Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
301. Membalikkan Keadaan


__ADS_3

Keesokan harinya, Natalie terbangun dengan kaos ketat yang dinaikkan sebatas tulang selangka dan rok pendek ketat yang dinaikkan sebatas pinggang. Selembar selimut tampak menutupi tubuhnya. Mata Natalie menelisik ke seluruh ruangan kamar itu dan tidak menemukan siapa pun di dalam kamar itu selain dirinya sendiri. Dengan tubuh yang terasa remuk redam, Natalie mencoba bangun dari tempatnya berbaring.


"Aduh! Tubuhku terasa mau hancur. Pria itu menjadikan aku pemuas kebutuhan biologisnya dan juga teman-temannya. Memberikan uang lima juta sebagai DP, tapi aku di paksa melayani tiga orang sekaligus. Dasar brengseek!"umpat Natalie kesal.


Natalie beranjak untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri tanpa mengganti pakaiannya, Natalie melihat paper bag di atas ranjang dan juga makanan yang di letakkan di atas nakas. Natalie melihat isi paper itu dan terkejut saat melihat isinya adalah lingerie.


"Dasar para pria brengseek! Apa maksudnya ini?"umpat Natalie seraya melempar lingerie itu asal. Natalie memilih untuk memakan makanan yang diletakkan di atas nakas. Melayani tiga orang pria dalam semalam membuat tenaga Natalie terkuras habis. Hingga Natalie harus makan untuk mengembalikan energinya.


Makanan yang ada di atas nakas itu cukup banyak, hingga Natalie tidak bisa menghabiskannya. Setelah selesai makan, Natalie mencari sling bag yang dibawanya semalam. Namun Natalie tidak menemukannya di dalam kamar itu.


"Sial! Mereka mengambil sling bag ku. Handphone dan juga uang cash ku ada di dalam sling bag itu. Tanpa handphone atau uang cash, aku tidak akan bisa pergi kemana-mana,"umpat Natalie kemudian bermaksud keluar dari kamar itu.


"Arghh! Mereka mengunci aku di kamar ini. Dasar para pria brengseek!"umpat Natalie benar-benar merasa marah dan kesal pada tiga orang pria yang menggagahinya semalam.


Brakk! Brakk! Brakk! Brakk!


"Buka pintunya! Dasar brengseek! Buka pintunya!"teriak Natalie sambil terus menggedor-gedor pintu. Namun pintu itu tetap tertutup dan tidak ada suara sahutan siapapun dari luar kamar itu.


"Sial! Apa mereka semua tidak ada di apartemen ini? Akkhh! Sial! Sial! Sial!"pekik Natalie benar-benar marah, kesal, sekaligus frustasi.


Natalie kembali mencoba membuka pintu kamar itu, tapi kamar itu benar-benar di kunci dari luar. Wanita itu akhirnya mencoba mencari kunci kamar itu yang mungkin saja ada di kamar itu. Namun Natalie tidak bisa menemukan kunci apapun. Akhirnya Natalie berusaha mencari apapun yang ada di dalam kamar itu agar bisa keluar dari dalam kamar itu. Mencari di atas nakas, di laci-laci nakas dan juga di tempat lain. Sayangnya lemari yang ada di dalam kamar itu terkunci, sehingga Natalie tidak bisa membuka lemari.


Natalie sudah membuat kamar itu menjadi berantakan. Tapi Natalie tidak menemukan apapun yang bisa dipakainya untuk membuka pintu itu.


Natalie duduk di lantai bersandar di balik pintu yang terkunci. Tidak bisa keluar dari kamar itu dan juga tidak bisa melakukan apapun. Benar-benar membuat Natalie frustasi.


Sampai hari sudah siang, tetap saja tidak ada suara orang yang berada di luar kamar tempat Natalie berada saat ini. Karena kembali merasa lapar, akhirnya Natalie memakan kembali sisa makanannya tadi pagi.


Natalie benar-benar bosan berada di dalam kamar itu tanpa bisa melakukan apapun. Hingga hari beranjak malam, Natalie mendengar suara beberapa orang pria yang berada di luar pintu kamar yang ditempati Natalie.


Brakk! Brakk! Brakk! Brakk!


"Buka pintunya! Aku mau keluar! Buka pintunya!"teriak Natalie sambil terus menggedor-gedor pintu kamar itu.


Tiga pria yang semalam menggagahi Natalie yang baru saja masuk ke dalam apartemen itupun saling menatap saat mendengar suara gedoran pintu dan juga teriakan Natalie.


"Sepertinya tenaga wanita itu cukup kuat,"


"Sepertinya dia makan dengan kenyang,"


"Bagaimana jika malam ini kita melakukannya di kamar mandi?"

