
Andi membawa Zayn jalan-jalan. Zayn juga nampak akrab dengan Andi. Saat Zayn di ajak bicara Andi, bayi itu juga nampak merespon dengan baik, walaupun dengan bahasa bayi yang tidak bisa dimengerti oleh Andi. Namun tetap saja Andi merasa senang.
"Tuan muda, jangan bersuara, ya! Kita akan mengintip apa yang sedang dilakukan papa dan mama Tuan muda,"ujar Andi saat melihat Rayyan sedang memeluk Aurora dari belakang.
Zayn yang berada dalam gendongan Andi nampak mengerti dengan apa yang dikatakan Andi. Bayi itu diam dan memperhatikan kedua orang tuanya. Sedangkan Andi mulai mengambil handphonenya dan merekam kemesraan kedua majikanya.
Andi mati-matian menahan tawa melihat majikannya yang selalu menampilkan sikap dingin dan datar di depan semua orang itu, kini sedang menggobali istrinya.
"Cut!"ucap Andi setelah lama merekam adegan mesra kedua majikannya yang membuat Rayyan dan Aurora yang sedang bermesraan itu menoleh padanya. Sedangkan Zayn malah terkekeh.
"Andi!"ucap Rayyan dengan suara berat nampak menahan emosi menatap Andi dengan tajam. Sedangkan Aurora malah ikut tertawa.
"Kabur Tuan Muda,"ujar Andi penuh senyuman karena telah berhasil mengabadikan kebucinan majikannya. Andi bergegas meninggalkan tempat itu karena melihat majikannya nampak marah. Zayn malah semakin terkekeh saat Andi membawa dirinya berlari.
Zayn menyangka papanya tidak benar-benar marah, karena melihat Andi dan mamanya yang tertawa.
"Papa Tuan Muda benar-benar bucin akut tingkat dewa,"ujar Andi ikut terkekeh.
Zayn memang cepat akrab dengan orang-orang tertentu saja. Terutama dengan orang-orang baik yang ada di sekelilingnya.
"Dasar si Andi sialan!"umpat Rayyan setelah Andi menjauh. Rayyan harus menahan emosinya karena Andi bersama putranya. Rayyan sangat sadar jika tidak baik menunjukkan kemarahan di depan putranya yang masih kecil karena akan memberikan pengaruh yang tidak baik bagi perkembangan otak putranya yang masih bayi.
"Jangan marah! Andi, 'kan, orangnya memang seperti itu,"sahut Aurora seraya mengelus dada suaminya agar pria itu tidak lagi emosi.
"Huff.. Kamu tahu? Tidak ada orang yang betah bekerja dengan dia karena mulutnya yang ceplas-ceplos itu. Aku lah orang yang paling sabar yang mempekerjakan dia dan bertahan dengan dia selama bertahun-tahun,"ujar Rayyan yang memang benar adanya.
"Kalau begitu, kamu bisa di bilang orang yang jujur, dong?"ujar Aurora kembali melingkarkan tangannya di leher Rayyan.
"Kamu baru sadar jika suamimu ini orang jujur?"sahut Rayyan kembali merengkuh pinggang Aurora. Pria itu tersenyum tipis dengan ekspresi narsis.
"Kamu selalu saja narsis,"ujar Aurora terkekeh kecil melihat suaminya yang selalu saja menunjukkan tampang narsisnya itu.
"Ish.. Kamu selalu saja mengatakan jika aku narsis. Padahal apa yang aku katakan ini adalah kenyataan,"keluh Rayyan menghela napas panjang.
"Ya.. Ya. Itu memang kenyataan. Karena, jika kamu tidak jujur, suatu saat kebohongan kamu yang diketahui Andi akan terbongkar Karena mulutnya yang ceplas-ceplos itu,"sahut Aurora kembali terkekeh.
"Entah kapan dia akan menikah. Sampai sekarang pun masih jomblo,"ujar Rayyan menertawakan Andi.
