Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
241. Masalah


__ADS_3

Andi datang bersama Roni menghadap Rayyan dan Aiden. Sudah berhari-hari menyelidiki orang yang yang bernama Heru. Orang yang membuat mereka penasaran karena setiap fotonya dilingkari tinta berwarna merah.


Rayyan hanya menunjukkan foto-foto yang wajahnya dilingkari tinta merah saja. Tidak menunjukkan foto-foto yang lainnya yang di dapatkan oleh Andi.


"Bagaimana? Sudah dapat informasinya tentang orang yang wajahnya di lingkari tinta merah itu?"tanya Aiden.


"Sudah, Tuan. Orang itu bernama Heru, teman satu jurusan saat Pak Hamdan waktu kuliah dulu. Saya mendapatkan informasi bahwa malam di saat papa anda meninggal, seharusnya orang yang bernama Heru itulah yang bertugas memeriksa dan memberikan obat pada papa Tuan. Sedangkan Pak Hamdan, hari itu adalah hari pertamanya bekerja di rumah sakit itu dan seharusnya sudah pulang,"


"Saya curiga, Heru ini sengaja menjebak Pak Hamdan. Agar dia bisa melenyapkan papa Tuan tanpa mengotori tangannya dengan menggunakan tangan Pak Hamdan. Dan dia bisa mendapatkan uang tanpa bekerja dan dicurigai siapapun. Pasti ada orang di belakang orang yang bernama Heru ini,"jelas Andi.


"Aku juga berpikir seperti itu. Aku sangat yakin, orang yang bernama Heru itu ada kaitannya dengan kasus meninggalnya papaku,"sahut Rayyan.


"Bukan cuma itu saja yang membuat saya curiga, Tuan. Tepat sehari setelah papa Tuan Rayyan meninggal, Heru melakukan perjalanan ke luar negeri secara ilegal. Dia berada di luar negara itu selama dua bulan. Menurut informasi, Heru tidak melakukan apapun di luar negeri. Dan setelah kembali, dia membuka sebuah apotek yang sekarang sudah menjadi besar. Waktu itu, selain apotek, Heru juga membeli sebuah restoran dan membeli rumah yang cukup bagus,"


"Menurut logika, sangat tidak mungkin Heru memiliki semua kekayaan itu jika dengan cara menabung. Karena saat menjadi perawat, kehidupan Heru bisa di bilang pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, istri, kedua anaknya dan kedua orang tuanya. Terlebih lagi, istri Heru juga tidak bekerja,"


"Tidak ada informasi apapun tentang uang yang didapatkan Heru. Semisal mendapatkan warisan ataupun yang lainnya. Sedangkan saat di luar negeri selama dua bulan, dia juga tidak bekerja. Jadi, pasti ada sesuatu di balik uang yang didapatkannya itu,"


"Sedangkan Pak Hamdan memang wajar jika bisa membuka toko sembako di kampung setelah berhenti menjadi perawat. Mengingat Pak Hamdan dan Bu Ella sama-sama bekerja dan mereka hanya memiliki nyonya sebagai tanggungan mereka.Walaupun Bu Ella hanya membuka warung kecil di depan rumah, tapi tetap saja menambah pendapatan keluarga mereka,"


"Dan lagi, Pak Hamdan dan orang yang bernama Heru itu sama-sama meninggalkan kota ini satu hari setelah papa Tuan meninggal. Saya yakin mereka berniat melarikan diri. Walaupun saat itu rumah sakit memang mengalami kebakaran,"


"Saya menduga, Heru melarikan diri karena takut di cari Pak Hamdan. Dan Pak Hamdan melarikan diri karena takut dituduh sebagai pembunuh,"


"Menurut saya, dalam masalah ini Pak Hamdan hanyalah korban. Jadi, kami akan mencari informasi dari orang yang bernama Heru ini. Karena saya sangat yakin, dia lah yang sengaja memanfaatkan Pak Hamdan untuk melenyapkan papa Tuan Rayyan.Kalau tidak, kenapa Pak Hamdan melingkari semua foto orang itu dengan tinta merah? Saya rasa Pak Hamdan sudah sadar kalau dia di manfaatkan oleh si Heru ini,"jelas Andi.


"Lakukan apa saja untuk mengorek informasi dari orang yang bernama Heru itu. Aku benar-benar ingin tahu, siapa sebenarnya orang yang menyusun rencana untuk melenyapkan nyawa papa ku,"tanggap Rayyan.


"Kami akan melakukan apapun untuk mengorek informasi dari orang itu, Tuan. Saya juga sangat penasaran dengan orang yang berada di balik pelenyapan papa anda,"


"Masalah Jony sudah selesai, sekarang tinggal masalah Heru dan menghilangnya istriku. Apa kalian benar-benar kesulitan untuk mencari istriku?"tanya Rayyan.


"Iya, Tuan. Kami benar-benar kesulitan mencari keberadaan nyonya. Kita sudah memasang chip di handphone nyonya. Dari chip itu, kami melihat lokasi handphone itu tidak jauh dari rumah anda. Tapi, saat kami tiba di sana, handphone nyonya dan handphone Bik Mastuti sudah dihancurkan. Orang-orang ini bukan orang sembarangan. Mereka bergerak dengan rapi, teliti dan terorganisir. Tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Bahkan dengan mudahnya orang-orang itu meretas cctv di rumah sakit dan di rumah Tuan. Padahal sistem keamanannya sudah sangat ketat,"

__ADS_1


"Mereka juga sangat pintar menyamar. Hingga para petugas medis di rumah sakit mengira yang memindahkan kedua mertua anda adalah dokter Fina. Sepertinya mereka mendapatkan informasi yang begitu detail. Hingga mereka tahu jika yang bertanggung jawab atas kedua mertua anda di rumah sakit adalah dokter Fina,"


"Selain itu, membawa empat orang sekaligus itu tidak mudah. Karena satu ibu hamil dan dua nya adalah orang sakit yang bahkan belum sadarkan diri,"ujar Andi panjang lebar.


