
Si Pengemis Gila menghentikan langkah kaki nya, ia mencari asal suara itu, sebuah bayangan hitam berkelebat sangat cepat bagaikan kilat, bayangan hitam itu lansung menerjang ke arah Pengemis Gila.
Dik.....!
"Heaaa....!"
Pengemis Gila berhasil menangkis serangan bayangan hitam itu, setelah menangkis serangan itu, ia melompat ke belakang sekitar dua tombak.
"Bangsat...! Kau Kepala Besi! Beraninya Kau membokong orang tua," ujar Pengemis Gila, sambil terkekeh, orang tua itu tidak terlihat marah , sebagai orang yang punya segudang pengalaman tentu ia tidak terpancing oleh si Kepala Besi, yang menyerang nya tiba tiba.
Melihat Kepala Besi yang datang, Pendekar Naga Sakti melompat secepat kilat ke tengah gelanggang dan berdiri di depan Pengemis Gila.
"Dia bagian ku, Kek!" kata Pendekar Naga Sakti, sambil menunduk hormat di depan Pengemis Gila.
"Siapa Kau anak muda?"
"Saya orang yang punya urusan lama dengan Kepala Besi itu Kek," jawab Pendekar Naga Sakti, ia membuka caping bambu nya, dan melemparkan nya ke arah Wulan Ayu atau di kenal di dunia persilatan dengan gelar Bidadari Pencabut Nyawa itu, dengan sigap Wulan Ayu menangkap caping bambu itu.
"Siapa namamu? dan Kau murid siapa, anak muda?" tanya Pengemis Gila, sambil mendekati Pendekar Naga Sakti dari belakang.
"Nama saya Anggala Kek, saya murid Lesmana dan Pertapa Naga," jawab Anggala, sambil tersenyum memandang tokoh tua dunia persilatan itu.
"Jadi Kau Pendekar Naga Sakti yang baru itu anak muda? tanya lagi Pengemis Gila, sambil terkekeh di samping Anggala, ia menggaruk kepala nya yang sudah putih di tumbuhi uban itu.
"Dari mana Kakek tau?" tanya balik Pendekar Naga Sakti, ia mengerenyitkan dahinya, merasa heran.
"He he he....! Kau sudah banyak di bicarakan di dunia persilatan ini anak muda, apalagi Kau murid Pertapa Naga yang belum terkalahkan itu," kata Pengemis Gila, sambil terkekeh.
"Ya sudah, Kakek serahkan Kepala Besi padamu," selesai berkata orang tua itu melesat menuju rombongan Para pendekar golongan putih berkumpul.
"Aku merasa tidak punya urusan dengan mu anak muda! Kenapa Kau ikut campur urusanku dengan Pengemis Gila itu!" bentak Kepala Besi, sambil menunjuk ke arah Anggala.
"Kau mungkin sudah lupa, sembilan belas tahun yang lalu, Kau dan anak buahmu, bekerja sama dengan Paman Sesepuh melakukan pemberontakan ke Kerajaan Mandalika!" jawab Pendekar Naga Sakti, dengan lantang harapannya begitu tajam memandang ke arah Kepala Besi.
"Apakah Kau Pangeran dari Mandalika Putra Raja Jaksana, yang jatuh ke jurang oleh Tapak Besi dulu?" tanya Kepala Besi, tersentak ia tampak terkejut.
"Ya aku adalah Putra Raja Jaksana, karna kalian paman Liku Dana dan kedua adiknya harus mencari ku selama delapan belas tahun! Sekarang Kau bilang, Kau tidak punya urusan dengan ku!!!"
"Baik lah, berarti Kematian mu tertunda sampai hari ini, Kau akan menggantikan orang tua peot itu! Heaaa....!"
Selesai berkata Kepala Besi lansung melesat ke arah Pendekar Naga Sakti dengan sebuah pukulan tangan kosong.
__ADS_1
"Hup.....!
Duk....!
Pendekar Naga Sakti tidak tinggal diam, ia menyambut serangan Kepala Besi dengan tinjunya, pukulan mereka pun beradu, pertarungan dua tokoh silat berilmu tinggi itu pun berlansung.
"Heaa....!"
Sebuah tendangan Anggala hampir mengenai tubuh Kepala Besi, ia terpaksa melentingkan tubuhnya ke udara menghindari tendangan Pendekar Naga Sakti itu.
