
Rayyan terlihat kesal dengan keadaan yang sedang di hadapinya saat ini. Rayyan tidak tahu gadis di depannya ini benar-benar ketakutan atau pura-pura ketakutan. Tapi, ekspresi wajahnya memang terlihat benar-benar ketakutan.
"Keluarlah dari kamarku! Aku tidak suka ada orang asing berada di kamar ku,"ujar Rayyan tidak mau mengambil risiko apapun dengan kehadiran gadis itu di kamarnya.
Rayyan tidak ingin rumah tangganya di terpa masalah karena gadis yang tiba-tiba menyelonong masuk ke dalam kamar hotelnya itu.
"Tolong biarkan saya bersembunyi di sini sebentar Tuan. Saya mohon! Beberapa menit saja. Ada orang yang hendak mencelakai saya,"ucap gadis itu dengan wajah memelas.
"Aku ini seorang pria, dan kamu adalah seorang wanita. Kita berada di dalam ruangan tertutup hanya berdua saja. Apa kamu tidak takut jika aku akan melakukan sesuatu padamu?"tanya Rayyan dengan tatapan tajam dan senyuman dingin mengintimidasi.
"Sa.. Saya yakin anda adalah pria baik-baik. Bukan pria brengseek yang suka mempermainkan wanita. Tuan tidak akan melakukan sesuatu yang buruk pada saya,"sahut Lana tergagap.
"Ck. Mudah sekali kamu percaya pada orang yang baru kamu kenal dan baru sekali kamu temui,"decak Rayyan membuang napas kasar.
"Hati kecil saya mengatakan jika Tuan orang baik-baik,"sahut Lana terlihat yakin dengan perasaannya.
"Dasar keras kepala! Aku memberimu waktu beberapa menit untuk bersembunyi di sini. Tolong menyingkirkan sebentar dari pintu itu!"pinta Rayyan yang merasa gadis itu tidak berbohong.
"Terimakasih,"ucap Lana seraya bergeser dari pintu kamar itu memberi jalan pada Rayyan.
Rayyan bergegas keluar dari kamar itu. Tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya karena keberadaan gadis itu di dalam kamarnya. Dirinya harus waspada dan mengantisipasi segala hal yang bisa menganggu keharmonisan rumah tangganya.
Tidak mudah dan butuh perjuangan yang sangat panjang dan penuh rintangan, hingga akhirnya dirinya bisa mendapatkan kebahagiaan seperti saat ini. Jadi Rayyan harus bisa menjaga kebahagiaan yang sudah dicapainya dengan susah payah itu sebaik mungkin.
"Huff.. Aku baru saja ingin istirahat, tapi gangguan malah datang,"gerutu Rayyan membuang napas kasar. Namun Rayyan mengernyitkan keningnya saat mendengar suara derap langkah kaki beberapa orang. Pria itu segera menepi dan mengambil handphonenya dan berpura-pura sedang sibuk dengan handphonenya.
"Cari terus gadis itu! Jika tidak ketemu, Tuan akan marah besar pada kita,"
"Gadis itu tadi pergi ke arah sini, bos, tapi langsung hilang begitu saja. Bagaimana jika dia masuk ke salah satu kamar pengunjung hotel?"
"Cari dulu, jika tidak ketemu, kita pergi ke ruang kontrol cctv hotel,"
Rayyan masih pura-pura sibuk dengan handphonenya saat beberapa orang pria itu melewati dirinya.
"Tuan! Sedang apa Tuan di sini?"
Rayyan menoleh ke arah suara yang sangat di kenali nya. Suara asistennya yang mulutnya tidak bisa di rem. Melihat Andi, tiba-tiba Rayyan memilki sebuah ide.
"Andi! Mana kunci kamar kamu?"tanya Rayyan seraya menadahkan tangannya pada Andi tanpa menjawab pertanyaan Andi.
__ADS_1
"Untuk apa, Tuan?"tanya Andi nampak mengernyitkan keningnya menatap majikannya itu.
"Aku sudah sangat capek. Aku ingin segera istirahat. Tapi ada yang menganggu di kamar ku. Tolong kamu singkirkan gangguan di kamar ku! Cepat berikan kunci kamarmu!"pinta Rayyan yang masih menadahkan tangannya pada Andi.
"Gangguan apa, sih, Tuan?"tanya Andi seraya menyerahkan kunci kamarnya pada Rayyan.
"Kamu lihat saja sendiri,"sahut Rayyan seraya memberikan kunci kamarnya pada Andi, lalu pria itu berjalan menuju kamar Andi.
Andi menatap majikannya yang semakin menjauh dari dirinya itu dengan tatapan penuh tanda tanya. Pemuda itu sangat penasaran dengan apa yang di maksud gangguan oleh majikannya. Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Andi pun bergegas ke kamar majikannya.
"Gangguan apa, sih? Kenapa tidak menghubungi petugas hotel, jika merasa ada yang tidak nyaman di kamarnya? Huff.. Tuan ini selalu saja merepotkan aku,"gerutu Andi seraya berjalan menuju kamar majikannya.
"Ceklek"
"Kamu?"
Andi membuka pintu kamar hotel majikannya dan terkejut melihat Lana yang ada di dalam kamar itu. Gadis itu duduk di tepi ranjang Rayyan dan nampak gelisah seraya memegangi kepalanya.
"Cepat keluar dari kamar ini!"pinta Andi dengan suara datar.
