Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Hari Peresmian Partai Lembah Kematian


__ADS_3

Suara burung malam mengiringi malam yang hampir mendekati pagi, Pendekar Naga Sakti pun kembali ke kamar bangunan besar milik Partai Lembah Kematian itu.


tampak Wulan Ayu masih mengobrol bersama Bidadari Gendeng dan Aruni, sedangkan Arya Geni dan Simbar Buana telah berbaring berusaha untuk istirahat, Jaka Kelana tampak berdiri di depan pintu, ia menjadi pengawal pintu, takut ada orang yang berusaha mengintip percakapan mereka.


Suara burung mulai berkicau, Matahari telah terbit di pupuk timur, cahayanya menyinari bumi yang indah ini, tampak di dalam hutan di Lembah Kematian, para anggota Partai Lembah Kematiaitu mulai sibuk dengan semua persiapan.


Sedangkan para tamu undangan baik dari golongan putih dan golongan hitam, masih banyak yang tertidur lelap, apalagi para pimpinan penyamun dan perampok, mereka masih berada di kamar dengan gadis gadis pilihan mereka.


Sedangkan para pendekar golongan putih dan para pimpinan perguruan yang telah datang mulai keluar dari tempat mereka beristirahat.


Pendekar Naga Sakti dan teman temannya, termasuk Wulan Ayu tampak telah berada di barisan tempat duduk di sebuah halaman yang cukup luas di samping bangunan besar itu.


Di depan mereka terdapat sebuah panggung terbuat dari kayu, seperti gelanggang pertarungan, para pendekar itu di hidangkan serapan pagi oleh tuan rumah.


Setelah selesai makan dan semua tamu undangan berkumpul, tampak Iblis Kematian Rambut, Iblis Tangan Kematian dan Bidadari Pencabut Nyawa palsu Merak Sati, keluar dari bangunan besar, di belakang mereka mengikuti sekitar dua puluh orang laki laki bertubuh tegap, mengenakan baju rompi hitam, dan sebuah golok berukuran besar di pinggang mereka.


Iblis Tangan Kematian maju ke depan ber siap memberikan sambutan.


"Selamat pagi tuan tuan! Terimakasih telah datang memenuhi undangan kami pàda hari ini, hari ini penentuan, siapa yang menerima menjadi anggota


Partai Lembah Kematian, atau jadi taklukan.


"Bagi yang menerima pindah ke samping kami, dan yang tidak menerima pindah ke tempat bagian depan!"


Tanpa banyak bicara para pendekar dan para perguruan silat golongan putih, mengambil tempat di depan panggung besar yang di siapkan untuk arena pertarungan, oleh orang orang Partai Lembah Kematian.


Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa ikut bergabung dengan rombongan yang menentang Partai Lembah Kematian itu.


Sedangkan para penyamun, perampok dan perguruan golongan hitam, tampak memilih tempat di samping tempat duduk Iblis Kematian Rambut Putih.


Hanya rombongan Penyamun Setan Merah yang bergabung dengan rombongan para pendekar golongan putih.


di lihat dari jumlah para pendekar golongan putih, kalah jumlah di banding orang yang mendukung Partai Lembah Kematian itu.


Iblis Tangan Kematian, masih berdiri di atas panggung, dan kembali berbicara.


"Bagi yang tidak menerima menjadi anggota Partai Lembah Kematian, harus menghadapi kami anggota Partai, satu lawan satu, jika kalian menang kalian boleh pergi dari sini, jika dia ketua Perguruan, Perguruan nya tidak akan di ganggu oleh Orang orang kami, namun jika kalah dia harus menerima tunduk di bawah kekuasaan Partai Lembah Kematian.!"


Sumbar Iblis Tangan Kematian, dengan begitu lantang, tampak Iblis Kematian Rambut Putih hanya mengangguk angguk mendengar perkataan bawahannya itu.

__ADS_1


"Hup.....!"


Sokananta melompat ke atas panggung, ia berdiri tidak jauh dari Iblis Tangan Kematian.


"Aku Sokananta, tidak menerima ikut bergabung dengan Partai Lembah Kematian, aku menerima tantangan siapa pun bertarung dengan ku.!"


Ujar Sokananta dengan lantang, ketua Perguruan Harimau Putih itu tampak siap bertarung, walau umurnya sudah cukup tua, sekitar enam puluh lima tahunan.


"Baik, aku yang jadi lawanmu..!" Jawab Iblis Tangan Kematian, ia maju menghadapi Sokananta.


"Tunggu.! Biar aku yang akan menghadapi Sokananta itu! Hup.....!" Si Tapak Besi melesat ke atas panggung, dan berdiri di samping Iblis Tangan Kematian.


Tampak Iblis Besi bersaudara ada dua orang di sana, termasuk Iblis Tangan Besi, dua Iblis bersaudara itu rupanya hadir mendukung Partai Lembah Kematian.


