Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
275. Menggertak


__ADS_3

Aurora menjadikan lengan Rayyan sebagai bantalnya. Mengusap lengan berotot Rayyan yang memeluknya setelah pergulatan panas mereka barusan. Tubuh polos mereka hanya tertutup selembar selimut, saling menempel menciptakan kehangatan yang terasa nyaman.


"Ray!"


"Hum,"sahut Rayyan yang memejamkan matanya memeluk Aurora.


"Bagaimana dengan orang yang kamu temui tadi? Apa kamu mendapatkan bukti jika bapak tidak bersalah?"tanya Aurora seraya mendongakkan kepalanya menatap Rayyan.


"Aku tidak menemukan bukti apapun. Tapi, dia telah menceritakan semuanya. Dia hidup berkecukupan tanpa bekerja keras. Karena mendapatkan uang hasil memanfaatkan bapak untuk melenyapkan nyawa papa ku,"


"Maksudnya, dia di bayar oleh orang lain untuk melenyapkan papamu?"


"Hum,"sahut Rayyan seraya membuka matanya menatap Aurora.


"Lalu, siapa orang yang berada di belakang orang itu?"


"Jony,"


"Jony? Jony ayah Natalie? Pamannya kak Sumi?"tanya Aurora menatap serius pada Rayyan.


"Hum. Dia lah orangnya. Dia melenyapkan papaku agar tender besar yang waktu itu di adakan bisa direbut perusahaannya dan beberapa perusahaan lain yang bersekutu dengan dia. Mereka mendapatkan keuntungan yang hampir sama setelah memenangkan tender itu. Karena itu, aku sulit mencari tahu siapa dari mereka yang menjadi dalang pembunuhan papa ku,"


"Astagaa.. Kenapa orang itu sangat jahat sekali? Sudah berapa banyak orang yang di bunuh oleh pria itu untuk mendapatkan harta?"ujar Aurora yang sungguh tidak mengerti, kenapa Jony tega membunuh banyak orang demi mendapatkan harta. Bahkan membunuh orang tua, seluruh saudara dan keponakan kandungnya.


"Dia sudah dibutakan oleh harta. Dan sekarang, dia sudah kehilangan segalanya. Harta yang di dapatkan dengan melenyapkan nyawa orang lain memang tidak membawa berkah,"


"Apa kamu sudah melaporkan dia ke polisi?"

__ADS_1


"Aku tidak melaporkan Jony ataupun Heru ke polisi. Terlalu berbelit-belit urusannya dan terlalu lama, karena kasus itu sudah lama dan bukti-bukti nya juga kurang kuat. Aku hanya menghancurkan seluruh usaha mereka. Aku tidak akan membiarkan mereka bangkit dan merasakan hidup enak lagi. Biarkan mereka bekerja membanting tulang untuk mendapatkan sesuap nasi. Agar mereka tahu bagaimana rasanya hidup susah dan menderitanya orang-orang yang telah mereka sakiti,"


"Kamu benar, Sumi dan neneknya harus hidup menderita dan kehilangan keluarga karena orang itu. Aku dan kedua orang tuaku juga harus hidup di desa dan menderita karena ulah mereka juga,"


"Kamu tahu, saat kamu kabur waktu itu, dia membakar gudang kita, bahkan menyewa penembak jitu untuk membunuh aku. Tapi untungnya, anak buah Andi melihat sinar bidikan di jantung ku dan dengan cepat mendorong aku. Sehingga aku hanya terserempet peluru di lenganku saja. Jika anak buah Andi tidak teliti dan tidak bergerak cepat, kamu pasti tidak bisa bertemu dengan aku lagi,"


"Dia sampai nekat ingin membunuh kamu juga?"Aurora nampak terkejut mendengar cerita Rayyan.


"Hum. Penembak jitu itu berusaha menembak aku beberapa kali. Mirisnya, di saat aku mengalami itu semua, dan butuh kamu untuk menghibur dan menghilangkan stress ku, kamu malah kabur membawa anakku dan kedua orang tuamu. Aku harus mencari tahu siapa yang membakar gudang kita. Siapa orang yang telah membayar penembak jitu untuk membunuhku. Aku juga harus mencari kamu, kedua orang tuamu dan juga Bik Mastuti yang menghilang bersamaan. Belum lagi tentang bapak yang memiliki ciri-ciri seperti pembunuh papaku. Semua masalah datang bertubi-tubi padaku. Dan sebagian besar karena kamu,"ujar Rayyan yang merasa kesal jika mengingat kelakuan istrinya yang bodoh, keras kepala dan lumayan egois itu. Sehingga menimbulkan masalah yang bertubi-tubi bagi Rayyan.


"Maaf, aku tidak tahu soal itu,"ucap Aurora penuh sesal.


