Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
134. Janji ?


__ADS_3

Woro-woro, area pemetikan 🍍🍍Bagi yang nggak punya lawan duel, harap menepi!


Aurora mengernyitkan keningnya menatap Rayyan. Entah kenapa Aurora merasa ada yang aneh dengan pertanyaan suaminya itu. Rayyan menghela napas lalu mendekap tubuh Aurora. Sedangkan Aurora semakin bingung dengan sikap suaminya itu.


"Ra, aku telah melakukan sesuatu tanpa izin dari kamu. Tapi kamu jangan marah sama aku, ya! Aku melakukannya karena aku ingin yang terbaik untuk kamu,"ucap Rayyan pelan.


Aurora melepaskan dekapan Rayyan, lalu menatap Rayyan lekat,"Apa sebenarnya yang ingin kamu katakan?"tanya Aurora yang dari tadi tidak mengerti kemana arah pembicaraan Rayyan.


"Janji dulu bahwa kamu tidak akan marah padaku!"pinta Rayyan dengan wajah serius.


"Oke. Asal apa yang kamu lakukan itu masih bisa di tolerir,"sahut Aurora.


"Kali ini, aku tidak memaksa, apalagi menindas orang. Dia sendiri yang dengan suka rela dan setuju dengan apa yang aku tawarkan padanya. Jadi, kamu tidak boleh marah padaku! Janji?"tanya Rayyan lagi.


"Jangan berbelit-belit! Katakan apa yang ingin kamu katakan!"ucap Aurora yang semakin penasaran dengan apa yang ingin di katakan oleh Rayyan.


"Oke. Dengarkan baik-baik dan jangan memotong kata-kata ku!"ucap Rayyan memperingati.


"Iya. Cepat katakan!"pinta Aurora.


"Sebenarnya, aku meminta seseorang untuk melakukan operasi plastik. Dia setuju melakukannya dengan imbalan uang lima ratus juta dan sebuah restoran di kota ini. Aku meminta dia melakukan operasi wajah agar mirip dengan kamu saat kamu menjadi kupu-kupu malam dulu,"ujar Rayyan menatap lekat wajah Aurora karena ingin melihat reaksi Aurora.


"Apa? Ka.. kamu meminta seseorang untuk melakukan operasi wajah agar mirip dengan aku, waktu aku menjadi kupu-kupu malam? A..apa maksud kamu, Ray?"tanya Aurora nampak sangat terkejut.


"Maksud ku, agar tidak ada yang mengatakan, mencurigai dan menganggap kamu pernah bekerja sebagai wanita kupu-kupu malam. Aku ingin nama kamu bersih, Ra,""ujar Rayyan masih menatap wajah Aurora, ingin tahu reaksi Aurora selanjutnya.


"Astagaa! Rayy...!"Aurora membuang napas kasar seraya mengusap wajah.


"Tadi kamu sudah berjanji tidak akan marah, Ra"ucap Rayyan menagih janji.


"Kenapa kamu bisa berbuat sejauh ini, Ray?"tanya Aurora yang tidak menduga Rayyan akan berbuat seperti itu.


"Karena aku sangat mencintaimu,"ucap Rayyan seraya menatap lekat wajah Aurora yang masih berada di atas pangkuannya.


"Tapi, tidak sampai harus berbuat seperti itu juga, Ray!"ucap Aurora yang tidak habis pikir dengan suaminya ini.


"Aku merasa itu adalah jalan satu-satunya untuk membersihkan nama kamu, Ra,"

__ADS_1


"Kamu tidak berniat berselingkuh dari aku, 'kan?"tanya Aurora curiga.


"Ck. Kenapa kamu masih saja meragukan aku, Ra? Aku tidak mau jatuh miskin karena ketahuan berselingkuh,"sahut Rayyan yang masih mengingat perjanjian mereka dulu. Sebelum mereka sepakat akan melanjutkan hubungan mereka yang hampir saja kandas.


"Lalu, siapa wanita yang kamu operasi wajahnya mirip dengan aku itu?"tanya Aurora yang merasa sangat penasaran.


