
Iblis Perak yang satunya ternyata berniat membokong Bidadari Pencabut Nyawa dengan melompat keudara sambil menyerang dengan pukulan tangan kosong yang membentuk tendangan terbang.
"Hiyaaa...!" Bidadari Pencabut Nyawa yang cukup terkejut dengan formasi penyerangan ketiga musuhnya, tidak bisa menghindar lagi. Namun Bidadari Pencabut Nyawa yang telah dari tadi bersiap dari segala kemungkinan menghadang dengan sebuah tendangan kaki kanan yang begitu cepat.
Duk!
"Heh.!" Iblis Perak yang mencoba membokong Bidadari Pencabut Nyawa tampak terkejut dan tidak siap dengan adu tenaga tersebut. Iblis Perak tersebut mau tidak mau harus terpukul mundur. Hampir saja ia jatuh ketika menjejak kaki ketanah. Iblis Perak itu cepat menstabilkan kuda-kudanya.
"Hup.. Hiyaaa...!" Wulan Ayu yang melihat kesempatan itu tidak tinggal diam, dengan begitu cepat ia melesat kedepan dengan pukulan tangan kosong bertenaga dalam tinggi.
Dess...!"
Iblis Perak tersebut hanya sempat menyilangkan kedua tangannya didepan dada, untuk menahan serangan balik Bidadari Pencabut Nyawa itu. Iblis Perak tampak terhuyung mundur sekitar dua tombak kebelakang.
"Bangsat! Siapa sebenarnya gadis ini, gerakannya begitu lincah ditambah tenaga dalamnya yang begitu tinggi?" guman Iblis Perak itu sambil berusaha menahan dorongan hempasan tenaga pukulan Bidadari Pencabut Nyawa itu.
Sementara itu orang-orang bertopeng putih anak buah Iblis Perak yang masih hidup berusaha menjauhi arena pertarungan. Dua orang Iblis Perak menahan tubuh temannya yang hampir terhuyung kebelakang. Tanpa basa basi mereka membuat formasi pertarungan.
"Ayo Iblis Perak, kalian boleh mengeroyokku," geram Bidadari Pencabut Nyawa sambil meningkatkan tenaga dalamnya ke tingkat yang lebih tinggi. Gadis cantik berbaju biru itu mempersiapkan diri dengan 'Jurus Bidadari Kayangan tingkat lima'.
"Kita gunakan 'Ilmu Pukulan Perak Penghancur Batu." kata salah seorang Iblis Perak yang berhadapan dengan Bidadari Pencabut Nyawa. Ketiga Iblis Perak pun meningkatkan tenaga dalamnya tanpa mengubah formasi yang mereka siapkan. Ketiga Iblis Perak itu membentuk taktik tuga sudut. Dua orang didepan dan satu orang di tengah bagian belakang.
Kepalan tangan Iblis Perak tampak mengeluarkan cahaya putih keperakan. Dua orang yang berada didepan melompat lebih dulu menyerang Bidadari Pencabut Nyawa dari dua arah, kiri dan kanan.
"Hiyaaa...!" Jeritan melengking keluar dari mulut Bidadari Pencabut Nyawa. Seketika tubuhnya pun melesat menyongsong serangan dua Iblis Perak.
Tap! Desss..!
Dua kepalan tangan Iblis Perak beradu dengan telapak tangan Bidadari Pencabut Nyawa. Adu tenaga dalam pun tidak terhindari. Dengan cukup cepat tangan kiri dua Iblis Perak menderu kearah tubuh Bidadari Pencabut Nyawa. Namun gadis cantik itu cepat melentingkan tubuhnya ke udara.
"Heaaa...!" Iblis Perak yang satunya melompat melepaskan pukulan jarak jauh yang membentuk sinar berwarna perak. Namun dengan begitu gesitnya Bidadari Pencabut Nyawa bersalto dua kali di udara. Sehingga dua sinar pukulan Iblis Perak itu lewat di bawah tubuhnya.
__ADS_1
"Hiaaa...!" begitu cepat Bidadari Pencabut Nyawa mengambil kipas elang perak dari balik bajunya, sebuah sinar putih keperakan melesat keluar dari daun kipas berwarna perak itu.
Wuss..!
Desss...!
"Aakh..!" Iblis Perak yang berada dibagian belakang tidak sempat menghindar, sehingga sinar berwarna perak yang melesat dari daun kipas elang perak tepat menghantam dadanya. Iblis Perak itu terlempar sekitar tiga tombak ke tanah. Iblis Perak tersebut cepat melompat bangun. Namun dari sudut bibirnya mengalir darah segar kehitaman. Pertanda ia mengalami luka dalam.
