Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Misteri Istana Kematian


__ADS_3

Tiga bulan sudah berlalu, setelah semua aman. Anggala dan Wulan Ayu sempat menerima ajaran ilmu dari kakek Wiratama dan Ki Sura Jaya. Anggala menerima ilmu Tapak Dewa hingga tingkat dua belas, dan juga ilmu 'Sinar Putih Pelenyap Sihir'. dari kakek Wiratama. Setelah di gembleng selama lebih kurang tiga bulan, kedua pendekar muda itu melanjutkan perjalanan mereka mencari Pendekar Naga Terbang dan pengejaran terhadap Pendekar Naga Hitam.


Kali ini Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa mulai memasuki wilayah Kerajaan Sriwijaya Perbatasan dengan wilayah Provinsi Bengkulu sekarang, Wilayah itu terkenal dengan Gunungnya, yaitu Gunung Dempo. Gunung Dempo adalah gunung api aktiv yang sekarang terletak di daerah Kabupaten Pagar Alam.


( Seperti janji author, author akan menambah pengetahuan kita semua dengan mengupas tentang senjata khas daerah yang di lalui atau di datangi mcnya. Kali ini mc memasuki daerah palembang atau provinsi sumatera selatan.)


1 Skin



Salah satu senjata khas Palembang yang dikenal memiliki filosofi yang cukup menarik adalah Skin. Senjata ini juga sempat menjadi inspirasi bagi pembuatan obor untuk Asia tahun 2018. Skin adalah salah satu senjata tradisional yang berasal dari Sumatera Selatan. Selain dikenal dengan nama Skin, senjata ini juga sering disebut dengan nama Ayam, Taji Ayam, dan Jembio. 


Hal tersebut memang cukup beralasan mengingat senjata ini memiliki bentuk yang hampir mirip dengan taji serta ekor ayam jantan. Senjata ini memiliki karakteristik berbentuk pendek dengan dua bilah dua sisi yang cukup tajam dan mematikan. Berbeda dengan pisau biasa, Skin memiliki bentuk yang melengkung dengan ujung yang cukup tajam mirip dengan Kerambit yang ada di Sumatera Barat.


Meski memiliki bentuk yang hampir mirip, namun Skin sendiri memiliki ukuran yang jauh lebih kecil. Pegangan untuk senjata ini terbuat dari kayu dengan sebuah lubang pada ujung pegangan untuk mengunci senjata. Skin biasanya ini digunakan untuk pertarungan jarak dekat. Senjata ini cukup efektif untuk menusuk dan mengoyak.


Sebagian masyarakat sendiri mempercayai bahwa Skin adalah salah satu senjata yang memiliki nilai magis. Keberadaan senjata khas tradisional Palembang ini konon merupakan perpaduan kebudayaan antara Melayu dan Tionghoa. Skin sendiri biasanya dibuat dari baja dengan kualitas yang cukup bagus. 


Skin sendiri terdiri dari dua macam, yaitu Skin Rambai ayam yang memiliki ukuran sekitar 20-30 cm dan Skin Taji ayam yang memiliki ukuran jauh lebih kecil, yaitu sekitar 10-15 cm.



Keris Palembang




Keris adalah salah satu senjata khas yang cukup dikenal di tanah air. Keris adalah jenis senjata tikam yang memiliki ciri khas bergelombang. Keris sendiri merupakan senjata yang telah digunakan pada masa kerajaan. Berbeda dengan keris yang ada di tanah Sunda dan Jawa. Keris Palembang memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dengan jenis keris lainnya.

__ADS_1


Nah, keris Palembang dikenal memiliki bentuk sudut yang sedikit lebar ukuran yang jauh lebih panjang dari keris yang ada di Jawa ataupun Sunda. Keris Palembang sendiri dikenal memiliki luk atau lekukan yang ganjil. Biasanya lekukan sendiri terdiri dari 7, 9, dan 13 lekukan. Keris Palembang biasanya terbuat dari campuran beberapa logam, yaitu Pamor, Besi dan Baja. 


Gagang keris sendiri biasanya terbuat dari kayu yang sangat keras atau terbuat dari gading yang diukir membentuk kepala seekor burung. Sementara sarungnya sendiri berbentuk perahu Bidar, yang menjadi  simbol kedaulatan Kesultanan Palembang di masa lalu yang dikenal sebagai kerajaan Maritim yang kuat. 


Nah, selain digunakan sebagai senjata, keris Palembang juga kerap digunakan sebagai simbol kekuasaan dan kekuatan. Keris sendiri kerap digunakan oleh masyarakat setempat untuk sebuah ritual adat atau disematkan pada pakaian adat. 


