
Andi berjalan menuju ruangan Rayyan dengan sebuah map di tangannya. Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk, Andi pun masuk ke ruangan majikannya itu.
"Tuan, coba anda baca ini!"pinta Andi seraya meletakkan map yang di bawanya di atas meja Rayyan.
Rayyan mengambil map yang di letakkan Andi. Pria itu mengernyitkan keningnya saat membaca isi map itu.
"Kenapa kamu memberikan informasi ini kepada ku?"tanya Rayyan menatap Andi.
"Agar Tuan tidak dekat-dekat lagi dengan perempuan itu. Jangan menjalin hubungan apapun dengan perempuan itu lagi, atau anda akan terlihat dengan para mafia itu. Tidak baik bagi keluarga anda jika anda terlibat dengan para mafia itu,"ujar Andi mengingatkan.
"Aku tahu. Aku tidak akan berhubungan lagi dengan perempuan itu. Tidak ada untungnya juga buat aku, jika aku menjalin hubungan dengan dia. Selain aku tidak ingin berurusan dengan para mafia, aku juga tidak ingin keluargaku hancur karena kehadiran perempuan itu. Aku ingin menjaga hati istri ku. Karena kebahagiaan istri ku, putraku dan seluruh keluargaku lah yang menjadi prioritas ku. Aku tidak ingin mereka di sakiti siapapun,"ujar Rayyan yang memang jujur adanya.
"Baguslah kalau begitu. Saya harap, saya bisa memegang kata-kata Tuan,"ucap Andi serius.
Di sisi lain, Dila merasa kesal, karena sudah beberapa kali ingin menemui Rayyan, tapi tidak bisa. Sepertinya Rayyan sengaja menghindar darinya. Apalagi Andi yang selalu menempel pada Rayyan membuat Dila benar-benar kesulitan mendekati Rayyan.
"Aku berharap setelah kembali ke negara ini bisa bersama Rayyan lagi. Tapi nyatanya Rayyan sudah menikah dan istrinya bar-bar sekali. Kalaupun tidak bisa membuat Rayyan kembali padaku, setidaknya aku harus mendapatkan perlindungan dari Rayyan,"gumam Dila sambil mengawasi kantor tempat Rayyan bekerja.
Dila berpikir jika istri Rayyan adalah wanita lembut dan lemah yang mudah di provokasi. Namun nyatanya Dila salah besar. Aurora adalah wanita bar-bar yang tidak mudah terprovokasi untuk bertengkar dengan Rayyan. Tapi wanita itu malah menghina dan menghajar dirinya habis-habisan. Sungguh, apa yang terjadi kemarin sama sekali tidak sesuai dengan ekspektasi Dila.
Dila tersenyum lebar saat melihat Rayyan keluar dari kantor nya. Wanita yang sedari tadi menunggu di dalam mobil di depan kantor Rayyan itu pun bergegas keluar dari dalam mobilnya. Ingin menghampiri Rayyan secepatnya.
"Ternyata kamu di sini,"
"Deg"
Suara seorang pria yang berbahasa asing itu membuat jantung Dila serasa berhenti berdetak. Tanpa sadar Dila menghentikan langkahnya. Suara itu sangat familiar di telinga Dila. Dengan jantung yang berdetak kencang, Dila menoleh ke belakang memastikan bahwa dirinya tidak salah dengar.
"N.. Neil?"gumam Dila dalam hati melihat Neil yang tersenyum miring padanya dengan Troy yang berwajah datar berada di belakangnya.
"Aku acungi jempol keberanian mu kabur dari ku. Bahkan berani membawa kabur harta bendaku,"ucap Neil terlihat tenang dengan penuh senyuman, tapi dengan aura yang begitu mengintimidasi.
"Mampus! Kali ini aku benar-benar dalam masalah besar. Aku harus segera kabur dari dia,"gumam Dila dalam hati.
__ADS_1
Dengan cepat Dila berlari ke arah mobil Rayyan yang mulai melaju keluar dari area perusahaannya.
"Bukankah kabarnya dia sudah mati? Kenapa tiba-tiba psikopat itu malah muncul di sini? Sial! Sial! Dia akan menyiksa aku habis-habisan jika aku sampai tertangkap olehnya,"gumam Dila dalam hati seraya berlari cepat karena ketakutan.
Setahu Dila, Neil sudah mati dalam perang melawan sesama mafia. Beberapa hari ini Dila hanya takut di cari oleh anak buah Neil yang masih tersisa, karena Dila membawa kabur harta Neil. Dila sama sekali tidak menyangka jika Neil ternyata masih hidup dan mencarinya sampai ke negara ini. Jika tahu Neil masih hidup, Dila tidak akan berani kabur dari mansion milik Neil, apalagi sampai membawa kabur harta Neil.
