Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
101. Kuota Habis


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya Aurora sampai juga di rumah Rayyan. Aurora bergegas membersihkan diri dan berendam dalam bathtub dengan air hangat.


"Akhirnya aku bisa berendam lagi di dalam bathtub. Apa hari ini Rayyan akan pulang larut malam?"gumam Aurora seraya menggosok tubuhnya.


Setelah puas berendam dan merasa tubuhnya lebih rileks, Aurora pun mengakhiri ritual mandinya dan memakai pakaian. Aurora bersandar di headboard ranjang sambil membuka aplikasi untuk menonton Drakor.


"Eh, Kenapa nggak buka-buka, sih?"gerutu Aurora karena aplikasi yang ingin dilihat nya tidak kunjung terbuka.


"Apa aplikasi nya nge-bug, ya?"gumam Aurora kemudian mencoba membuka aplikasi yang lain di handphonenya. Namun tidak satupun yang bisa di bukanya.


"Kenapa seperti habis kuota, ya? Padahal baru satu minggu aku beli kuota. Masa iya sudah habis?"gumam Aurora kemudian mengecek kuotanya.


"What? Kuota aku beneran sudah habis? Kok, cepet banget, sih? Padahal nggak terlalu banyak aku pakai. Ya sudah, lah! Aku beli lagi aja,"gumam Aurora kemudian bermaksud membeli kuota. Namun Aurora membulatkan matanya saat melihat pulsanya tinggal tiga ribu rupiah.


"Kenapa pulsa aku tinggal tiga ribu rupiah? Padahal seingat aku masih tujuh puluh ribu,"gumam Aurora semakin bingung.


Akhirnya Aurora membeli pulsa melalui mobile banking di handphone nya, lalu membeli kuota internet.


Beginilah kalau suami-istri kurang komunikasi. Aurora bahkan tidak tahu sandi Wi-Fi rumah Rayyan. Jadi, walaupun di rumah itu ada Wi-Fi Aurora tidak bisa ikut memakainya. Bertanya pada Rayyan ataupun yang lainnya pun enggan.


Baru saja Aurora selesai membeli kuota internet, Aurora sudah mendapatkan panggilan video dari ibunya.

__ADS_1


"Tumben sekali ibu melakukan panggilan video,"gumam Aurora, segera menerima panggilan video dari ibunya.


"Halo, Bu!"sapa Aurora yang melihat wajah ibunya di layar handphonenya.


"Halo, Ra! Kamu sudah sampai di rumah?"tanya Bu Ella seraya memperhatikan pakaian Aurora, kemudian memperhatikan background di tempat Aurora menerima panggilan.


"Iya, Bu,"sahut Aurora.


"Eh, Ra, kamu berada di kamar kalian?"tanya Bu Ella nampak penasaran.


"Iya. Kenapa, Bu?"tanya Aurora.


"Baiklah,"sahut Aurora mulai mengarahkan kamera handphone nya, memperlihatkan kamarnya pada ibunya. Mulai dari tempat tidur yang sedang didudukinya, sofa biasa dan juga sofa Tantra yang ada di ruangan itu, kamar mandi sampai walk -in closet yang berada di dalam kamar itu. Menunjukkan deretan pakaian, tas, sepatu, perhiasan dan juga segala pernak-pernik aksesoris yang di sediakan oleh Rayyan untuk dirinya di dalam walk-in closet itu. Aurora juga menunjukkan deretan pakaian, dasi, sepatu, dan deretan jam tangan milik Rayyan.


"Ya ampun, Ra! Sepertinya luas kamar kamu melebihi luas rumah kita. Mana mewah lagi. Kamu harus bersyukur punya suami seperti Rayyan, Ra! Dia mau tinggal semalam di rumah kita yang sederhana, tidur di kamar kamu yang sempit, bahkan mau makan lesehan bersama kita semua. Rayyan sampai menyuruh dua orang bodyguard untuk menjaga kamu, dan memberi mobil yang begitu mewah untuk kamu. Bahkan pakaian, tas, sepatu dan perhiasan kamu sudah seperti jualan di toko. Semua itu menunjukkan jika Rayyan sangat mencintai kamu, Ra. Kamu sangat beruntung, Ra. Kamu benar-benar harus membalas nya dengan memberikan perhatian, dan juga melayaninya dengan baik, Ra! Itulah cara kamu untuk bersyukur, Ra! Kamu berjanji akan melakukan seperti apa kata ibu, 'kan?"tanya Bu Ella dengan ekspresi serius.


"Iya, Bu. Aku janji akan memperhatikan dan melayani Rayyan dengan baik,"sahut Aurora.


"Kamu harus benar-benar melakukan apa yang ibu sarankan, Ra. Banyak di luar sana wanita yang harus membanting tulang untuk membantu perekonomian keluarga. Banyak yang tidak bisa memakai pakaian yang layak, dan makan hanya seadanya karena mempunyai suami yang berpenghasilan pas-pasan. Jadi kamu yang sudah diperlakukan sangat istimewa seperti itu harus bersyukur dan membalas kasih sayang suami kamu dengan melayani nya dengan baik, Ra!"ujar Bu Ella tidak bosan mengingatkan Aurora.


"Iya, Bu. Aku berjanji akan melakukan apa yang ibu katakan,"sahut Aurora yang kali ini membenarkan apa yang dikatakan oleh ibunya.

__ADS_1


Banyak di luar sana wanita yang kurang beruntung karena menikah dengan pria berpenghasilan pas-pasan, bahkan banyak juga yang menikah dengan pria yang berpenghasilan rendah. Sehingga harus membanting tulang membantu suami mereka untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.


Bu Ella terus memberikan nasihat pada Aurora karena Bu Ella merasa Aurora kurang perhatian pada suaminya. Hingga setelah satu jam, akhirnya Bu Ella berhenti menceramahi Aurora.


"Huff... akhirnya selesai juga ceramah dari ibu,"gumam Aurora yang baru saja mengakhiri panggilan video dengan ibunya.


"Berapa jam, ibu menceramahi aku, ya?"gumam Aurora kemudian memeriksa riwayat panggilan


"Huff.. hampir satu jam ibu menceramahi aku. Coba aja signal nya lagi jelek, pasti ibu nggak bakalan ceramah panjang lebar,"gumam Aurora menghela napas panjang.


"Eh, ini ada riwayat panggilan video dari Rayyan. Kapan aku menerima panggilan video dari Rayyan? Jam setengah tiga dini hari? What?! Durasi panggilan selama lima jam? Gila! Kenapa aku tidak ingat jika aku menerima panggilan video dari Rayyan? Lah, pantesan kuotaku habis dan pulsa ku juga hampir habis. vc selama lima jam. Oh, astagaaa..! Aku bahkan tidak merasa menerima panggilan video ini,"gumam Aurora menghela napas panjang melihat riwayat panggilan video dari Rayyan di handphone nya yang durasinya selama lima jam. Aurora merasa heran dan yidak habis pikir, kenapa bisa ada panggilan Vidio selama lima jam, tapi dirinya tidak tahu.


...🌟"Masih banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung diri mu. Maka, bersyukurlah atas nikmat yang di berikan-Nya untuk mu."🌟...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2