Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
259. Merasa Tertohok


__ADS_3

Rayyan menghela napas panjang sebelum masuk ke dalam kamar. Mengelola ekspresi wajahnya agar tidak terlihat marah lagi. Karena sempat emosi pada pelayan tadi.


"Ray, kamu dari mana saja?"tanya Aurora yang melihat Rayyan masuk ke dalam kamar.


Aurora sudah terlihat cantik dan Zayn juga terlihat sudah mandi. Bayi itu sedang duduk di atas ranjang di sebelah Aurora sambil memegang mainan.


"Aku dari luar melihat bapak yang sedang memetik bunga dan ibu yang sedang menghirup segarnya udara pagi,"sahut Rayyan menghampiri anak dan istrinya, kemudian mengangkat tubuh Zayn dan menciumi bayi itu. Bayi itu malah tertawa mendapatkan ciuman bertubi-tubi dari papanya.


"Kenapa Zayn bisa begitu dekat dengan kamu? Padahal kalian baru saja bertemu dan biasanya Zayn juga tidak mudah akrab dengan orang lain,"


"Aku selalu berkomunikasi dengan Zayn sejak Zayn berada dalam kandungan mu. Aku juga sering menengoknya. Jadi, mana mungkin Zayn tidak mengenali aku,"sahut Rayyan penuh percaya diri.


Aurora hanya menghela napas panjang mendengar jawaban suaminya itu. Mungkin benar yang dikatakan oleh Rayyan. Zayn mengenali ayah kandungnya karena sejak Aurora mengandung, Rayyan selalu berinteraksi dengan Zayn melalui sentuhan. Rayyan bahkan sering berbicara dengan putranya saat masih di dalam kandungan. Dan Zayn yang masih berada di dalam kandungan selalu merespon dengan gerakan. Selain itu, mereka memang sering melakukan hubungan suami-istri saat Aurora sedang mengandung.


Rayyan tersenyum mendengar putranya berceloteh dengan bahasa bayi yang tidak bisa dimengerti nya, seakan sedang berbicara dengan dirinya. Pria itu menciumi putranya karena merasa gemas melihat putranya yang terus berceloteh. Dan Zayn malah terkekeh mendapatkan ciuman yang bertubi-tubi dari papanya.


Aurora nampak terharu melihat interaksi antara suami dan putranya. Merasa menyesal dan bersalah karena telah memisahkan ayah dan anak itu selama berbulan-bulan.


"Aku akan membersihkan diri. Aku harus pergi untuk mengikuti tender, menggantikan Aiden,"ujar Rayyan seraya memberikan Zayn pada Aurora, kemudian mengecup bibir Aurora sekilas.


"Apa kamu akan mengunjungi Aiden?"


"Iya. Nanti, sepulang dari mengikuti tender. Apa kamu ingin ikut?"


"Hum. Aku juga ingin melihat keadaannya,"


"Oke. Nanti aku jemput kamu,"sahut Rayyan kemudian beranjak pergi ke kamar mandi.


Aurora menyiapkan pakaian Rayyan. Tak lama kemudian Rayyan pun keluar dari kamar mandi. Aurora menelan salivanya susah payah saat melihat Rayyan keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya.


"Tubuhnya tetap saja bagus seperti dulu. Seksi dan menggoda,"gumam Aurora dalam hati. Wanita itu memalingkan wajahnya yang memerah dari suaminya. Malu rasanya jika terpergok suaminya, bahwa dirinya sedang mengagumi bentuk tubuh suaminya. Aurora tidak ingin Rayyan menggoda dirinya.


Sedangkan Rayyan sama sekali tidak menyadari jika dirinya sempat diperhatikan oleh istrinya. Karena pria itu sedang menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil seraya menatap putranya yang masih duduk di atas ranjang, bayi itu sibuk dengan mainannya.

__ADS_1


"Sayang, kamu tidak membantu ku memakai kemeja?"tanya Rayyan pada Aurora yang duduk di sebelah Zayn, pura-pura merapikan mainan Zayn.


"Hum,"sahut Aurora yang akhirnya beranjak dari duduknya dan memakaikan kemeja pada suaminya . Menghirup aroma segar sabun dan shampo yang menguar dari tubuh suaminya.


"Aku masih sangat rindu padamu. Kapan kamu selesai datang bulan?"tanya Rayyan seraya memeluk pinggang Aurora.


"Mungkin besok,"sahut Aurora seraya mengancingkan kemeja Rayyan.


Ingin rasanya Aurora meraba dada bidang suaminya itu. Tapi di tahannya karena Aurora tidak ingin memancing hasraat suaminya. Sebab saat ini dirinya belum bisa melayani suaminya.


"Aku akan membuatmu tidak bisa bangun dari ranjang, sebagai hukuman karena telah kabur dari ku,"bisik Rayyan dengan suara sensuall, kemudian mengecup bahkan menggigit kecil leher Aurora.


"Ray, hentikan!"pinta Aurora seraya mendorong dada Rayyan agar berhenti menggoda dan mencium lehernya. Jujur, perbuatan Rayyan itu membuat tubuh Aurora terasa meremang.


Rayyan hanya tersenyum, kemudian mengecup bibir Aurora beberapa kali. Rayyan benar-benar sangat rindu pada Aurora. Dan rasanya rindunya belum bisa terobati sebelum mereka melakukan penyatuan.


Setelah sarapan pagi bersama, Aurora mengantarkan Rayyan sampai ke depan rumah. Pria itu akan pergi mengikuti tender yang seharunya dihadiri Aiden.


