
Aurora memangku putranya dan membelai lembut pipi bayi mungil itu. Bayi dengan rambut tebal, hidung mancung, alis tebal, bibir bervolume. Sangat tampan dan menggemaskan.
"Apa Rayyan akan membenci ku dan anakku karena bapak telah membunuh papanya? Aku tidak berani muncul di hadapannya. Aku takut dia akan melakukan sesuatu pada kami. Aku sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Apa benar bapak melenyapkan papa Rayyan? Apa alasannya? Sayangnya aku tidak bisa bertanya apapun tentang hal ini pada bapak dan ibu,"gumam Aurora menghela napas panjang.
Bu Ella belum juga bisa bicara dan berjalan, menggerakkan tangannya pun masih sulit. Bahkan Bu Ella tidak bisa makan dan minum tanpa bantuan orang lain.
Sedangkan Pak Hamdan benar-benar tidak bisa mengingat apapun. Setelah satu bulan lebih, Pak Hamdan yang awalnya seperti orang asing pada keluarganya, akhirnya terbiasa juga dengan keluarganya. Mungkin karena ikatan batin dan kasih sayang diantara mereka penyebabnya. Hingga Pak Hamdan lambat laun bersikap seperti biasanya. Walaupun tidak bisa mengingat masa lalunya.
Di sisi lain, Bu Ella malah merasa senang dengan amnesia yang di alami oleh suaminya. Bahkan Bu Ella berharap, Pak Hamdan tidak akan mengingat masa lalunya lagi. Agar Pak Hamdan tidak terus-menerus merasa bersalah seperti beberapa tahun ini. Pak Hamdan merasa bersalah, walaupun saat itu Pak Hamdan tidak tahu jika dirinya diperalat oleh orang lain untuk melenyapkan nyawa seseorang. Rasa bersalah yang menghantui Pak Hamdan sejak kejadian itu dan sudah bertahun-tahun lamanya.
Sekarang Pak Hamdan benar-benar terlihat bahagia tanpa beban karena tidak mengingat kejadian itu lagi. Dan penyebabnya adalah amnesia yang dideritanya.
Sekitar satu bulan yang lalu, setelah pindah ke pulau ini, Aurora langsung mencari rumah untuk tempat tinggal. Hingga akhirnya Aurora membeli rumah yang ditempatinya saat ini. Aurora juga mencari tempat untuk memulai usaha. Sama seperti dulu, Aurora membuka kafe dan toko kue. Namun kali ini toko kue dan kafenya berdampingan.
Untung saja selama ini Aurora memiliki banyak tabungan dari toko kue dan kafenya. Belum lagi uang yang ditransfer nya dari ATM yang diberikan oleh Rayyan setiap bulannya. Karena Aurora takut Rayyan merasa tidak dihargai jika Aurora tidak menggunakan uang di ATM yang diberikan Rayyan. Sebab itulah Aurora memiliki banyak tabungan. Ditambah lagi dengan Aurora yang tidak suka membeli barang-barang yang tidak penting. Karena itu Aurora bisa membeli rumah dan kembali membuka usaha di kota tempatnya tinggal saat ini.
Sedangkan toko kue dan kafe Aurora yang dulu, semenjak Aurora pergi di urus oleh Nala atas perintah dari Rayyan.
Aurora memberi surat kuasa pada Bima untuk menarik tunai semua uangnya di tabungan dari kota tempat tinggal Rayyan. Agar Rayyan tidak bisa melacak keberadaan Aurora. Lalu setelah membeli rumah dan membuka usaha, Aurora memasukan sisa uangnya ke bank. Memakai nomor rekening bawahan Bima yang meninggal dalam tugas.
__ADS_1
Teman Bima itu yatim piatu dan belum berkeluarga. Jadi sebelum meninggal memberi pesan pada Bima untuk menyumbangkan semua harta bendanya pada anak yatim piatu. Jadi Bima tahu password ATM temannya itu dan akhirnya di berikan Bima pada Aurora.
