Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
78. Kesal


__ADS_3

...πŸ’žπŸ’žπŸ’ž Chapter ini lumayan 🍍🍍. Lumayan bikin traveling....


Disarankan bacanya setelah berbuka puasa.


...Kalau nekat baca waktu masih puasa, author tidak bertanggung jawab, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan....


...Risiko di tanggung sendiri oleh reader πŸ™πŸ™πŸ™πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸ’žπŸ’ž...


Aurora mendengar suara pintu yang dibuka dari luar. Karena masih bingung harus bagaimana, Aurora pun berlari ke arah kamar mandi dan mengunci diri di sana.


"Huff.. kenapa aku jadi seperti ini? Kenapa aku harus bersembunyi dari dia? Arghh.. aku benar-benar bingung harus bagaimana,"gerutu Aurora seraya memukul-mukul kepalanya sendiri.


Rayyan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar itu. Tapi tidak mendapati istrinya di dalam ruangan itu. Rayyan melepaskan jas yang dipakainya, kemudian melepaskan kemejanya. Rayyan juga melepaskan ikat pinggang dan celana panjangnya, hingga tersisa celana boxer saja yang menempel di tubuhnya.


Rayyan mengernyitkan keningnya saat akan masuk ke dalam kamar mandi, karena kamar mandi itu ternyata di kunci.


"Tok! Tok! Tok!"


"Ra! Apa kamu ada di dalam?"tanya Rayyan.


"Astagaaa! Bagaimana ini? Kenapa aku harus sembunyi di kamar mandi, sih?"gerutu Aurora semakin bingung. Wanita itu mondar mandir kesana kemari dengan wajah yang nampak kebingungan.


"Tok! Tok! Tok!"


"Ra! Apa kamu tidak apa-apa?"tanya Rayyan yang menjadi khawatir.


Rayyan masih ingat betul saat dirinya menemukan Aurora di dalam kamar mandi dalam keadaan pingsan di bawah shower yang mengucur deras waktu itu. Rayyan menjadi trauma dengan hal itu.


"Brak! Brak! Brak!"


"Ra! Buka pintunya!"teriak Rayyan yang semakin khawatir. Tidak lagi mengetuk pintu kamar mandi itu, tapi menggedor nya.


"Mau tidak mau, aku harus keluar. Tidak mungkin aku terus berdiam diri di sini,"gumam Aurora yang akhirnya memutuskan untuk keluar.


"Ceklek"


"Kamu kenapa. Apa kamu sakit?"tanya Rayyan yang terlihat sangat khawatir. Memeriksa tubuh Aurora dari atas sampai bawah untuk memastikan bahwa istrinya itu baik-baik saja.


"Aku tidak apa-apa,"sahut Aurora yang merasa bersalah melihat Rayyan yang terlihat khawatir.


"Kenapa kamu tidak menyahut saat aku panggil tadi? Kamu membuatku takut! Apa sebenarnya yang kamu kerjakan di dalam kamar mandi? Membuat orang khawatir saja,"gerutu Rayyan seraya masuk ke dalam kamar mandi. Rayyan menjadi kesal karena Aurora telah membuat dirinya menjadi sangat khawatir.

__ADS_1


"Ihh.. kenapa dia jadi kesal begitu? Dasar Gaje! Nggak Jelas! Baru juga mau aku baik-baikki, Tapi malah sudah bikin aku kesel!"gerutu Aurora yang jadi merasa kesal pada Rayyan.


Aurora merebahkan tubuhnya di atas ranjang, lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Benar-benar merasa dongkol pada Rayyan.


Beberapa menit kemudian, Rayyan pun keluar dari dalam kamar mandi. Hanya memakai celana boxer saja. Rayyan mengernyitkan keningnya saat melihat Aurora menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Pria itu berjalan menuju ranjang, kemudian naik ke atas ranjang.


"Kamu kenapa? Apa kamu sakit?"tanya Rayyan, memegang tubuh Aurora yang tertutup selimut.


"Iya, aku sakit! Sakit hati karena kamu tidak peka!'ketus Aurora masih menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.


Rayyan menghela napas panjang, memeluk Aurora yang berbaring miring membelakanginya seraya menaikkan pahanya ke atas tubuh Aurora.


"Apa yang kamu lakukan?"tanya Aurora seraya mencoba menyingkirkan paha Rayyan yang menimpa tubuhnya.


"Memeluk mu,"sahut Rayyan enteng.


"Singkirkan pahamu! Berat tahu!"keluh Aurora masih mencoba menyingkirkan paha Rayyan dari tubuhnya.


"Aku menindih seluruh tubuhmu, tapi kamu tidak pernah mengeluh berat. Tapi saat aku menindih mu dengan satu pahaku, kamu malah mengeluh keberatan,"ujar Rayyan tanpa dosa.


"Ray! Singkirkan pahamu!"pekik Aurora


Rayyan membuang napas kasar, menyingkirkan pahanya dari atas tubuh Aurora. Aurora pun bernapas lega. Namun tanpa di duga, dengan sekali sentakan Rayyan malah menarik selimut yang di pakai Aurora.


Aurora yang ingin protes, tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat dengan cepat Rayyan menindih tubuhnya dan langsung meraup bibir Aurora. Aurora sangat terkejut, hingga untuk beberapa saat tertegun. Menatap Rayyan yang menikmati bibirnya dengan mata yang terpejam. Seperti biasanya, Rayyan menciumnya dengan agresif. Bahkan jemari tangan Rayyan sudah bergerak melepaskan kancing piyama Aurora.