"Nyonya, apa kabar?"sapa Andi penuh senyuman. Pemuda itu baru saja sampai di rumah Aurora.


Kemarin Andi sudah mendengar kabar dari anak buahnya bahwa Rayyan sudah menemukan Aurora. Dan hal itu tentu saja membuat Andi sangat senang. Namun sekaligus menjadi repot karena pekerjaannya menjadi bertambah. Yaitu menyelidiki kasus penculikan terhadap Tuan mudanya.


Namun Andi merasa lega saat Rayyan mengabari dirinya, bahwa Rayyan sudah mengetahui siapa orang yang telah menculik putranya. Andi jadi lebih mudah melanjutkan penyelidikan dan tinggal mengumpulkan bukti saja.


"Saya sangat senang, akhirnya Tuan berkumpul lagi dengan nyonya. Nyonya jagan kabur lagi. Kasihan Tuan, semenjak nyonya pergi, Tuan bahkan tidak bisa tidur jika tidak memeluk baju nyonya saat akan tidur,"ujar Andi membongkar rahasia majikannya.


"Andii !"geram Rayyan yang merasa malu rahasianya di bongkar Andi di depan istrinya.


"Jangan marah, Tuan! Anda akan membuat Tuan Muda takut,"ucap Andi memperingatkan Rayyan sambil memasang pose lucu di hadapan Zayn, hingga membuat bayi itu tertawa.


Rayyan membuang napas kasar lalu mengelola ekspresi wajahnya agar putranya tidak ketakutan melihat dirinya marah. Sedangkan Aurora mengulum senyum mengetahui kelakuan suaminya semenjak dirinya pergi


"Lagi pula, kenapa Tuan harus marah? Yang saya katakan adalah benar. Anda itu bucin akut tingkat dewa. Tidak bisa hidup tanpa nyonya. Sudah cinta mati pada nyonya. Bahkan semenjak nyonya pergi, Tuan tidak mau memotong rambut dan mencukur brewok Tuan. Tapi setelah bertemu nyonya, Tuan langsung memperbaiki penampilan Tuan,"ucap Andi tanpa dosa masih fokus berinteraksi dengan Zayn yang sesekali tertawa melihat tingkah Andi yang sengaja menggoda bayi itu.

__ADS_1


"Sepertinya kamu benar-benar ingin aku hajar,"geram Rayyan namun dengan wajah tersenyum yang dipaksakan. Rayyan benar-benar merasa ingin sekali menghajar Andi, tapi ditahannya karena ada putranya.


"Kenapa harus malu mengakui jika Tuan bucin akut? Nyonya harus tahu jika anda sangat mencintai nyonya. Agar nyonya berpikir ulang untuk meninggalkan pria yang sangat mencintai nyonya seperti Tuan. Lagipula, sekarang nyonya dan Tuan sudah memiliki Tuan muda. Tuan dan nyonya harus bersikap lebih dewasa dalam menghadapi masalah. Jangan sedikit-sedikit bertengkar dan sedikit-sedikit main pisah pisahan,"


"Mulai sekarang, Tuan dan nyonya adalah panutan dan contoh pertama bagi Tuan Muda. Jadi, berikanlah contoh yang baik bagi Tuan Muda. Berikan suasana yang nyaman untuk Tuan Muda saat Tuan Muda berada di tengah-tengah kalian. Baik buruknya hubungan Tuan dan nyonya akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan Tuan Muda,"


"Jadi, Tuan dan nyonya harus lebih bijaksana dalam menghadapi masalah dan jalinlah komunikasi yang baik agar tidak terjadi salah paham dalam hubungan Tuan dan nyonya. Saling jujur, percaya dan berterus terang. Jangan menyembunyikan apapun dari pasangan. Agar tidak menimbulkan benih-benih kecurigaan yang akhirnya berkembang menjadi rasa tidak percaya dan salah paham,"


"Jangan menuruti dan mementingkan ego masing-masing yang nantinya akan menjadi masalah dalam rumah tangga Tuan dan nyonya. Hingga akhirnya Tuan Muda lah yang akan menjadi korban dari hubungan Tuan dan nyonya yang tidak harmonis itu,"ujar Andi panjang lebar.


Rayyan dan Aurora merasa tertohok dengan kata demi kata yang diucapkan Andi. Terutama Aurora yang merasa paling egois dan bodoh hingga terjadi masalah yang bertubi-tubi seperti kemarin.


"Ayo, kita berangkat, Tuan. Takutnya, jalanan macet. Kita bisa terlambat mengikuti tender, jika sampai terjebak kemacetan,"ujar Andi memecahkan keheningan yang sempat terjadi.


"Aku berangkat, sayang,"pamit Rayyan kemudian mengecup bibir Aurora dan pipi Zayn bergantian.


"Cup"


Andi yang merasa gemas melihat Zayn yang sedang digendong Aurora itu pun mencuri ciuman di pipi Zayn.


"Hei! Jangan sembarangan mencium putraku!"protes Rayyan yang tidak terima melihat Andi mencium putranya.


"Haiss.. Tuan pelit sekali,"gerutu Andi.


"Kamu tidak higienis,"sahut Rayyan.


"Memangnya saya kotor apa? Saya sudah mandi, Tuan. Sudah higienis dari kotoran, virus dan kuman,"


"Berisik!"ketus Rayyan seraya berjalan ke arah mobil.


Aurora hanya bisa menghela napas melihat perdebatan kedua orang itu. Hingga akhirnya keduanya pun pergi.


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2