanya kamu sudah berhasil merasakan surga dunia. Kamu melakukannya di mana? Semalam dapat berapa ronde? Apa pagi ini juga ada babak tambahan?"cerocos Rayyan menipiskan bibirnya.
"Haishh, Tuan kepo sekali,"cetus Andi menghela napas kasar.
"Dulu, kamu juga suka meledek ku,"sahut Rayyan.
"Haish, Tuan balas dendam, ya, pada saya?"
"Kalau iya , kenapa? Sudah memesan kamar pengantin di hotel, malah di gelandang ke kantor polisi karena dituduh berbuat mesum. Untung saja kalian tidak menginap di sana. Kalau tidak, celana mu akan mengembung lagi,"ledek Rayyan tertawa geli.
Rayyan mengetahui apa yang di alami Andi semalam dari laporan pengacara nya tadi pagi.
Andi hanya bisa menghela napas panjang mendapat ledekan dari majikannya itu.
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued