Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
251. Berisiko


__ADS_3

"Kamu akan ke rumah sakit untuk mengunjungi sahabatmu?"tanya Aurora ikut beranjak bangun, lalu merapikan kemeja Rayyan yang sedikit berantakan.


"Kamu tahu, Aiden kecelakaan?"


"Hum. Aku bahkan mendonorkan darah ku padanya,"


Rayyan nampak agak terkejut mendengar Aurora mendonorkan darahnya untuk Aiden. Rayyan teringat saat dirinya ke rumah sakit untuk melihat Pak Hamdan dan Bu Ella. Waktu itu Rayyan melihat rekam medis kedua mertuanya itu bersama Fina. Waktu itu..


"Ray, kedua orang tua Aurora ini..."


"Dokter yang menangani pasien ini?"tanya Rayyan pada dokter yang masih ada di ruangan itu, memotong kata-kata Fina waktu itu.


Waktu itu Fina menunjukkan rekam medis Bu Ella dan Pak Hamdan yang golongan darahnya tidak ada yang sama dengan golongan darah Aurora. Golongan darah Aurora O, Bu Ella A dan Pak Hamdan AB. Jadi waktu itu Rayyan yakin jika Aurora bukan anak kandung Pak Hamdan.


Karena, menurut yang diketahui Rayyan, sepasang suami-isteri yang golongan darahnya A dan AB, maka seharusnya golongan darah anaknya adalah A, B atau AB .Yang artinya, Aurora bukan anak kandung Pak Hamdan.


Karena itulah Rayyan sama sekali tidak mengkhawatirkan hubungannya dengan Aurora. Walaupun kemungkinan besar, Pak Hamdan adalah orang yang telah melenyapkan papanya. Rayyan juga diam saja saat Andi mengingatkan dirinya agar tidak gegabah dalam mengambil keputusan.


Karena, walaupun seandainya Pak Hamdan melenyapkan papanya dengan sengaja sekalipun. Hal itu tidak akan mempengaruhi hubungannya dengan Aurora. Karena Aurora bukan anak kandung Pak Hamdan.


"Ray, kamu kenapa?"tanya Aurora yang melihat Rayyan terdiam.


"Jadi kamu yang mendonorkan darah ke Aiden?"tanya Rayyan setelah beberapa saat terdiam.


"Hum. Memangnya kenapa? Dia adalah sahabat mu, juga orang yang pernah menolong aku. Wajar, 'kan, jika aku menolong dia?"


"Apakah bapak adalah ayah kandung mu?"


"Iya, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?"tanya Aurora jadi merasa agak deg-degan mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Rayyan.


"Kenapa wajahmu tegang seperti itu? Kamu masih takut aku akan melakukan hal buruk pada bapak? Berhentilah berpikir negatif tentang suamimu!"ujar Rayyan tersenyum tipis berusaha mencairkan suasana.


"Berarti Aurora tidak tahu jika Pak Hamdan bukan ayah kandungnya. Apa Bu Ella pernah menikah dengan pria lain, sebelum menikah dengan Pak Hamdan? Atau anak mereka tertukar di rumah sakit dengan Aurora? Atau... Bu Ella berselingkuh dari Pak Hamdan?"gumam Rayyan dalam hati menebak-nebak.


"Aku tidak berpikiran negatif tentang kamu,"sangkal Aurora.


"Jangan berbohong! Wajahmu berkata seperti itu. Bukankah aku sudah bilang, kemungkinan besar, bapak dimanfaatkan orang lain.Jadi, kamu tidak perlu mengkhawatirkan bapak. Aku masih sangat rindu pada mu. Tapi aku harus pergi dulu untuk mengembalikan wajah tampan ku,"ucap Rayyan kemudian mengecup bibir Aurora beberapa kali karena masih sangat rindu pada istrinya itu. Enggan rasanya meninggalkan wanita yang dicintainya itu.


"Ray! Hentikan! Jangan mencium ku lagi sebelum wajahmu bersih dari bulu!"protes Aurora seraya mendorong dada Rayyan. Namun Rayyan malah terkekeh.

__ADS_1


"Ray, soal orang-orang yang membantu ku kabur, kamu jangan melakukan apapun pada mereka. Aku yang meminta mereka untuk membantu ku. Aku akan marah padamu jika kamu melakukan sesuatu pada mereka,"


"Okey.. Okey.. Aku tidak akan melakukan apapun pada mereka. Tapi, jika kamu berani kabur lagi, aku tidak bisa menjamin mereka akan baik-baik saja,"ancam Rayyan.


"Aku janji tidak akan kabur lagi,"sahut Aurora cepat.


"Aku pegang kata-kata mu,"


Rayyan keluar dari kamar itu bermaksud untuk mencari salon pria agar bisa mencukur rambut dan brewoknya.


Aurora yang masih berada di dalam kamarnya malah senyum-senyum sendiri dan berguling-guling di atas ranjangnya. Kelakuan wanita itu persis seperti ABG yang sedang jatuh cinta. Bisa bertemu kembali dengan Rayyan membuat hati Aurora sangat bahagia. Apalagi setelah mendengar penjelasan dan ungkapan hati Rayyan. Aurora merasa bebannya selama ini hilang seketika.


