Kupu-kupu Malam Tapi Perawan

Kupu-kupu Malam Tapi Perawan
336. Amazing


__ADS_3

Andi tersenyum cerah. Dengan cepat pemuda itu melangkahkan kakinya menuju ruangan Rayyan. Andi segera masuk ke ruangan majikannya itu setelah mengetuk pintu dan di izinkan masuk.


"Tuan, pejabat busuk itu sudah bangkrut, mafia pendukung nya sudah habis di tumpas oleh Tuan Neil dan bukti-bukti kejahatan nya sudah di sebar luaskan Tuan Neil ke media,"lapor Andi terlihat sangat antusias.


"Baguslah kalau begitu. Semua usaha kita jadi tidak sia-sia dan semuanya lebih cepat selesai dari perkiraan kita karena bantuan dari Neil,"sahut Rayyan menatap Andi, menghentikan jemari tangannya yang sedang mengetik di laptopnya. Wajah pria itu juga terlihat senang.


"Iya, Tuan. Berkat bantuan Tuan Neil, semuanya berjalan lebih cepat dan lebih mudah,"sahut Andi masih dengan ekspresi antusiasnya.


"Kamu terlihat sangat antusias sekali?"tanya Rayyan yang melihat ekspresi Andi sangat antusias dan terlihat sangat bahagia.


"Tentu saja, Tuan. Jika semua pekerjaan kita di sini sudah beres, maka kita akan segera pulang. Saya tidak sabar untuk segera pulang,"sahut Andi penuh senyuman.


"Hais, kayak kamu memiliki orang yang kamu rindukan saja, hingga membuat kamu ingin segera pulang. Kalau aku, sih, wajar jika ingin segera pulang. Aku sudah sangat rindu dengan istri ku yang cantik dan putraku yang lucu serta menggemaskan,"ujar Rayyan penuh senyuman karena mengingat anak dan istrinya.


"Saya memang belum memiliki anak dan istrinya yang saya rindukan seperti Tuan. Tapi, saya rindu dengan masakan di negeri kita. Lidah indo saya protes karena keseringan makan makanan olahan dari gandum. Saya rindu dengan nasi dan masakan Nusantara yang kaya akan rempah-rempah,"ujar Andi jujur adanya.


"Haish, dasar lidah kampungan. Di sini, 'kan, juga ada masakan indo,"sahut Rayyan kembali mengetik di laptopnya.


"Iya, ada. Tapi, kan, nggak banyak pilihan kayak di indo, Tuan. Mana mahal-mahal lagi,"keluh Andi,"Tuan sendiri juga nggak terlalu suka makanan di sini, 'kan? Lidah Tuan juga sama kampungannya dengan lidah saya,"skak Andi membuat Rayyan menghentikan aktivitasnya dan menatap Andi.


"Bukan masalah itu. Masalahnya adalah, aku sudah terbiasa dengan masakan Bik Mastuti yang tidak memakai micin. Hampir semua orang di dunia ini memakai MSG (Mono-Sodium Glutamat) atau yang populer disebut sebagai micin. Micin merupakan senyawa kimia yang ditemukan oleh Prof. Ikeda yang kemudian membuat perusahaan terkenal Ajinomoto,"


"Konsumsi paling besar MSG masih dipegang Tiongkok (hijau), diikuti Vietnam, Indonesia, Jepang,(negara-negara benua) Afrika, Thailand, (negara-negara) Eropa Barat, Amerika Tengah, dan Selatan, Amerika Serikat, Korea Selatan, Eropa Tengah dan Timur, dan Taiwan. Baik secara langsung (memakai micin) atau tidak langsung (pakai kecap ikan, kecap asin, kaldu kemasan cair),"sahut Rayyan yang memang tidak suka dengan makanan yang di tambah dengan penyedap rasa.


"Itu cuma alasan Tuan. Intinya tetap sama, Tuan lebih suka dengan makanan yang kaya akan rempah-rempah. Dari mana datangnya rasa masakan kalau bukan dari rempah-rempah? Nggak mungkin, 'kan, cuma masak pakai garam doang? Bahkan negara kita di jajah karena terlalu kaya akan rempah-rempah,"sahut Andi mengenang pelajaran sejarah yang pernah di pelajari nya dulu.