__ADS_1


Tiga pria itu tersenyum penuh arti kemudian berjalan ke arah kamar tempat Natalie di sekap.


"Ceklek "


Natalie yang berada di balik pintu pun terkejut mendengar suara kunci yang di putar di pintu itu. Natalie pun segera mundur agar tidak terbentur pintu yang sepertinya akan di buka itu. Mata wanita langsung tertuju pada tiga orang pria itu. Natalie kembali mundur saat tiga orang pria itu meringsek masuk. Salah satu pria itu kembali menutup dan mengunci pintu kamar itu.


"Kembalikan sling bag aku!"ucap Natalie menatap tajam pada tiga pria itu.


"Kamu membuat kamar ini berantakan?"tanya salah seorang pria itu.


Ketiga pria itu menatap kamar yang terlihat berantakan karena Natalie yang mencari kunci atau benda yang mungkin bisa digunakan untuk membuka pintu kamar itu. Banyak barang yang berceceran di lantai dan juga beberapa laci nakas yang terbuka.


"CK! Perempuan ini! Lihatlah! Dia mengacak-acak kamar ini,"decak salah seorang pria.


"Kembalikan sling bag milikku! Kau!"Natalie menunjuk pada pria yang membawanya dari klub malam semalam,"Kamu menipu aku. Kembalikan sling bag milikku!"bentak Natalie.


Tanpa sling bag nya yang berisi uang cash dan juga handphonenya, Natalie tidak akan bisa pergi dari tempat itu menggunakan transportasi. Natalie tidak mau pulang dengan berjalan kaki.


"Kami pasti akan mengembalikannya padamu. Tapi, setelah kami puas bersenang-senang dengan kamu,"ucap pria yang membawa Natalie dari klub malam.


"Apa?! Enak saja! Aku tidak sudi melayani kalian. Aku bukan barang gratisan,"sergah Natalie terlihat marah.


"Tenang saja. Jika kamu mau melayani kami dan memberikan service yang memuaskan, kami akan memberikan kamu uang lagi,"sahut salah seorang pria.


"Tapi kami tidak butuh persetujuan kamu. Mau tidak mau, kamu harus melayani kami,"


"Lagipula, kemarin malam kamu juga sangat menikmati. Kalau tidak menikmati, mana mungkin kamu mendapatkan pelepasan saat kami menggagahi kamu,"


"Benar. Kamu bahkan mendapatkan pelepasan beberapa kali,"


Ujar para pria itu membuat Natalie tidak bisa bicara. Jujur, kemarin malam Natalie memang sangat menikmati cara bercinta yang baru saja dikenalkan oleh ke tiga pria itu. Walaupun dulu Natalie tahu tentang cara bercinta seperti itu, tapi baru kemarin malam Natali merasakan bercinta dengan Foursomee.


"Sudahlah! Jangan banyak bicara lagi. Minumkan obatnya! Aku ingin melihat bagaimana reaksinya setelah meminum obat itu,"


"Tidak! Jangan lakukan itu!"ucap Natalie hendak menjauh dari ke tiga pria itu. Karena Natalie yakin, jika obat yang dimaksud salah seorang pria itu adalah obat yang bisa meningkatkan gairahh bercinta.


Namun dengan cepat ke tiga pria itu menangkap Natalie dan memaksa Natalie menelan obat yang mereka berikan.


"Aku tidak mau! Lepaskan aku!"pekik Natalie mencoba memberontak.


Namun, sekuat apapun Natalie memberontak, Natalie tidak bisa melepaskan diri dari tiga pria itu. Akhirnya tiga orang pria itu berhasil meminumkan obat ke pada Natalie.

__ADS_1


Bahkan ke tiga pria itu melucuti pakaian Natalie dan memakaikan lingerie yang di lempar asal oleh Natalie tadi.


Tidak lama kemudian, obat yang mereka berikan pada Natalie pun bereaksi. Tiga orang pria itu membawa Natalie ke kamar mandi sesuai rencana mereka dan mengeksekusi Natalie di bawah shower dan juga bathtub.


Namun karena efek obat yang di berikan pada Natalie begitu kuat, pada akhirnya bukan hanya tiga pria itu yang menggilir Natalie, tapi Natalie pun membalikkan keadaan menjadi menggilir tiga orang pria itu.


Terjerumus dalam dunia malam dan tidak bisa mencari uang dengan menggunakan tenaga serta otak, karena terlalu di manja dan kurang pengawasan orang tua. Itulah Natalie.


...🌸❤️🌸...


Memanjakan anak secara berlebihan bisa mengakibatkan banyak hal negatif bagi anak. Seperti membuat anak menjadi tidak bertanggung jawab, yaitu cenderung tidak memiliki kedewasaan emosional. Anak juga lebih mudah tersinggung jika dinasehati dan malas untuk bekerja.


