Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
55. Ragu


__ADS_3

Mami menatap lekat pada Aurora, kemudian memegang dagu Aurora dengan jari jempol dan telunjuknya.


"Sudah saya bilang, saya tidak mengenal anda. Dan saya tidak ingin berurusan dengan anda,"ucap Aurora dengan tatapan tajam pada Mami yang masih memegang dagunya.


"Siapapun kamu dan siapapun suami kamu, aku tidak peduli. Yang penting, aku bisa menghasilkan cuan lebih banyak. Dan jika itu harus menjual kamu, itupun akan aku lakukan,"ucap Mami dengan senyum yang lebih mirip dengan seringai.


"Plak"


"Dugh!"


"Brugk"


"Akkh"


Aurora tiba-tiba menepis tangan Mami yang memegang dagunya. Menendang perut Mami dan membanting tubuh wanita paruh baya itu dengan kuat.


"Beraninya kamu! Kamu mematahkan pinggang ku!"pekik Mami meringis menahan sakit di pinggang dan punggung nya.


"Saya sudah mengatakan. Saya tidak mengenal anda dan tidak ingin berurusan dengan anda. Kenapa anda masih keras kepala untuk menahan saya?"tanya Aurora seraya berjongkok di samping Mami. Menatap tajam wanita itu.


"𝙇𝙪𝙢𝙖𝙮𝙖𝙣 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙞𝙡𝙢𝙪 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙠𝙪,"gumam Aurora dalam hati merasa senang.


"Apa kamu pikir bisa keluar dari tempat ini? Semua yang sudah masuk ke tempat ku ini tidak akan bisa keluar tanpa izin dariku,"ucap Mami berusaha bangkit dari lantai,"Keluarlah dari tempat ini jika kamu bisa!"tantang Mami.


"𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙖𝙝𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙡𝙞𝙩 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙞𝙣𝙞. 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙘𝙤𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖. 𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙝𝙞𝙗𝙪𝙧 𝙨𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪𝙝𝙖𝙣,"gumam Aurora dalam hati.


Aurora membuka pintu ruangan Mami, tapi baru saja ingin melangkah keluar, dua orang bertubuh kekar sudah menghadang Aurora. Bahkan salah satunya sudah memegang pistol.


"Jika kamu berani keluar dari tempatku ini, aku pastikan, aku akan menghancurkan kafe dan toko kue milik mu itu,"ucap Mami seraya duduk di kursinya, menahan rasa sakit di tubuhnya.


Aurora berbalik menghadap ke arah manis, lalu berjalan mendekati Mami.


"Suamiku akan marah besar jika kamu tetap menahan aku di sini. Dan kamu akan menyesal karena telah menculik aku. Dia benar-benar tidak suka jika ada orang lain yang berani menyentuh aku,"ujar Aurora mencoba menakut-nakuti Mami.


"Kamu pikir aku takut dengan ancaman mu itu? Tidak ada yang bisa menakut-nakuti aku. Tidak perduli siapa suamimu, aku tidak takut. Kalau perlu, aku akan membeli kamu dari suami kamu itu,"ujar Mami tersenyum remeh.

__ADS_1


Aurora membuang napas kasar. Percuma rasanya menakut-nakuti Mami,"Terserah jika tidak percaya. Tapi jangan pernah menyesal jika suamiku meratakan tempat anda! Jangan bilang saya tidak memperingati Anda,"ujar Aurora.


"𝙎𝙞𝙖𝙡! 𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙘𝙖𝙧𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙩𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩 𝙞𝙣𝙞?"gumam Aurora dalam hati.


"Bawa dia ke ruangan ganti! Jangan melukai dia sedikit pun. Dia ini adalah mesin ATM berjalan kita. Jadi, jaga dia baik-baik dan jangan sampai terluka. Jika dia melawan, bunuh saja bodyguard nya yang kalian bawa tadi,"ujar Mami pada dua orang bodyguard di depan pintu.


"Baik, Mi,"sahut keduanya bergegas masuk menghampiri Aurora.


"Jangan macam-macam! Kamu tidak boleh membunuhnya!"sergah Aurora menjadi panik.


"Jika kamu tidak ingin dia terluka atau mati, maka kamu harus menurut,"ucap Mami dengan senyum dan ekspresi yang tidak terbaca.


