
Hendrik bergegas kembali ke rumah sakit untuk membawakan makanan dan menjaga Sumi. Walaupun malam sudah semakin larut, namun Hendrik tetap bersemangat untuk pergi menemui pujaan hatinya. Beberapa menit kemudian, Hendrik pun sampai di rumah sakit.
"Kamu belum tidur?"tanya Hendrik setelah membuka pintu dan melihat Sumi duduk di headboard ranjang.
"Aku sudah tidur, dan baru saja terbangun,"sahut masih terlihat pucat.
"Aku bawakan makanan untuk kamu. Lihatlah! Mungkin saja kamu suka,"ucap Hendrik seraya meletakkan makanan yang dibawanya tadi di atas nakas dan mulai membuka satu persatu.
Walaupun tidak banyak, akhirnya Sumi memakan makanan yang di bawakan Hendrik. Dan hal itu sudah cukup membuat Hendrik senang, karena paling tidak ada makanan yang masuk ke perut Sumi.
"Sayang, boleh aku tidur di sini? Aku masih rindu padamu,"ucap Hendrik seraya menepuk sisi ranjang yang ada di sebelah Sumi.
"Hum,"sahut Sumi yang juga masih rindu pada Hendrik.
Akhirnya Hendrik naik ke ranjang Sumi dan memeluk Sumi. Sumi pun membalas pelukan hangat dari Hendrik.
"Benar kata Rayyan. Ternyata rasanya nyaman sekali jika tidur memeluk orang yang kita cintai. Apalagi nanti jika Miti sudah sah menjadi milikku. Aku tidak menyangka akan memiliki seseorang yang aku cintai dan mencintai aku,"gumam Hendrik dalam hati merasa senang.
Hendrik sekarang merasakan bahwa apa yang dikatakan oleh Rayyan adalah benar. Meskipun saat ini dirinya dan Sumi belum menjadi pasangan yang sah. Tapi saat mengetahui bahwa Sumi juga mencintai dirinya, Hendrik merasa sangat bahagia. Dan saat ini ketika bisa tidur bersama saling berpelukan pun rasanya tenang dan nyaman seperti yang dikatakan oleh adiknya.
Berbeda dengan saat dirinya tidur memeluk para wanita yang menjadi teman berbagi peluh di atas ranjang seperti sebelumnya. Hendrik tidak menemukan perasaan apapun selain hangat karena tubuh yang saling menempel. Tapi dengan Sumi, Hendrik merasakan hangat dari tubuh hingga ke hati.
"Aku tidak pernah bermimpi terlalu muluk mendapatkan suami seperti Hendrik. Aku bahkan berpikir untuk melajang selamanya. Karena aku tidak yakin bisa menemukan orang yang mencintai aku setulus hati dan mau menerima aku apa adanya dengan segala kekurangan ku dan masa lalu ku yang kelam,"gumam Sumi dalam hati.
Sumi memeluk erat tubuh Hendrik dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang pria itu. Nyaman dan tenang. Itulah yang Sumi rasakan saat ini. Menemukan seseorang untuk di jadikan sebagai tempat untuk berlindung dan bisa mendekapnya dengan perasaan bahagia
Sebenarnya kata-kata yang seringkali diucapkan Sumi bahwa dirinya ingin menikah dengan pria yang memiliki segala macam yang sifatnya pribadi selama ini tidaklah serius. Karena Sumi sadar siapa dirinya. Orang miskin, mantan kupu-kupu malam, tidak berpendidikan dan wajah juga tidak terlalu cantik. Semua itu membuat Sumi tidak yakin bisa mendapatkan seorang suami yang mau menerima dirinya apa adanya dan juga mau menerima masa lalunya yang pernah berkecimpung di dunia malam yang kotor.
Saat Hendrik mengatakan mencintai dirinya, Sumi pun tidak berani menanggapinya. Karena sadar dirinya siapa dan Hendrik siapa. Namun Sumi tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa perlahan dirinya juga menyukai dan mencintai Hendrik. Namun perbedaan yang terlalu jauh bak langit dan bumi membuat Sumi menutup diri dari Hendrik.