"Dia adalah wanita penghibur. Andi menemui dia saat dia sedang mencari pelanggan. Dia adalah sahabat kamu, Sumi Sumarti,"ucap Rayyan membuat Aurora membulatkan matanya karena terkejut.


"A.. Apa?! Su.. Sumi? Jadi kamu mengoperasi wajah Sumi menjadi mirip dengan aku?"tanya Aurora sampai tergagap karena terkejut sekaligus tidak percaya.


"Hum. Sebenarnya, semalam dia mau datang ke acara resepsi pernikahan kita. Tapi, saat keluar dari bandara, dia di tabrak dan di sandera oleh pencopet. Lalu setelah selamat, di dipersulit oleh polisi saat memberikan keterangan. Akhirnya, dia tidak jadi datang ke resepsi pernikahan kita,"jelas Rayyan


"Dia di sandera? Apa dia baik-baik saja?"tanya Aurora tampak khawatir.


"Dia baik-baik saja. Kamu mau lihat video saat dia disandera?"tanya Rayyan yang melihat Aurora sangat khawatir.


"Mana?"tanya Aurora tidak sabar.


Rayyan mengambil handphonenya dan mencari Vidio tentang Sumi yang sempat di sandera pencopet semalam. Lalu menyerahkan nya pada Aurora.


"Astagaa! Dia mirip sekali seperti saat aku menjadi Kenanga,"gumam Aurora menutup mulutnya sendiri.


Setelah melihat video itu, Aurora benar-benar takjub dengan hasil operasi plastik yang dijalani oleh Sumi. Sumi benar-benar sangat mirip dengan dirinya.


"Apa dia juga memakai tahi lalat di atas bibir di sebelah kanan dan di bawah mata sebelah kiri?""tanya Aurora karena di dalam Vidio itu, Aurora tidak bisa melihat, Sumi memiliki tahi lalat atau tidak. Karena video itu diambil dari jarak yang agak jauh.


"Iya. Dia memilikinya,"


"Benar-benar mengagumkan. Dimana Sumi sekarang, Ray?"


"Dia tinggal di sebuah rumah yang aku berikan padanya. Kamu tidak marah, 'kan, karena hal ini?"tanya Rayyan masih takut kalau istrinya marah.


"Walaupun aku marah, apa bisa mengubah keadaan? Kamu selalu saja melakukan apa yang kamu mau seenak hati mu,"gerutu Aurora.


"Sebenarnya, Sumi juga hampir tidak setuju karena takut kamu marah. Tapi demi membersihkan nama baik kamu, dia bersedia. Aku juga melarang dia menjual diri lagi. Karena itu, aku memberinya restoran, uang dan rumah, agar dia dan keluarganya bisa hidup berkecukupan tanpa harus menjual diri,"ujar Rayyan yang prihatin pada Sumi setelah Andi menyelidiki semua hal tentang Sumi


Sumi adalah tulang punggung keluarga dengan empat orang adik dan ibu yang sudah tidak kuat bekerja keras. Walaupun adik ke duanya sudah menikah, tapi ketiga adik Sumi masih sekolah semua. Kehidupan keluarga Sumi lebih baik semenjak bekerja sama dengan Aurora menjadi kupu-kupu malam. Tapi semenjak Aurora berhenti menjadi kupu-kupu malam, Sumi mulai kembali kesulitan keuangan dan harus menjual barang-barang berharganya untuk kebutuhan hidup ibu dan adik-adiknya. Karena semenjak Aurora berhenti menjadi kupu-kupu malam, pendapatan Sumi turun drastis.

__ADS_1


Karena itulah Rayyan memilih Sumi untuk di operasi wajahnya mirip Aurora saat menjadi kupu-kupu malam. Selain itu, body Sumi dan Aurora hampir sama sebelum Aurora menikah dengan Rayyan.


"Okey, karena kamu melakukannya untuk kebaikan ku, walaupun agak merugikan Sumi, aku tidak akan marah padamu,"sahut Aurora.


