
"Sumi menghela napas panjang menatap Hendrik,"Lalu, apa yang membuat pria tampan seperti kamu terdampar di gubuk ku ini?"tanya Sumi terlihat santai dan tenang.
Hendrik ikut menghela napas panjang, lalu berkata,"Ada milikku yang paling berharga yang tertinggal sama kamu,"
Sumi memicingkan sebelah matanya menatap Hendrik yang menampilkan ekspresi tidak berdaya.
"Milikmu yang paling berharga yang tertinggal sama aku?"tanya Sumi memastikan.
"Hum,"sahut Hendrik seraya mengangguk kecil.
"Apa?"tanya Sumi yang merasa tidak menemukan barang berharga apapun milik siapapun termasuk milik Hendrik.
"Hatiku. Hatiku tertinggal sama kamu,"sahut Hendrik seraya memegang dadanya dengan kedua tangannya. Memasang wajah sendu namun penuh pesona.
"Dasar buaya darat! Aku serius, eh, kamu malah menggombal,"sahut Sumi menghela napas kemudian menggelengkan kepalanya pelan.
"Aiihh... apa kamu tidak terpesona sedikitpun padaku?"tanya Hendrik yang melihat Sumi nampak biasa saja bersama dengan dirinya yang biasanya digandrungi oleh kaum hawa.
"Aku sudah kenyang bertemu pria yang suka tebar pesona seperti kamu. Yang ingin bercinta tanpa modal. Hanya mengandalkan tampang rupawan dan bentuk tubuh proporsional seperti kamu,"ujar Sumi tanpa sungkan ataupun takut jika Hendrik tersinggung.
"Ha..ha.ha.. kamu sungguh paham soal pria,"sahut Hendrik yang salut pada Sumi.
"Sebenarnya, kamu mau apa ke sini? Kalau mau merayu aku, lupakan saja! Jangan buang-buang waktumu! Karena aku tidak akan termakan bujuk rayumu. Apalagi naik ke atas ranjang mu,"ujar Sumi terlihat biasa saja.
"Aku hanya mencari teman ngobrol aja. Aku lagi galau,"sahut Hendrik menampilkan wajah tidak berdaya.
"Lagumu kayak ABG aja. Sudah bangkotan seperti kamu itu nggak cocok mau galau galauan,"ujar Sumi tanpa rasa berdosa.
"Permisi, nona, Tuan,"ucap seorang pelayan menyuguhkan minuman dan cemilan untuk keduanya. Pelayan yang masih berusia sekitar dua puluh tujuh tahun itu nampak curi-curi pandang pada Hendrik. Hendrik pun tersenyum dengan sejuta pesonanya.
"Ck, berhentilah tebar pesona! Kamu sudah seperti ayam jago aja. Nggak peduli tua atau muda, cantik atau tidak, asal bisa di ajak kawin langsung di pepet aja,"celetuk Sumi sekenanya setelah pelayan itu pergi.
"Aiihh.. jangan samakan aku dengan ayam jago juga, dong, cantik!"sahut Hendrik yang sama sekali tidak tersinggung dengan kata-kata Sumi.
"Minum, gih! Ngomongnya aja galau. Tapi masih tebar pesona sana-sini,"ujar Sumi masih dengan gayanya yang santai.
__ADS_1
Sudah biasa menghadapi pria, apalagi pria hidung belang, karena profesinya sebagai wanita kupu-kupu malam dulu. Jadi Sumi terlihat biasa saja jika berdekatan dengan seorang pria. Tidak merasa canggung apalagi malu. Tidak pula menjaga image. Sumi tidak ingin mendapatkan pasangan yang menyukai dirinya hanya karena image nya. Sumi ingin pasangan yang menyukai dan menerima dirinya apa adanya. Jadi Sumi tidak akan berpura-pura di depan siapapun. Karena menurut Sumi, berpura-pura itu melelahkan.
"Ngomong-ngomong, kamu sudah punya pacar belum?"tanya Hendrik penasaran.
"Belum,"sahut Sumi singkat.
"Kalau begitu, aku boleh mendaftar, dong, buat jadi pacar kamu?"ucap Hendrik tersenyum penuh pesona serata menaik turunkan kedua alisnya.
"Aku ingin mencari pasangan yang setia dalam artian sesungguhnya. Bukan Setia, alias setiap tikungan ada seperti kamu. Bukan juga Sasimu seperti kamu, alias sana-sini mau,"ujar Sumi menohok.
"Asal kamu mau sama aku, aku akan menjadi setia dalam artian sesungguhnya dan tidak ada menjadi pria Sasimu lagi,"ucap Hendrik bersunguh- sungauh.
"Ck, mana aku percaya pada kata-kata seorang pria pecinta wanita seperti mu,"decak Sumi memasang wajah yang meremehkan Hendrik.
"Aku berjanji akan berubah, asal kamu mau sama aku,"ucap Hendrik serius.
"Selain setia, aku juga memiliki kriteria lain dalam mencari pasangan. Apa kamu yakin, jika kau termasuk dalam kriteria ku itu?"
"Kriteria lain? Apa itu? Katakanlah!"pinta Hendrik semakin penasaran.
"Selain suka dengan pria yang setia, aku juga suka dengan pria yang memiliki banyak bunga, dan memiliki pribadi,"
"Bunga bank, bunga deposito, dan bungalow,"
"Aiih.. bunganya ternyata bukan bunga biasa,"sahut Hendrik yang tadinya ingin mengingat bunga apa yang di sukai Sumi.
