
Kanaya hanya diam saat Andi mengobati lukanya. Jujur, menurut Kanaya pemuda di depannya ini selain tampan juga jago bela diri dan sangat perhatian.
"Ah, aku merasa tidak percaya diri berada dekat dengan orang ini. Aroma parfum nya begitu segar dan memanjakan indera penciuman. Pasti dia memakai Extrait de Parfume Sangat berbeda dengan aku yang hanya mampu membeli Eau Fraiche. Itupun makainya hanya sedikit-sedikit biar irit, nggak cepat habis,"gumam Kanaya dalam hati merasa miris.
"Jika aku boleh tahu, apa alasan kamu menolak aku?"tanya Andi tiba-tiba. Pemuda itu masih fokus mengobati luka di leher Kanaya.
"Karena anda adalah orang yang telah berulang kali menyelamatkan saya. Bahkan hari ini,"jawab Kanaya yang membuat Andi mengernyitkan keningnya.
"Bukankah seharusnya kamu menerima aku, karena aku telah berulang kali menyelamatkan kamu?"tanya Andi seraya menatap Kanaya, karena sudah selesai mengobati luka Kanaya.
Pemuda itu kemudian mengambil handphonenya. Andi nampak menggulir layar handphonenya, lalu jemari tangannya mulai mengetik.
Kanaya tersenyum tipis mendengar perkataan Andi,"Karena anda telah berulang kali menolong saya, saya tidak ingin mengecewakan, apalagi melukai hati anda. Saya tidak memiliki perasaan pada Tuan. Jika saya memaksakan diri untuk menerima Tuan, bukankah Tuan akan kecewa dan sakit hati seandainya suatu hari nanti saya memilih berpisah dengan Tuan karena tidak bisa mencintai, Tuan?"
"Diberi harapan palsu itu lebih menyakitkan daripada ditolak. Jika di tolak sakitnya cuma sekali dan kemungkinan besar langsung bisa move on lagi. Tapi kalau di PHP itu sakitnya akan lebih banyak lagi, dan mungkin akan lebih susah untuk move on mencari pengganti. Di PHP itu seperti di kacangin. Tuan tahu? Kacang itu gurih, tapi di kacangin itu perih,"ujar Kanaya panjang lebar.
Dalam hati gadis itu berkata,"Aku tidak mau di labrak pacarnya ataupun dihina dan di rendahkan oleh orang tuanya karena aku hanyalah gadis miskin yang tidak punya apa-apa,"gumam Kanaya dalam hati yang masih ingat jika Andi memiliki pacar yang di lihatnya di tepi danau waktu itu. Dan juga masih ingat bagaimana ibu dari kekasihnya dulu menghina dirinya.
Andi tertawa tanpa suara mendengar apa yang di katakan oleh Kanaya,"Lalu, apa kamu lebih menyukai si Randy yang bahkan tidak bisa melindungi kamu itu?"tanya Andi menatap Kanaya lekat.
"Emm.. Itu..."Kanaya nampak ragu untuk menjawab.
"Sudahlah! Jika tidak ingin menjawabnya, tidak perlu di jawab,"ucap Andi yang melihat Kanaya nampak ragu untuk menjawab pertanyaannya,"Toh, sekarang kamu juga sudah menjadi milikku,"lanjut Andi dalam hati.
"Terimakasih, karena sudah menolong saya,"ucap Kanaya tulus,"Dia tidak akan berbicara pedas lagi, 'kan?"gumam Kanaya dalam hati.
"Aku sudah memesan makanan untuk mu. Sebaiknya setelah makan kamu istirahat,"ucap Andi seraya bangkit dari duduknya.
"Anda tidak perlu sampai membelikan makanan untuk saya. Saya sudah sangat berterimakasih karena anda telah menolong saya,"ucap Kanaya yang sempat terkejut saat Andi mengatakan sudah memesan makanan untuk dirinya.
"Aku pulang,"pamit Andi tanpa menanggapi perkataan Kanaya.
"Hati-hati!"ucap Kanaya yang hanya bisa menghela napas panjang melihat Andi yang sudah naik ke atas motornya, lalu melajukan motornya,"Ternyata tadi dia memesan makanan untuk ku,"gumam Kanaya karena tadi sempat melihat Andi menggulir layar handphonenya yang gambarnya berbagai menu makanan.
Andi melajukan motornya kembali ke kantor. Memilih mengerjakan pekerjaan yang seharusnya di kerjakan nya besok.
