Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
320. Apa Syaratnya?


__ADS_3

Mendengar asumsi Andi tentang keinginan pejabat baru yang sengaja menekan Rayyan, Rayyan sama sekali tidak menunjukkan reaksi terkejut, apalagi takut. Wajah pria beranak satu itu tetap terlihat tenang, bahkan terkesan datar.


Sedangkan CEO perusahaan cabang Rayyan nampak mengamati ekspresi wajah majikannya. Menerka-nerka apa yang dipikirkan majikannya.


"Aku akan menerima undangan makan malamnya. Bukankah sayang, jika menolak undangan makan gratis?"ujar Rayyan tersenyum tipis.


"Baik, Tuan. Saya akan mengatur semuanya,"sahut Andi kemudian keluar dari ruangan majikannya itu.


"Tuan, mohon maaf sebelumnya. Anda sudah memiliki istri, bahkan saya dengar anda sudah memiliki seorang putra. Jika benar pejabat itu ingin menjadikan anda sebagai menantunya, apa anda benar-benar akan bersedia menikah dengan putri pejabat itu? Jika anda bersedia, saya yakin pejabat itu akan meminta anda untuk menceraikan istri anda. Pejabat itu tidak mungkin mau, jika putrinya di jadikan istri ke dua. Karena menurut saya, jika benar anda ingin dinikahkan dengan putri pejabat itu, maka harta dan kekuasaan anda lah yang diincar oleh pejabat itu,"ujar CEO itu berasumsi.


"Aku pikir asumsi kamu sangat masuk akal. Tapi, kamu tidak perlu khawatir. Aku sangat yakin, jika dia akan berpikir seribu kali untuk menikahkan putrinya dengan aku,"ujar Rayyan tersenyum tipis.


CEO perusahaan cabang Rayyan yang lebih tua dari Rayyan itu menatap Rayyan dengan dahi yang berkerut. Sama sekali tidak ada kekhawatiran, apalagi rasa takut yang terlihat di wajah majikannya itu. Rayyan terlihat tenang tanpa beban sama sekali.


"Apa Tuan Rayyan bersedia menceraikan istrinya, jika pejabat itu benar-benar ingin menikahkan Tuan Rayyan dengan putrinya?"gumam CEO itu penuh tanda tanya dan penasaran dalam hatinya.


Waktu terus berputar. Tidak terasa matahari pun perlahan tenggelam dan perlahan menampilkan wajah sang malam. Rayyan dan Andi pergi ke restoran terkenal di kota itu untuk memenuhi undangan sang pejabat.


Seorang pejabat yang sudah menekan banyak pihak demi keuntungan pribadi nya. Mengandalkan sekelompok mafia sebagai backup ( penyokong ) untuk memuluskan semua keinginannya.


Rayyan dan Andi berjalan menuju private room di restoran yang terkenal paling laris dan berkelas di kota itu. Dua orang bodyguard nampak berjaga di depan pintu private room tempat tujuan kedua orang itu. Kedua bodyguard itu langsung membukakan pintu untuk Rayyan dan Andi, begitu dua orang itu sudah dekat dengan pintu itu.


"Tuan Rayyan! Mari! Silahkan masuk!Silahkan duduk! Senang sekali bertemu dengan anda. Seorang pengusaha sukses terkenal di berbagai negara dengan aset kekayaan di mana-mana. Suatu kehormatan malam ini anda mau meluangkan waktu untuk memenuhi undangan makan malam saya,"ujar pria paruh baya yang merupakan pejabat paling berkuasa di kota itu.


Pria paruh baya itu tersenyum ramah pada Rayyan dengan wajah yang terlihat sangat bahagia. Mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Rayyan.


Pria paruh baya itu menelisik menatap Rayyan,"Benar-benar pria yang sempurna. Kaya, tampan, mapan, crazy rich, masih muda dan tubuhnya juga terlihat proporsional. Jika aku seorang gadis, maka aku tidak akan pernah berhenti mengejarnya sampai aku mendapatkannya,"


"Aku harus bisa menjadikan dia sebagai menantuku. Dengan begitu, aku bisa menggunakan nama dan hartanya untuk menyokong aku menjadi orang nomor satu di negara ini,"gumam pria paruh baya itu dalam hati.

__ADS_1


"Terimakasih, atas undangan makan malamnya. Sungguh suatu kehormatan bagi saya karena anda sebagai penguasa kota ini mau mengundang saya untuk makan malam bersama anda,"sahut Rayyan tersenyum tipis.


"Anda terlalu merendah. Ternyata anda benar-benar masih muda dan tampan. Sama persis, bahkan lebih tampan dari profil anda di internet,"puji pria itu penuh senyuman.


"Anda terlalu memuji,"sahut Rayyan yang sebenarnya malas berbasa-basi seperti saat ini.


"Oh, ya, sambil berbincang, bagaimana jika anda melihat menu yang di tawarkan di restoran ini? Di restoran ini banyak menu yang menggugah selera,"ujar pria paruh baya itu masih dengan senyuman ramah di bibirnya.


Rayyan tersenyum tipis, kemudian membuka daftar menu. Belum genap satu menit Rayyan membaca daftar menu itu, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka.


Semua pasang mata yang ada di dalam ruangan itu pun menatap seorang gadis yang berada di depan pintu itu.


"Maaf, terlambat!"ucap gadis itu, lalu melangkah masuk ke dalam ruangan itu.