"Ckiiitt"
"Brakk"
Supir pribadi Rayyan mengerem mendadak saat tiba-tiba Dila menghadang mobil yang di kendarainya. Tubuh wanita itu bahkan menabrak kap mobil Rayyan.
"Wanita jalangg ini!"geram Andi melihat Dila di depannya.
"Mau apa lagi dia,"gumam Rayyan merasa kesal melihat Dila.
"Brak! Brak! Brak!"
Dengan wajah kesal Rayyan dan Andi keluar dari dalam mobil. Dila pun bergegas berlari ke arah Rayyan dan hendak memeluk Rayyan. Namun Rayyan langsung mengulurkan tangannya yang memegang handphone ke arah dada Dila, tepatnya di bawah tulang selangka Dila, hingga perempuan itu tidak bisa memeluk Rayyan.
"Social distancing! Aku nggak mau bau badan kamu menempel di tubuh ku. Dan sebaiknya kamu pergi jauh-jauh dari aku,"ucap Rayyan dengan wajah dan suara datarnya.
Tidak jauh dari tempat itu, terlihat sesosok wanita dalam mobil yang sedang mengawasi Rayyan dari jauh.
Sedangkan Neil dan anak buahnya sudah mendekat ke arah Dila. Andi hanya menatap Neil dan anak buahnya dengan tatapan datar tanpa rasa takut sedikitpun, demikian pula dengan Rayyan yang sudah mengetahui siapa Neil dari informasi yang tadi di berikan oleh Andi.
"Ray! Tolong aku, Ray! Ada orang-orang yang ingin mencelakai aku Ray!"pinta Dila dengan wajah memelas dan ketakutan.
"Sebaiknya anda tidak ikut campur dalam urusan kami,"ucap Neil menggunakan bahasa inggris. Wajah pria itu tersenyum, tapi auranya terasa dingin.
"Deg"
Jantung Dila hampir berhenti berdetak mendengar suara Neil. Wanita itu semakin ketakutan.
__ADS_1
"Tuan, walaupun pria ini hanya seorang pengusaha, tapi pengaruhnya sangat luas. Sebaiknya, kita jangan berurusan dengan pria itu,"bisik Troy pada Neil. Karena Troy sudah tahu siapa Rayyan
"Ray! Tolong aku, Ray! Kumohon!"pinta Dila berurai airmata dengan wajah memelas.
"Dia istri anda?"tanya Rayyan tenang dan sopan menggunakan bahasa inggris menatap Neil. Sama sekali tidak ada ketakutan di raut wajah Rayyan.
"Iya,"sahut Neil tersenyum miring menatap Dila yang sekarang ada di sampingnya.
"Tolong selesaikan masalah kalian dan jaga istri anda dengan baik. Saya merasa terganggu karena beberapa hal ini dia terus mengusik kehidupan saya dan istri saya. Saya tidak ingin istri saya salah paham melihat istri anda yang selalu mencari kesempatan untuk bertemu saya,"ucap Rayyan seraya menurunkan tangannya yang membatasi dirinya dan Dila dengan handphonenya.
"Ray!"Dila hendak berlari ke arah Rayyan, namun Rayyan segera melangkah mundur dan Niel langsung memegang lengan Dila, hingga Dila tidak bisa melanjutkan langkahnya untuk mendekati Rayyan.
"Maaf, saya teledor menjaganya. Saya akan membawanya kembali,"ucap Neil sopan walaupun dengan aura dingin.
"Terimakasih. Saya harap dia tidak mengusik keluarga saya lagi,"sahut Rayyan.
"Ray! Jangan lakukan ini, Ray! Tolong aku, Ray! Ray! Dia akan menyiksa aku Ray!"teriak Dila mencoba memberontak dari Neil dan menatap Rayyan penuh harap.
Namun sayangnya Rayyan tidak mempedulikan Dila sama sekali. Rayyan dan Andi kembali masuk ke dalam mobil tanpa menoleh pada Dila sedikitpun.
"Diam! Aku akan memberimu pelajaran karena telah berani kabur dari ku dan membawa harta bendaku,"ucap Neil dengan suara berat penuh penekanan terlihat murka.
"Sial! Rayyan benar-benar tidak mau menolong aku. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Neil padaku. Dia terlihat sangat murka. Aku benar-benar tidak bisa kabur lagi,"umpat Dila dalam hati. Dila benar-benar takut dengan apa yang akan dilakukan oleh Neil padanya nanti.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
Tulang selangka adalah tulang yang berada pada sisi kanan dan kiri dada atas, tepatnya pada leher bagian bawah. Tulang ini memiliki bentuk memanjang dengan posisi melintang, menonjol di bawah leher dan sejajar dengan bahu, menjadi penghubung antara tulang dada dengan lengan.
.
To be continued.
__ADS_1