"Aku ingin sekali makan dengan dia. Tapi aku takut dia canggung dan merasa tidak nyaman jika harus makan bersama ku,"gumam Andi terus melakukan motornya.
Tak lama dari Andi pulang, makanan yang di pesan Andi untuk Kanaya pun sudah sampai. Bahkan Andi juga memesan minuman dan buah-buahan untuk Kanaya.
"Astagaa.. Dia memesan makanan untuk ku banyak sekali. Bahkan lengkap sama buah dan minumannya. Aku bisa menyisakan makanan ini untuk besok pagi. Lumayan mengirit uang. Itu orang sebenarnya baik banget, tapi kalau lagi kumat, mulutnya kayak mercon,"gumam Kanaya mulai makan, karena perutnya memang sudah keroncongan.
*
Di kantor, Andi nampak serius memeriksa beberapa file di laptopnya. Beberapa berkas nampak menumpuk di atas mejanya. Perhatian pemuda itu teralihkan saat mendengar suara dering handphone nya.
"Halo, Tuan!"sapa Andi sopan.
"Kamu di mana? Kok, belum pulang?"tanya suara di sebrang telpon yang tidak lain adalah Rayyan.
"Haish, tuan sudah seperti ibu saya aja. Pulang terlambat di tanyain,"sahut Andi menghela napas panjang.
"Eh, asisten sialan! Aku perhatian sama kamu, kamu malah mengeluh. Seharusnya kamu bersyukur, karena aku sebagai atasan kamu sangat perhatian sama kamu. Mana ada atasan yang perhatian sama bawahan seperti aku,"ujar Rayyan menyombongkan diri, walaupun kenyataannya memang benar.
__ADS_1
"Iya.. Iya.. Tuan memang atasan terbaik di dunia. Saya sekarang ada di kantor sedang mengerjakan tugas besok pagi, karena dari siang sampai sore saya mau minta izin sama Tuan,"ujar Andi yang tidak ingin berdebat dengan Rayyan.
"Memangnya kamu mau kemana?"tanya Rayyan kepo.
"Saya ada urusan pribadi, Tuan,"sahut Andi yang memang sudah memiliki rencana untuk besok siang.
"Halahh.. Sok urusan pribadi. Palingan kamu mau mengikuti Kanaya, 'kan? Kepo sama jawaban Kanaya ke Randy? Isi pikiran kamu itu sudah kebaca sama aku,"ujar Rayyan yang terdengar yakin akan asumsinya.
"Tuan CEO merangkap jadi cenayang, ya? Tahu aja pikiran orang,"sahut Andi terkekeh kecil,"By the way, sekarang Tuan, kok, persis emak-emak, sih? Lebih peka, lebih perhatian, dan suka kepo. Jangan-jangan, nyonya mengandung anak perempuan,"ujar Andi curiga.
"Mau laki-laki atau perempuan sama saja, akan aku sambut dengan senang hati, karena dia adalah anakku. Asal jangan masuk spesies kaum pelangi aja. Kalau cowok ya, cowok beneran. Kalau cewek juga harus cewek beneran. Jangan jadi manusia jadi-jadian. Cewek bukan, cowok juga bukan. Repot mengurusnya,"cerocos Rayyan
"Iya..iya.. Terserah Tuan saja. Sekarang izinkan saya melanjutkan pekerjaan saya,"ujar Andi yang hanya bisa menghela napas panjang menghadapi majikannya itu.
***
Hari ini adalah hari ke tiga yang di tunggu-tunggu oleh Randy. Hari dimana Kanaya akan memberikan jawaban pertanyaan cintanya.
Sedangkan Andi, dari siang pemuda itu sudah meninggalkan kantor sesuai dengan rencananya kemarin.
Randy sudah menunggu Kanaya di lobby. Pria itu nampak sudah tidak sabar bertemu dengan Kanaya.
"Kanaya lama sekali. Di mana dia?"gumam Randy yang sudah terlihat tidak sabar.
Sedangkan Kanaya yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya mengernyitkan keningnya saat melihat panggilan dari nomor yang tidak di kenalnya.
"Halo!"ucap Kanaya yang merasa penasaran dengan siapa yang menelponnya.
"Halo, sayang! Setelah pulang kerja langsung pulang, ya!"ucap suara dari sambungan telepon membuat Kanaya menghela napas panjang.
