Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
324. Ragu


__ADS_3

"Hei! Akhh!"


"Byurr"


Lana yang terbatuk-batuk menarik tangan Andi yang masih membungkuk setelah menenggelamkan dirinya. Lantai kamar mandi yang basah karena air dari bathtub yang meluap saat Andi menenggelamkan Lana dalam bathtub tadi membuat Andi kehilangan keseimbangan, hingga Andi terjatuh ke dalam bathtub menimpa Lana.


"Uhuk..uhuk.. Uhuk.."


Lana kembali terbatuk-batuk karena kembali tenggelam ke dalam bathtub akibat Andi yang jatuh menimpa dirinya. Andi bergegas keluar dari bathtub karena posisinya yang berada di atas tubuh Lana terlalu intim, membuat Andi merasa tidak nyaman.


"Shiitt! Gadis ini!"geram Andi keluar dari bathtub,"Pakaianku jadi basah semua gara-gara gadis ini,"gerutu Andi dengan ekspresi kesal.


Andi bergegas mengambil handphonenya dari dalam saku celananya yang ikut basah.


"Huff.. Untung saja handphone ku anti air. Masih aman kalau cuma masuk bathtub sebentar. Katanya kalau handphone anti air, 'kan bisa berada di kedalaman air hingga 1,5 meter untuk 30 menit,"gumam Andi seraya meraih handuk untuk mengeringkan handphone nya, sedangkan tubuhnya sendiri masih basah kuyup.


Inilah realita. Bagi orang zaman now handphone adalah barang yang sangat berharga dan paling utama.


Kalau anak zaman now di tanya "Bisakah hidup tanpa handphone?", maka jawabannya sudah pasti "TIDAK". Lebih memikirkan bagaimana keadaan handphonenya dari pada dirinya sendiri.


"Ahh.. Aku jadi pengen jadi handphone yang selalu di sayang dan di perhatikan. Kalau aku menjadi handphone, tiap bangun pagi aku menjadi yang pertama kali yang selalu dipegang. Saat santai, aku selalu jadi mainan yang menyenangkan. Saat aku bunyi, selalu cepat di tanggapi. Dan saat mau tidur pun, aku selalu menjadi teman setia yang selalu diperhatikan,"gumam Andi seraya mengeringkan handphonenya.


"Diam di situ dan jangan bergerak!"ujar Andi dengan suara dingin saat Lana baru saja bergerak.


"A.. Aku ingin keluar dari bathtub,"ucap Lana yang nampak kedinginan.


"Aku tidak mau mengambil risiko. Jika obat yang kamu minum itu bereaksi lagi bagaimana? Aku tidak mau kamu menerkam ku lagi. Mataku sudah tidak suci lagi karena kamu. Diam di situ dan jangan kemana-mana tanpa izin dari ku. Atau kamu akan aku serahkan pada orang-orang yang sedang mencari mu di luar sana,"ancam Andi membuat Lana tidak berani lagi bergerak dari tempatnya.


Andi mengambil bathrobe, lalu masuk ke dalam bilik yang ada di kamar mandi itu. Bilik yang di sekat dengan kaca es atau disebut juga frosted glass yang memiliki tekstur pada salah satu sisinya dan terlihat buram seperti es.

__ADS_1


Walaupun Lana tidak bisa melihat tubuh Andi secara nyata, namun Lana bisa melihat bayang-bayang Andi dari balik kaca itu.


Beberapa saat kemudian, Andi keluar dari bilik itu menggunakan bathrobe. Pemuda itu berjalan keluar dari kamar mandi itu meninggalkan Lana yang masih berada di dalam bathtub.


"Gadis ini benar-benar pengganggu. Apa Tuan tahu kalau gadis ini sedang di cari orang, karena itukah Tuan membiarkan gadis itu berada di dalam kamarnya? Tapi tega sekali Tuan mengumpankan aku pada gadis yang sedang dalam pengaruh obat seperti itu. Untung saja aku masih kuat iman. Jadi, aku masih bisa menjaga keperjakaan ku,"gerutu Andi seraya membuka lemari pakaian Rayyan.


Andi memilih pakaian Rayyan untuk di pakainya. Tidak peduli jika majikannya itu marah padanya karena memakai pakaiannya tanpa izin. Setelah memakai pakaian, Andi memungut pakaian Lana yang berserak di lantai, lalu kembali ke kamar mandi.


"Ini. Pakai pakaian kamu!"Andi meletakkan pakaian Lana di dekat Lana, kemudian keluar dari kamar mandi itu.


Lana menghela napas panjang menatap Andi yang keluar dari kamar mandi itu.


