
Dila berkeliling mencari mangsa yang bisa dijadikan ATM berjalan. Tapi tidak kunjung mendapatkan juga. Akhirnya Dila mencari informasi dimana letak perusahaan milik Rayyan yang ada di negara itu.
Dila keluar dari dalam mobilnya dan berdiri di samping mobilnya. Wanita itu menatap gedung tinggi di depannya. Dila tidak pernah menyangka jika Rayyan yang dulu ditinggalkan nya dalam keadaan perusahaan yang tidak stabil, sekarang malah menjadi pebisnis handal dan memiliki cabang perusahaan di tempatnya tinggal saat ini.
"Saat ini Rayyan jauh dari istrinya. Ini kesempatan bagus untuk merayunya. Atau mungkin.. Menjebaknya agar menjadi milikku,"gumam Dila dengan senyuman jahat yang terukir di bibirnya.
"Jangan coba-coba menganggu Tuan Rayyan, atau kamu akan menyesal nanti. Carilah pria hidung belang yang sama bejatnya dengan dirimu. Jangan berpikir untuk menjebak pria baik-baik yang mencintai istrinya,"ucap Troy dengan suara dingin.
Entah kapan pria itu muncul. Tiba-tiba saja pria itu sudah berada di samping Dila dengan wajah datar dan dinginnya.
"Cih! Kita sudah tidak ada urusan lagi. Jadi, kamu tidak usah mengurusi urusan ku. Terserah aku mau menggoda siapa? Tidak ada urusannya dengan kamu,"ketus Dila yang sempat terkejut dengan kehadiran Troy yang tiba-tiba.
"Brakk"
"Akhh!"
Troy mendorong Dila hingga wanita itu membentur body mobilnya. Tangan kanan dan kirinya Troy berada di sebelah kanan dan kiri tubuh Dila, menempel di body mobil Dila, mengunci pergerakan Dila.
"Tentu saja ada urusannya dengan ku, jika itu berhubungan dengan Tuan Rayyan. Jika kamu berani mengusik Tuan Rayyan, maka aku akan bertindak padamu. Karena Tuan Neil sudah mengatakan pada kami semua, siapapun yang mengusik Tuan Rayyan, berarti mengusik kami,"ucap Troy menatap tajam, penuh intimidasi pada Dila.
Dila menelan salivanya kasar. Tiba-tiba tubuhnya berkeringat dingin. Detak jantung wanita itu rasanya berhenti berdetak karena ancaman dan juga aura membunuh dari Troy.
"Lagipula, apa kamu pikir Rayyan Nugroho itu pria yang kaya raya? Jika kamu berpikir demikian, kamu salah besar. Pria itu sudah memberikan semua hartanya pada istrinya. Jika dia bercerai dengan istrinya, maka dia hanya akan menjadi pria miskin yang tidak memiliki apa-apa. Menjauh dari dia adalah yang terbaik untuk kamu,"ucap Troy tersenyum miring dengan aura yang tetap terlihat dingin.
Setelah berhasil mengancam, membuat Dila ketakutan dan sekaligus membuat Dila penasaran, Troy meninggalkan Dila begitu saja.
"Sial! Ada hubungan apa Rayyan dan Neil? Kenapa tiba-tiba Neil melindungi Rayyan? Sejak kapan mereka berteman? Dan Rayyan telah memberikan seluruh hartanya pada istrinya? Itu tidak mungkin. Mana mungkin Rayyan melakukan hal bodoh seperti itu? Aku tidak percaya. Troy pasti sengaja berkata begitu agar aku tidak mendekati Rayyan. Aku tidak perlu takut pada ancaman Troy. Jika Rayyan suka padaku, mereka mau apa?"gumam Dila yang tidak percaya dengan perkataan Troy.
Dila bergegas menghampiri Rayyan saat pria itu keluar dari gedung yang menjadi kantornya itu. Pria itu belum masuk ke dalam mobilnya karena sedang menelpon.
"Ray!"panggil Dila bertepatan dengan Rayyan yang baru selesai berbicara melalui sambungan telepon.
__ADS_1
"CK. Dia lagi,"decak Rayyan yang jadi bad mood melihat Dila.
"Ray, aku ingin bica.."
"Tidak ada yang perlu di bicarakan diantara kita!"potong Rayyan cepat,"Aku tidak punya waktu luang untuk menemani kamu mengobrol. Jika aku memiliki waktu luang, lebih baik aku habiskan dengan anak dan istriku. Jangan mengejar aku lagi! Jika aku ketahuan selingkuh, aku akan diceraikan istri ku dan menjadi gembel di jalanan. Apa kamu mau menikah dengan gembel berwajah tampan?"tanya Rayyan kemudian masuk ke dalam mobilnya tanpa menunggu jawaban dari Dila.
"CK. Tua ini. Mana ada gembel berwajah tampan? Kalau sudah jadi gembel, ya, pasti jelek. Buat makan aja susah, dari mana uang buat beli skincare? Setampan apapun wajah, kalau tidak dirawat pasti jadi kusam dan tidak menarik,"celetuk Andi yang mulutnya ceplas-ceplos. Pemuda itu duduk di kursi penumpang di samping kursi kemudi.
