
Sumi tidak dapat melanjutkan kata-katanya saat tiba-tiba Hendrik menciumnya dengan agresif. Tangan kanan pria itu memeluk pinggang Sumi dan tangan kirinya memegang tengkuk Sumi. Sumi berusaha untuk berontak, namun karena tubuhnya yang kalah besar dan tenaganya yang kalah kuat dari Hendrik, membuat Sumi tidak berdaya.
Hendrik terus memagut, mengulum, menyesap bibir Sumi, bahkan menggigit kecil bibir Sumi, hingga Sumi membuka mulutnya dan Hendrik leluasa mengekspor mulut Sumi. Bahkan pria itu membelit lidah Sumi. Ciuman yang begitu dalam dan menggebu-gebu. Dua orang yang sama-sama mantan petualang cinta, tentu saja bisa mengatur napas mereka saat berciuman, sehingga ciuman itu lebih lama dari ciuman orang pada umumnya.
Hendrik memeluk erat tubuh Sumi hingga tubuh mereka menempel sempurna. Sebelah tangannya menekan tengkuk Sumi untuk memperdalam ciumannya. Entah mengapa, Hendrik merasa tidak seperti biasanya. Kali ini Hendrik mempunyai rasa ingin memiliki wanita dalam pelukannya ini. Dan tidak terima saat mendengar wanita ini mengagumi pria lain. Cemburu? Itulah yang dirasakan Hendrik saat ini. Perasaan yang selama ini tidak pernah dirasakannya pada wanita manapun. Pria itu baru melepaskan ciumannya saat mereka sudah hampir kehabisan napas.
"Plak"
"Plak"
"Plak"
Dengan sekuat tenaga Sumi menampar Hendrik. Hingga wajah Hendrik menoleh ke samping kiri dan kanan. Terlihat jelas cap lima jari di pipi pria tampan keturunan Turki itu.
"Apa kamu sudah gila?! Aku memang mantan kupu-kupu malam, tapi bukan berarti kamu bisa melecehkan aku sesuka hati mu!"bentak Sumi seraya mengatur napasnya. Teihat amarah di matanya. Tidak terima dengan perlakuan Hendrik pada dirinya.
"Aku memang sudah gila karena kamu! Sejak aku bertemu dengan kamu, aku tidak bisa berhenti memikirkan kamu. Bahkan aku tidak lagi memiliki keinginan untuk bercinta dengan wanita lain,"ucap Hendrik jujur adanya.
Semenjak bertemu Sumi di restoran Sumi, Hendrik tidak lagi tertarik dengan wanita lain apalagi untuk bercinta dengan wanita lain. Entah mengapa hatinya terpaku pada Sumi.
"Aku tidak suka dengan caramu,"ucap Sumi dengan suara berat penuh amarah.
"Aku menyukaimu, mencintai mu! Tolong, beri aku kesempatan untuk menunjukkan bahwa aku pantas untuk kamu!"mohon Hendrik penuh keseriusan.
"Aku sudah bilang, aku tidak berjanji untuk menerima kamu walaupun kamu sudah berubah. Apalagi setelah kejadian hari ini. Aku juga sudah bilang padamu, kamu harus berubah untuk dirimu sendiri. Bukan untuk orang lain,"
"Tapi aku terlanjur mencintai kamu,"
"Tapi aku tidak!"ucap Sumi tegas.
"Baiklah. Sekarang kamu boleh menolak aku. Tapi aku pastikan, kamu akan menjadi milikku. Jangan coba-coba untuk menyukai orang lain. Apalagi asisten sialan itu,"ucap Hendrik kemudian pergi meninggalkan ruangan Sumi.
"Arghhh! Kenapa jadi begini? Apa dia juga seperti adiknya yang pemaksa, posesif dan protektif itu?"pekik Sumi kesal. Untung saja ruangannya itu kedap suara, jika tidak, mungkin keributannya dengan Hendrik akan di dengar para karyawannya.
Saat sudah berada dalam mobilnya, Hendrik menatap wajahnya melalui spion dalam mobil Terlihat jelas bekas telapak tangan Sumi di pipinya. Terutama pipi kanannya yang di tampar Sumi dua kali dengan kekuatan maksimal.
"Aku benar-benar sudah gila. Seumur hidupku, aku tidak pernah memaksa seseorang wanita untuk ku cium. Tapi hari ini, aku melakukannya,"gumam Hendrik mengusap wajahnya kasar.
Hendrik melajukan mobilnya menuju rumah sakit dengan perasaan gamang. Jujur, Hendrik merasa sangat cemburu saat mengetahui Sumi mengagumi Andi. Dan hal itu membuat Hendrik jadi emosi dan mencium paksa Sumi.
__ADS_1
Saat tiba di rumah sakit, bekas tamparan Sumi masih terlihat jelas di pipi Hendrik. Namun pria itu nampak acuh saat orang-orang yang berpapasan dengannya menatap aneh padanya. Pria tampan itu masuk ke dalam ruang rawat inap Naima dengan wajah yang terlihat kusut. Pria itu langsung melempar kunci mobilnya di atas meja sofa dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Menyandarkan kepalanya di sandaran sofa seraya memijit pelipisnya sendiri.
"Tumben, jam segini kamu sudah datang?"tanya Naima karena Hendrik datang lebih awal, sebelum Aurora pulang,"Wajah kamu kenapa?"tanya Naima setelah mengamati wajah putranya.