"Kamu benar. Menurut kalian, apa motif orang yang membawa istri ku?"tanya Rayyan.


Andi saling bertatapan dengan Roni, kemudian Andi berkata,"Kami juga tidak bisa menebak apa motif mereka, Tuan. Tapi kami menemukan jika seseorang mengambil semua tabungan nyonya di Bank menggunakan surat kuasa dari nyonya,"


"A.. A..."


"Plak"


"Apa mereka memeras nyonya Aurora? Kenapa tidak meminta uang tebusan dari Tuan Rayyan saja?"tanya Roni setelah di tepuk Andi.


"Apa mereka takut pada Tuan Rayyan? Makanya memeras nyonya Aurora? Tapi jika sudah memeras nyonya, kenapa mereka tidak membebaskan nyonya? Dan kenapa juga harus membawa kedua orang tua nyonya dan Bik Mastuti juga?"


"Ja..ja.."


"Plak"


"Kalau nyonya kabur, motifnya apa? Kanapa membawa pelayan kepercayaan Tuan Rayyan? Dan siapa yang membantunya nyonya melakukan pelarian yang sangat rapi seperti ini?"tanggap Andi.


"Kenapa semuanya jadi rumit seperti ini? Dan kenapa hidup ini selalu saja banyak masalah? Bahkan sampai saat ini, aku juga belum bisa menemukan adik ku. Entah masih hidup atau tidak. Aku bahkan tidak tahu. Di luar sana, sepertinya orang-orang bahagia dan nggak punya masalah,"gumam Aiden membuang napas kasar.


"Tuan, jika hidup dipenuhi masalah itu wajar. Karena kita manusia. Kalau dipenuhi wijen, berarti kita onde-onde. Kalau dipenuhi cucian, namanya laundry-an,"celetuk Andi.


"Plak "


Roni memukul kepala Andi.


"A.. A...."


"Plak"

__ADS_1


"Asal saja kalau ngomong!"ucap. Roni cepat setelah di pukul balik oleh Andi.


"Realistis saja. Mana ada hidup tanpa masalah? Nggak ada hidup yang lurus-lurus saja. Emangnya jalan tol? Kita tidak bisa lari dari masalah. Mau tidak mau masalah itu harus kita hadapi. Karena masalah itu seperti duri dalam daging. Semakin lama kita biarkan, akan semakin membuat kita sakit,"


"Orang yang nggak mau menghadapi masalah itu pengecut! Dan orang yang ingin semua kisah hidupnya manis itu halu. Karena nggak bakal ada hidup yang selamanya manis. Setiap orang memiliki masalah dan kesulitan sendiri-sendiri. Masalah itu adalah ujian. Ibarat kita sekolah, kita harus ujian dulu biar naik kelas. Ambil hikmahnya dari semua masalah yang kita hadapi. Bukan mengeluh apalagi melarikan diri. Dan ingat! Jadi orang itu harus sabar. Karena semuanya butuh waktu dan proses. Nggak bisa diselesaikan cepat-cepat. Mie instan aja perlu di rebus dulu dan dicampur bumbu, baru bisa dimakan,"


"Orang yang ingin semuanya cepat itu generasi instan penyuka micin. Maunya enak dan cepat. Tapi nggak mikir kedepannya gimana. Yang instan dan cepat itu memang enak, tapi cuma untuk sekarang. Bukan untuk masa depan,"


"Dan orang yang nggak mau menghadapi hal-hal yang rumit itu adalah orang pengecut dan bodoh yang malas berpikir. Melihat rumit sedikit langsung mundur. Tidak mau menghadapi tantangan dan hanya diam di zona nyaman,*


"Jangan cuma lihat hasilnya, tapi lihat juga prosesnya. Kita tidak akan pernah bisa menghargai sesuatu, jika tidak melihat prosesnya. Karena, walaupun hasilnya buruk, belum tentu prosesnya mudah. Jadi, jangan menghina hasil jerih payah orang lain, karena kamu belum tentu bisa membuat yang lebih baik dari apa yang dibuat orang yang kamu hina,"ujar Andi panjang lebar menanggapi perkataan Aiden.


"Ka..ka.."


"Plak"


"Kamu cerewet sekali,"ketus Roni setelah di tepuk Andi.


Roni merasa kata-kata Andi ditujukan pada Aiden. Walaupun benar, tapi kata-kata Andi terasa menusuk, tapi tidak berdarah.


"Memang begitu kenyataannya. Tapi, kalau nggak mau punya masalah di dunia ini, saya punya solusinya,"ucap Andi dengan wajah serius.


"Apa?"tanya Aiden dan Rayyan bersamaan, tapi terlihat malas, Roni pun terlihat menanti jawaban dari Andi.


"Mati. Masalah di dunia selesai. Masalah di akhirat menanti,"ujar Andi kemudian bergegas keluar dari ruangan itu.


"Andiii..!


...🌸❤️🌸...


.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2