__ADS_1
"Mungkin kamu terlalu memberikan dia banyak pekerjaan. Sehingga dia tidak sempat mendekati cewek,"
"Kami memang selalu sibuk. Tapi, banyak bawahan dan juga klien yang masih singel dan berwajah cantik yang sepertinya menyukai dia. Tapi, di acuhkan oleh dia,"
Rayyan tahu jika lumayan banyak wanita dari perusahaan nya dan juga dari perusahaan lain yang sebenarnya menunjukkan tanda-tanda menyukai Andi. Tapi, Andi bersikap datar dan dingin seperti dirinya. Hingga banyak wanita yang jadi, nervous jika bicara dengan Andi.
"Mungkin belum ada yang cocok dan bisa membuat Andi jatuh cinta,"ujar Aurora berasumsi,"Padahal, menurut ku, Andi orang yang menyenangkan, humoris, hangat dan bijaksana. Seharusnya dia tidak memiliki kriteria yang terlalu tinggi, hingga membuat dia kesulitan menemukan jodoh, 'kan?"
"Kriteria Andi memang tidak terlalu tinggi. Hanya ingin wanita baik-baik yang masih singel. Bahkan jika wanita itu seorang janda beranak dua pun katanya tidak masalah. Dia bilang kalau menikah dengan janda beranak dua itu beli satu gratis dua,"ujar Rayyan tertawa geli jika mengingat pembicaraannya bersama Aiden dan Andi beberapa waktu yang lalu
"Ada-ada saja si Andi,"sahut Aurora yang ikut tertawa geli mendengar cerita Rayyan,"Tapi, awal-awal bertemu Andi dulu, kak Sumi bilang kalau Andi itu orangnya datar, dingin dan kata-katanya sadis. Namun, sekarang Andi tidak bersikap seperti itu pada kak Sumi. Apa Andi hanya bersikap seperti itu pada orang yang tidak akrap dengan dia saja?"
"Yap. Kamu benar, sayang. Andi memang bersikap seperti itu dengan orang yang tidak akrap dengan dia. Dan kamu tidak pernah melihat sisi datar dan dingin dari Andi itu. Entah apa pesona mu hingga Andi tidak pernah menunjukkan sikap itu padamu,"sahut Rayyan yang memang dari awal sangat penasaran dengan sikap Andi pada Aurora yang berbeda dari biasanya.
Bahkan Andi selalu berusaha keras untuk menyatukan dirinya dengan Aurora. Jujur, jika saja Andi tidak campur tangan dalam hubungannya dengan Aurora, mungkin dirinya dan Aurora sudah berpisah sejak lama.
Andi memberinya banyak nasehat dan juga solusi di setiap permasalahannya dengan Aurora. Merubah dirinya sedikit demi sedikit menjadi pribadi dan suami yang lebih baik. Hingga secara perlahan Aurora pun jatuh cinta pada dirinya.
Rayyan tidak pernah menyadari bahwa kebahagiaan dirinya sangat berarti bagi Andi. Karena Rayyan sudah banyak berjasa bagi Andi. Andi tidak akan menjadi seperti sekarang ini, jika tanpa Rayyan. Dan hanya Rayyan lah yang mampu bertahan mempekerjakan dirinya dengan mulutnya yang ceplas-ceplos itu.
"Mungkin.. Andi terpesona dengan kecantikan ku. Sehingga tidak bersikap dingin dan datar padaku,"ujar Aurora yang ketularan narsis dari Rayyan.
"Kenapa kamu mencintai aku?"tanya Aurora tiba-tiba.
"Aku tidak punya alasan kenapa aku mencintaimu. Perasaan itu datang sendiri tanpa ku sadari, apalagi aku pinta. Cintaku tidak punya alasan, cintaku hanya butuh balasan. Karena jika aku punya alasan untuk mencintai mu, aku akan memiliki alasan untuk berhenti mencintai mu,"jawab Rayyan seraya mengelus pipi Aurora yang putih bersih dan halus.
"Tapi aku tidak sempurna,"sahut Aurora yang merasa memiliki banyak kekurangan.
Aurora hanya lulusan SMA, egois, keras kepala dan suka mengambilkan keputusan tanpa berpikir panjang. Itulah dirinya. Walaupun seiring berjalannya waktu, sifat negatifnya itu berangsur berkurang.
"Aku tidak membutuhkan yang sempurna, aku hanya membutuhkan seseorang yang bisa membuatku merasa sempurna. Aku butuh seseorang yang bisa membuat aku merasa tenang dan nyaman. Orang yang bisa mendengarkan keluh kesah ku tanpa men-judge aku. Dan orang itu adalah kamu,"sahut Rayyan sesuai isi hatinya.