"Panas sekali,"gumam Lana terlihat semakin gelisah seraya mengibas ngibaskan tangannya layaknya kipas.
Namun Lana seperti tidak peduli pada Andi. Andi yang tidak sabar pun menarik Lana dan membawanya ke arah pintu.
"Tolong saya! Panas sekali,"ujar Lana yang di tarik Andi ke arah pintu.
"Ceklek"
"Bagaimana ini, bos? Cctv di lorong hotel ini mengalami gangguan beberapa menit yang lalu hingga kita tidak bisa melihat ke mana gadis itu pergi,"
"Sial! Bagaimana kita mencarinya? Tidak mungkin kita mencari ke kamar para tamu hotel. Pihak hotel tidak akan mengizinkan kita menggeledah kamar para tahu. Gadis itu pasti bersembunyi di salah satu kamar di sekitar sini,"
"Obat yang kita berikan pasti sudah bersaksi, bos,"
"Shiitt.! Kita pasti akan di marahi habis-habisan oleh Tuan,"
Andi yang baru membuka sedikit pintu kamar itu tidak jadi keluar dari kamar dan mengernyitkan keningnya saat mendengar pembicaraan beberapa orang pria yang sedang lewat itu.
"Astaga!"Andi yang sedang menguping pembicaraan beberapa orang pria yang lewat itu membulatkan matanya saat tiba-tiba merasakan tubuhnya di peluk dan dadanya di cium.
__ADS_1
"Ceklek"
"Hei, hentikan!"pekik Andi yang terdorong ke arah pintu, hingga pintu itu kembali tertutup. Andi mendorong tubuh Lana hingga gadis itu tersungkur di lantai.
"Panas!"gumam Lana seraya berusaha melepaskan dress yang di pakainya dengan tidak sabar.
"Hei, apa yang kamu lakukan?! Jangan lepas bajumu!"sergah Andi menjadi panik sendiri.
Lana tidak menghiraukan perkataan Andi dan tetap melanjutkan melepaskan dress yang di pakainya.
"Astagaa.. Ya Tuhan .. Mataku ternoda. Tidak di lihat penasaran, di lihat takut tergoda,"gumam Andi nampak kelimpungan sendiri melihat Lana melepaskan dress nya.
Lana bangkit dari lantai hingga dress-nya pun lolos dari tubuhnya. Gadis itu berdiri dengan hanya menggunakan kain penutup dada berbentuk kacamata dan celana short (celana pendek ketat) saja.
Andi yang masih perjaka ting-ting itu menelan salivanya kasar melihat tubuh putih mulus, dua bukit kembar yang terlihat menyembul sebagian dan terlihat sangat menggoda itu. Celana short yang benar-benar pendek hingga memperlihatkan bentuk pinggul dan paha Lana yang indah.
"Shiitt! Keindahan mana yang aku dustakan? Mataku benar-benar ternoda,"gumam Andi yang tubuhnya terasa meremang melihat pemandangan di depan matanya itu.
Andi sudah sering melihat para turis asing yang berjemur di tepi pantai menggunakan pakaian yang lebih minim dari yang di pakai Lana saat ini, atau melihat gambar di aplikasi belanja online dengan penampilan yang tidak jauh berbeda dengan Lana saat ini. Namun baru kali ini Andi melihat secara jelas bentuk tubuh seorang wanita yang hanya menggunakan kain penutup dada berbentuk kacamata dan celana short.
"Hentikan! Menjauh dariku!"bentak Andi yang sempat terpaku melihat keindahan tubuh Lana. Tidak menyadari jika gadis itu terus mendekati dirinya, hingga akhirnya memeluk dirinya.
Lana berusaha mencium Andi, dan Andi berusaha menghindar. Lana seperti orang kesurupan. Gadis itu terus berusaha mencium Andi, bahkan berusaha melepaskan baju Andi. Gadis itu terus meringsek Andi hingga tubuh Andi terbentur di pintu. Andi benar-benar kelabakan mengahadapi Lana yang sedang dalam pengaruh obat itu.
"Hentikan!"pekik Andi menghindar dari ciuman Lana.
"Tolong aku!"gumam Lana terus berusaha meringsek tubuh Andi.
"Shiitt! Aku tidak mau kehilangan keperjakaan ku dengan cara seperti ini. Di mana harga diri ku sebagai seorang pria jika sampai keperjakaan ku di renggut secara paksa?Tuan benar-benar kejam padaku. Tadi ingin menjual aku dan sekarang malah menjebak aku di dalam kamar dengan gadis yang terkena pengaruh obat seperti ini. Aku akan minta kompensasi pada Tuan karena hal ini,"gerutu Andi merasa kesal pada Rayyan.
Andi mengangkat tubuh Lana, menggendong tubuh gadis itu layaknya karung beras agar gadis itu tidak bisa mencium dirinya. Pemuda itu membawa Lana ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuh gadis itu dengan air dingin dari shower.
Namun gadis itu masih saja berusaha menyerang Andi. Akhirnya Andi kembali memanggul Lana ke arah bathtub. Memasukkan Lana ke dalam bathtub dan mengisi bathtub itu dengan air dingin. Beberapa kali Andi menenggelamkan Lana dalam bathtub yang airnya penuh itu hingga Lana terbatuk-batuk.
"Hei! Akkhh!"
...🌸❤️🌸...
.
__ADS_1
To be continued