Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
185. Apa Kata Orang


__ADS_3

"Ma, aku ingin bicara soal kak Hendrik,"ucap Rayyan dengan ekspresi serius.


"Okey,"sahut Naima yang merasa ada sesuatu yang sangat serius tentang Hendrik.


"Sayang, kamu ke kamar duluan, ya? Aku akan bicara dengan mama di ruang kerja,"ujar Rayyan seraya mengelus kepala Aurora lembut.


"Okey,"sahut Aurora tersenyum tipis.


Rayyan tidak ingin Aurora mendengar pembicaraannya dengan Naima. Karena pembicaraan ini menyangkut Sumi. Terlebih lagi, mengingat perangai mamanya, ada kemungkinan besar dirinya akan berdebat dengan mamanya tentang masalah kakaknya ini. Karena itu, Rayyan tidak ingin Aurora mendengar pembicaraannya dengan mamanya.


Rayyan tidak ingin hubungan Aurora dan mamanya yang sudah membaik menjadi renggang kembali karena masalah Sumi. Apalagi Aurora sedang mengandung, jadi Rayyan tidak ingin Aurora emosi karena melihat dan mendengar perdebatannya dengan mamanya nanti.


Aurora kembali ke kamarnya dengan banyak tanda tanya,"Kenapa Rayyan tidak ingin aku mendengar pembicaraannya dengan mama? Apa Rayyan bukan ingin bicara tentang masalah kak Hendrik dan Sumi?"gumam Aurora dalam hati menebak-nebak.


Sedangkan Rayyan dan Naima segera pergi ke ruang kerja Rayyan. Ibu dan anak itu duduk berhadapan di sofa yang ada di dalam ruangan kerja Rayyan.


"Ada apa, Ray? Apa yang terjadi pada kakakmu?"tanya Naima terlihat gusar.


"Kakak baik-baik saja, ma. Aku cuma ingin menyampaikan pada mama kalau kakak ingin secepatnya menikah,"ucap Rayyan tenang.


"Menikah?" Dengan siapa?"tanya Naima yang merasa sangat penasaran, siapa gerangan gadis yang bisa membuat Hendrik ingin menikahinya.


"Dengan Sumi. Teman Aurora,"


Untuk sesaat, Naima terdiam. Naima ingat perkataan Hendrik saat dirinya bertanya soal pernikahan.


"Aku ini masih mau bebas, ma! Aku belum ingin menikah, apalagi memiliki anak. Itu terlalu merepotkan,"


"Kalau Rayyan mau menceraikan Aurora, aku akan menikahi dia. Aku akan berhenti menjadi seorang Casanova dan akan menekuni hobi ku menjadi fotografer hingga aku bisa sukses dan bisa menghidupi keluarga kecil ku bersama Aurora nanti,"


Kata-kata Hendrik itu seperti terngiang-ngiang di telinga Naima. Walaupun saat dirumah sakit kemarin Hendrik sempat mengatakan menyukai seseorang. Namun waktu itu Naima menyangka kalau Hendrik hanya penasaran pada wanita yang telah menolaknya.

__ADS_1


"Apa kakakmu benar-benar serius ingin menikah?"tanya Naima belum percaya jika Hendrik benar-benar ingin menikah.


"Kakak punya niat untuk berubah. Satu bulan ini, kakak benar-benar bekerja keras dan sama sekali tidak bermain wanita. Jika mama tidak percaya, mama bisa mendatangi kakak di kantornya,"


"Gadis itu teman Aurora? Di mana dia tinggal? Dan siapa orang tuanya?"


"Dia tinggal di kota ini. Baru-baru ini dia memboyong keluarganya ke sini. Dia adalah tulang punggung keluarga yang memiliki empat orang adik dan seorang ibu yang sudah menjadi janda. Dia datang ke kota ini berniat mendapatkan pekerjaan yang bisa membantu perekonomian keluarga. Namun malah berakhir dijual dan dijadikan wanita penghibur. Tap..."


