Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
135. Profil


__ADS_3

Pagi sudah menyapa. Matahari pun bersinar cerah dan memancarkan cahayanya yang terasa hangat. Sepasang suami-isteri nampak masih terlelap setelah semalam bergulat panas di atas ranjang.


Dering suara handphone Aurora membuat Rayyan terbangun. Pria tampan yang masih enggan membuka matanya itu terpaksa mengulurkan tangan kirinya untuk mengambil handphone Aurora. Sedangkan tangan kanannya masih memeluk Aurora yang nampak masih lelap dalam dekapannya. Rayyan hanya sedikit membuka matanya untuk menggeser ikon berwarna hijau, kemudian kembali memejamkan matanya. Tanpa melihat siapa yang sedang menelpon.


"Halo?"sahut Rayyan dengan suara serak khas orang yang baru bangun dari tidur. Pria itu menempelkan handphone itu di telinganya tanpa memegangnya karena posisi Rayyan yang tidur miring mendekap Aurora.


"Halo, Ray! Maaf mengganggu! Bisa ibu bicara dengan Aurora?"tanya Bu Ella yang merasa tidak enak hati karena telah menganggu waktu istirahat menantunya. Dari suara Rayyan, Bu Ella sangat yakin jika Rayyan pasti terbangun karena telepon darinya.


"Sebentar, Bu,"ucap Rayyan yang baru menyadari jika yang menelpon adalah ibu mertuanya.


"Ra! Ra! Ibu menelpon,"panggil Rayyan membangunkan Aurora. Karena tidak mendapatkan respon apapun dari Aurora, dengan jahilnya Rayyan memagut bibir Aurora, kemudian sedikit menggigitnya.


"Emm.. Rayy.."gumam Aurora yang merasa terganggu tidurnya karena ulah suaminya.. Wanita itu mendorong dada Rayyan agar tidak menganggu tidurnya.


"Bangunlah! Ibu menelpon,"ucap Rayyan memberi tahu.


"Astagaa! Anak ini! Apa kebiasaan bangun siangnya tidak berubah?"gerutu Bu Ella dalam hati saat mendengar menantunya membangunkan putrinya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Sedangkan Aurora yang terbangun dari tidurnya karena terganggu oleh ulah Rayyan dan di beritahu ibunya menelponnya pun akhirnya bangun.


"Ibu menelpon?"tanya Aurora dengan suara seraknya menatap wajah suaminya dengan pandangan yang belum terlalu jelas.


"Hum. Bicaralah dengan ibu!"ucap Rayyan kemudian menempelkan handphone Aurora di telinga Aurora.


"Halo, Bu!"ucap Aurora memegang handphone yang di tempelkan Rayyan di telinganya. Wanita itu kembali memejamkan matanya. Sedangkan Rayyan kembali memeluk Aurora. Pria itu juga kembali memejamkan matanya.


"Ya, ampun, Ra! Sudah jam segini kamu belum bangun? Dan baru bangun setelah dibangunkan suami kamu?"tanya Bu Ella terdengar kesal,"Sudah ibu bilang, kamu itu harus bangun lebih pagi dari suami kamu. Harus sudah cantik saat suami kamu bangun dari tidur. Biar suami kamu nggak ilfil karena melihat rambut kamu yang seperti singa, apalagi lihat kamu yang masih ileran dan belek kan,"cerocos Bu Ella.


"Bu, semalam tamunya banyak banget. Jadinya aku kebanyakan berdiri. Aku capek banget, Bu. Acaranya juga baru selesai larut malam. Cuma hari ini doang aku bangun kesiangan, Bu. Kemarin-kemarin aku selalu bangun lebih awal dari Rayyan, kok. Ibu bisa tanya sama Rayyan kalau nggak percaya. Aku tidak lagi bangun kesiangan,"sahut Aurora menghela napas panjang mendengar ocehan ibunya. Kantuknya seketika hilang karena mendengar ocehan ibunya.


