
"Apa yang harus kita lakukan, mereka bagai singa yang mengamuk. Hampir semua teman-teman kita sudah tewas!" kata salah seorang anggota topeng tengkorak pada salah seorang temannya.
"Ya, sebaiknya kita cepat tinggalkan tempat ini, jika tidak ingin jadi korban para pendekar golongan putih itu. Ketua kita tampaknya mendapat lawan yang sulit dia kalahkan!" jawab temannya. Tanpa pikir panjang lagi kedua anggota topeng tengkorak itu menjatuhkan pedang mereka dan melepaskan topeng mereka, secepat yang mereka bisa langkah kaki mereka berlari dari tempat itu.
"Hahaha...! Rupanya anak buah kalian sudah kehilangan nyali Iblis Perak! Lihat mereka telah melarikan diri!" ledek Nyi Tantri sambil bersalto dua kali kebelakang. Iblis Perak menoleh kearah belakang, namun ia hanya bisa melihat anak buahnya yang sudah bergelimpangan.
Duak!
"Aaakh...!" sebuah tendangan yang mengandung tenaga dalam tinggi di sarangkan kearah dada Iblis Perak itu. Iblis Perak terjajar mundur sekitar empat langkah kebelakang. Namun Iblis Perak itu tidak mengalami luka dalam.
"Bangsat! Kau menyerangku, saat aku lengah!" geram Iblis Perak sambil memegangi dadanya. Nyi Tantri hanya tersenyum tipis menyungging menanggapi ucapan Iblis Perak tersebut.
"Apa menghadapi Iblis sepertimu harus jujur Iblis Perak!" dengus Nyi Tantri. Iblis Perak tampak terdiam mendengar jawaban Nyi Tantri tersebut. Iblis Perak meningkatkan tenaga dalamnya hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
"Baiklah Iblis Perak, kita adu kedikjayaan... Kau atau aku yang akan jadi mayat!" guman Nyi Tantri dalam hati sambil meningkatkan tenaga dalamnya.
Iblis Perak mengerahkan tenaga dalam nya ke arah kedua telapak tangannya, dan merapal Ilmu 'Cakar Perak Neraka'. Iblis Perak tampaknya berniat mengadu nyawa dengan Nyi Tantri. Nyi Tantri pun tidak tinggal diam, ia merapal sebuah jurus simpananya. Nyi Tantri merapal Ajian Bulan Sabit Kayangan'.
"Heaaa...!" bentakan melengking keluar dari mulut Iblis Perak, seketika itu pula tubuhnya melesat cepat dengan dua telapak tangan membentuk cakar. Cahaya merah sebesar bola menyelubungi kedua telapak tangan Iblis Perak tersebut.
Nyi Tantri merapatkan kedua telapak tangannya didepan dada. Cahaya putih bersinar yang menyelubungi kedua telapak tangannya mulai membesar dan berubah bentuk seperti bulan sabit.
"Hiyaaat...!!" begitu Iblis Perak sudah cukup dekat dengannya, Nyi Tantri menghempaskan telapak tangannya ke depan. Cahaya putih seperti bulan sabit itu meluncur kedepan.
Dess...! Dessss....!
Blaaarrrr......!!!
Ledakan menggelegar mengguncang tempat itu Begitu kedua cahaya saling bertabrakan. Tanah dan debu berhamburan ke udara. Tempat itu kelam tertutup debu.
__ADS_1
"Aaakh...!" Nyi Tantri tampak terlempar keluat dari kepulan debu. Nyi Tantri tampak jatuh bergulingan. Nyi Tantri tampak berusaha bangun dengan tertatih. Walau sempoyongan Nyi Tantri berhasil bangun, sambil memegangi dadanya. Darah segar tampak mengalir di sela-sela bibirnya.
"Uhuakh...!" Nyi Tantri memuntahkan darah segar pertanda luka dalam yang ia derita cukup parah, Nyi Tantri tampak jatuh berlutut.
Lain dengan Iblis Perak yang terpental sekitar lima tombak ke belakang dan jatuh bergulingan di tanah. Namun Iblis Perak cepat melompat bangun ia hanya memegangi dadanya yang terasa sesak. Di bibir Iblis Perak itu hanya tampak ada sedikit darah yang keluar pertanda ia hanya mengalami luka dalam ringan.
Melihat Nyi Tantri terluka cukup parah. Iblis Perak tersebut berniat menghabisi Nyi Tantri. Iblis Perak itu melompat cepat kearah Nyi Tantri dengan tangan kanannya membentuk cakar.
"Matilah...!" bentak Iblis Perak sambil menjejak kakinya didepan Nyi Tantri.
Nyi Tantri tampak pasrah mengadakan perlawanan tidak mungkin dengan luka dalamnya yang begitu parah, "Mati Aku!" guman Nyi Tantri setengah berbisik.