"𝙎𝙞𝙖𝙡! 𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙞𝙖𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙉𝙖𝙡𝙖 𝙢𝙖𝙩𝙞,"gumam Aurora dalam hati. Tidak mengetahui jika Nala sudah diturunkan di tempat yang sepi


"Mi. Kami sudah membereskan perempuan itu,"ucap seorang pria berkepala plontos yang masuk ke dalam ruangan


"Bagus. Aku tidak suka dengan pengkhianat


.Mutilasi jasadnya dan berikan pada Harimau peliharaan ku,"ujar Mami dengan senyum jahat nya.


"Baik, Mi,"ucap pria berkepala plontos itu bergegas keluar dari ruangan itu.


"Kenapa masih di sini? Cepat bawa dia ke ruangan ganti! Dan ingat, ambil beberapa foto nya, lalu kirimkan kepada ku!"sergah Mami pada dua orang bodyguardnya itu.


"Baik, Mi,"sahut dua orang bodyguard itu bersamaan.


"Ikuti aku!"ucap salah seorang pria itu mulai memimpin jalan, sedangkan yang satunya berjalan di belakang Aurora. Mau tak mau, Aurora pun mengikuti mereka.


"Sial! Dia membanting tubuh ku kuat sekali. Jika tidak ingat wajahnya begitu cantik dan bodynya begitu seksi, sudah aku cakar-cakar wajahnya itu. Tapi siapa sebenarnya dia? Dia sangat mirip dengan Kenanga, tapi jauh lebih cantik. Ah, masa bodoh lah! Selama dia bisa menghasilkan banyak uang, aku tidak perduli siapa dia dan siapa suaminya. Tapi, sebenarnya dimana Kenanga? Aku masih belum percaya jika Kenanga dan Aurora ini orang yang berbeda. Tahi lalat bisa di buat. Model dan warna rambut pun bisa diganti. Jika dia benar-benar Kenanga, dia memang licin seperti belut. Pintar berkamuflase. Aku salut. Sangat salut,"gumam Mami.


Mami mengambil handphonenya kemudian menghubungi pria bertubuh kekar yang membawa Aurora tadi,"Halo! Kamu selidiki lagi lebih detail tentang wanita yang bernama Aurora yang kamu bawa tadi! Aku terkadang merasa yakin jika dia Kenanga, tapi kadang juga merasa ragu jika dia Kenanga. Jadi, selidiki dia lebih detail lagi!"titah Mami.


"Baik, Mi,"sahut pria bertubuh kekar itu dari sambungan telepon.


Setelah menelpon pria bertubuh kekar, Mami kembali menelpon bawahannya yang lain.

__ADS_1


"Kamu hubungi pelanggan-pelanggan kelas atas kita yang biasa menjadi pelanggan Kenanga. Katakan ada yang baru yang lebih cantik dan bohay dari Kenanga. Dan malam ini, aku akan membuka dengan harga tujuh puluh juta. Umumkan juga pada pengunjung klub. Siapa tahu ada pelanggan baru kelas kakap lainnya yang berminat,"titah Mami pada bawahannya,.lalu menutup teleponnya.


"Aku ingin melihat, berapa para pria pencari kepuasan itu berani membayar perempuan yang bernama Aurora itu. Aku yakin, begitu melihat perempuan itu, mereka akan bersaing harga untuk bermalam dengan perempuan itu. Feeling ku tidak pernah salah,"gumam Mami dengan senyum lebar di bibirnya.


Di ruangan lain.


"Aku tidak mau memakai pakaian ini!"tolak Aurora saat anak buah Mami menyuruhnya memakai pakaian minim. Aurora melempar pakaian itu ke lantai.


"Kamu jangan banyak tingkah! Tadi sudah menolak di rias, sekarang menolak memakai pakaian pilihan ku. Kamu itu hanya perempuan yang akan di jajakan pada para pria hidung belang!"sergah perempuan yang di beri tugas oleh Mami untuk merias Aurora.


"Aku bukan perempuan yang menjual tubuhku demi sejumlah uang. Aku wanita yang sudah bersuami. Jika suamiku tahu Mami telah menculik aku, maka suamiku akan meratakan klub malam ini,"ucap Aurora penuh amarah.


"Cih! Tidak usah membual! Cepat pakai pakaian ini! Atau aku akan menyuruh para bodyguard Mami untuk menikmati tubuh mu terlebih du..."


"Akkhh"


"Bugh"


"Bugh"


"Brugh"


"Krak"


"Krak"


"Akkh"


Aurora menarik tangan perempuan itu dengan kasar, kemudian memukul bibir dan perut perempuan itu, lalu membantingnya ke lantai.


"Ada apa ini?"


...🌸❤️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2