3 Kudok



Selanjutnya ada Kudok. Senjata tradisional khas Palembang ini berasal dari wilayah Pagar alam. Sebuah wilayah yang berada di Sumatra bagian selatan. Kudok adalah sebilah pisau kecil yang memiliki bentuk mirip dengan sebuah Badik yang berasal dari daerah Lampung. Kudok sendiri merupakan senjata yang kerap dibawa oleh masyarakat pada zaman dulu sebagai senjata untuk pertahanan. 


Senjata ini biasa digunakan untuk pertarungan jarak dekat. Kudok sendiri terdiri dari beragam jenis. Namun, yang cukup dikenal oleh masyarakat adalah jenis Luncu, Gerahang, Rambai Ayam dan Betelok. Kudok terbuat dari logam besi. Sementara gagangnya sendiri biasanya terbuat dari beragam jenis kayu yang kera seperti kayu Jati, kayu Nangka, dan kayu Ghumai.


Kudok juga sering digunakan oleh masyarakat untuk membantu aktivitas sehari-hari seperti berkebun dan bertani. Sementara masyarakat yang berada di hulu Pagar alam sendiri masih melakukan tradisi membawa senjata ini untuk pertahanan, terutama oleh pria lajang. 



Tombak Trisula




Selain Kudok, senjata tradisional lain yang juga terkenal di Palembang adalah Tombak Trisula. Masyarakat sendiri kerap menyebut salah satu senjata khas ini dengan trisula Serampang. Tombak Trisula adalah tombak yang memiliki 3 mata pisau berbentuk runcing. 


Tombak sendiri merupakan senjata yang umum ditemukan di berbagai negara. Senjata ini merupakan senjata yang digunakan pada masa kerajaan. Tombak Trisula sendiri konon merupakan bagian dari perkembangan kerajaan Sriwijaya yang ada di tanah air, yaitu sekitar abad ke-7 Masehi.


Seperti yang kita ketahui bahwa Sriwijaya sendiri merupakan kerajaan Hindu yang mempercayai keberadaan Dewa Siwa, dimana dalam hal ini ia dipercaya kerap membawa trisula sebagai senjata. Meskipun demikian, belum ada informasi pasti tentang asal usul salah satu senjata tradisional ini. 

__ADS_1


Trisula sendiri memiliki ciri khas tajam pada setiap mata pisaunya. Selain digunakan untuk menyerang atau bertahan, trisula sendiri kerap digunakan sebagai simbol kebijaksanaan dan keberanian. Nah, masyarakat sendiri bisa melihat bentuk senjata peninggalan dari kerajaan ini secara langsung di Museum Balaputradewa.



Klewang Hembrug




Nah, senjata terakhir adalah Klewang Hembrug. Senjata ini diketahui sebagai  dari provinsi Sumatera Selatan. Sepintas senjata ini terlihat mirip dengan pedang bermata satu yang cukup tajam atau sebuah golok. Memiliki ukuran yang dan cukup ramping. Senjata ini cukup efektif untuk menusuk, menebas dan menyayat. 


Senjata ini memiliki panjang yang cukup bervariasi. Namun, pada umumnya senjata ini memiliki ukuran sekitar 36-76 cm. Senjata ini terdiri dari dua macam, yaitu Klewang yang bentuknya pendek dan Klewang berbentuk panjang melengkung. Senjata Klewang sendiri diduga mulai dikenal ketika terjadi perang melawan Aceh. 


Klewang sendiri merupakan senjata yang cukup sulit ditemukan. Senjata ini biasanya menjadi salah satu senjata warisan yang kerap diturunkan secara turun temurun.


.


********


Kita kembali ke Perjalanan Anggala dan Wulan Ayu yang baru memasuki hutan di wilayah Gunung Dempo. Suasana sunyi yang menyelimuti hutan Gunung Dempo membuat suara derap kaki kuda begitu jelas terdengar. Pendekar Naga Sakti dan Wulan Ayu menyingkir dari jalanan memberi jalan akan suara kuda-kuda yang cukup ramai tersebut.


"Heaa!....Heaa...!" tampak belasan orang berbaju merah memacu kuda dengan cukup cepat. Beberapa orang dari orang-orang tersebut nampak bersenjata Kedok tersalip di pinggang mereka.


Tiba-tiba begitu melalui Anggala dan Wulan Ayu, orang-orang berbaju hitam itu menghentikan kuda mereka dan menatap ke arah Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2