Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
383. Emosi Yang Terlampiaskan


__ADS_3

Andi nampak terkejut saat membuka pintu kamar hotel itu. Di depan pintu kamar hotel itu sudah berdiri jajaran Kodim (Komando Distrik Militer), polisi dan juga Sat Pol PP (Satuan Polisi Pamong Praja).


"Selamat malam!"sapa seorang berbaju loreng.


"Selamat malam, Pak? Ada yang bisa saya bantu?"tanya Andi sopan, walaupun sebelumnya sempat kesal, marah dan juga terkejut.


"Ada seorang pria yang membawa obat-obatan terlarang dan juga senjata api ilegal yang sedang kami kejar terlihat melarikan diri ke arah hotel ini. Kebetulan cctv di hotel ini mengalami gangguan. Jadi, kami memeriksa seluruh kamar hotel ini satu per satu,"ucap pria itu dengan nada tegas.


Namun pria itu terlihat memicingkan sebelah matanya melihat penampilan Andi yang terlihat agak berantakan.


Andi yang hanya membuka sedikit pintu kamar hotel yang di tempatnya itu menatap ke arah Kanaya. Melihat istrinya sudah merapikan pakaiannya, Andi pun membuka pintu kamar itu dan mempersilahkan aparat gabungan itu masuk ke dalam kamarnya.


"Wanita itu siapa anda?"tanya salah seorang aparat. Sedangkan yang lainnya menggeledah kamar hotel itu.


"Dia adalah istri saya,"sahut Andi.


"Bisa tunjukkan KTP kalian berdua?"pinta salah satu aparat itu.


Andi dan Kanaya pun memberikan KTP mereka pada aparat itu. Aparat itu mengernyitkan keningnya saat melihat alamat Andi dan Kanaya berbeda. Apalagi keduanya dari kota yang berbeda dan status dalam KTP adalah belum menikah.


"Apa kamu berbuat mesum di sini?"tanya aparat itu membuat Andi dan Kanaya membulatkan matanya.


"Bapak bicara apa? Dia adalah istri saya. Bagaimana bisa bapak mengatakan kami berbuat mesum?"protes Andi yang tidak terima di tuduh berbuat mesum.


"Alamat kalian bukan hanya berbeda, tapi juga tidak berasal dari kota yang sama. Apalagi status kalian di KTP ini masih lajang. Bagaimana saya bisa percaya kalau kalian suami-isteri?"ujar aparat itu membuat Andi membuang napas kasar.


"Kami baru menikah empat hari yang lalu, Pak. Saat kami ingin memperbaharui KTP kami, dinas kependudukan mengatakan blangko KTP nya masih kosong. Karena itu, KTP kami belum di perbarui,"jelas Andi jujur adanya.


"Kalau kalian memang benar-benar sepasang suami-isteri, tunjukkan buku nikah kalian!"pinta aparat itu.


"Buku nikah kami di rumah, Pak. Kami tidak membawa buku nikah saat bepergian,"sahut Andi.


"Kamu hanya beralasan. Bahkan cincin nikah saja kalian tidak memakai. Bagaimana saya percaya kalau kalian adalah sepasang suami-isteri?"sanggah aparat itu yang tidak melihat cincin nikah di jemari Andi dan Kanaya.


"Cincin yang saya pesan baru bisa di ambil besok, Pak,"sahut Andi benar-benar jujur.


"Semua alasan mu itu sama sekali tidak ada bukti nya,"cetus aparat itu.


"Lapor! Kami tidak menemukan apapun di dalam kamar ini,"lapor bawahan aparat itu.


"Bawa mereka ke kantor! Suruh menghubungi keluarganya,"perintah aparat itu.


"Eh, Pak.."

__ADS_1


"Siap, laksanakan!"sahut bawahan pria itu memotong kata-kata Andi.


"Sial! Sial! Sial! Kenapa mau malam pertama saja banyak halangan. Bukannya merasakan surga dunia seperti kata Tuan Rayyan, tapi malah di tangkap aparat gabungan karena di curigai berbuat zina,"gerutu Andi dalam hati membuang napas kasar.


Akhirnya Andi dan Kanaya di gelandang keluar dari kamar itu. Wajah Andi benar-benar terlihat ruwet, dan kusut. Semuanya sudah di siapkan Andi dengan baik dan matang. Dari hotel dan kamar pengantin. Semuanya serba eksklusif agar malam pertama nya bersama Kanaya menjadi kenangan indah yang tak terlupakan. Tapi, acara malam pertamanya lagi dan lagi malah gagal total dengan kenangan yang membuat Andi benar-benar harus menahan amarah.


Namun, Andi harus marah pada siapa? Ya, tentu saja pada author yang membuat kisah malam pertama Andi selalu gagal, hingga membuat Andi tersiksa.


Kata reader "Entah dendam apa author sama Andi, hingga Andi diberikan cobaan ini?"


Saat mereka semua hampir masuk ke dalam lift, tiba-tiba sekelompok aparat membawa seorang pria yang di borgol.


"Lapor! Kami berhasil menangkap pria yang membawa senjata api dan juga obat-obatan terlarang dari salah satu kamar,"lapor seorang aparat.


"Bagus! Segera bawa ke markas!"


"Siap! Laksanakan!"


