
Suara ledakan memekakkan telinga dua tokoh silat berilmu tinggi itu sama sama terpental ke belakang. Pendekar Naga Sakti berhasil menjejak tanah walau dengan memegang dada, karna darah yang bergejolak karna pemakaian tenaga dalam tingkat tinggi.
Sedangkan Iblis Kematian Rambut Putih terpental hingga ke dalam bangunan rumah, yang bertambah hancur di hantam ledakan akibat pertemuan dua pukulan bertenaga dalam tinggi milik mereka tadi.
Iblis Kematian Rambut Putih tambak segera berusaha bangun, namun ia terjatuh berlutut dengan darah segar menyembur dari mulutnya.
"Huaks......!"
"Bangsat! Aku di kacangin anak kemarin sore, ternyata kesaktian Lesmana Pendekar Naga Sakti yang dulu telah sepenuhnya di kuasai anak muda ini,"
Guman Iblis Kematian Rambut Putih dalam hati, ia berusaha mengalirkan hawa murni ke dadanya untuk mengobati luka dalam yang ia derita, dan menstabilkan tekanan darah di tubuh nya.
Sementara itu Soka yang di selamatkan Simbar Buana dari serangan Denta Si Kapak KePencabut Nyawa.
Setelah terkena hantaman cambuk tirta kencana Denta hampir tidak bisa melakukan perlawanan lagi, apalagi dengan rusak nya senjata andalan nya,
Kapak besar bermata dua yang di kenal sebagai kapak kembar itu.
Sementara itu Loka yang terlibat pertarungan dengan si Golok Kembar Goro masih terlibat pertarungan sengit.
Loka yang mempunyai kesaktian yang cukup tinggi berhasil menghadapi setiap serangan golok kembar Goro.
Set....!
Set....!
"Hiyaaa....!"
__ADS_1
Jerit melengking Goro menyabetkan goloknya kearah tubuh Loka, dengan gesit orang tua itu menegoskan tubuhnya ke udara menghindari sabetan yang mengarah ke arah perut dan lehernya.
"Bangsat...! Kau orang tua rupa nya kemampuannya boleh juga!" bentak Goro sambil melompat ke belakang.
"He he he...! Kau merasa kesal karna belum bisa mengalahkan ku, si Golok Kembar Pencabut Nyawa, di mana nama besar mu itu hah!" hardisk Loka sambil terkekeh.
Goro bersiap dengan 'jurus Golok Kembar Pencabut Nyawa'. Kedua golok nya melintang di depan dadanya.
Loka lansung menghunus golok di pinggangnya, dan segera memainkan 'Jurus Golok Seribu'. Waktu bertarung melawan Bidadari Pencabut Nyawa dulu Loka tidak memakai Jurus ini.
"*Kau akan merasakan kehebatan golok kembarku ini orang tua..! Heaaa....!"
Jerit melengking keluar dari mulut Goro. Maka seketika tubuhnya melesat cepat menyerang ke arah* Loka, orang tua itu pun menyingsing dengan Jurus golok nya.
Trang....!
Trang....!
"Heaaa.....!"
Trang.....! Trang....!
"Hup...!"
Goro melompat mundur ke belakang dan menyarungkan golok kembarnya ke dalam warangka yang ada di balik punggungnya. Ia bersiap dengan kesaktian tenaga dalam nya.
"Pukulan Api Membakar Bumi! Heaaa....!"
__ADS_1
Kedua telapak tangan Goro mengeluarkan cahaya merah berbentuk api yang menyelubungi kedua telapak tangannya.
"He he he...! Pukulan Api Membakar Bumi, ya! Akan ku hadapi dengan 'Jurus inti Air Terjun Mengalir'...!!"
Loka menancapkan golok nya ke tanah dan merapatkan kedua telapak tangannya di depan dada. Dengan aliran tenaga dalam kedua telapak tangan Loka mengeluarkan cahaya putih bersinar.
"*Heaaa....!"
Swoss....! Swoss.....!
Blaaar*.....!
Ledakan dahsyat mengguncang tempat itu, ketika dua pukulan dari kedua pendekar itu bertemu. Keduanya sama sama terpental ke belakang.
Goro terpental dan jatuh bergulingan dengan tubuh gosong bagai terbakar, ia terkena dampak pukulannya sendiri, yang berbalik arah.
Sedangkan Loka walau ia sempat terdorong jauh ke belakang, namun ia masih bergerak walau dalam keadaan berlutut, darah hitam menyembur dari mulutnya pertanda luka dalam yang ia derita begitu parah.
Pimpinan Penyamun Setan Merah yang segera bersemedi untuk menyembuhkan luka dalam yang ia derita, dengan mengalirkan hawa murni ke tubuh yang terluka itu, sekalian ia menstabilkan aliran jalan darahnya.
"Goro..!
Teriak Denta tertahan, dengan keadaannya yang mengalami luka parah itu, ia hanya mampu memandangi adik seperguruan nya tewas di depan matanya.
Sementara itu orang- orang Partai Lembah Kematian itu hampir habis di hajar orang-orang Perguruan Pedang Suci, para murid Perguruan Harimau Putih dan Perguruan Bambu Kuning.
.
__ADS_1
Bersambung...