"Kamu meminta bantuan pada mantan pacar kamu yang seorang militer elit. Pantas saja aku kesulitan mencari jejakmu. Mereka tidak meninggalkan jejak sedikit pun untuk ku. Dan pantas saja aku tidak bisa menemukan nama bapak dan ibu di rumah sakit manapun. Ternyata mantan pacar kamu itu membawa mereka ke rumah sakit militer yang sulit di retas informasinya,"


"Apa kamu tahu betapa khawatirnya aku padamu dan anak kita? Tapi kamu malah tenang dan damai di pulau lain dikelilingi para pria. Setelah kita bertemu, aku juga masih harus membereskan semua masalah yang kamu buat di sana,"ujar Rayyan yang masih merasa kesal jika mengingat pertemuannya dengan Aurora di kantor polisi waktu itu dan harus menyelesaikan semua masalah istrinya di sana.


"Maaf,"ucap Aurora. Lagi-lagi hanya kata itu yang bisa di ucapkannya dan hanya bisa tertunduk dalam penyesalan.


"Aku janji tidak akan kabur lagi. Dan berusaha menjadi istri yang lebih baik lagi untuk kamu,"ucap Aurora tanpa berani menatap wajah suaminya.


Aurora tidak menyangka jika keputusannya untuk kabur membawa kedua orang tuanya dan juga Mastuti akan menimbulkan banyak masalah untuk suaminya dan untuk dirinya sendiri.


"Apa aku harus mematahkan kakimu agar kamu tidak kabur lagi dari ku?"tanya Rayyan dengan suara datar, bahkan terkesan dingin.


"Deg"


Jantung Aurora rasanya berhenti berdetak, matanya membulat mendengar ancaman dari suaminya itu. Pria yang semakin ke sini semakin lembut dan perhatian padanya itu tiba-tiba mengancam dirinya.

__ADS_1


"A.. Aku janji tidak akan kabur lagi darimu,"ucap Aurora tertunduk ketakutan.


Aurora tahu benar sifat suaminya. Rayyan bisa menjadi lembut, tapi juga bisa menjadi kasar. Tidak suka di singgung apalagi di usik orang lain. Mungkin pria itu benar-benar merasa kesal dan kecewa pada dirinya. Karena sudah terlalu banyak masalah yang di buatnya.


"Greb"


Tiba-tiba sebelah tangan Rayyan memeluk erat tubuh Aurora hingga tubuh mereka yang polos saling menempel tanpa jarak.


Rayyan memegang dagu Aurora dengan jari telunjuk dan jempolnya, lalu mengangkat dagu istrinya itu hingga matanya saling bertatapan dengan Aurora.


"Aku pegang janjimu. Jika kamu berani kabur lagi, apalagi membawa anakku, aku benar-benar akan mematahkan kakimu,"ucap Rayyan dengan tatapan tajam dan suara yang terdengar berat mengintimidasi.


"A.. Aku tidak akan kabur lagi,"ucap Aurora gelagapan seraya menepis tangan Rayyan dan kembali menunduk.Tangan Aurora mengepal di dada Rayyan,"Dia terlihat sangat menakutkan jika seperti ini. Kenapa dia tiba-tiba menjadi seperti ini lagi? Aku tidak suka jika dia seperti ini. Aku takut,"gumam Aurora dalam hati.


Rayyan memang sudah lama tidak pernah menunjukkan ekspresi wajah yang seperti itu pada Aurora. Hanya di awal pernikahan mereka saja Rayyan sering menunjukkan ekspresi wajah yang menakutkan seperti itu. Dan sekarang, saat pria itu menunjukkan ekspresi itu lagi, Aurora benar-benar merasa ketakutan. Apalagi jika mengingat deretan masalah yang telah di buatnya selama menikah dengan Rayyan. Terutama deretan masalah yang timbul karena keputusan bodohnya yang kabur dari Rayyan.


"Bagus. Jadilah kucing manis dan manja untuk ku. Maka aku akan memperlakukan mu dengan baik,"ucap Rayyan seraya membelai rambut Aurora. Pria itu tersenyum miring menatap istrinya yang ketakutan karena ulahnya. Rayyan mendekap erat tubuh Aurora seraya memejamkan matanya. Tangannya masih membelai rambut istrinya.


"Aku terlalu memanjakan kamu selama ini. Hingga kamu lupa bagaimana watakku jika aku marah,"gumam Rayyan dalam hati.


Rayyan hanya menggertak Aurora saja. Karena Rayyan tidak ingin Aurora kabur lagi darinya. Karena tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Rayyan tidak ingin Aurora mengulangi tindakan nekat nya itu, jika suatu saat mereka memiliki masalah. Sudah cukup delapan bulan kemarin Rayyan merasa gelisah, khawatir, rindu dan juga kesepian karena di tinggal istrinya itu.


Aurora hanya bisa memejamkan matanya di dalam dekapan Rayyan. Hatinya jadi di selimuti rasa takut karena kata-kata dan ekspresi Rayyan tadi.


...🌸❀️🌸...


Sepertinya, aku hanya bisa update 1x sehari beberapa hari ke depan. Aku benar-benar repot. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2