"Iya, iya. Terserah kamu saja, lah! Berdebat dengan kamu itu cuma buang-buang waktu. Cepat selesaikan pekerja kamu, agar kita bisa segera pulang,"titah Rayyan.


"Siap, Tuan. Demi nasi Padang, rendang, ayam geprek, dan mie ayam janda kembang, saya akan segera menyelesaikan pekerjaan saya,"ujar Andi penuh semangat. Andi tidak tahu kisah apa yang telah di siapkan author untuk dirinya saat pulang nanti.


"Haish.. Rindu, kok, sama makanan. Dasar jomblo!"cibir Rayyan.


"Jangan salah, Tuan! Pergi ke Solo, terus ke Belgia. Meskipun jomblo, tetap bahagia. Buat apa punya pacar, tapi 'dunia' cuma milik berdua aja. Lebih baik jomblo, banyak teman dan dunia terlihat jauh lebih luas. Menjadi jomblo itu pilihan, Tuan. Karena saat menjadi jomblo, bisa lebih fokus mengejar karier dan meraih impian tanpa ada gangguan yang bernama cinta, asmara dan kegalauan. Jomblo itu hemat pangkal kaya, karena nggak perlu menyisihkan uang untuk bayarin pacar. Lagian, jomblo bukan berarti karena saya tidak laku. Saya hanya ingin mempersiapkan diri untuk menjadi calon menantu. Calon menantu idaman bagi calon mertua. Biar sekali melamar tidak akan bisa di tolak. Siapa yang akan menolak menantu yang punya pribadi dan bunga?"ujar Andi penuh percaya diri dan terlihat bangga.


"Cih, bangga sekali. Memang kamu sudah memiliki berapa banyak pribadi dan bunga? Kalau belum banyak, kapan kawinnya,"tanya Rayyan yang benar-benar di buat geleng-geleng kepala pada asistennya itu.

__ADS_1


"Saya belum memiliki semua hal yang pribadi, Tuan. Baru punya bunga bank. Sebagai besar uang saya masih saya pakai untuk berinvestasi. Kalau sudah punya calon istri yang pasti, baru akan saya siapkan mobil pribadi, rumah pribadi, villa pribadi dan lain sebagainya yang bersifat pribadi. Selama saya masih menjomblo, semua yang berbau pribadi itu belum perlu, Tuan. Dan soal kawin itu mudah. Yang rumit, 'kan, menikah, bukan kawin. Kawin tinggal buka baju saja. Kalau nikah, banyak yang harus di urus,"sahut Andi langsung menutup mulutnya yang keceplosan.


"Cih! Ngakunya masih perjaka. Tapi ngomongnya seperti itu,"cibir Rayyan.


"Fisik masih orisinil perjaka ting-ting, Tuan. Cuma otak sudah tidak perjaka lagi,"sahut Andi menyengir bodoh.


"Ngaku juga,"sahut Rayyan geleng-geleng kepala.


"Yang pasti, jadi jomblo itu bebas tanpa beban, Tuan,"ujar Andi bangga.


"Ya.. Ya... Ya.. Jomblo itu free. Freehatin.Tapi, tidak usah sedih kalau sendiri, matahari juga sendiri, tapi tetap bersinar menyinari bumi. Romeo rela mati untuk Juliet, Jack mati karena menyelamatkan Rose. Intinya, kalau tetap mau hidup, jadilah single,"sahut Rayyan


"Oh, ya, Tuan. Sebelum pulang lusa, kita akan menghadiri pernikahan Lana dan Tuan Neil,"lapor Andi mengalihkan pembicaraan.


"Akhirnya mereka menikah. Siapkan saja semuanya dan bantu aku membeli oleh-oleh untuk istri dan keluarga ku,"ujar Rayyan yang merasa senang karena sebentar lagi akan pulang.


"Rebes, Tuan,"sahut Andi.


"Beres! Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar!"tegur Rayyan.


"Dasar Andi! Aku ingin melihat, bagaimana kalau kamu jatuh cinta nanti. Kira-kira, pasanganmu nanti tahan, nggak sama mulutmu yang ceplas-ceplos itu,"gumam Rayyan terkekeh kecil mengingat betapa ceplas-ceplosnya mulut Andi pada orang-orang di dekatnya.


