
Nyi Pelangi tampak meliuk-liuk menghindari pedang panjang milik orang-orang berpakaian ala ninja anak buah Iblis Perak itu. Sabetan dan tebasan yang saling bersusulan kearahnya membuat Nyi Pelangi terpaksa berjumpalitan di udara. Namun Nyi Pelangi berhasil memberikan serangan balik. Tendangan dan tinju pendekar wanita yang memakai pakaian warna-warni itu beberapa kali berhasil mengenai tubuh musuhnya.
"Hiyaaa...!" jeritan melengking keluar dari mulut Nyi Pelangi mengawali tubuhnya melenting keudara, sebuah tendangan cepat dilepaskan kearah salah seorang anggota topeng tengkorak.
Buak!
"Aaakhh...!" anggota topeng tengkorak itu hanya bisa melenguh kesakitan sambil tubuhnya terpental ketanah dan tewas seketika. Beberapa orang anggota kelompok topeng tengkorak itu langsung menyerang kearah Nyi Pelangi dengan pedang mereka. Sabetan dan tebasan pedang orang-orang bertopeng Tengkorak itu saling susul-menyusul membuat Nyi Pelangi terpaksa berjumpalitan menghindar.
Dikeroyok dengan taktik kerja sama yang cukup kompak itu membuat pendekar wanita berusia sekitar lima puluh tahunan itu terpaksa melompat mundur.
"Hup!" Suryani memutar cepat payungnya. Payung itu bergerak begitu cepat bagai sebuah gasing. Payung ditangan Suryani itu terbang kearah belasan orang anggota topeng tengkorak. Belasan anak buah Kelabang Hijau itu tidak sempat menghindar.
Srass...! Srasss..!
"Aaaa......!!" jeritan kesakitan orang-orang bertopeng tengkorak itu menyayat hati. Beberapa orang mencoba menangkis putaran payung itu dengan pedangnya. Namun pedang mereka terbabat putus dihantam payung itu.
Trang! Pletak! Clang!
"Aaaa...!" hanya jeritan tertahan keluar dari mulut mereka, ketika tubuh mereka di babat habis pisau kecil diujung payung Suryani itu.
Beberapa orang yang tadi mendesak Nyi Pelangi tampak agak tertegun. Situasi itu dimanfaatkan nyi Pelangi untuk mengirim pukulan tenaga dalam.
"Hiyaaa...!" jerit melengking keluar dari mulut Nyi Pelangi. Seketika Cahaya merah keputihan meluncur cepat dari dua telapak tangannya.
Blaaar...!!!
"Aaaa.....!!" hanya jeritan terdengar ditengah ledakan yang membuat tempat itu ditutupi debu dan tanah yang berhamburan. Tampak anak buah Iblis Kelabang Hijau itu bermentalan bagai daun tertiup angin. Mereka langsung tewas meregang nyawa dengan tubuh hangus terbakar.
Beberapa orang anak buah Iblis Kelabang Hijau yang kehilangan nyali mereka. Langsung menjatuhkan senjata ditangan mereka.
__ADS_1
"Aku tidak ingin membunuh kalian. Namun jika kalian masih mengulangi lagi, aku akan membantai kalian dengan payungku ini!" bentak Suryani sambil mengacungkan payung yang sudah tertutup. Tanpa pikir panjang lagi, orang-orang bertopeng tengkorak itu langsung ambil langkah seribu kedalam hutan.
"Hahaha...! Yani, tampaknya mereka lebih sayang nyawa mereka," kata Nyi Pelangi sambil tertawa. Wanita setengah baya itu menepuk pelan pundak Suryani.
"Nyi, tugas kita belum selesai, kita bantu yang lain," ucap Suryani, setelah berkata gadis cantik itu langsung berkelebat kearah dua saudara kembarnya yang lagi berhadapan dengan dua orang Iblis Perak.
"Hiyaaa...!" sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi dilepaskan oleh Suryani kearah Iblis Perak yang sedang bertarung dengan kembarannya. Dilayani hanya tersenyum mendapat bantuan dari Suryani. Gadis cantik itu melompat menggeser sedikit kebelakang takut tendangan Suryani salah sasaran.
Duak!
"Akhh...!" Iblis Perak yang terhantam tendangan Suryani terdorong kebelakang. Karena tububnya yang kebal, sehungga tendangan Suryani tidak berakibat fatal.
"Bangsat! Kalian gadis kembar, kalian berani mengeroyokku!" geram Iblis Perak sambil mengalirkan hawa murni kearah punggungnya yang terasa nyeri.
"Kali ini Kau tidak akan bisa lari lagi Iblis Perak!" bentak Suryani sambil mengacungkan payung yang telah di tutup. Perlahan Suryani membuka daun payungnya. Payung berwarna jingga itu mengembang dengan ujung mengeluarkan pisau kecil yang runcing.