"Reksa...!" teriak dua temannya melihat salah satu dari mereka terlempar, "Kau tidak apa-apa?" tanya salah seorang Iblis Perak kepada temannya yang bernama Reksa.
"Aku tidak apa-apa, hanya mengalami luka dalam, siapa sebenarnya gadis itu? Kenapa dia menggunakan pusaka elang perak milik Bidadari Galak?" ucap Reksa sambil menyeka darah di sudut bibirnya.
"Mungkin dia muridnya. Untung kita menggunakan Ilmu pemberian Iblis Kelabang Hijau, jika tidak Kau pasti sudah tewas, sebaiknya kita mundur dulu," jawab salah seorang Iblis Perak itu, dengan secepat kilat Reksa melempar beberapa batu berwarna putih kedepan Bidadari Pencabut Nyawa.
Desss! Blarr....!"
Ledakan kecil yang menimbulkan kepulan asap tebal berwarna putih, menutupi antara Bidadari Pencabut Nyawa dengan ketiga Angota Iblis Perak. Bidadari Pencabut Nyawa melesat menembus kepulan asap putih itu. Namun ketiga musuhnya telah meninggalkan tempat itu.
"Bangsat! Dasar pengecut!" geram Bidadari Pencabut Nyawa melihat ketiga Iblis Perak telah raib dari tempat itu. Bidadari Pencabut Nyawa pun melesat kearah pertarungan Pendekar Naga Sakti yang tampak terlibat pertarungan sengit dengan tiga Iblis Perak.
Dung!
"Aakh....!" Iblis Perak yang terhantam tendangan Bidadari Pencabut Nyawa itu, langsung terlempar sekitar dua tombak ketanah. Namun Iblis Perak tersebut cepat melompat bangun.
"Hati-hati Dinda, mereka kebal terhadap pukulan luar," kata Pendekar Naga Sakti begitu Bidadari Pencabut Nyawa menjejak kaki di sampingnya.
"Ya. Dinda tau Kak, tiga orang sudah dinda pukul mundur," jawab Bidadari Pencabut Nyawa.
"Wah... Bidadari Pencabut Nyawa ngamuk lagi nih," seloroh Pendekar Naga Sakti sambil tertawa.
"Kakak..." rungut Bidadari Pencabut Nyawa sambil tertawa balik. Tiga orang Iblis Perak tampak agak ragu melihat dua musuh mereka, berhasil memukul mundur tiga teman mereka.
__ADS_1
"Tampaknya kita juga harus mundur, kesaktian mereka susah ditebak," bisik salah seorang Iblis Perak pada dua temannya. Tanpa pikir panjang lagi dua temannya langsung melempar dua batu putih kedepan Bidadari Pencabut Nyawa dan Pendekar Naga Sakti.
Desss...!
Asap putih mengepul tebal menutupi pandangan antara Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa. Bidadari Pencabut Nyawa menggerutu melihat semua itu.
"Kurang ajar mereka kabur lagi Kak," geram Bidadari Pencabut Nyawa sambil mengibaskan tangannya di depan wajah.
"Biarkan saja Dinda, mereka akan kembali," jawab Pendekar Naga Sakti dengan begitu tenang.
"Hehehe...! Tampaknya Iblis Perak itu takut pada kalian anak muda,"
Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa memalingkan pandangan mereka pad asal suara tersebut. Tampak seorang wanita cantik berumur setengah baya tegak tidak jauh dari mereka. Penampilan wanita itu tampak agak menor dengan pakaian warna warni.
"Maaf nini, apa nini sudah memperhatikan kami dari tadi?" tanya Bidadari Pencabut Nyawa sambil tersenyum.
"Hehehe...! Ya, maaf saya sudah mengekori kalian dari dalam desa tadi," jawab wanita tersebut sambil tertawa.
"Kalau boleh tau nini ini siapa? saya lihat nini bukan orang biasa," ucap Bidadari Pencabut Nyawa dengan sopan.
"Hehehe...! Orang-orang desa ini memanggilku nyi Pelangi," jawab wanita setengah baya tersebut sambil duduk dibawah sebatang pohon.
"Tampaknya yang di katakan kakek Wiratama benar, di Desa ini banyak pendekar yang tinggal," ucap Bidadari Pencabut Nyawa.
"Hehehe...! Tapi kami terlalu pengecut anak muda, semenjak kematian tiga teman kami," tutur nyi Pelangi.
"Ya, kami juga sudah mendengar penuturan kakek Wiratama nini," timpal Pendekar Naga Sakti.
"Ya sudah, kita kembali ke desa, tempat ini bukanlah tempat yang nyaman untuk istirahat," kata nini Pelangi sambil tersenyum.
.
__ADS_1
.
Bersambung....