"Sepertinya ibu benar-benar sudah sehat. Nasehat panjang kali lebar kali tinggi nya itu sudah kumat lagi,"gumam Aurora dalam hati.


"Apa dia diomelin ibu karena bangun siang? Jadi, selama ini dia selalu bangun pagi karena selalu di marahi ibu jika ketahuan bangun kesiangan?"gumam Rayyan dalam hati saat mendengar apa yang dibicarakan Aurora. Pria yang masih memejamkan matanya itu mengulum senyum menahan tawa mendengar Aurora membela diri.


Semalam Aurora memang merasa capek karena berdiri lama, apalagi semalam Rayyan juga habis-habisan menghajarnya di atas ranjang. Karenanya, Aurora benar-benar merasa lelah hingga sudah siang belum bangun juga.


"Eh, iya, ibu lupa. Maaf! Habisnya, kamu selalu bangun kesiangan, sih!"sahut Bu Ella yang benar-benar lupa jika Aurora pasti capek karena acara resepsi pernikahannya semalam.


"Oh, iya. Ada apa ibu menelpon? Ibu sudah baikan, 'kan? Nanti aku dan Rayyan akan ke sana untuk menjenguk ibu,"ucap Aurora.

__ADS_1


"Eb, tidak perlu! Kalian tidak usah menjenguk ibu! Ibu sudah baik-baik saja, kok! Gunakanlah waktu kalian untuk berbulan madu! Tidak perlu menjenguk ibu. Bukannya ibu tidak suka kalian jenguk ibu, tapi kamu tahu sendiri, 'kan, Rayyan jarang punya waktu buat liburan. Temani dan layani lah suami kamu baik-baik! Jika kamu tetap pulang untuk menjenguk ibu, ibu akan marah padamu dan ibu tidak akan mau menemui kamu. Ibu akan senang jika kalian tetap menjalankan rencana awal kalian. Berbulan madu lah! Nikmati kebersamaan kalian,"ujar Bu Ella yang tidak ingin sakitnya membuat anak dan menantunya tidak jadi berbulan madu.


"Baiklah,"sahut Aurora.


"Ya, sudah! Hati-hati! Ibu tutup dulu teleponnya,"ujar Bu Ella.


"Iya, Bu. Semoga lekas sembuh!"ucap Aurora, kemudian panggilan telepon pun diakhiri.


"Ray!"panggil Aurora mendongakkan kepalanya menatap Rayyan. Rambut pria itu nampak acak-acakan karena ulahnya semalam saat mereka bercinta. Namun pria itu tetap terlihat tampan di matanya.


"Hum,"sahut Rayyan tanpa mau membuka matanya.


"Ibu tidak ingin kita jenguk, Ray. Kata ibu, kita di suruh untuk melakukan seperti rencana awal kita untuk berbulan madu. Jika aku nekat pulang untuk menjenguk ibu, ibu akan marah dan tidak akan menemui aku,"ujar Aurora menghela napas panjang.


Rayyan yang mendengar kata-kata Aurora pun langsung membuka matanya."Benarkah?"tanya Rayyan nampak antusias.


"Hum,"sahut Aurora seraya mengerutkan keningnya saat melihat Rayyan nampak antusias.


"Kalau begitu, kita lanjutkan yang semalam,"ujar Rayyan langsung mengungkung tubuh Aurora.


"Astaga, Rayy..! Apa kamu tidak lelah?"tanya Aurora yang sempat terkejut dengan gerakan cepat Rayyan.


"Mana mungkin aku lelah. Aku selalu bersemangat jika mengingat bagaimana nikmatnya tubuhmu,"ucap Rayyan kemudian kembali mengulangi pergulatan panas mereka. Aurora pun hanya bisa pasrah melayani suaminya.


Hari terus beranjak siang. Aiden baru saja selesai meeting. Tak lama kemudian, Roni mengetuk pintu ruangan Aiden. Pria gagap itu bergegas masuk setelah Aiden menyuruhnya masuk.