Rayyan melepaskan pagutannya saat Aurora mulai kesulitan bernapas. Sedangkan kancing piyama Aurora sudah terbuka sempurna, menampilkan dua benda kenyal, bulat, besar, kembar yang putih mulus.


Rayyan selalu marah jika Aurora memakai pakaian dalam saat bersama Rayyan. Karena itulah, Aurora saat ini tidak memakai pakaian dalam. Jadi, sebegitu semua kancing piyama di buka oleh Rayyan, tubuh Aurora dengan dua benda bulat besar dan kenyal itu langsung terpampang sempurna di depan mata Rayyan.


Rayyan mencium, menjilat dan menyesap leher putih Aurora dengan jemari tangan yang menggoda dua benda bulat milik Aurora.


"Ughh.. Rayy..."


Lenguh Aurora yang lolos begitu saja dari bibirnya saat Rayyan memainkan tubuhnya. Membuat darah Aurora terasa mengalir deras. Tubuhnya terasa meremang dan gelisah karena cumbuan Rayyan. Pria itu menarik celana panjang yang dipakai Aurora dan langsung menenggelamkan wajahnya di antara kedua paha Aurora. Menggoda lembah di bawah sana dengan lidah, bibyi dan jemarinya.


"Ray.. Sssstt.. ughh..."


Aurora mendesah dan melenguh saat lidah Rayyan menerobos masuk ke dalam lembah miliknya yang sudah basah. Aurora menjambak rambut Rayyan dan menekan kepala Rayyan ke lembah miliknya. Tubuh Aurora semakin gelisah karena ulah Rayyan.


Rayyan menghentikan aksinya, dengan cepat pria itu melepaskan celana boxer-nya. Sesuatu yang tegak di bawah sana langsung terekspos sempurna.

__ADS_1


"Akhh.. Ray.."


Lenguh Aurora saat dengan sekali sentakan Rayyan memasuki inti tubuhnya. Terasa sesak dan nikmat saat Rayyan mulai bergerak liar di atas tubuhnya. Apalagi saat Rayyan terus bergerak di atas tubuhnya sambil menjilat, mengulum dan menyesap sebelah benda bulat miliknya. Sedangkan benda bulat yang satunya diremas dengan lembut dan sesekali dimainkan puncaknya oleh Rayyan.


Aurora tidak bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara yang semakin membuat Rayyan bersemangat terus menghujam bagian inti tubuh Aurora.


"Rayy.. Akhhh....Rayy...."


Aurora mencengkram erat lengan Rayyan, terkadang menjambak rambut Rayyan karena merasakan kenikmatan yang tidak bisa dijelaskan nya. Tubuhnya benar-benar terasa sangat gelisah sekaligus nikmat secara bersamaan.


Rayyan membalikkan posisi mereka dengan tubuh yang masih menyatu, hingga saat ini posisi Aurora di atas dan Rayyan di bawah.


"Bergeraklah!"pinta Rayyan yang langsung menyusu pada Aurora dengan kedua tangan yang terus menggoda kedua benda bulat, kenyal, besar, dan putih mulus itu.


Aurora yang hasraatnya sudah tidak terbendung pun langsung bergerak di atas tubuh Rayyan dengan agresif, meracau merasakan kenikmatan di seluruh tubuhnya yang berpusat di inti tubuhnya.


Rayyan memegang kedua sisi pinggul Aurora, membantu Aurora menghentak lebih kuat dan lebih dalam dengan mulut yang masih menyusu pada Aurora. Aurora meracau merasakan gelora di tubuhnya yang meledak-ledak. Hingga keduanya merasakan ada sesuatu yang hangat menyembur dari dalam tubuh mereka berdua secara bersamaan.


"Akhhh..."


Lenguh keduanya bersamaan merasakan kenikmatan yang tidak bisa dilukiskan saat cairan hangat dari dalam tubuh mereka menyembur secara bersamaan dan berbaur menjadi satu.


Aurora menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Rayyan. Sungguh, Aurora merasa tubuhnya lemas karena pergulatan yang lumayan lama itu. Sedangkan Rayyan memeluk erat tubuh Aurora dengan mata terpejam dan seulas senyum di bibirnya.


"Kamu membuat aku tergila-gila padamu,"gumam Rayyan kemudian membalikkan tubuh mereka hingga posisi mereka kembali bertukar. Rayyan berada di atas dan Aurora berada di bawah Rayyan.


"Aku masih ingin lagi,"ucap Rayyan kembali ingin mencium bibir Aurora.


"Rayy.. aku lelah,"ucap Aurora.


"Nikmat saja! Biar aku yang melakukannya. Kamu tidak perlu melakukan apapun,"ucap Rayyan kembali memagut bibir Aurora.


"Rayy..ahh.."lenguh Aurora seraya menjambak rambut Rayyan, saat Rayyan kembali bergerak di atas tubuhnya sambil menyusu padanya dan kembali memainkan dua buah benda bulat, kenyal kesukaannya. Rayyan kembali mengulangi pergulatan panas mereka hingga Aurora kelelahan.


πŸ’ž Panas ueehh... mau mandi dulu! πŸ˜…πŸ˜…πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸ’ž


β€’Jangan lupa sajennya, ya! Like dan komen. Biar author lebih semangat dan bab-nya lebih panjang. Hari ini up dua bab, tapi panjangnya seperti dua setengah bab.πŸ˜€


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2