Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Kelompok Iblis Perak. Bag 8


__ADS_3

Baru saja mereka tiba di tengah Desa, enam bayangan berwarna perak tiba-tiba menghadang perjalan Anggala, Wulan Ayu dan nyi Pelangi.


"Hahaha...! Kalian mau kemana? Kami belum kalah. Tapi kalian sudah pergi dari ujung desa," ujar salah seorang Iblis Perak yang menghadang mereka.


"Hati-hati! Anak Muda, memang begini cara kerja mereka. Mereka datang bergantian," bisik Nyi Pelangi.


"Ya, Kami bisa melihat dari postur tubuh mereka, Nyi. Tampaknya mereka berencana membuat kami kelelahan dan yang terakhir bisa mengalahkan kami," jawab Pendekar Naga Sakti dengan suara pelan. Namun kedua matanya menatap tajam kearah enam Iblis Perak yang menghadang mereka itu.


Sring!


Bidadari Pencabut Nyawa langsung menghunus pedang elang perak dari balik punggungnya. Cahaya putih bersinar menyilaukan mata keluar dari batang pedang itu. Perlahan Bidadari Pencabut Nyawa mengalirkan tenaga dalamnya kearah pedang di tangannya.


"Kita habisi mereka kali ini, Kak, jangan biarkan mereka melarikan diri lagi!" geram Bidadari Pencabut Nyawa sambil mempersiapkan jurus 'Pedang Kayangan'.


"Baiklah, Dinda. Tampaknya kita memang harus berlaku kejam pada penjahat yang bertaktik licik itu," jawab Pendekar Naga Sakti. Pendekar Naga Sakti tanpa pikir panjang lagi langsung mempersiapkan diri dengan jurus 'Tapak Naga.' tingkat tiga.


"Habisi mereka!" ujar salah seorang Iblis Perak sambil melesat ke arah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa. Iblis Perak itu tampak menyerang dengan pukulan tinju yang mengandung tenaga dalam tinggi.


Hawa panas mengiringi pukulan Iblis Perak itu. Mereka langsung bergerak mengeroyok ketiga orang pendekar itu. Nyi Pelangi tampak melesat mundur menghindari serangan salah seorang Iblis Perak yang menyerangnya. Sedangkan Bidadari Pencabut Nyawa bukannya menghindar. Gadis cantik berbaju biru itu malah melesat menyongsong.


"Hiyaaa...!"


Set! Set!


Sabetan dan tebasan pedang elang perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu begitu cepat, hanya bayangan pedang yang tampak bagai puluhan pedang menusuk dan menyambar ke arah tiga orang Iblis Perak di depannya.


Sret!


"Aakh..!" salah seorang dari tiga Iblis Perak yang di hadapan Bidadari Pencabut Nyawa tidak sempat menghindari sambaran ujung pedang elang perak itu. Iblis Perak tersebut tampak terjajar mundur sekitar dua langkah sambil memegangi bahunya.


Dua orang temannya tampak terkejut melihat kekebalan tubuh mereka mampu di tembus pedang di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu. Belum sempat mereka menghilangkan keterkejutan mereka. Wulan Ayu kembali bergerak cepat ke arah salah seorang Iblis Perak dengan tikaman yang begitu cepat hampir tidak terlihat.


Crass..!


"Aaaa.....!" Iblis Perak yang tertusuk pedang elang perak menjerit kesakitan sebelum tubuhnya jatuh ketanah sambil memegangi dada. Tidak seberapa lama Iblis Perak tersebut meregang nyawa dan langsung tewas.


"Lintang...!" jeritan salah seorang Iblis Perak langsung menghambur ke arah temannya yang tewas. Iblis Perak tersebut tampak berurai air mata sambil memangku jenazah temannya yang tampak masih mengalir darah segar dari bekas luka di tubuhnya.

__ADS_1


Perlahan Iblis Perak itu meletakkan mayat temannya di atas tanah, matanya tampak memerah menatap nanar begitu tajam ke arah Bidadari Pencabut Nyawa.


"Kau harus membayar dengan nyawamu, Gadis Laknat!" terdengar parau suara Iblis Perak tersebut. Iblis Perak itu mengambil sebuah tongkat kecil dari balik bajunya. Tongkat itu berwarna hitam memiliki garis kuning tiga buah pada arah ujungnya.


Iblis Perak tersebut menggenggam tongkat kecil itu didepan dadanya. Mulutnya komat-kamit merapal sesuatu. Tiba-tiba asap tipis berwarna putih menyelimuti tangan Iblis Perak tersebut. Setelah asap putih itu sirna tongkat di tangannya telah berubah menjadi panjang melebihi tinggi badan Iblis Perak itu sendiri.


Begitu juga dengan temanya tampak merapal ajian yang sama. Namun senjata mereka berbeda, salah seorang Iblis Perak itu senjatanya sebuah golok yang besar dan berwarna kehitaman, pertanda golok itu mengandung racun yang begitu jahat.


Sementara itu Pendekar Naga Sakti yang merangsek ke arah dua orang Iblis Perak yang menerjang ke arahnya. Pendekar Naga Sakti yang dari tadi mempersiapkan jurus 'Tapak Naga'. menyongsong dengan kedua telapak tangan di depan dada. Melihat semua itu dua Iblis Perak tersebut juga langsung mengadu pukulan tenaga dalam mereka.