Andi menatap tajam orang yang di borgol itu. Ingin rasanya Andi menghajar pria yang menjadi penyebab rencananya gagal total itu. Namun, Andi menahan emosinya, karena takut urusannya akan menjadi panjang.


"Plak"


"Nguuunnggg"


Tiba-tiba saja pria yang di borgol itu menarik kedua anting yang dipakainya dan membanting anting itu ke lantai. Seketika suara mendengung yang memekakkan telinga terdengar dari salah satu anting yang di banting itu. Sedangkan satunya lagi mengeluarkan asap yang menghalangi penglihatan.


Semua orang memekik menutup telinga mereka. Sedangkan pria yang di borgol itu langsung mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri.


Andi yang merasa sangat dendam pada pria itu pun dengan cepat mengejar pria itu tanpa menghiraukan apapun.


"Bee.!"panggil Kanaya yang masih bisa melihat Andi berlari mengejar orang yang melarikan diri itu. Kanaya nampak khawatir pada Andi.


Dua seorang aparat menginjak kedua anting itu, hingga suara mendengung itu berhenti dan asap dari anting itu mulai menghilang.


Pria yang di borgol itu menerobos ke sebuah kamar yang baru terbuka dan menabrak orang yang membuka pintu itu. Sedangkan Andi terus mengejar orang itu.


Karena menyadari ada yang mengejar dirinya, orang itu keluar menuju balkon dan melompat dari balkon kamar satu ke kamar lain menggunakan teknik parkour. Andi yang juga menguasai teknik parkour pun terus mengejar orang itu.


Aparat gabungan pun ikut mengejar Andi dan orang itu. Gerakan orang yang di kejar Andi itu terlihat lincah walaupun tangannya di borgol.


"Brakk"


Andi melompat dan menendang orang itu dari belakang saat orang itu baru saja mendarat di sebuah balkon kamar, hingga orang itu jatuh tersungkur. Namun, orang itu segera berdiri. Dengan cepat Andi menyerang orang itu. Andi ingin menghajar orang itu karena telah menjadi penyebab dirinya gagal melakukan malam pertama dengan Kanaya.

__ADS_1


Dengan penuh emosi Andi menghajar orang itu, dan tentu saja orang itu kewalahan menghadapi Andi yang sedang emosi itu, apalagi tangan pria itu saat ini di borgol.


"Bugh"


"Bugh"


"Bugh"


"Dasar brengseek! Jika ingin melarikan diri, kenapa harus melarikan diri ke hotel ini?! Kenapa tidak mencari tempat lain saja?! Kamu telah membuat acara malam pertamaku gagal!"sergah Andi terus menghajar orang itu untuk melampiaskan emosinya.


Orang itu berusaha kembali kabur karena merasa tidak sanggup melawan Andi. Namun, tentu saja tidak di biarkan Andi begitu saja.


Aparat yang berhasil menyusul Andi dan penjahat itu pun berusaha menghentikan Andi menghajar penjahat yang kabur itu. Namun dua orang aparat itu terlihat kewalahan untuk menahan Andi.


"Kenapa harus menjual barang haram dan senjata ilegal?! Kenapa tidak menjual sayuran di pasar saja! Dasar brengseek! Perusak generasi muda!"teriak Andi yang masih berusaha menghajar orang itu, namun dipegangi oleh dua orang aparat.


Pengedar barang terlarang itu benar-benar babak belur di hajar Andi, sampai tidak bisa bangun lagi.


Para aparat yang berhasil mengejar keduanya sampai di buat bingung oleh kelakuan Andi. Walaupun mereka merasa berterima kasih karena Andi telah menangkap orang itu.


*


Andi duduk di mobil pick up polisi yang melaju bersama Kanaya dan juga beberapa pasangan yang di duga bukan pasangan halal, tapi ditemukan sedang melakukan hubungan suami-istri di dalam kamar hotel.


"Ya, Tuhan.. gini amat, ya, nasibku? Huff.. Mungkin ini karmaku karena aku menikung Randy dan menikahi Kanaya secara licik. Sekarang, mau malam pertama saja sudah seperti maling. Orang yang nggak nikah aja bebas kikuk-kikuk tanpa ada gangguan sampai bunting baru ketahuan. Aku yang sudah halal lahir dan batin malah lagi-lagi harus merasakan kegagalan,"gerutu Andi dalam hati membuang napas kasar berkali-kali.


Sedangkan Kanaya, gadis itu melirik ekspresi wajah suaminya yang duduk di samping nya. Wajah suaminya benar-benar terlihat ruwet seperti benang yang kusut.


"Melihat dia seperti ini, kenapa aku jadi merasa kasihan, ya? Sepertinya, dia benar-benar sudah ingin,"gumam Kanaya dalam hati.


Andi menghubungi pengacara yang mengurus surat-surat pernikahan nya dengan Kanaya kemarin. Pengacara itu menjelaskan bahwa Andi dan Kanaya adalah sepasang suami-isteri dengan memperlihatkan bukti-bukti yang dimilikinya pada polisi.


Malam sudah larut saat akhirnya Andi keluar dari kantor polisi setelah pengacara Andi mengurus semuanya.


"Kita pulang ke apartemen saja,"ujar Andi pada Kanaya masih dengan wajahnya yang terlihat kusut.


"Iya,"sahut Kanaya.


...🌸❀️🌸...


Sorry, telat update. Kalau ada kalimat rancu atau typo spill aja.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2