'Kanaya Batari,"ucap suara di sebrang telpon membuat Kanaya tidak jadi menjauhkan handphonenya dari telinga, apalagi mematikannya.
"Si.. Siapa kamu? Kenapa kamu tahu namaku?"tanya Kanaya dengan wajah yang terlihat terkejut.
"Suamimu,"
"Heh, bercanda mu tidak lucu. Siapa kamu sebenarnya, dan dari mana kamu mendapatkan nomor telepon ku?"tanya Kanaya yang jadi penasaran dengan si penelpon itu.
"Aku Riandi, suamimu,"sahut pria di sebrang telpon itu terdengar serius.
"Jangan bercanda! Sejak kapan aku menikah dengan kamu?"ketus Kanaya yang jadi kesal.
"Sejak kemarin. Jika tidak percaya, kamu bisa bertanya pada ibumu. Sayangnya, kita belum punya waktu untuk melakukan malam pertama,"ujar penelpon itu terdengar kecewa.
"Dasar orang sinting!"umpat Kanaya langsung menutup panggilan dengan perasaan kesal,"Sejak kapan aku menikah dengan dia? Sembarangan saja kalau bicara,"gerutu Kanaya dengan wajah bersungut-sungut.
Baru saja Kanaya hendak melangkah, terdengar lagi suara dering telepon dari nomor yang sama. Kanaya me-reject panggilan itu, tapi orang itu masih saja terus menghubungi dirinya. Hingga akhirnya Kanaya memilih menonaktifkan handphonenya karena merasa kesal pada orang yang mengaku sebagai suaminya itu. Kanaya membereskan barang-barangnya, agar bisa segera pulang.
"Menyebalkan sekali. Dari mana orang gila itu mendapatkan nomor telepon ku,"gerutu Kanaya seraya berjalan menuju lobby gedung itu untuk menemui Randy. Kanaya ingat, jika hari ini dirinya harus memberikan jawaban pada Randy.
Kanaya melihat Randy yang nampak sudah menunggunya. Pria itu nampak tersenyum lebar saat melihat Kanaya.
"Kanaya!"panggil security yang berjaga di pintu masuk gedung itu.
__ADS_1
Sedangkan Randy tidak jadi menghampiri Kanaya karena di ajak bicara oleh seseorang.
"Ada apa, Pak?"tanya Kanaya menghampiri security yang nampaknya juga hendak menghampiri dirinya itu.
"Ini, ada titipan buat kamu. Katanya dia tidak bisa menghubungi handphone kamu, jadi dia menitipkan ini untuk kamu,"ucap security itu menyerahkan sebuah amplop pada Kanaya.
"Dari siapa, pak?"tanya Kanaya pada security itu.
"Dari suamimu,"ucap security itu kemudian pergi begitu saja.
...🌟Memberi harapan palsu tanpa ada rasa cinta adalah kejahatan besar yang terencana.🌟...
...🌸❤️🌸...
Notebook:
Lima tingkatan parfum berdasarkan ketahanan aromanya.
Extrait de Parfume atau lebih sering disebut Parfum adalah tingkatan tertinggi dari jenis wewangian. Parfum memiliki kandungan essential yang paling banyak dibanding wewangian lain, yaitu sekitar 20-30%. Parfum ini dapat bertahan selama 6-8 jam pada tubuh dan satu hari penuh pada pakaian.
Eau de Parfume (EDP) yang mengandung essential oil sebanyak 15-20%. Dengan kandungan tersebut, Eau de Parfume dapat bertahan selama 4-5 jam pada tubuh dan 12 jam di pakaian.
Eau de Toilette (EDT) mempunyai kandungan minyak esensial sebanyak 5-15%. Kadar alkohol Eau de Toilette lebih tinggi dibanding minyaknya, sehingga aroma yang dihasilkan hanya dapat bertahan sekitar 2-3 jam saja.
Eau de Cologne (EDC). Konsentrasi wangi Eau de Cologne jauh lebih rendah daripada tiga parfum sebelumnya. Kandungan minyak esensial Eau de Cologne berkisar antara 2-4%, sehingga aromanya hanya bertahan selama 2 jam saja.
Eau Fraiche. Jenis wewangian paling ringan yang berada di tingkat terakhir adalah Eau Fraiche. Kandungan minyak esensial pada Eau Fraiche hanya sebanyak 1-3%. Aroma yang dihasilkan tidak akan bertahan lebih dari satu jam.
.
__ADS_1
To be continued