"Ada, lah. Karena memang dari lahir tampan, kok,"sahut Rayyan seraya mengeluarkan laptop dari tas, lalu memangkunya. Rayyan ingin urusannya di negara itu segera selesai agar bisa segera pulang berkumpul dengan anak dan istrinya.
"Itu zaman dulu, Tuan. Zaman sekarang terjadi pemanasan global. Pemanasan global ini mengakibatkan lapisan ozon di bumi semakin menipis, bahkan rusak. Dampak dari kerusakan lapisan ozon ini adalah sinar matahari yang langsung mengenai kulit manusia. Sinar ultraviolet yang langsung mengenai kulit dapat mengakibatkan penyakit kulit hingga kanker kulit. Jadi, kalau nggak pakai skincare, tampan dari lahir pun akan menjadi jelek karena kusam,"ujar Andi yang memang benar adanya.
"Haissh... Berdebat dengan kamu nggak bakal ada habisnya. Tutup mulutmu itu, jika tidak akan aku lakban! Aku mau bekerja agar bisa segera pulang,"ujar Rayyan mulia menggerakkan jemari tangannya di keyboard laptopnya.
"Ck.Dasar bucin!"gumam Andi pelan.
"Plak"
"Ada masanya kamu akan merasakan apa itu bucin. Dan aku akan menjadi orang pertama yang menertawakan kamu saat kamu mengalaminya,"ujar Rayyan terlihat geram pada Andi.
"Tidak akan. Itu tidak akan pernah terjadi. Saya tidak akan menjadi budak cinta,"sahut Andi percaya diri.
"Sombong sekali. Kita lihat saja nanti,"tantang Rayyan.
"Tuan memukul kepala saya kuat sekali. Apa Tuan tidak tahu? Pukulan pada kepala bisa memicu terjadinya cedera otak permanen, hingga kematian dan tergolong sebagai kondisi yang berbahaya,"oceh Andi.
"Aku hanya memukul kepalamu dengan tangan, bukan dengan balok kayu. Lebay sekali! Diam, atau aku akan menurunkan kamu di sini!"ancam Rayyan kembali bekerja dengan laptopnya.
Supir Rayyan yang berkebangsaan asing itu hanya mengerutkan dahinya mendengar dan melihat interaksi Andi dan Rayyan. Karena pria itu tidak mengerti dengan bahasa yang digunakan oleh kedua orang itu.
Sedangkan Dila, wanita itu berdiri bodoh menatap mobil Rayyan yang sudah melaju meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Rayyan juga berkata sama seperti Troy. Jadi benar, jika Rayyan sudah memberikan semua hartanya pada istrinya? Dasar pria idiot! Seandainya saja dulu aku tidak meninggalkan dia, aku pasti akan hidup bergelimang harta,"gumam Dila yang merasa menyesal karena telah meninggalkan Rayyan dan memilih Neil.
Namun, pada akhirnya Dila juga tidak bisa mendapatkan kebahagiaan setelah memilih Neil. Semua itu karena Dila hanya mencintai harta, benda dan dirinya sendiri.
Dila tidak mengerti, kebahagiaan itu bukan di ukur dengan berapa banyak harta yang kita punya. Harta tidak menjamin seseorang bisa hidup bahagia. Bahkan ada beberapa kasus dimana justru harta yang berlimpah malah menjerumuskan seseorang ke dalam kesesatan.
Kemajuan di bidang teknologi dan peradaban secara materi juga tidak menjamin rasa bahagia. Akan tetapi, dengan harta, kemajuan teknologi dan peradaban serta kenikmatan dunia lainnya yang di berikan-Nya, manusia bisa membuat seseorang berbuat lebih banyak demi kebaikan dan kebahagiaan. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, bahkan juga bagi orang lain.
Tidak dipungkiri, bahwa terpenuhinya kebutuhan kehidupan dunia akan dapat memberikan kebahagiaan meskipun tidak sepenuhnya. Bahagia itu ada di dalam diri kita, jadi kebahagiaan itu harus kita yang menciptakannya. Harta, ilmu, kesehatan dan lainnya tidak bisa diabaikan sebagai parameter, alias ukuran untuk mendapatkan kebahagiaan. Karena harta, kekayaan dan kemewahan dunia adalah hiasan semata.
Dila membuang napas kasar. Wanita itu kembali ke mobilnya. Mencari pria kaya yang bisa di jadikan ATM berjalan tidaklah mudah. Karena hanya pria bucin akut tingkat dewa, stadium akhir lah yang bisa di jadikan ATM berjalan yang paling lancar.
"Sepertinya aku harus menghadiri pesta para orang elit agar bisa mendapatkan pria yang bisa aku jadikan ATM berjalan,"gumam Dila lagi-lagi membuang napas kasar.
...πππ...
..."Lebih baik hidup susah tapi mulia, daripada kaya tapi terhina."...
..."Akan lebih baik lagi, jika hidup kaya dan menjadi mulia, karena bijaksana dalam mengelola harta."...
..."Kejahatan bukan didorong karena kemiskinan ataupun kekayaan, melainkan karena kualitas akhlak yang minim ilmu dan pengetahuan."...
..."Nana 17 Oktober"...
...πΈβ€οΈπΈ...
Maaf telat update. Aku kurang enak badan. πππππ
.
To be continued
__ADS_1