Tap! Tap!


Desss....!


Blaaarr......!!"


Tiga arus tenaga pukulan beradu tepat di udara, gelombang api menekan ke segala arah, menimbulkan hawa panas yang mendera. Debu dan tanah tampak berhamburan ke udara.


"Aaaa...!" dua orang Iblis Perak itu langsung terpental sekitar lima sampai tujuh tombak ke belakang. Beberapa saat dua Iblis Perak itu tampak berusaha bangun sambil memegang dada mereka.


Akan tetapi tidak lama kemudian keduanya jatuh tertelungkup ke tanah dan diam tidak bergerak, tampak darah mengalir dari mulut keduanya. Dua Iblis Perak itu tewas dalam serangan pertama.


Plak!


"Aakh...!" Iblis Perak itu terlempar ke tanah, namun beberapa saat ia bangun lagi. Baru saja ia hendak bergerak sebuah pukulan jarak jauh dari tangan Pendekar Naga Sakti menderu cepat ke arahnya.


Desss!


"Aaakhh....!" Iblis Perak yang terkena pukulan jarak jauh Pendekar Naga Sakti itu, langsung terlempar sejauh sepuluh tombak dan menghantam dinding sebuah rumah.


Brak!


Dinding rumah itu langsung jebol terhantam tubuh Iblis Perak itu. Beberapa saat tubuh Iblis Perak itu tampak mengelepar, lalu diam tidak berkutik. Iblis Perak itu pun tewas dengan tulang dada patah dan luka dalam yang begitu parah.


Nyi Pelangi hanya terdiam melihat musuh-musuhnya tewas dalam waktu singkat di tangan Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.


Kini tinggal dua orang Iblis Perak yang sedang berhadapan dengan Bidadari Pencabut Nyawa. Mereka tampak sedang berhadapan dengan senjata teracung ke depan.

__ADS_1


"Kita bantu temanmu, Pendekar," ucap Nyi Pelangi sambil menatap ke arah Bidadari Pencabut Nyawa dan dua Iblis Perak yang tersisa.


"Biarkan saja dulu, Nyi, Wulan Ayu belum kalah, yang ada saat yang akan di rungutinya. Jika kita membantunya sekarang," jawab Pendekar Naga Sakti sambil tersenyum.


"Sekarang delapan belas Iblis Perak itu kena batunya," kata Nyi Pelangi tanpa mengalihkan pandangannya.


"Kejahatan akan dapat hukumannya, Nyi. Tidak tau dari siapa? Karena dunia ini memiliki Tuhan," lanjut Pendekar Naga Sakti lagi.


"Kau benar, Anak Muda. Semua kejahatan akan mendapat balasannya," timpal Nyi Pelangi sambil tersenyum.


Dua Iblis Perak tampak bersiap dengan jurus-jurus tingkat tinggi. Tampaknya keduanya bertekat membalas kematian empat teman mereka.


"Heaaah....!" bentakan membahana dua Iblis Perak mengawali gerakan mereka. Mereka langsung menyerang ke arah Bidadari Pencabut Nyawa dari dua arah, yaitu arah bawah dan dari atas.


Iblis Perak yang memakai tongkat hitam melompat ke udara sambil mengayunkan tongkatnya. Sedangkan yang memakai golok menyerang dari arah bawah mengincar arah tubuh Bidadari Pencabut Nyawa dengan sabetan dan tebasan goloknya yang cukup cepat.


"Hiyaaa...!" Bidadari Pencabut Nyawa bukannya menunggu, ia malah melesat menyusul serangan dua Iblis Perak itu. Begitu gesit Bidadari Pencabut Nyawa menangkis serangan golok Iblis Perak yang mencerca tubuhnya.


Trang! Trang!


Ayunan tongkat Iblis Perak yang mencerca kepala Bidadari Pencabut Nyawa ditangkis dengan begitu cepat. Malah dengan begitu cepat ia menyabetkan pedangnya ke arah tangan Iblis Perak itu. Iblis Perak terpaksa menarik salah satu tangannya jika tidak tangannya akan terbabat putus.


Dung!


Dada Iblis Perak yang memakai tongkat terhantam tendangan kaki kanan Bidadari Pencabut Nyawa yang tidak ia duga, tapi tubuhnya yang kebal pukulan membuat Iblis Perak hanya terjajar mundur sekitar lima langkah kebelakang.


"Hup!" Wulan Ayu cepat berkelit menghindari sabetan golok Iblis Perak yang mencoba membokongnya. Bidadari Pencabut Nyawa melentingkan tubuhnya ke udara dengan begitu cepat bagaikan kilat. Bidadari Pencabut Nyawa meluncur turun dan memberikan serangan balasan dengan sabetan pedangnya yang begitu cepat.


"Heh!" Iblis Perak tersebut terkejut mendapat serangan balasan yang begitu cepat. Iblis Perak itu terpaksa menarik tubuhnya ke belakang, tapi sudah terlambat.


Crasss!


"Aaakh....!"


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Terima kasih buat teman2 yang terus mengikuti novel ini, maaf karena sekarang author jarang up, karena author lagi punya banyak pekerjaan didunia nyata.


__ADS_2