"Tentu saja bukan bunga biasa. Karena bunga asli tidak bertahan lama. Sedangkan bunga imitasi tidak berbau. Jadi, aku tidak terlalu suka dengan kedua macam bunga itu,"sahut Sumi enteng.
"Lalu pria yang punya pribadi seperti apa yang kamu suka?"tanya Hendrik semakin penasaran.
Walaupun sekarang dirinya belum memiliki bunga yang seperti diinginkan Sumi. Tapi jika dirinya mau berusaha, Hendrik yakin jika dirinya pasti bisa memiliki bunga yang di sukai oleh Sumi itu.
"Aku suka pria yang punya pribadi baik dan pekerja keras. Dan tentunya harus punya rumah pribadi, kendaraan pribadi dan usaha prinadi,"sahut Sumi yang sudah tertular oleh Aurora.
"Aiihh.. konsep bunga dan pribadi yang kamu katakan dan inginkan benar-benar berbeda dengan orang lain,"sahut Hendrik yang merasa tidak masuk dalam kriteria Sumi sama sekali.
__ADS_1
Yang dimiliki Hendrik hanyalah warisan. Perusahaan warisan yang harus di bagi dua dengan Rayyan. Rumah cuma rumah warisan yang juga harus di bagi dua dengan Rayyan. Kendaraan, walaupun mobil sport yang dipakainya sudah diberikan Rayyan sebagai hak miliknya, tapi untuk membayar pajak dan biaya perawatannya saja Hendrik tidak punya budget dan Rayyan lah yang menanggung pajak dan biaya perawatannya.
Bunga bank, bunga deposito, apalagi bungalow, Hendrik tidak punya sama sekali. Pasalnya, rekeningnya saja bakal tutup kalau Rayyan tidak mentransfer nya tiap bulan. Karena setiap akhir bulan, saldo yang tersisa di rekening Hendrik hanya saldo minimal yang sudah tidak bisa ditarik lagi.
Persis sama seperti saldo rekening milik author. Yang hanya punya saldo saat tanggal 1 dan tanggal 16 saja. Karena dapat transfer dari anak sulung tercinta yang Soleh dan pengertian, impian sejuta wanita.
Lalu bagaimana bisa Hendrik punya bunga bank dan bunga deposito, apalagi bungalow jika seperti itu ceritanya?
"Kenapa? Kamu tidak termasuk dalam pria kriteria ku?"tanya Sumi tersenyum miring.
"Beri aku waktu! Aku berjanji akan berubah untuk kamu. Aku akan menjadi pria seperti yang kamu mau,"ucap Hendrik penuh kesungguhan.
"Jangan pernah berubah untuk orang lain! Berubah lah untuk dirimu sendiri! Karena jika kamu berubah untuk orang lain, bagaimana jika orang lain sudah tidak sabar menunggu hasil perubahan kamu dan memilih bersama yang lain? Apa kamu akan berhenti berubah dan kembali menjadi seperti sekarang? Kalau kamu memiliki niat untuk berubah, lebih baik kamu berubah untuk dirimu sendiri. Maka kamu juga akan mendapatkan yang terbaik untuk diri kamu. Itu yang aku pelajari akhir-akhir ini. Lagi pula, kita tidak pernah tahu siapa jodoh kita. Belum tentu orang yang kamu suka adalah jodoh kamu,"ujar Sumi jujur adanya.
Akhir-akhir ini, Sumi memang berusaha berubah dari kebiasaan buruknya yang boros dan membeli sesuatu yang tidak penting. Bukan karena takut pada ancaman Andi, tapi karena Sumi sadar jika kebiasaannya itu tidak baik bagi dirinya sendiri. Apalagi masih ada ibu dan adik-adiknya yang harus di hidupnya. Jika dirinya bangkrut, bagaimana dengan nasib keluarganya? Mau menjual diri lagi? Tidak. Sumi benar-benar ingin bertobat. Sumi tidak ingin melihat ibunya menangis dalam rasa bersalah karena dirinya menjual diri demi menghidupi ibu dan adik-adiknya.
...🌟"Jangan pernah berubah karena ingin dicintai. Tapi berubahlah agar kau layak untuk dicintai."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
Notebook :
•Definisi (arti) kriteria menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (selanjutnya disebut KBBI) adalah ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu. ukuran-ukuran yang dipakai untuk mempertimbangkan atau menentukan sesuatu.
•Bunga deposito merupakan bentuk keuntungan paling nyata untuk investasi jenis deposito. Apa itu bunga deposito? Ini sebenarnya adalah nilai yang akan kamu terima sebagai pelaku deposito dari pihak bank sebagai bentuk imbalan atas penyimpanan uang yang kamu lakukan dalam rentang waktu tertentu.
•Bungalow adalah sebuah bangunan penginapan yang bentuknya seperti rumah. Penginapan ini paling sering dibangun di daerah wisata alam dan jauh dari pusat kota yang bising. Misalnya, di pinggir pantai, tengah hutan, atau tepi danau.
•Mengutip Britannica, bungalow adalah rumah satu lantai dengan atap miring, bentuknya kecil, dan memiliki teras. Nama ini berasal dari kata Hindi yang berarti sebuah rumah dalam gaya Bengali dan masuk ke dalam bahasa Inggris selama era pemerintahan Inggris di India
•Secara umum imitasi adalah proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki oleh orang lain (Sasmita, 2011)
•Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konsep berarti; pengertian, gambaran mental dari objek, proses, pendapat (paham), rancangan (cita-cita) yang telah dipikirkan.1 Agar segala kegiatan berjalan dengan sistematis dan lancar, dibutuhkan suatu perencanaan yang mudah dipahami dan dimengerti.
__ADS_1
.
To be continued