"Dia.. Wajah gadis ini. Wajahnya agak mirip dengan Dila,"gumam Rayyan dalam hati menatap gadis yang baru masuk itu tanpa berkedip.


Rayyan tertegun melihat gadis itu. Gadis cantik yang mirip dengan Dila. Namun gadis itu terlihat lebih cantik dan lebih muda dari pada Dila. Pembawaan gadis itu juga terlihat lebih lembut dan pakaiannya juga terlihat lebih sopan di bandingkan dengan Dila.


Pejabat itu tersenyum simpul melihat Rayyan yang nampak fokus menatap gadis yang baru saja masuk itu.


"Sepertinya Tuan Rayyan tertarik pada Lana. Kenapa tidak dari dulu saja aku mempertemukan mereka? Kenapa harus repot-repot menekan perusahaannya? Sungguh waktu dan tenaga yang sia-sia. Ini semua karena informan ku yang tidak benar,"gerutu pria paruh baya itu dalam hati


Informan pria paruh baya itu mengatakan, bahwa Rayyan sangat mencintai dan sangat setia pada istrinya. Karena itu, pria paruh baya itu tidak langsung mempertemukan Lana dengan Rayyan. Karena Rayyan juga berada di negara yang berbeda. Pria itu sengaja menekan perusahaan Rayyan agar Rayyan datang ke negara itu dan tidak bisa menolak keinginannya untuk menikahi putrinya.


"Perkenalkan, ini putri saya, Lana. Dia adalah putri sambung saya. Ibunya adalah orang asia,"ucap pria paruh baya itu penuh senyuman.


Gadis yang ternyata bernama Lana itu mengulurkan tangannya pada Rayyan dengan senyuman tipis. Rayyan menerima uluran tangan gadis itu dengan rasa penasaran di dalam hatinya, karena wajah Lana yang memang mirip dengan Dila.


Andi yang duduk di sebelah Rayyan pun memicingkan sebelah matanya melirik majikannya.

__ADS_1


"Jangan bilang Tuan tertarik pada gadis ini?"gumam Andi dalam hati.


Akhirnya empat orang itu makan malam sambil mengobrol ringan. Rayyan nampak makan dengan tenang sambil menanggapi perkataan pria paruh baya di depannya itu.


"Oh, ya, Tuan Rayyan, putri saya ini masih singel, loh. Dia lulusan sarjana dengan nilai terbaik. Pintar bermain piano, pintar melukis dan satu bulan ini juga mulai terjun di dunia bisnis. Saya yakin putri saya kelak akan menjadi wanita karir yang sukses,"ujar pria itu mulai mempromosikan putrinya. Gadis yang sedari tadi tidak banyak bicara.


Andi yang mendengar perkataan pria itu pun membuang napas kasar.


"Ck. Sepertinya dugaan ku benar. Pria ini memang ingin menjodohkan putrinya dengan Tuan Rayyan. Atau lebih tepatnya menjual anak tirinya. Tuan Rayyan tidak akan tertarik dengan gadis ini karena wajah gadis ini mirip dengan Dila, 'kan?"gumam Andi dalam hati, kembali melirik majikannya.


"Tuan memiliki permata yang sangat indah dan tidak ternilai. Pria yang akan menjadi pendamping hidup putri anda pasti akan menjadi pria yang sangat beruntung dan bahagia,"sahut Rayyan tersenyum tipis.


"Saya juga berpendapat seperti itu. Dan karena putri saya seperti permata yang sangat berharga, saya ingin putri saya mendapatkan seorang pria yang tampan, mapan, hebat dan bisa menjaga dia dengan baik. Sudah banyak pria yang melamar putri saya ini, tapi dari sekian banyak pria yang telah melamar putri saya, saya belum menemukan pria yang cocok untuk putri saya,"ujar pria paruh baya itu masih dengan senyuman di wajahnya.


Rayyan tersenyum tipis menanggapi perkataan pria di depannya itu. Meminum air putih dalam gelasnya dengan elegan.


"Tuan Rayyan, semenjak saya menjabat sebagai pemimpin kota ini, mungkin perusahaan anda agak mengalami kesulitan dengan kebijakan-kebijakan yang saya buat. Sebenarnya, saya bisa saja merevisi kebijakan-kebijakan itu, jika anda menginginkannya. Agar usaha anda bisa kembali berjalan dengan lancar, atau bahkan lebih lancar dari sebelumnya,"ujar pria paruh baya itu.


Pada akhirnya pria paruh baya itu mengungkapkan apa yang menjadi misinya membuat kebijakan-kebijakan yang menekan para pengusaha di kota itu, termasuk salah satunya adalah Rayyan.


"Benarkah? Saya akan senang sekali jika anda mengubah kebijakan yang anda buat di bidang bisnis,"sahut Rayyan.


"Saya berjanji akan mengubah kebijakan-kebijakan yang sudah saya buat dan membuat kebijakan baru yang bisa membuat bisnis anda dapat kembali berkembang. Tapi.. dengan satu syarat,"ujar pria paruh baya itu yang sudah menyusun rencana untuk menjerat Rayyan.


"Apa syaratnya?"tanya Rayyan to the point.


"Menikah dengan putri saya,"sahut pria paruh baya itu dengan senyuman di bibirnya, menatap Rayyan dengan tatapan serius.


...🌸❤️🌸...

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2