Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Dendam Tiga Elang Part 15


__ADS_3

Suara kicau burung menghiasi pagi. Cahaya mentari mulai menghangatkan udara yang dingin, setelah hujan deras semalaman.


Sehari telah berlalu pertarungan para pendekar muda golongan putih yang tinggal di warung Ki Suro itu. Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa bersama Tiga Elang tampak telah berbaur dengan para penduduk.


Wulan Ayu bersama tiga Dewi kakak beradik tampak sibuk membantu pekerjaan Kemboja dan dua kawannya. Warung Ki Suro hari ini tampak begitu ramai dari biasanya. Banyak pemuda kampung Jati Arum yang datang ke warung Ki Suro itu sebagai pelanggan.


Para pemuda itu rata-rata ingin berkenalan dengan Tiga Elang, namun para pemuda kampung Itu hanya berani memandang dari kejauhan.


"Kak Arau, lihat tuh, para pemuda kampung banyak yang datang, Kemboja yakin mereka semua pada suka sama Kakak," Kata Kemboja sambil mengisi nampan tempat makanan.


"Dari mana Kemboja tau mereka menyukai Kakak, mungkin mereka menyukai Kemboja. Kemboja kan cantik!" Jawab Dewi Arau sambil tersenyum. Gadis cantik berbaju merah itu mengambil makanan yang di siapkan Kemboja dan mengantarkannya ke meja pelanggan.


Dewi Pingai dan Dewi Aurora hanya tersenyum mendengar cerocos Kemboja dan Dewi Arau itu.


"Kak Pingai dan Dewi Aurora kenapa senyam senyum? Ngejek Kemboja ya?" Kata Kemboja sambil tertawa.


"Nggak kok, yang di katakan kak Arau itu benar, belum tentu mereka kesini mau lihat kami, bisa jadi merela kesini mau nandangin Kemboja?" Jawab Dewi Pingai sambil tertawa.


"Nggak biasanya Kak, mereka kesini. Tapi sekarang ada Kalian bertiga malah banyak yang datang," Jawab Kamboja sambil tersenyum.


"Ada yang cemburu nih?" Kata si cantik Dewi Aurora sambil tertawa.


"Ya nggak lah Aurora. Kemboja malah senang, sepupu Kemboja banyak yang suka, berarti sepupu Kemboja cantik-cantik!" Jawab Kemboja dengan wajah serius.


"Kok serius? Kami kan bercanda sayang!" Ucap Dewi Pingai sambil memeluk bahu Kemboja.


"Siapa yang serius Kak, Kemboja ikut senang kok, kalau Kalian bertiga banyak yang suka, warung ini banyak pelanggannya," Jawab Kemboja sambil tersenyum manis.


"Hayo! Lagi ngomongin apa sih?" Wulan Ayu muncul dari belakang.


"Tuh! Banyak pemuda kampung yang datang, mau lihat Tiga Elang!" Jawab Kemboja sambil tertawa.


"Wajar dong, banyak yang datang. Tiga Elang kan cantik-cantik!" Kata Bidadari Pencabut Nyawa sambil tertawa.


"Nggak secantik bidadari dari barat lho!" Jawab Elang Kuning sambil tertawa.


"Si Bidadari udah ada yang punya lho!" Tambah Dewi Arau. Gadis cantik berbaju merah itu telah selesai mengantar makanan ke meja pelanggan.


"He he he...! Iya ya!" Jawab Wulan Ayu sambil tertawa renyah.


Ki Suro dan istrinya hanya senyam senyum mendengar cerocosan para gadis cantik di warungnya itu.


Keceriaan di warung Ki Suro itu tidak berlangsung lama. Semua itu terhenti ketika sekitar tiga puluh lima orang berkuda datang di depan warung Ki Suro itu.


Para pemuda kampung yang asyik makan dan minum itu langsung ketakutan, karna yang datang itu adalah rombongan Perampok Singa Merah yang di pimpin oleh Alangkarta.


Para pemuda kampung Jati Arum itu langsung membayar makanan mereka secara terburu-buru. Setelah membayar mereka langsung meninggalkan warung Ki Suro itu.


"Ha ha ha..! Tampaknya para cecunguk kampung ini sedang menikmati pemandangan indah, dan makanan enak!" Suara Alangkarta membahana.

__ADS_1


"Hei! Para pendekar yang ada di dalam, cepat keluar! Atau kami obrak abrik warung ini!" Bentak Alangkarta tanpa turun dari kudanya.


Mendengar tantangan itu. Para pendekar yang ada di warung Ki Suro itu melesat cepat ke depan warung Ki Suro itu.


"Kami di sini Kisanak!" Ujar Bidadari Pencabut Nyawa dengan lantang. Pendekar Naga Sakti berdiri diam sambil menatap tajam ke arah Alangkarta dan anak buahnya.


"Ha ha ha...! Rupanya ada seorang pendekar yang bersembunyi di balik ketiak seorang wanita! Ha ha ha..! Huak...! Tawa Alangkarta terhenti ketika sebuah kerikil secepat kilat masuk ke dalam mulutnya.