Saat Rayyan keluar dari kamar Aurora, tanpa sengaja pelayan yang tadi melihat Rayyan datang bersama Aurora malah melihat Rayyan lagi. Dengan cepat pelayan itu melapor pada Mastuti yang berada di dapur.


"Bik, pria brewok yang aku ceritakan tadi keluar dari kamar nyonya Aurora,"


"Apa? Yang benar?"tanya Mastuti tidak percaya.


"Kalau tidak percaya, ayo, kita lihat dari jendela. Pria itu pasti masih ada di depan rumah,"ujar pelayan itu seraya menarik tangan Mastuti ke arah jendela.


Mastuti melihat seorang pria berjalan keluar dari pekarangan rumah majikannya itu. Tapi Mastuti tidak bisa melihat wajah orang itu, karena orang itu langsung masuk ke dalam mobil.


"Siapa orang itu"gumam Mastuti dalam hati.


"Tidak akan aku biarkan seorang pun menyentuh nyonya Aurora selain Tuan Rayyan,"gumam Mastuti dalam hati dengan wajah yang terlihat sangar. Namun sesaat kemudian wanita paruh baya itu mengernyitkan keningnya,"Kenapa aku merasa postur tubuh orang tadi seperti postur tubuh Tuan Rayyan, ya? Apa karena aku terlalu menginginkan Tuan Rayyan menemukan kami, jadi aku merasa seperti ini?"gumam Mastuti dalam hati.


***


Di sebuah ruangan.


"Bagaimana? Apa pekerjaan kalian sudah beres semua?"tanya Lucas pada asistennya.


"Sudah, Tuan. Tapi, sayangnya orang yang bernama Aiden itu selamat. Padahal dia sudah kehabisan banyak darah,"


"Yang penting, dia tidak bisa datang di acara tender besok pagi. Bagaimana dengan bayi itu?"


"Orang suruhan saya sudah berhasil menculik bayi itu, Tuan. Tinggal menunggu instruksi dari Tuan, mereka pasti akan mengantarkan bayi itu,"


"Bagus. Dengan begini, dia pasti setuju untuk menikah dengan aku. Kamu siapkan saja surat-surat untuk pernikahan ku yang ke tiga,"

__ADS_1


"Apakah Tuan tidak jadi menceraikan ke dua istri, Tuan?"


"Jika kemarin-kemarin dia tidak menolak lamaranku, aku pasti menceraikan kedua istri ku itu. Tapi, karena dia harus di paksa dulu untuk menikah dengan aku, aku tidak jadi menceraikan ke dua istri ku. Biar dia tahu, bagaimana rasanya di madu. Dia terlalu sombong menolak lamaran ku. Aku sebagai orang terkaya di pulau ini merasa tidak terima dan terhina karena ada perempuan yang menolak lamaran ku. Banyak di luar sana perempuan yang mau menjadi teman berbagi peluh di atas ranjang ku. Walaupun aku tidak mau menikahi mereka, mereka tetap mau menjadi teman ranjang ku. Tapi dengan sombongnya perempuan itu malah menolak aku. Jadi, aku akan mempermainkan dia sesuka hatiku, untuk membalas kesombongannya itu,"


"Tuan, soal orang yang bernama Aiden itu, apa Tuan yakin jika Tuan Rayyan tidak akan tahu bahwa kita lah yang mencelakai sahabatnya? Bagaimana jika Tuan Rayyan tahu bahwa kita lah dalang di balik kecelakaan itu? Itu bisa membahayakan perusahaan kita, Tuan,"


"Kamu sudah mengatakan hal itu berulang kali. Apa kamu tidak bosan? Ketakutan mu itu berlebihan. Sudah aku bilang, jangan terlalu takut dengan orang yang bernama Rayyan itu. Dia berada di pulau yang berbeda dengan kita. Dia tidak akan tahu jika hal ini bukan kecelakaan murni. Lagipula, pulau ini adalah wilayah kekuasaan ku. Kenapa harus takut pada orang luar? Sudah! Kamu tidak perlu merisaukan hal itu. Aku akan pergi ke rumah calon istri ku. Besok aku pasti memenangkan tender dan setelah itu, aku akan menikah dengan Aurora,"ucap Lucas penuh percaya diri.


Pria itu beranjak dari tempat duduknya, bermaksud pergi ke rumah Aurora. Kebahagiaan dan kemenangan nampak terukir jelas di wajah Lucas.


Asisten Lucas hanya bisa menghela napas berat menatap kepergian Lucas.


"Tuan Lucas terlalu percaya diri. Menurut ku, tindakan yang diambil Tuan Lucas ini terlalu berisiko. Aku takut, Tuan Rayyan tahu tentang apa yang sudah kami lakukan pada sahabatnya. Jika Tuan Rayyan tahu kami mencelakai sahabatnya, maka perusahaan ini akan tinggal nama,"gumam asisten Lucas.


...🌸❤️🌸...


Notebook :


Kemungkinan golongan darah anak bila orang tua memiliki golongan darah :


•O x O \= anak golongan darah O


•O x A \= anak golongan darah O dan A


•O x B \= anak O dan B


•O x AB \= anak A dan B


•A x A \= anak A dan O


•A x B \= anak A, B, AB, dan O


•A x AB \= anak A, B dan AB


•B x B \= anak B dan O


•B x AB \= anak A, B, dan AB


•AB x AB \= anak A, B, dan AB

__ADS_1


.


To be continued


__ADS_2