Contoh sederhana, mereka akan merasa bisa mendapatkan dan memiliki segala keinginannya. Maka mereka menjadi kurang bertanggung jawab atas apa yang dimiliki karena merasa bisa membeli lagi jika sudah rusak dan lain sebagainya.


Selain itu, dampak memanjakan anak secara berlebihan juga akan mengakibatkan anak sulit berinteraksi dengan orang lain, kesulitan hidup di masa depan, tidak disiplin, kurang inisiatif dan kurang kreatif. Mementingkan diri sendiri, terlibat kenakalan remaja, kurang bisa mengatur waktu, lebih tertarik pada cara instan, sulit mengembangkan kemampuan, keras kepala dan juga pembangkang.


Karena itu, orang tua harus tahu bagaimana cara mendidik anak dengan baik dan benar agar kelak tidak mendatangkan masalah bagi si anak dan juga bagi orang tuanya.


•Menurut beberapa sumber yang aku baca, ada yang menuliskan "Anak yang lahir ke dunia diibaratkan seperti kertas putih yang kosong dan yang belum ditulisi, atau lebih dikenal dengan istilah Tabula rasa (a blank sheet of paper). Oleh karena itu anak-anak dapat dibentuk sesuai dengan keinginan orang dewasa yang memberikan warna pendidikannya.


Tabula rasa (dari bahasa Latin artinya kertas kosong) merujuk pada pandangan epistemologi bahwa seorang manusia lahir tanpa isi mental bawaan, dengan kata lain "kosong", dan seluruh sumber pengetahuan diperoleh sedikit demi sedikit melalui pengalaman dan persepsi alat indranya terhadap dunia di luar dirinya.


Umumnya para pendukung pandangan tabula rasa akan melihat bahwa pengalaman lah yang berpengaruh terhadap kepribadian, perilaku sosial dan emosional, serta kecerdasan.


Gagasan mengenai teori ini banyak dipengaruhi oleh pendapat John Locke pada abad 17. Dalam filosofi Locke, tabula rasa adalah teori bahwa pikiran (manusia) ketika lahir berupa "kertas kosong" tanpa aturan untuk memroses data, dan data yang ditambahkan serta aturan untuk memprosesnya dibentuk hanya oleh pengalaman alat inderanya.


Pendapat ini merupakan inti dari empirisme Lockean. Anggapan Locke, tabula rasa berarti bahwa pikiran individu "kosong" saat lahir, dan juga ditekankan tentang kebebasan individu untuk mengisi jiwanya sendiri. Setiap individu bebas mendefinisikan isi dari karakternya.


Namun identitas dasarnya sebagai umat manusia tidak bisa ditukar. Dari asumsi tentang jiwa yang bebas dan ditentukan sendiri serta dikombinasikan dengan kodrat manusia inilah lahir doktrin Lockean tentang apa yang disebut alami.


Tabularasa berawal dari perhatian serius John Locke pada pemikiran empirisme Francis Bacon (1561-1626


•Ada pula pemikiran lain, yaitu salah satu dasar pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD) tentang pendidikan adalah anak bukan Tabularasa. Pada dasar pemikiran ini, KHD mengibaratkan “Anak bukan kertas kosong yang bisa digambar sesuai keinginan orang dewasa”. Anak lahir dengan kekuatan kodrat yang masih samar-samar. (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan).


Menurut KHD, setiap anak yang lahir sudah membawa kodratnya yaitu watak bawaan yang diturunkan dari kedua orang tuanya, namun masih dalam keadaan samar (belum tampak/belum muncul). KHD menambahkan bahwa dengan pendidikan yang menuntun akan memfasilitasi/membantu anak untuk menebalkan garis samar-samar agar dapat memperbaiki lakunya untuk menjadi manusia seutuhnya. (KHD, 1936, Dasar-Dasar Pendidikan), untuk mencapai tujuan pendidikan sejati yaitu memerdekakan manusia. Manusia yang merdeka menurut KHD adalah orang yang selamat raganya dan bahagia jiwanya.


Artikel: Filosofis Ki Hadjar Dewantara Dalam Pandangan Islam - Inforiau.co.


Aku pribadi lebih setuju dengan pendapat Ki Hadjar Dewantara. Dari lahir manusia sudah mewarisi apa yang ada dari kedua orang tuanya, walaupun tidak semua yang ada pada kedua orang tuanya diwarisi oleh anak. Namun ada watak anak yang diwarisi dari kedua orang tuanya. Karena itu, walaupun kita mendidik anak dengan cara yang sama, hasilnya tetap tidak akan sama. Karena pada dasarnya tidak semua watak yang dimiliki oleh orang tua akan menurun semua pada anak-anaknya.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2