"Mereka benar-benar orang baik. Tidak memanfaatkan aku seperti orang tua brengseek itu. Untung saja aku tidak meminum minuman itu semuanya karena tanpa sengaja aku menjatuhkan gelasnya. Dan aku juga beruntung karena bertemu dengan dua orang pria itu. Mereka mau menolong aku dan tidak mengambil kesempatan dengan keadaan ku ini. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi padaku,"gumam Lana kemudian keluar dari bathtub.


Setelah memakai pakaiannya, Lana pun keluar dari kamar mandi itu. Lana melihat Andi yang sedang duduk di sofa.


"Ini, minumlah ini!"ucap Andi menunjuk pada susu dalam kemasan kotak yang di pesannya pada pihak hotel,"Meski bukan penetralisir racun secara khusus, tapi susu bisa bermanfaat untuk membantu korban keracunan, misalnya saat overdosis obat. Susu bekerja untuk memperkecil volume racun dalam tubuh, melapisi saluran cerna, dan kandungan laktosanya membantu mempercepat pembuangan racun di dalam tubuh,"


"Susu menetralisir obat dengan cara melapisi saluran cerna dan mengurangi absorpsi atau penyerapan antibiotik dalam tubuh. Komponen antibiotik seperti trisiklik yang bereaksi dengan susu. Obat yang mengandung tiroid juga akan bereaksi terhadap kandungan kalsium dalam susu. Akibatnya penyerapan dan efektivitas obat pun terhambat. Walaupun ada beberapa macam obat yang malah bagus jika di minum dengan susu,"


"Aku rasa, kamu belum sampai dua jam meminum obat yang membuat mu jadi agresif seperti tadi. Jadi, minumlah susu ini untuk menetralisir obat yang kamu minum tadi,"ujar Andi menatap Lana yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Iya. Terimakasih,"ucap Lana kemudian mendekat ke arah meja sofa tempat Andi duduk.


Lana duduk di sofa panjang, sedangkan Andi duduk di sofa single. Lana meminum susu yang ada di atas meja sesuai perintah Andi.


"Apa ayah sambung mu itu yang menyuruh kamu datang ke sini untuk menjebak majikanku?"tanya Andi menyelidik.


"Tidak. Dia tidak menyuruh saya ke sini. Pria tua brengseek itu menyuruh saya melayani pimpinan mafia yang bekerja sama dengan dia. Saya melarikan diri dari kamar pria itu saat pria itu ke kamar mandi,"jelas Lana jujur adanya.

__ADS_1


"Lalu, apa rencana kamu setelah ini?"


"Saya tidak tahu. Jika saya kembali, pria tua itu pasti akan menjual saya lagi. Tapi, jika saya pergi, saya tidak memiliki tempat, apalagi tujuan,"sahut Lana dengan wajah tertunduk.


"Aku bukan tidak mau menolong kamu. Tapi, aku tidak mau terlibat lagi dengan ayah sambung mu itu,"ujar Andi yang tidak ingin terlibat lebih jauh dengan Lana, mengingat Lana adalah putri pejabat yang berkuasa di kota itu yang berhubungan dengan mafia.


"Saya mengerti. Terimakasih karena telah menolong saya malam ini,"ucap Lana tulus,"Tolong izinkan saya tinggal di sini sampai pagi,"pinta Lana penuh harap.


"Okey. Tapi kamu tidak boleh tidur di ranjang itu. Majikanku tidak akan suka jika tempat tidurnya di tiduri oleh orang lain. Tidurlah di sofa ini!"ujar Andi kemudian melipat kedua tangannya dan memejamkan matanya.


Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Andi. Menempuh perjalanan dari negaranya ke negara ini dan langsung di suguhkan pekerjaan yang menumpuk yang harus segera di selesaikan. Tapi saat akan istirahat malah harus menghadapi Lana yang terkena pengaruh obat.


Sedangkan Lana masih membuka matanya. Gadis itu nampak sedang berpikir. Untuk beberapa menit tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua.


Lana menatap Andi yang duduk di sofa seraya melipat kedua tangannya dan memejamkan matanya.


"Tuan, apa Tuan sudah tidur?"tanya Lana terlihat ragu.


"Kenapa? Apa kamu membutuhkan sesuatu?"tanya Andi masih memejamkan matanya dan tetep pada posisinya.


"Tidak. Emm.. Tuan, sepertinya kalian bukan pebisnis biasa. Kalian pasti mengenal banyak orang. Apakah anda mengenal orang yang bernama Neil?"


...🌸❤️🌸...


Notebook :


Antidepresan trisiklik adalah kelompok obat untuk meredakan gejala depresi, bipolar, atau distimia.


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2