Dulu Rayyan sering menghukum Andi karena mulutnya yang ceplas-ceplos itu. Namun, semakin lama bersama Andi, Rayyan menjadi terbiasa dengan mulut Andi. Walaupun Andi mulutnya suka ceplas-ceplos dan kata-katanya sering menohok di hati, tapi Andi tidak munafik. Selain itu, Andi selalu bisa di andalkan Rayyan dalam segala hal. Mudah paham dan paling mengerti perasaan Rayyan. Mungkin karena mereka sudah lama bersahabat. Mungkin karena itu Rayyan tetap mempertahankan Andi berada di sisinya.


***


Hari itu, media gempar dengan beredarnya bukti-bukti kejahatan ayah sambung Lana. Polisi akhirnya meringkus ayah sambung Lana, karena semua bukti yang beredar di media sangat kuat dan tidak bisa di bantah lagi. Masyarakat pun menghujat ayah sambung Lana yang berbuat kotor agar bisa meraih jabatan yang lebih tinggi dan mendapat banyak uang dari bisnis-bisnis nya yang sebagian besar adalah ilegal.


Saat masa gempar dengan terungkapnya kejahatan ayah sambung Lana, Neil dan Lana malah sedang berbahagia karena baru saja selesai mengikat janji suci di hadapan Tuhan dan di resmikan secara hukum. Mereka mengadakan pesta pernikahan mereka di mansion milik Neil.


Pesta itu tidak terlalu ramai oleh tamu undangan, karena Neil memang tidak terlalu banyak mengundang orang dalam pesta pernikahannya. Hanya orang-orang tertentu saja yang di undang oleh Neil.


"Selamat menempuh hidup baru, Tuan! Semoga berbahagia sampai akhir!"ucap Rayyan tulus.


"Terimakasih, Tuan. Ini semua berkat anda yang mau bermurah hati mempertemukan kami,"sahut Neil tulus.

__ADS_1


"Terimakasih, Tuan Rayyan, Tuan Andi! Saya tidak akan melupakan kebaikan anda berdua,"ucap Lana tulus


"Tidak perlu terlalu di pikirkan. Saya membantu dengan tulus. Tidak mengharapkan apapun,"sahut Rayyan jujur.


"Saya tahu anda tulus. Tapi, saya benar-benar sangat berterimakasih atas bantuan anda. Jika suatu hari anda memerlukan bantuan kecil dari saya, saya pasti akan dengan senang hati membantu anda,"ucap Neil tulus.


"Terimakasih. Anda juga sudah banyak membantu saya dengan mengatasi para mafia itu dan menyingkirkan pejabat licik itu,"sahut Rayyan tersenyum tipis.


"Itu bantuan yang tidak seberapa. Saya yakin, tanpa saya pun, anda bisa menyingkirkan mereka,"sahut Neil merendah.


"Oh, ya, Tuan Andi kapan menikah? Kalau menikah, jangan lupa mengundang kami, ya!"ucap Lana tersenyum tipis.


"Oh, tentu saja, nyonya,"sahut Andi penuh senyuman.


"Saya penasaran. Gadis mana kira-kira yang bisa mengambil keperjakaan anda,"celetuk Lana terkekeh kecil, mengingat Andi yang marah pada Rayyan karena keperjakaan nya hampir hilang oleh dirinya.


"Apa? Tuan Andi masih perjaka?"tanya Neil tidak percaya.


"Iya, Tuan. Andi ini makhluk langka yang perlu dilestarikan. Dia ini masih perjaka ting-ting,"sahut Rayyan kemudian tertawa dan Neil serta Lana pun ikut tertawa.


"Benar. Saya ini masih perjaka ting-ting,"sahut Andi membusungkan dada penuh kebanggaan.


"Oh my God! Di zaman sekarang dan di usia anda saat ini, anda masih perjaka. Sungguh amazing,"ujar Neil kembali tertawa diikuti tawa Lana dan Rayyan.


...🌟🌟🌟...


..."Hanya karena tidak berpacaran, bukan berarti ketinggalan zaman. Tahukah kamu? Pacaran tanpa ikatan suci pernikahan, hanya akan menjerumuskan."...


..."Lebih baik menunggu orang yang tepat, daripada menghabiskan waktu dengan orang yang tidak tepat."...


..."Nana 17 Oktober"...


...🌸❀️🌸...


.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2