"Apa?! Wanita penghibur?! Apa kamu tidak salah, Ray? Kakak kamu akan menikah dengan seorang wanita penghibur? Dan kamu mendukungnya? Apa di dunia ini sudah tidak ada lagi wanita baik-baik, hingga kakak kamu harus menikah dengan seorang wanita penghibur? Mama tidak setuju kakak kamu menikah dengan wanita penghibur. Dan dia teman Aurora? Kamu harus menjauhkan Aurora dari dia! Kenapa Aurora harus berteman dengan wanita seperti itu?"


"Itu dulu, ma. Itupun bukan atas kemauannya. Sejak di jual, dia tidak bisa kabur dari germoo itu. Dia itu korban eksploitasi manusia, ma,"


"Walaupun akhirnya kecanduan jadi wanita penghibur karena mendapatkan bayaran yang tinggi karena berkolaborasi dengan Aurora,"lanjut Rayyan dalam hati.


"Tetap saja, Ray! Dia adalah mantan wanita penghibur. Kupu-kupu malam. Kakak kamu itu tampan dan kaya raya. Kenapa harus menikah dengan mantan wanita penghibur? Mama tetap tidak setuju,"tegas Naima kukuh pada pendiriannya.


Naima tidak dapat membayangkan bagaimana jika seluruh dunia tahu jika menantunya adalah mantan kupu-kupu malam. Mungkin Naima tidak akan berani lagi keluar rumah dan tidak berani membuka akun sosial medianya. Naima membayangkan bagaimana dirinya akan dihina, di cibir dan direndahkan semua orang karena memiliki menantu mantan wanita penghibur.


"Mama akan mogok makan jika kakak kamu bersikeras untuk menikahi wanita itu. Mau di taruh di mana muka mama jika kakak kamu menikahi wanita itu? Ibu dari orang terkaya di negeri ini memiliki menantu mantan wanita penghibur? Astagaa.! Banyak yang antri di luar sana jika kakak kamu ingin mencari pasangan hidup, Ray. Wanita-wanita cantik yang terpelajar dan memiliki latar belakang pendidikan serta keluarganya yang berkualitas bibit, bebet dan bobotnya. Kenapa kakak kamu harus menikah dengan wanita penghibur?"ujar Naima yang tetap menentang keinginan putranya.


"Menurut aku, tidak relevan jika kita membicarakan masalah hati lalu menyangkut pautkan nya dengan masalah bibit, bebet dan bobot. Kita tidak bisa mengatur, pada siapa hati kita akan jatuh cinta. Karena cinta nggak memandang bibit, bebet dan bobot, ma. Buktinya, Natalie yang bibit, bebet dan bobotnya bagus pun kelakuannya malah minus. Dan lagi, apa mama lupa kalau kakak juga bukan pria suci? Entah sudah berapa banyak gadis yang ditiduri kakak. Dari berbagai kota bahkan dari berbagai negara. Sumi menjual diri karena awalnya dijebak. Dan dia juga menjual diri bukan untuk bersenang-senang, tapi untuk menghidupi keluarganya. Sedangkan kakak, kakak melakukan hubungan suami-istri dengan siapa saja yang dia suka. Bahkan kakak tidak segan mengeluarkan banyak uang hanya untuk tidur dengan seorang wanita penghibur. Kenapa seorang wanita yang terpaksa menjadi kupu-kupu malam dihina dan direndahkan? Sedangkan seorang Casanova yang pekerjaan menipu dan meniduri wanita lebih terhormat? Mama adalah seorang wanita, coba mama bayangkan jika berada di posisi Sumi! Lagi pula, suatu keajaiban bagi kita karena kakak yang selama ini hanya ongkang-ongkang kaki, keluyuran nggak jelas, tidak memiliki tujuan hidup dan malas bekerja itu sekarang malah giat bekerja. Memiliki motivasi untuk memperbaiki diri, ingin menikah dan berkeluarga. Menjadi pekerja keras untuk membuktikan bahwa dia layak menjadi kepala keluarga. Apakah mama tidak senang dengan perubahan kakak itu? Jika mama mogok makan, tentu kakak akan mengurungkan niatnya untuk menikahi Sumi. Karena sebrengseek brengseek nya kakak, kakak tetap menyayangi mama. Lalu, jika mama menghalangi keinginan kakak itu, apa mama tidak takut jika kakak akan kembali lagi pada kelakuannya yang dulu? Atau mungkin kelakuan kakak akan lebih parah dari kelakuannya yang dulu karena frustasi keinginannya tidak tercapai. Kenapa kita harus memikirkan penilaian orang lain, ma? Mereka hanya bisa menilai dari apa yang mereka lihat dan dengar. Mereka tidak tahu bagaimana perasaan kita. Tidak tahu bagaimana kita berjuang dan jatuh bangun dalam kehidupan kita. Apa omongan dan penilaian orang lain lebih penting bagi mama dari pada kebahagiaan putra mama?"cecar Rayyan panjang lebar.


