Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara di Galuh Permata, Tewasnya Cakar Iblis Hitam


__ADS_3

Kedua pendekar beda golongan itu, tampak bersiap dengan pedang ditangan, Pendekar Kelelawar Putih. Putri dari ki Gading Mageli itu memang mempunyai kecekatan tersendiri, kepiawaiannya dalam belajar ilmu olah kanuragan tidak di ragukan lagi, makanya ki Gading Mageli mengirim Putri bungsunya itu sebagai wakil perguruan Bambu Kuning, ke Kerajaan Galuh Permata.


Tatapan tajam bagai mata seekor elang memperhatikan mangsa, Aruni memainkan pedang kelelawar putih di depan dadanya, keringat mengucur di wajah kedua pendekar wanita itu, karena matahari telah bersinar cukup terik.


Si Cakar Iblis Hitam juga menatap ke arah Aruni tanpa berkedip, pedang hitam di tangan kanannya teracung ke depan siap menyerang kapan saja.


"Hiiaaa...!"


Tak menunggu lama nyi Raesa keling menyerang Aruni dengan jurus-jurus pedangnya.


"Hiaaa...


Trang....! Ting....! Tring...!


Dua pedang saling beradu di udara, si cakar Iblis Hitam menyerang Aruni sangat cepat bak kilat di tengah hari, mereka berkelebat bagai dua penari bayangan berkelebat saling serang dan menangkis serangan.


Cukup lama mereka mengadu kecekatan bermain jurus jurus pedang, suara dentingan pedang membahana, menjadi suara bagai musik yang sangat cepat alur nadanya.


"Hup...!"


"Hih....!"


Si Cakar Iblis Hitam melompat ke belakang, dengan pedang mengarah ke samping kanannya, ia bersiap menggunakan jurus pedang andalannya 'Jurus Pedang Iblis Pembelah Bukit'.


Aruni melihat musuhnya menyiapkan jurus andalan ia pun mempersiapkan jurus pedang andalannya, jurus 'Pedang Kelelawar Hantu'. milik sang gurunya Pendekar Dari Goa Kelelawar.

__ADS_1


Aruni menjadi murit satu satunya Pendekar Dari Goa Kelelawar itu.


Jurus pedang ini cukup terkenal di dunia persilatan karna kecepatannya hampir menyamai 'Jurus Pedang Sembilan Naga'.


"Hiaaa...!"


"Hup....!"


Secepat kilat nyi Raesa keling meluncur ke arah Aruni, pedangnya lurus di depan menusuk ke arah jantung Aruni.


"Hup...!"


Trang...!"


Arini cepat menghindari tusukan pedang Nyi Raesa Ireng itu. Pedang kelelawar putih disabetkan kearah samping. Nyi Raesa Ireng cepat menekukkan pedangnya kearah sambaran pedang Pendekar Kelelawar Putih itu.


Tak seberapa lama Aruni sudah bisa balik menyerak nyi Raesa keling, pedang kelelawar putih di tangan Aruni bagai mata kilat mengarah ke arah musuhnya. Sabetan dan tebasan yang begitu cepat membuat pedang itu bagai bayangan.


Trang...! Trang....!


"Aakh....!"


Si cakar Iblis Hitam meringis ketika sabetan pedang kelelawar yang sangat cepat itu tak bisa di halanginya lagi dan menyerempet bahu kanannya.


Si Cakar Iblis hitam melompat ke belakang sekitar lima tombak, tangan kirinya memegangi lengan kanannya yang terluka dan banyak mengeluarkan darah.

__ADS_1


Aruni bersalto dua kali ke belakang, dan mendarat di atas rumput dengan ringan, tampak begitu ringan tubuh lansing putri ki Gading Mageli itu.


Tiba tiba si cakar Iblis hitam melempar pisau belati berwarna hitam dengan sangat cepat ke arah Aruni, Aruni yang terkejut terpaksa menangkis dengan pedang kelelawarnya.


Trang...!


"Hih...!"


Si Cakar Iblis Hitam tak memberi kesempatan, ia melempar pisau beracun itu ke arah Aruni berturut turut, sehingga Aruni kesulitan menghindari, ia berjumpalitan di udara sambil menangkis pisau beracun yang mengarah padanya.


Sampai Aruni menjejak tanah pisau itu masih berseluncuran ke arahnya, ia masih sempat menepis beberapa pisau dengan pedangnya, namun satu pisau tepat di arah jantungnya.


Aruni pasrah karena tidak mungkin mengelak lagi.


Wus...!


Tap...!


Sebuah bayangan biru menangkap pisau itu, dengan sangat cepat, ia melemparkan kembali pisau itu dengan kecepatan dua kali lipat, ke arah pelemparnya, dan.


"Aaaakh.......!"


Si Cakar Iblis Hitam terlempar beberapa tombak ke tanah, tampak pisau belati beracunnya tepat di jantungnya, Nyi Raesa Ireng mengelepar ditanah, karena racun di pisau belati itu Begitu cepat merusak jantungnya. Si Cakar Iblis Hitam itu tewas seketika di tikam pisau belati beracunnya sendiri.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2