Pendekar Naga Sakti terus mencerca dengan serangan tendangan beruntun, tendangan nya begitu cepat sehingga Kepala Besi terpaksa terus berjumpalitan menghindari tanpa bisa memberikan serangan balasan.
Pendekar Naga Sakti yang menyerang menggunakan bagian dari Jurus awal Jurus Tapak Naga, dan di gabung dengan Jurus Langkah Malaikat'. sehingga serangan nya begitu cepat.
"Hih....!"
Kepala Besi mendengus kesal karna ia terus di desak oleh seorang anak muda yang baru terjun di dunia persilatan.
Sehingga pada satu kesempatan Kepala Besi melompat menjauhi Anggala, ia segera menghunus golok andalannya dari pinggangnya, dan segera mencerca ke arah Pendekar Naga Sakti.
Wut......!
Serangan golok Kepala Besi cukup cepat sehingga Anggala terpaksa berjumpalitan menghindari serangan golok Kepala Besi itu.
"Heaa....!"
Anggala sempat menyorongkan sebuah tendangan ke arah tubuh Kepala Besi, sehingga Kepala Besi terpaksa menarik tubuhnya kebelakang, kesempatan itu di ambil Pendekar Naga untuk merapat 'Jurus Baju Besi Emas'. tingkat delapan Belas.
Setelah merapal 'Jurus Baju Besi Emas'. Anggala kembali melompat dengan Jurus Delapan Langkah
Mata Angin'. untuk mengimbangi serangan Kepala Besi itu.
Tidak berselang dua puluh jurus di muka Anggala mulai berhasil mendesak Kepala Besi, Pertarungan mereka pun semakin sengit, mereka tidak lagi berada di dalam gelanggang, mereka telah sampai ke samping bangunan besar itu milik Iblis Kematian Rambut Putih itu.
"Heaa....!"
Kepala Besi meningkat kan jurus golok nya, sehingga Anggala sedikit terdesak, sehingga satu sabetan golok nya mengenai tubuh Anggala.
Trang....!
Golok Kepala Besi terdengar seperti mengenai sebuah lempengan besi, begitu mengenai tubuh Anggala.
__ADS_1
"Hah....!"
Kepala Besi terkejut bukan kepalang, karna golok andalannya tidak melukai tubuh Anggala, belum hilang keterkejutannya, sebuah pukulan cepat tangan Pendekar Naga Sakti telah menghantam dadanya.
Buak....!
"Aakh....!"
Lenguhan kesakitan keluar dari mulut Kepala Besi, sebelum tubuhnya terjungkal ke tanah. Walau ia memiliki kekebalan terhadap senjata tajam namun tampaknya pukulan Pendekar Naga Sakti yang mengandung tenaga dalam tinggi itu telah membuatnya terluka dalam.
Pendekar Naga Sakti menjejak Kaki ke tanah tidak jauh dari Kepala Besi, Kepala Besi bangun dari jatuhnya, tampak ada darah menetes di sela sela bibirnya, ia pun mengembor marah, ia menancapkan golok nya ke tanah dan meningkatkan tenaga dalamnya.
"Jurus Tangan Besi Penghancur Karang'.!"
Kepala Besi melompat ke arah Pendekar Naga Sakti dengan sebuah pukulan.
"Hiyaaa....!"
Anggala berjumpalitan menghindari serangan Kepala Besi itu, dan melompat ke belakang, ia segera bersiap dengan 'Jurus Tapak Naga tingkat lima.
Kepala Besi tidak mau memberi kesempatan ia terus menerjang dengan jurus andalannya itu, Anggala pun menyongsong dengan melompat ke udara dan meluncur ke arah Kepala Besi.
"Hiyaaat...
Tap.....!
Blaaar......!
Ledakan dahsyat terjadi begitu arus tenaga dalam keduanya bertemu.
Sementara para tokoh silat dua golongan yang ada di sana memperhatikan pertarungan itu, dengan mata tak berkedip.
Banyak di antara mereka telah beranjak dari tempat duduknya.
Ikuti kisahnya di episode yang akan datang...
Jangan lupa like, komentar dan favorit ya... Terima Kasih....
Bersambung....
__ADS_1