Naima menghela napas panjang mendengar setiap kata yang diucapkan Rayyan. Mendengar perubahan drastis Hendrik karena ingin menikahi seorang wanita. Ada rasa takut di hati Naima jika Hendrik jadi frustasi karena keinginannya tidak tercapai.


"Mama belum bisa memutuskannya sekarang. Mama ingin bicara lebih dulu dengan kakak kamu,"


"Okey. Begitu juga bagus. Tapi aku mohon pada mama, jangan memikirkan apa kata orang dan apa penilaian orang! Pikirkanlah kebahagiaan kakak! Karena aku yakin, mama tidak akan bahagia jika anak-anak mama tidak bahagia,"


...🌟🌟🌟...


...Jika omongan orang lain itu masuk akal, maka terapkan. Jika intinya hanya mencibir secara halus atau blak-blakan, lebih baik abaikan....

__ADS_1


...Kita manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan. Jangan peduli dengan apa kata orang! Karena hidup kita tidak merugikan mereka dan kita bisa bertahan hidup bukan karena mereka....


...Akan selalu ada orang-orang yang ingin melihat kita gagal, karena mereka tidak bisa berhasil....


...Kalau tak suka jangan lihat! Kalau tak tahu jangan bicara! Kalau tak peduli jangan menghakimi! Kalau tak bisa memiliki jangan membenci!...


...Jangan menjadi orang yang terlalu pintar menilai orang lain, tapi terlalu bodoh menilai diri sendiri....


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❤️🌸...


Notebook :


•Kata eksploitasi sendiri merujuk kepada penggambaran dari suatu pemakaian yang berlebihan terhadap suatu hal.


•Eksploitasi adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi, tetapi tidak terbatas pada perbudakan, pelacuran, atau praktik serupa perbudakan, kerja atau pelayanan paksa, pemanfaatan fisik, penindasan, pemerasan, organ reproduksi seksual, atau secara melawan hukum.


•Kolaborasi adalah kerjasama atau bekerja sama antara dua atau lebih individu atau entitas yang memiliki tujuan bersama untuk mencapai hasil atau hasil yang diinginkan.


•Bibit bebet bobot adalah istilah Jawa yang digunakan untuk menginterpretasikan kriteria dalam memilih pasangan hidup.


Bibit (garis keturunan), bebet (status sosial ekonomi), dan bobot (kepribadian dan pendidikan) atau 3B merupakan kriteria yang telah digunakan turun temurun untuk memilih pasangan hidup


•Relevan adalah mempunyai kaitan dan berhubungan erat dengan pokok masalah yang sedang dihadapi.


...🌸🌸🌸...


Maaf jika update ku tidak stabil! Anemia ku akhir-akhir ini sering kambuh. Tapi, akan aku usahakan tetap update setiap hari. 🙏🙏🙏🙏🙏


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2