Namun jika sudah jodoh mau bilang apa? Kemana pun kita berlari menghindari, jika sudah jodoh pasti akan bertemu kembali. Namun jika tidak jodoh, sekuat apapun kita berlari untuk mengejarnya, kita tidak akan pernah bisa milikinya. Dengan seribu satu macam cara untuk mendapatkannya pun tidak akan pernah bisa kita dapatkan.
Sepasang kekasih itu tertidur lelap dalam rasa hangat, nyaman dan hati yang tenang. Dan ini adalah pengalaman yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya. Perasaan nyaman yang menenangkan.
__ADS_1
Keesokan harinya, keduanya terbangun bersamaan dalam senyuman. Membersihkan diri secara bergantian. Dan sarapan bersama penuh senyuman.
"Apa kamu sudah merasa lebih baik?"tanya Hendrik setelah mereka selesai sarapan.
"Hum. Aku ingin pulang. Semalam aku berbohong pada orang rumah. Aku bilang aku sedang mencari supplier sayuran untuk restoran dan tidak bisa pulang karena kemalaman di jalan. Jika nanti sore aku tidak pulang, orang rumah pasti akan mencemaskan aku,"sahut Sumi.
"Sayang, konsep pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?"tanya Hendrik yang semalam belum sempat membahas tentang masalah itu karena semalam sudah larut dan Sumi harus istirahat. Jadi tidak mungkin mengajak Sumi membicarakan apapun yang akan membuat Sumi tidur larut malam.
"Bolehkah, jika kita.. menikah tanpa mengadakan pesta pernikahan?"tanya Sumi nampak ragu. Karena mengingat Hendrik adalah orang kaya yang biasanya mengadakan resepsi pernikahan secara megah dan mengundang banyak tamu undangan.
"Kenapa?"tanya Hendrik nampak terkejut. Pasalnya, biasanya seorang wanita ingin sebuah pernikahan yang megah. Apalagi jika tahu pasangannya adalah orang kaya. Tapi, wanita yang dicintainya ini malah ingin menikah tanpa mengadakan resepsi pernikahan.
"Aku tidak ingin mempermalukan kamu. Jika kita mengundang banyak orang, apalagi dari kalangan pengusaha, aku takut mereka akan memandang rendah padamu karena menikah dengan orang miskin, tidak berpendidikan dan mantan kupu-kupu malam seperti aku. Aku tidak mau kamu dihina orang karena aku,"
"Kenapa harus takut dengan pandangan orang dan apa kata orang? Yang akan menjalani pernikahan adalah kita berdua, bukan mereka. Jadi, kita tidak usah mempedulikan mereka. Yang penting kita bahagia,"
"Hen, tolong kabulkan permintaan ku ini! Kumohon! Asalkan aku menjadi istri sah kamu, itu sudah cukup bagiku. Aku tidak ingin pesta apapun,"pinta Sumi penuh harap.
Hendrik menghela napas panjang mendengar permintaan Sumi,"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Tapi, sebagai kompensasinya, hari ini juga aku ingin kita menikah. Bagaimana? Apa kamu setuju?"
"Terimakasih!"ucap Hendrik, kemudian memeluk Sumi.
"Jika hanya ingin menjadi suami-istri yang sah, dan tidak ingin mengadakan pesta, kenapa harus menunda-nunda untuk menikah? Lebih cepat dia menjadi istri ku lebih baik, bukan? Dengan begitu, mulai malam ini dan selamanya, aku bisa tidur memeluknya sesuka hatiku,"gumam Hendrik dalam hati penuh senyuman.
"Menikah dengan dia lebih cepat bukanlah hal yang buruk. Asalkan dia tidak bersikeras untuk mengadakan resepsi pernikahan, aku tidak masalah menikah dengan dia hari ini juga,"gumam Sumi dalam hati merasa lega karena Hendrik mau mengabulkan permohonannya.