"Silahkan..!" jawab Iblis Tangan Kematian, ia pun mundur ke belakang, dan melompat kembali ke samping Iblis Kematian Rambut Putih.


"Ayo Ki, keluarkan jurus jurus harimau ompong mu itu," ejek Si Tapak Besi, sambil tertawa memancing kemarahan Sokananta.


"Baiklah, jika itu yang Kau mau! Heaaa....!"


Sokananta melompat ke arah Si Tapak Besi dengan tangan membentuk cakar, ia membuka dengan 'Jurus Harimau Putih Mengamuk'. Tapak Besi menghadapinya dengan 'Jurus Tapak Besi Penghancur.


"Hiaaa....!"


Dua tenaga dalam dua tokoh silat itu saling beradu, jurus cakar harimau putih milik Sokananta menderu memecah udara di sekitarnya, begitupun dengan jurus Tapak Besi menderu deru ke arah Sokananta.


"Huh....!


Dik....!


Cakar jemari Sokananta beradu dengan tangan Si Tapak Besi, seperti mengenai sebuah besi, namun pengalaman bertarung tokoh silat harimau putih itu cukup tinggi, begitu gagal dengan serangan tangan, kaki kanannya melesat dengan cepat perut Tapak Besi.


"Hih......!"


Si Tapak Besi terpaksa menarik tubuhnya ke belakang, menghindari tendangan Sokananta itu, namun sebuah cakar di susulkan ke arah dadanya dengan begitu cepat, sehingga.


Buak.....!


Si Tapak Besi terjajar dua tombak ke belakang, sambil meringis kesakitan, memegangi dadanya yang terhantam pukulan cakar harimau Sokananta.

__ADS_1


Si Tapak Besi meningkatkan tenaga dalamnya, dan mengalirkan hawa murni nya ke dada untuk mengobati luka dalam yang ia derita.


Sokananta sebagai seorang golongan putih, tentu ia tidak mau menyerang musuh yang lagi terluka, ia mengambil kesempatan untuk istirahat sejenak, bagaimana pun semangatnya, tubuh tuanya tentu merasa lelah juga.


"Jurus Tapak Besi Penghancur! Heaaa.....!"


Si Tapak Besi tampak mengerahkan tenaga dalam yang ia miliki hampir mencapai puncaknya, ia mengerahkan 'Jurus Tapak Besi Penghancur tingkat tertinggi yang ia kuasai.


Melihat musuhnya menyiapkan jurus andalannya, Sokananta pun bersiap dengan 'jurus Auman Harimau Penggetar Bumi'. di kedua telapak tangan ketua Perguruan Harimau Putih itu, keluar cahaya putih berbentuk kepala harimau.


"Heaaa.....!"


Si Tapak Besi melesat ke arah Sokananta dengan kedua tangan di depan dada, Sokananta pun menyongsong dengan kedua tangan di depan.


"Hiyaaa....!"


Wosss....! Wosss....!


Blaaar......!"


Kedua telapak tangan bertenaga dalam tinggi bertemu di udara, ledakan besar terjadi kedua tokoh silat lain golongan itu sama sama terpental ke belakang, namun berbeda nasib.


Sokananta jatuh menabrak kayu jati hitam pagar panggung besar itu, namun ia masih bergerak, walau mengalami luka dalam yang cukup parah.


Soka Pimpinan Penyamun Setan Merah, melompat mengejar sang Kakak, di ikuti kedua adiknya Loka dan Soka, namun mereka di tolak oleh Sokananta.


"Tidak! Aku tidak butuh bantuan para penyamun seperti kalian!" bentak Sokananta pada ketiga adiknya itu, namun ia tersoyong ke belakang, hendak jatuh, Soka dan Loka cepat menangkap tubuh sang Kakak.


Sementara itu Si Tapak Besi, yang terlempar ke Luar panggung jatuh bergulingan di tanah, ia berusaha bangun dan jatuh lagi, Si Tangan Besi melompat ke arah Tapak Besi, dan segera berusaha menolongnya, namun nyawa Si Tapak Besi sudah terlanjur melayang duluan.


"Kakaaak.........!!!"


Jerit Kesedihan Si Tangan Besi,sambil merangkul tubuh Si Tapak Iblis yang sudah tidak bernyawa itu, tangisan kesedihan Si Tangan Besi mengiringi tewasnya Kakak seperguruan nya itu.


"Sokananta....! Kau harus membayar dengan nyawamu.......!!!"


Apa yang akan di lakukan Si Tapak Besi?


Bagaimana tindakan Pendekar golongan putih yang lain?

__ADS_1


Ikuti episode selanjutnya, jangan lupa like, komen dan favorit ya.. Terima Kasih....


Bersambung....


__ADS_2