"Bangsat! Kau berani mempermainkanku! Heaaah...!" Alangkarta langsung melompat ke arah Pendekar Naga Sakti dengan sebuah pukulan tangan kosong.


Tap!


Pendekar Naga Sakti menyambut kepalan tinju Alangkarta tanpa bergeming. Tenaga dalam yang di gunakan Pendekar Naga Sakti sudah di tingkat tujuh puluh persen.


"Heh!" Alangkarta tekejut karna pukulannya berhasil di patahkan dengan begitu mudah. Kepala Perampok Maut itu terpaksa melompat ke belakan sekitar satu tombak.


"Heh! Kalian kenapa diam saja? Habisi mereka!" Bentak Alangkarta mengembor marah melihat anak buahnya tetap diam. Mendengar perintah Alangkarta itu, anak buahnya langsung melompat turun dan langsung menyerang Wulan Ayu dan Dewi Arau bersama dua adiknya itu.


"Heaaa....!"


Anak buah Alangkarta itu langsung menghunus golok di pinggang mereka. Tanpa basa basi lagi mereka langsung melompat menyerang.


"Hiaaa...!"


Bidadari Pencabut Nyawa langsung melompat menyongsong serangan para perampok itu. 'Jurus Bidadari Kayangan tingkat satu lansung di gunakan gadis cantik murid dua Pendekar Pemarah itu.


"Hih!"


Dua orang anak buah Alangkarta harus terpental ke tanah, terkena tendangan kaki Bidadari Pencabut Nyawa itu. Tidak hanya sampai di sana. Wulan Ayu langsung melesat cepat. Tubuh langsing Bidadari Pencabut Nyawa meliuk-liuk menghindari sabetan golok anak buah Alangkarta itu.


"Hup!


"Hiaaa....!"


Anggota Perampok Maut itu yang rata-tata mempunyai tenaga dalam di atas tingkat lima puluh itu harus kewalahan menghadapi gerakan Bidadari Pencabut Nyawa yang bergerak begitu cepat.


Sementara itu Tiga Elang lagi terlibat pertarungan sengit dengan anak buah Alangkarta. Tiga gadis cantik itu langsung menggunakan pedang mereka. Suara dentingan mata pedang dan golok terdengar saling sambung di udara. Kelincahan tiga gadis muda itu mulai membuat para perampok itu kewalahan.


Trang! Trang! Trang!


"Hih..!"


Sret!"


"Aakh...!"


Salah seorang anggota perampok itu mengeluh kesakitan, ketika pedang Dewi Arau berhasil menyerempet lengan kanannya. Perampok itu terhuyung mundur sambil memegangi bahu kanannya yang mengucur darah segar.


Buak!

__ADS_1


"Aaaa...!"


Belum sempat perampok itu menjauh sebuah tendangan Dewi Arau mendarat di perutnya. Jeritan perampok itu di susul tubuhnya terlempar sekitar dua tombak ke tanah.


"Bangsat! Hiaaa...!"


Tiga orang temannya menggeram marah melihat teman mereka terlempar jatuh. Mereka langsut melompat secara serentak ke arah Dewi Arau dengan serangan golok yang menyabet secara serentak ke arah kepala murid Elang Hitam itu.


Trang!


Dewi Arau dengan sigap menangkis serangan golok tiga perampok itu. Dewi Arau dengan secepat kilat bergerak menyabetkan pedangnya ke arah perut para perampok itu.


Srass...!


"Aaaa...!"


Tiga orang anggota Perampok Singa Merah di bawah pimpinan Alangkarta itu langsung terhuyung ke belakang dengan darah mengalir di bagian perut dan dada mereka.


Dewi Pingai dan Dewi Aurora yang bertarung dengan tidak berpisah dua kakak beradik itu memakai taktik kerja sama dalam menghadapi serangan para pengeroyok mereka.


"Hiaaa...!"


Dewi Pingai melompat ke arah atas. Dewi Pingai mengambil inisiatif menyerang dari arah atas dan Dewi Aurora menyerang dari arah bawah. Para perampok itu tampak terkejut dengan serangan dua gadis cantik itu.


"Heh....!"


Srang! Trang!


Sret!


Crass...!


"Aaakh...!"


Dua orang anak buah Alangkarta harus mengeluh tertahan, ketika pedang Dewi Aurora berhasil mengenai tubuh mereka. Dua orang perampok itu pun ambruk ke tanah, nyawa mereka pun melayang.


Sret!


Alangkarta menghunus badik ( Sebuah senjata berbentuk golok, namun mempunyai batang dengan bentuk lebih langsing ) dari balik pinggangnya.


Alangkarta langsung memakai jurus-jurus mematikan. Alangkarta merapal 'Jurus Badik Pembelah Raga. Melihat Alangkarta merapal jurus badik andalannya, Pendekar Naga Sakti lansung bersiap dengan 'Jurus Sambilan Matahari Cakar Elang dan 'Ilmu Baju Besi Emas'.nya.


"Heaaa....!"


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like Koment dan favorit nya ya teman-teman. Kalau tidak keberatan Vote nya sekalian. Terima kasih banyak.


__ADS_2