Aurora tidak jadi marah mengingat Sumi yang selalu mendapatkan uang yang tidak seberapa setelah kembali menjadi kupu-kupu malam tanpa dirinya. Sedangkan Sumi adalah tulang punggung bagi keluarganya. Aurora menghargai Inisiatif Rayyan yang memberikan restoran, uang dan rumah, dengan tujuan agar Sumi bisa hidup berkecukupan tanpa harus menjual diri. Aurora berharap agar Sumi bisa hidup bahagia setelah ini. Bisa menemukan pasangan hidup yang mau menemani Sumi hingga tua nanti.


"Terimakasih! Karena kamu tidak marah,"ucap Rayyan mengecup bibir Aurora beberapa kali hingga akhirnya ******* bibir Aurora.


Ciuman yang lama kelamaan semakin agresif dan menuntut. Aurora pun mengimbangi permainan bibir dan lidah Rayyan. Dua insan itu saling bertautan bibir dan saling membelit lidah pasangannya. Tangan keduanya juga saling menyentuh dan menyusuri tubuh pasangannya. Hingga helaian kain yang menempel di tubuh mereka teronggok di lantai.


Keduanya saling menikmati tubuh pasangannya hingga akhirnya menyatukan tubuh mereka untuk mencari kenikmatan yang tidak pernah bosan mereka teguk.. Kenikmatan yang sudah seperti candu. Ingin lagi-lagi dan lagi, tidak pernah merasa puas dan tidak ingin berhenti sebelum tubuh mereka merasa lelah.


Aurora bergerak liar dia atas tubuh Rayyan bagai koboi wanita yang sedang menunggang kuda dengan kecepatan maksimal. Rayyan asyik menikmati dua benda bulat kenyal favoritnya yang terpampang di depan matanya. Mengelus, meremaas, menjilat, mengulumm, dan menyesap kedua benda itu bergantian.


Sedangkan Aurora terus meracau, bergerak gelisah karena rasa nikmat yang terasa bersamaan di bagian inti tubuhnya dan dua benda bulat kembar miliknya. Hingga akhirnya Aurora merasakan sesuatu dari dalam tubuhnya akan meledak hingga...


"Akkhh! Rayy.."


"Ughh.. Ra..."


Pekik Aurora dan Rayyan bersamaan saat merasakan cairan hangat dari tubuh mereka menyembur bersamaan. Rasa lega, dan nikmat yang terasa bersamaan dengan tubuh yang menegang saat cairan hangat itu menyembur.


Rayyan mendekap Aurora yang merebahkan tubuhnya di atas tubuh Rayyan karena kelelahan. Keduanya masih merasakan denyutan-denyutan pada bagian inti tubuh mereka yang masih terasa nikmat.


"Kamu semakin pintar bergoyang. Permainan kamu membuat aku semakin tergila-gila padamu. Kenapa miliki mu semakin sempit, rapat, menjepit dan seperti menyedot milik ku dengan kuat? Bagaimana aku bisa menahan diri jika kamu seperti ini, Ra?"bisik Rayyan, kemudian pria itu membalikkan posisi mereka dengan tubuh yang masih menyatu sempurna. Hingga sekarang Aurora berada di dalam kungkungannya.


"Malam ini, aku akan memakan kamu sampai tak tersisa,"ucap Rayyan yang langsung menenggelamkannya wajahnya pada dua benda bulat kenyal Aurora.


"Ughhh.. Ray.."lenguuh Aurora kembali merasakan kenikmatan saat Rayyan kembali menggoda kedua benda bulat, lembut dan kenyal miliknya itu.


Rayyan sangat menyukai dua benda itu, apalagi saat mengetahui jika Aurora selalu teranggsangg saat dirinya mulai menggoda kedua buah benda bulat dengan puncak berwarna pink itu.


Rayyan kembali mengulangi pergulatan panas mereka, mengguncang tubuh Aurora hingga Aurora terus meracau di bawah kuasanya.


# Kalau pengen.... cari lawan main masing-masing.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


...🌸❀️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2