Iblis Perak yang tidak peduli keadaan musuh yang sudah tidak berdaya itu tetap meneruskan niatnya. Tangan kanannya bergerak cepat kearah kepala Nyi Tantri. Namun di saat yang genting, tiba-tiba.
Buak!
"Aakh...!" Iblis Perak yang tidak siap terpental kesamping. Iblis Perak cepat melompat bangun dan menoleh kearah Nyi Tantri.
"Nini bisa bergerak? Kalau masih sanggup bergerak, mundurlah.. Biar saya yang menghadapi Iblis pengecut ini," ucap Melati.
"Akan ku coba Melati, namun dadaku terasa sangat sesak!" jawab Nyi Tantri agak terbata.
"Kurang ajar! Kau berani membokongku gadis laknat!" bentak Iblis Perak itu murka.
,
"Membokong seorang pengecut sepertimu, memang sudah seharus iblis laknat!" dengus Melati sengit.
"Kau sudah bosan hidup. Hah!" bentak Iblis Perak sambil merangsek kearah Melati dengan jurus 'Cakar Perak Neraka'. tingkat duanya. Kedua telapak tangan Iblis Perak tersebut berwarna merah kehitaman.
__ADS_1
"Hup!" Melati hanya menggeser tubuhnya kesamping dengan begitu cepat, sehingga cakaran Iblis Perak itu hanya lewat disamping kepalanya. Iblis Perak itu cepat mengayunkan cakarnya kearah samping kiri. Namun dengan gesitnya Melati memiringkan kepalanya kearah kanan.
"Hiyaaat...!" Melati menghantarkan telapak tangannya kearah lengan kanan Iblis Perak itu.
Dek!
"Ahk..!" Iblis Perak itu cukup terkejut dan tidak menyangka kalau Melati bakal menyerang lengan tangan kanannya. Iblis Perak itu cepat melompat mundur sambil memegangi lengan kanannya yang terasa nyeri. Padahal ia kebal dengan senjata tajam. Namun Melati menghantam tangan Iblis Perak tersebut bukan dengan tangan kosong belaka.
Putri Ki Sura Jaya itu menggunakan ilmu 'Tapak Dewa'.nya. Di tingkat Pertama, yaitu 'Tapak Dewa Besi'.
"Hmm...! Pukulan gadis ini mampu menembus Kekebalanku, aku harus berhati-hati menghadapinya," guman Iblis Perak itu dalam hati. Sementara itu Nyi Tantri tampak berusaha menjauh, setelah merasa cukup jauh barulah Nyi Tantri duduk bersemedi untuk mengobati luka dalamnya.
Melihat Iblis Perak tersebut tersurut mundur, Melati hanya tersenyum tipis menyungging, "Bagaimana Iblis Perak? Bisa kita lanjutkan!" tantang Melati sambil menatap tajam kearah Iblis Perak tersebut.
"Heh! Anak kemarin sore! Jangan sombong dulu. Jangan kira Kau sanggup mengalahkanku dengan ilmu mu itu," bentak Iblis Perak tampak menahan amarahnya. Iblis Perak yang sudah terluka dalam itu tampak tidak mempedulikan keadaannya sendiri. Iblis Perak itu meningkatkan tenaga dalamnya ke tingkat yang lebih tinggi dari saat ia berhadapan dengan Nyi Tantri tadi.
"Bagus! Tampaknya Iblis ini terpancing emosi!" guman Melati tampak tersenyum melihat wajah Iblis Perak yang agak menghitam menahan amarah. Melati pun meningkatkan tenaga dalamnya kearah telapak tangannya. Kemudian dengan perlahan Melati merapatkan kedua telapak tangannya didepan dada. Melati langsung merapal Ilmu 'Tapak Dewa'. tingkat empat, Tangan Dewa Menepis Badai'.
Iblis Perak menyilangkan kedua tangannya didepan dada dengan menyilang. Cahaya merah mulai menyelubungi kedua telapak tangannya. Cahaya merah itu kemudian berubah bentuk menjadi bulat sebesar bola kaki.
Sementara itu Melati tampak telah merapatkan kedua tangannya, cahaya putih menyelubungi kedua telapak tangan gadis itu yang masih merapat Di depan dada nya.
"Heaaa....!!" bentakan menggema keluar dari mulut Iblis Perak. Seketika tubuhnya melesat dengan cepat. Kedua cahaya merah Di tangannya disorongkan kedepan.
"Hiyaaa...!" Melati pun tidak tinggal diam. Jeritan melengking dari mulutnya mengiringi tubuhnya melesat cepat menyongsong kearah Iblis Perak dengan kedua tangan teracung kedepan.
Desss....!
Desss...!
__ADS_1
Blaaaaarrrr......!!