Sedangkan Mastuti, handphonenya memang dihancurkan Bima dan diganti dengan yang baru. Handphone Aurora juga di hancurkan Bima. Namun sebelum dihancurkan, Aurora telah memindahkan foto-fotonya dan apapun yang di anggapnya penting ke dalam flashdisk. Demikian pula dengan foto-foto milik Mastuti pun di pindahkan ke dalam flashdisk sebelum handphonenya dihancurkan. Semua itu dilakukan agar Rayyan tidak bisa melacak keberadaan mereka.
Walaupun Mastuti memiliki handphone baru, tapi Mastuti tidak mengingat nomor telepon siapapun, termasuk nomornya sendiri. Sehingga Mastuti tidak bisa memberitahu Rayyan dimana keberadaannya dan Aurora saat ini. Apalagi saat ini Mastuti dan Rayyan berada di pulau yang berbeda.
Aurora menghela napas panjang menatap putranya yang sudah tidur. Mengingat bagaimana Rayyan sangat menyayangi bayi itu saat masih di dalam kandungannya. Sebelum akhirnya Aurora memutuskan pergi dan bersembunyi dari Rayyan.
"Aku rindu sekali padamu. Apa kamu masih tetap mencintai aku dan putra kita setelah kamu tahu bapak adalah orang yang telah melenyapkan papa mu?"gumam Aurora dengan wajah sendu.
Aurora tahu jika Rayyan sangat mencintai dirinya. Begitupun Aurora yang sangat mencintai Rayyan. Namun Aurora tidak yakin Rayyan akan tetap mencintai dirinya setelah tahu jika ayahnya lah yang melenyapkan papa Rayyan.
"Tok! Tok! Tok!"
Suara ketukan di pintu itu membuyarkan lamunan Aurora.
"Masuk!"ucap Aurora.
Tak lama kemudian, Mastuti pun muncul dari balik pintu.
__ADS_1
"Nyonya, ini susu nyonya. Nyonya harus rajin minum susu untuk ibu menyusui agar ASI nyonya lancar,"ujar Mastuti seraya menyodorkan segelas susu yang dibawanya pada Aurora.
"Terimakasih, Bik,"ucap Aurora seraya mengambil susu itu dari Mastuti.
"Nyonya, maaf jika saya lancang. Saya tidak tahu apa masalah anda dengan Tuan. Tapi, apapun masalahnya, sebaiknya nyonya bicarakan baik-baik dengan Tuan. Nyonya harus ingat, ada anak di antara nyonya dan Tuan. Jangan sampai Tuan Muda menjadi korban dari masalah anda dan Tuan. Tuan muda butuh figure seorang ayah,"ujar Mastuti memberanikan diri.
"Aku belum siap, Bik. Aku ingin menenangkan diri terlebih dahulu,"
"Saya harap, nyonya segera menyelesaikan masalah nyonya dengan Tuan. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut dan menghancurkan kebahagiaan Tuan dan nyonya. Tidak baik jika suami-istri berpisah terlalu lama. Apalagi ada anak yang membutuhkan kasih sayang, perhatian dan bimbingan dari Tuan dan nyonya. Jangan sampai Tuan Muda menjadi korban dari ego Tuan dan nyonya.,"ujar Mastuti memberikan saran.
Mastuti takut Aurora tidak berniat untuk kembali pada Rayyan. Karena Aurora telah membeli rumah dan juga membuka usaha di tempat tinggal mereka saat ini. Untuk apa membeli rumah dan membuka usaha jika tidak ingin menetap lama? Itulah yang ada di pikiran Mastuti saat ini.
Aurora terdiam mendengar kata-kata Mastuti. Jujur, saat ini Aurora benar-benar takut pada Rayyan. Aurora tidak bisa melupakan ekspresi Rayyan saat mengatakan bahwa Rayyan bersumpah akan membuat orang yang melenyapkan papanya menderita. Tidak akan membiarkan orang itu hidup dengan tenang, karena telah berani meracuni papanya hingga meninggal.
... 🌸❤️🌸...
.
To be continued
__ADS_1