"Tu.. tu.. tuan. I..i.. ini..."


"Brakk"


"Ini informasi tentang wanita yang mirip dengan nyonya Aurora,"ucap Roni cepat setelah Aiden menggebrak meja kerjanya.


Aiden mengambil map yang di letakkan Roni di atas meja, lalu membacanya. Pria itu mengernyitkan keningnya setelah membaca informasi yang ada di dalam map itu.


"Dia adalah wanita kupu-kupu malam, teman Aurora yang bertugas melayani pelanggan saat mereka menjadi kupu-kupu malam. Dan akhir-akhir ini menjalani operasi plastik yang di biayai oleh Rayyan?"tanya Aiden nampak terkejut mengetahui informasi itu.


"I..i.. iya.. tu..tu.. tuan,"sahut Roni.


"Apa maksud Rayyan melakukan ini semua? Apakah untuk membersihkan nama baik Aurora?"gumam Aiden seraya mengetuk-ngetuk mejanya dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


"Tu. tu..tuan Li.."


"Brakk"


"Tuan lihat dulu foto wanita itu Tuan dia mirip dengan nyonya Aurora tapi memiliki tahi lalat di atas bibir sebelah kanan dan di bawah mata mata kiri,"sahut Roni dengan cepat tanpa titik dan koma setelah Aiden menggebrak meja.


"Kamu benar,"sahut Aiden setelah mengamati foto yang terlampir di map itu.


"Be.. be.."


"Brakk"


"Begitulah penampilan wanita kupu-kupu malam yang bernama Kenanga yang bekerja di klub malam milik Mami dulu,"ucap Roni cepat setelah Aiden menggebrak mejanya.


"Berarti benar. Rayyan melakukan hal ini untuk membersihkan nama baik Aurora,"gumam Aiden.


"Co..co..."


"Brak"


"Coba Tuan baca profil lengkap wanita itu,"ucap Roni setelah Aiden menggebrak meja.


"Dia berasal dari daerah perkampungan, lulusan SD. Menjadi wanita penghibur karena ditipu orang yang mengatakan akan memberikan pekerjaan yang bagus di kota. Tulang punggung keluarga, memiliki empat orang adik dan ibu yang seorang janda. Ibunya tidak bisa bekerja keras lagi karena sakit-sakitan. Adik kedua nya belum lama ini menikah, tapi kehidupannya juga pas-pasan. Pernah berhenti bekerja sebagai kupu-kupu malam karena matanya rusak. Lalu bekerja sama dengan Aurora dan tinggal bersama Aurora. Aiihh... kasihan sekali wanita ini. Menjadi wanita penghibur bayarannya tidak terlalu mahal. Tapi harus menghidupi lima orang dengan mengandalkan menjual tubuhnya. Kasihan sekali,"gumam Aiden merasa prihatin melihat profil Sumi.


"Di.. di..."


"Brakk "


"Dia di beri Tuan Rayyan uang lima ratus juta, sebuah restoran besar di kota ini dan juga sebuah rumah lantai dua yang tergolong mewah sebagai imbalan telah melakukan operasi plastik,"sahut Roni setelah Aiden menggebrak meja untuk yang kesekian kalinya.


"Rayyan ini! Kenapa bisa sampai punya ide gila seperti ini?"gumam Aiden menghela napas panjang, menggeleng-gelengkan kepalanya pelan mengetahui apa yang dilakukan oleh Rayyan.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Ilfil atau ilfeel artinya hilang perasaan seperti muak. Ini merupakan bahasa slang khas Indonesia yang diserap dari bahasa Inggris. "Feel" artinya perasaan dan "il" artinya ilang atau hilang.


•Profil adalah sebuah gambaran singkat, pandangan sisi, garis besar, atau biografi tentang seseorang, organisasi, benda lembaga ataupun wilayah.

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2