"Nggak usah ditanya, ma! Sudah jelas-jelas ada bekas telapak tangan di pipiku. Berarti aku dari kena tampar,"sahut Hendrik yang wajahnya terlihat semakin kusut.
Aurora yang baru keluar dari dalam kamar mandi agak terkejut saat melihat Hendrik sudah datang. Apalagi saat melihat wajah Hendrik yang kusut dengan bekas tamparan di kedua pipinya.
"Apa yang terjadi dengan dia? Siapa yang telah menamparnya?"gumam Aurora dalam hati.
"Ceklek"
Pintu ruangan itu kembali terbuka. Rayyan muncul dari balik pintu itu dan mengernyitkan keningnya saat melihat kakaknya sudah ada di dalam ruangan itu.
"Ada apa dengan pipi kakak?"tanya Rayyan seraya berjalan ke arah sofa.
"Apa bekas tamparan di pipiku ini masih kurang jelas? Masih nanya lagi,"sahut Hendrik kesal.
"Biasanya kakak di beri salam dengan ciuman. Kenapa sekarang di beri salam dengan cap lima jari?"tanya Rayyan datar seraya duduk di salah satu sofa.
"Jangan meledek aku! Seumur hidupku, baru kali ini aku ditampar cewek. Dan sekali nampar langsung tiga kali,"sahut Hendrik masih terlihat kesal.
Naima dan Aurora mengulum senyum menahan tawa mendengar kata-kata Rayyan.
"Sialan kamu, Ray!"ketus Hendrik.
"Ngomong-ngomong, kenapa kakak bisa di tampar seperti itu?"tanya Rayyan masih dengan wajah datarnya.
"Karena aku menciumnya secara paksa,"sahut Hendrik ketus.
"Ha.ha.ha.. Apa aku tidak salah dengar? Seorang Casanova bisa kena tabok gara-gara mencium wanita. Ini benar-benar amazing,"gumam Aurora dalam hati, mati-matian menahan tawa.
"Makanya jadi orang itu jangan asal nyosor! Seperti soang saja. Tapi ngomong-ngomong, siapa yang sudah berani menampar kakak?"tanya Rayyan.
Mendengar pertanyaan Rayyan, Hendrik pun menatap Aurora sekilas,"Kamu nggak perlu tahu,"sahut Hendrik yang tidak ingin Aurora tahu jika Sumi lah yang telah menamparnya.
"Seorang Casanova ditampar cewek karena mencium. Memalukan sekali!"cibir Rayyan.
"Tidak usah menghina aku! Mendingan kamu kasih solusi buat aku bagaimana caranya menaklukkan hatinya,"saut Hendrik.
__ADS_1
"Apa kakak nggak salah bertanya? Kenapa kakak malah nanya soal seperti itu padaku? Bukannya kakak yang ahli dalam urusan wanita?"tanya Rayyan seraya mengernyitkan dahinya.
"Aku memang ahli dalam merayu wanita. Tapi yang satu ini berbeda. Tidak terpesona dengan wajah tampan ku. Tidak silau dengan kekayaan ku,"sahut Hendrik membuang napas kasar.
"Tumben, kakak bertemu dengan wanita yang seperti itu? Kalau menangani hal semacam itu, sih, mudah,"sahut Rayyan masih dengan wajah datarnya.
Naima dan Aurora mengernyitkan keningnya mendengar kata-kata Rayyan.
"Bagaimana caranya?"tanya Hendrik antusias.
"Tinggal di hamilin saja! Ntar dia juga ngejar-ngejar kakak karena minta pertanggung jawaban dari kakak,"sahut Rayyan enteng.
Naima membulatkan matanya mendengar jawaban dari Rayyan. Begitupun dengan Aurora. Keduanya tidak menyangka jika Rayyan akan memberikan nasehat seperti itu.
"Ray! Kenapa kamu malah memberikan ide gila seperti itu?"protes Aurora dengan suara yang agak tinggi. Karena merasa kesal dengan ide yang diberikan Rayyan.
"Bu.. bukan seperti itu, sayang. Aku hanya bercanda saja,"ucap Rayyan yang tiba-tiba wajah datarnya berubah menjadi panik dan bergegas mendekati Aurora.
"Haiss.. ! Kenapa aku bisa lupa kalau Aurora jadi semakin sensitif semenjak dia mengandung,"gumam Rayyan dalam hati.
Naima mengernyitkan keningnya menatap wajah Rayyan yang berubah drastis. Demikian pula dengan Hendrik.
"Apanya yang bukan seperti itu? Sudah jelas-jelas kamu memberikan nasehat seperti itu pada kakak,"ketus Aurora.
"Sayang, kakak sudah datang. Kita pulang, yuk!"ajak Rayyan mengalihkan pembicaraan. Pria itu memegang jemari tangan Aurora dan berusaha tersenyum di tengah kepanikannya. Hingga senyumannya terlihat dipaksakan.
Hendrik yang tadinya kesal malah tertawa terbahak-bahak melihat adiknya yang dingin dan datar itu menjadi kelabakan karena istrinya merajuk.
Sedangkan Naima nampak memalingkan wajahnya, menahan tawa melihat ekspresi Rayyan.
...🌸❤️🌸...
Notebook :
Amazing artinya luar biasa, mengejutkan, mengherankan, mengagumkan.
.
To be continued
__ADS_1