Sumi benar-benar tidak ingin mengadakan resepsi pernikahan. Karena takut Hendrik dihina orang jika orang lain tahu bahwa Hendrik menikah dengan wanita miskin, tidak berpendidikan dan mantan kupu-kupu malam seperti dirinya. Sumi tidak ingin hati orang yang dicintainya terluka karena dirinya. Bahkan jika suatu saat Hendrik pergi bersama dengan dirinya, lalu bertemu dengan mantan pelanggan nya, Sumi akan mengaku tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Hendrik. Agar Hendrik tidak dipermalukan orang karena dirinya.
Akhirnya hari itu juga keduanya menikah. Hanya Rayyan, Aurora, Andi, Aiden dan Roni yang menyaksikan pernikahan mereka berdua.
"Masa iya nggak ada perayaannya sama sekali, Tuan? Minimal sama keluarga, lah! Foto bersama buat kenang kenangan. Kalau seperti ini, Tuan menikah macam di gerebek warga. Atau mungkin seperti seorang suami yang diam-diam menikah dengan wanita simpanannya, takut ketahuan sama istri sah,,"cetus Andi yang merasa tidak enak hati juga jika Hendrik dan Sumi sudah menikah secara sah dan menjadi suami-istri, tapi tidak ada perayaan apapun.
"Benar sekali kata Andi. Masa nggak ada perayaan sedikit pun? Bagaimana jika kedua buah keluarga mempelai nanti malam kumpul-kumpul? Terus kita mengadakan acara panggang memanggang di belakang rumah Rayyan. Pasti seru, deh,"timpal Aiden.
__ADS_1
"Kesempatan emas tidak boleh dilewatkan,"gumam Aiden dalam hati dengan senyuman penuh arti.
"Kenapa aku merasa senyuman dan ekspresi wajah Tuan mencurigakan, ya? Sepertinya Tuan sedang merencanakan sesuatu,"gumam Roni dalam hati seraya memicingkan sebelah matanya, saat melihat ekspresi wajah majikannya nampak tersirat sesuatu yang mencurigakan.
"Wahh.. ide Tuan Aiden memang cemerlang. Kita bisa memanggang ikan, ayam, lobster, daging dan juga sosis di alam terbuka. Pasti asyik dan seru. Nyonya Sumi juga tidak perlu takut kelelahan,"sahut Andi antusias.
"Bagus juga. Jika kakak tidak ingin mengadakan acara resepsi pernikahan, merayakan bersama dengan keluarga malah lebih bagus,"timpal Rayyan setuju dengan ide Aiden dan Hendrik.
"O... o.. o.."
"Plak!"
"Otak kamu isinya cuma makan jadi kalau urusan makan pasti cepat,"ucap Roni cepat tanpa titik koma setelah Andi menepuk pundaknya.
Sumi mengernyitkan keningnya menatap Hendrik, agak terkejut setelah melihat Roni yang gagap.
"Roni memang gagap dari kecil,"ujar Hendrik yang seolah mengerti arti tatapan Sumi.
"Sebagai makhluk hidup, kita memang butuh makanan dan minuman. Karena makan dan minum merupakan kebutuhan pokok manusia untuk bertahan hidup. Hidup tanpa makan dan minum dapat menyebabkan malfungsi terjadi pada organ tubuh manusia. Pasalnya, makanan merupakan sumber energi untuk menjalankan sistem tubuh secara optimal. Karena kita bukan petapa yang bisa hidup tanpa makan dan minum,"sahut Andi berkilah.
"I.. i.."
"Plak!"
"Itu cuma alasan kamu saja!"cibir Roni setelah di tepuk pundaknya.
"Sudah! Sudah! Mending kalian siapkan semuanya untuk acara nanti malam,"tandas Rayyan.
...πΈβ€οΈπΈ...
Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilham. Selamat Idul Adha 1444 Hijriah bagi yang merayakan. Selamat berkumpul dengan keluarga. Semoga kita diberi umur untuk merayakan Idul Adha di tahun-tahun mendatang. Dan senantiasa menjadi pribadi yang penuh keikhlasan dan bersyukur atas nikmat Allah SWT. Aamiin.πππππ
.
__ADS_1
To be continued