"Ayo Dila, kita habisi Iblis Perak ini!" ujar Suryani dengan nada bergetar menahan emosinya. Amarah si Payung Jingga tampaknya sudah memuncak. Suryani meningkatkan tenaga dalam kearah genggamannya. Gadis cantik berbaju jingga itu langsung merapal sebuah jurus andalannya. Jurus 'Payung Kayangan Merenggut Nyawa.
"Jurus 'Payung Kayangan?" Iblis Perak tampak terkejut melihat Suryani dan Dilayani merapal jurus andalan mereka, "Aku harus merapal ajian Kelabang Neraka Beracun'." guman Iblis Perak seperti berbicara pada dirinya sendiri. Iblis Perak tersebut pun segera meningkatkan seluruh tenaga dalamnya ke tingkat tertinggi yang ia kuasai.
Cahaya merah menyala mulai menyelubungi seluruh tubuh Iblis Perak tersebut. Cahaya itu membentuk seekor Kelabang berwarna merah. Ilmu yang dirapal Iblis Perak tersebut adalah sebuah jurus di bawah ajian 'Kelabang Neraka milik Kelabang Hijau. Di antara delapan Belas anggota kelompok Iblis Perak itu. Jarsa lah yang sanggup menguasai ilmu pemberian Reksa Gana tersebut.
"Hati-hati Kak, Iblis Perak itu merapal ajian 'Kelabang Neraka'." kata Suryani sambil menatap tajam kedepan. Payung berwarna jingga di tangannya berputar deras bagaikan sebuah gasing, yang menimbulkan suara berdengung. Dari putaran payung itu muncul semacam angin yang berhembus panas disekeliling tempat mereka berdiri.
"Gunakan seluruh tenaga dalammu, adikku. Aku melihat Iblis Perak itu berniat mengadu nyawa dengan mengerahkan seluruh tenaga dalamnya," kata Dilayani pada sang adik.
"Hehehe..! Kau hanya tua beberapa waktu dariku, Kakak. Tapi baiklah kita ikuti permainan Iblis Perak itu," jawab Suryani sambil tertawa.
"Mau mati saja Kau masih sempat bercanda," jawab Dilayani sambil tersenyum tipis. Kedua gadis dari tiga Pendekar Kembar tersebut meningkatkan tenaga dalam mereka ketingkat tertinggi yang mereka miliki.
__ADS_1
"Kalian akan kecewa mati muda, gadis cantik!" ujar Iblis Perak dengan nada mengejek. Iblis Perak merasa dengan ilmu pemberian Kelabang itu, ia akan memenangkan pertarungan itu.
"Mulut besarmu memang harus di beri pelajaran Iblis laknat!" jawab Dilayani dengan sengit dan bernada dingin, "Ayo Suryani.. Aku duluan! Hiyaaa...!" jeritan Dilayani itu mengawali tubuhnya melesat cepat dengan payung berputar bagai sebuah angin put1ng beliung yang bergerak sangat cepat.
"Heaaa.....!!" bentakan menggema keluar dari mulut Iblis Perak tersebut. Iblis Perak tersebut menyentakkan tangannya kedepan. Cahaya merah membentuk kelabang itu melesat bagai seekor kelabang yang melompat dari sebatang pohon.
Swosss...! Swosss....!
Swiiing.....!!! Guuunggg.....!!
Desss....!!
Blaaaaaarrr.....!!!
Begitu dua kekuatan itu bertemu. Ledakan seakan membuat tempat itu dilanda gempa. Cahaya putih yang berasal dari payung Dilayani tampak berada dengan cahaya merah berbentuk kelabang dari pukulan Iblis Perak itu. Namun Cahaya putih bagai angin berputar dari payung Suryani melesat bagai kilat menghantam dada Iblis Perak.
Desss..!!
"Aaaa.......!!" jeritan kesakitan terdengar meraung dari mulut Jarsa, diiringi tubuhnya terpental belasan tombak sampai akhirnya berhenti pada sebatang pohon yang cukup besar.
Buak!
Tubuh Iblis Perak itu jatuh ketanah tampa bergerak lagi. Tubuh Iblis Perak yang biasanya berwarna putih perak, kini berubah menjadi hitam bagai sebuah arang. Bagian dada Iblis Perak itu tampak mengeluarkan asap tipis berwarna putih. Kulitnya tampak melepuh berwarna merah.
Sedangkan dua kakak beradik itu tampak terpental sekitar tiga tombak. Namun mereka masih bisa menahan hempasan ledakan adu kekuatan itu dengan memperkuat kuda-kuda mereka. Kaki keduanya tampak membekas ditanah sekitar satu tombak lebih.
.
__ADS_1
.Jangan lupa ikuti novel terbaru author ya...
Bersambung...