"Terimakasih karena mau menerima aku apa adanya. Terimakasih karena tetap bertahan di samping ku bagaimana pun keadaan ku. Aku merasa bahagia dan beruntung memilikimu,"ucap Aurora jujur adanya.
"Aku akan tetap berada di samping mu, menua bersamamu. Melihat anak-anak kita tumbuh dewasa dan menikah. Menjaga cucu-cucu kita kelak,"ucap Rayyan seraya memegang kedua pipi Aurora.
"Je t'aime (Aku mencintaimu),"ucap Aurora dengan tatapan penuh cinta.
__ADS_1
"Je t'aime aussi (Aku juga mencintaimu),"balas Rayyan.
"Kamu bisa bahasa Prancis?"tanya Aurora tersenyum tipis, tidak menyangka jika Rayyan menguasai bahasa Prancis.
"Lumayan. Aku adalah seorang pebisnis. Jika ingin berbisnis dengan orang asing, akan lebih nyaman jika menguasai bahasa partner bisnis ku. Karena itu, aku belajar beberapa macam bahasa asing. Kamu sendiri, kamu menguasai berapa bahasa asing?"tanya Rayyan karena selam ini mereka tidak pernah membahas soal bahasa yang mereka kuasai.
"Aku hanya menguasai bahasa inggris sekitar tujuh puluh persen,"jawab Aurora menyengir bodoh,"Bahasa Prancis.. Aku dulu pernah belajar. Tapi, aku menyerah. Ternyata bahasa Prancis lebih sulit dari bahasa inggris. Kata saja harus dibedakan maskulin dan feminim,"keluh Aurora yang memang pernah belajar bahasa Prancis dan merasa kesulitan saat mempelajarinya.
"Memang banyak yang mengeluh soal itu. Namun, bagi seseorang yang lahir di Perancis (atau di negara berbahasa Perancis), hal tersebut sangatlah wajar dan mereka tidak kesulitan membedakan antara kata benda maskulin dan feminin. Jika mereka tidak mengalami kesulitan, lalu mengapa mereka harus mengubahnya? Agar orang asing lebih mudah mempelajari bahasa mereka?"
"Jika kita ingin melakukan hal seperti itu dan membuat mereka mengubah bahasa mereka demi mempermudah kita mempelajari bahasa mereka, lalu bagaimana jika mereka meminta kita mengubah beberapa hal dalam bahasa kita agar mereka lebih mudah mempelajari bahasa kita?"
"Iya, juga, sih. Bahasa Indonesia saja bahasa tersulit di dunia nomor sepuluh dan tersulit di Asia nomor tiga,"sahut Aurora.
"Kamu tahu bahasa apa yang tidak sulit?"
"Apa?"tanya Aurora serius.
"Bahasa cinta physical touch (sentuhan fisik). Itu bahasa cinta yang paling mudah dimengerti dan dipahami,"ujar Rayyan memiringkan kepalanya semakin mendekati wajah Aurora.
"Modus!"ucap Aurora seraya mendorong dada Rayyan.
"Ish.. Sayang, aku hanya ingin menciummu,"keluh Rayyan yang sedari tadi gagal mencium Aurora.
...π"Jika kamu mencintai dia, maka kebahagiannya akan lebih penting daripada kebahagiaanmu sendiri."π...
..."Nana 17 Oktober "...
...πΈβ€οΈπΈ...
Notebook:
Menurut para psikolog, bayi di usia enam bulan yang baru bisa duduk sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Pemimpin proyek penelitian ini, Profesor Paul Bloom, psikolog di Yale University mengatakan, "Hasil penelitian menyatakan bahwa manusia sudah memiliki sense (bisa dimengerti dengan akal sehat) terhadap apa yang baik dan tidak sejak usia dini."
Karena itulah seorang bayi bisa merasakan mana orang yang baik dan tulus, serta mana orang yang jahat dan berpura-pura baik.
β’Karena lebih banyak yang ingin novel ini lanjut. Maka cerita ini akan aku lanjutkan. Terimakasih atas jawaban reader semua. π€π€πππππ
__ADS_1
Kalau ada typo spill aja.πππππ
To be continued