Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara Di Pulau Andalas. Ilmu Gagak Iblis. Bag 2


__ADS_3

Suasana semula yang tampak tenang, kini berubah bagai di hantam badai. Angin kencang bertiup membuat debu dan tanah berterbangan.


Awan yang tadi memutih kini berubah menjadi hitam, kilat dan petir menyambar. Apa karena cuaca yang berubah atau karena ajian yang digunakan oleh Sora Gambang itu.


Wulan Ayu yang sempat menjauhi arena pertarungan tampak menyadari kekuatan yang akan saling adu bisa menghancurkan tempat itu bersama warung Ki Syarip.


Wulan Ayu tidak ingin semua itu terjadi, jika warung Ki Syarip dan rumah penduduk yang tidak jauh dari tempat itu sampai terkena dampak pertarungan. Maka tentunya akan ada korban dari pihak penduduk yang tidak bersalah.


"Kak Anggala, sebaiknya kakak pancing Gagak Setan Merah itu menjauhi tempat ini. Dinda lihat kekuatan yang kalian gunakan sudah di tingkat yang bisa menghancurkan tempat ini, jangan sampai penduduk yang terkena imbasnya kak!" Wulan Ayu mengirim telepati pada Anggala.


"Hmm....! Dinda benar, kakak lihat ilmu yang digunakan oleh Sora Gambang ini memiliki kekuatan penghancur yang begitu tinggi," jawab Anggala membatin melalui telepati.


"Sora Gambang, jika kau ingin mengalahkan ku. Ikuti aku..!" tantang Anggala sebelum melesat mundur ke dalam hutan.


"Jangan lari kau bajingan! Kau tidak bisa lari dariku hari ini!" geram Sora Gambang, tanpa pikir panjang lagi ia langsung melesat menyusul Anggala.


"Ha ha ha...! Kau kira aku lari darimu Gagak Setan Merah, ayo kejar aku jika kau memang hebat. Kita cari tempat yang tidak akan membuat orang lain terluka!" kata anggala sambari bergerak melayang di udara melompat dari dahan pohon ke pohon lainnya.


"Kau tidak akan bisa lari dari ku hari ini, kematianmu akan membalas semua dendam yang ada di hatiku!" bentak Sora Gambang sembari melesat mengejar Anggala dengan cukup cepat. Gagak Setan Merah melompat dari dahan pohon ke dahan pohon lainnya.


Bibir Sora Gambang menyungging senyum kemenangan, namun ia tidak menyadari jika Anggala memilih menjauh dari pemukiman penduduk karena ilmu yang mereka pakai adalah ilmu tingkat tinggi yang bisa meluluh lantakkan sekitar tempat mereka bertarung.


Setelah cukup jauh ke dalam hutan, barulah Anggala melompat ke tanah di sebuah tempat yang cukup luas dan beberapa pohon yang sangat besar besar.

__ADS_1


Sora Gambang tersenyum penuh kemenangan ia merasa berhasil mendesak dan mengejar Pendekar Naga Sakti. Namun Anggala hanya tersenyum tipis membuat darah di dalam dada dan kepala Sora Gambang kembali mendidih karena merasa dirinya di remehkan.


Angin kencang yang bertiup bagai kan angin topan yang melanda. Awan gelap kini menutupi langit, kilat petir menyambar bagai hujan badai yang akan datang. Semua itu adalah dampak ilmu 'Gagak Iblis'. yang digunakan oleh Sora Gambang.


"kurang ajar, jangan-jangan dia menyadari kekuatanku apa dia memang sengaja mengulur waktu agar tenagaku habis menggunakan ilmu 'Gagak Iblis'. ini, jika aku tidak segera menyerangnya kemungkinan aku akan kehabisan tenaga," desis Sora Gambang dalam hati.


Anggala hanya tersenyum memandang tajam ke arah Sora Gambang, kedua tangan Pendekar Naga Sakti tampak terbentang ke arah kiri dan kanan aliran listrik yang tadi sempat menghilang dari kedua tangannya kini kembali, dengan ilmu pukulan 'Tinju Halilintar'. tingkat tinggi Pendekar Naga Sakti bersiap menerima dan menapaki pukulan tingkat tinggi yang di kerahkan oleh Sora Gambang itu.


Sora Gambang kembali menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Cahaya merah yang sempat meredup kembali menyala dengan perlahan Sora Gambang menggerakkan tangannya ke arah depan dengan jemari membentuk cakar, dari kedua lengan sampai ke ujung jari Gagak Setan Merah itu kini di selubungi cahaya merah yang kemudian membentuk cakar raksasa, yang di kelilingi oleh kilatan hitam seperti aliran listrik.


Sora Gambang yang dilanda oleh amarah dan dendam kini benar-benar berniat menghabisi Pendekar Naga Sakti atau dirinya sendiri yang akan hancur dalam adu kekuatan kali ini.


Wulan Ayu tanpa mempedulikan keadaan sekitarnya melesat menyusul dari arah belakang dan memperhatikan pertarungan kekasihnya Pendekar Naga Sakti dengan Gagak Setan Merah dari kejauhan.


Ada keinginan di dalam hatinya untuk turut membantu bertarung, namun ia tahu Anggala jelas tidak akan memperbolehkannya ikut campur, karena pertarungan satu lawan satu adalah cara ksatria.


Apabila mengganggu itu bisa disebut dengan kecurangan, seorang pendekar golongan putih boleh dibilang pantang curang dalam pertarungan karena curang bukanlah sifat seorang kesatria.


Dari kejauhan dan sambil tegak bersandar pada sebatang pohon yang cukup besar Wulan Ayu memperhatikan persiapan kedua pendekar yang berlawanan aliran itu.


Keduanya mempersiapkan kekuatan mereka hampir seluruh kemampuan yang dimiliki, apalagi dengan Sora Gambang yang di landa kebencian dan dendam membara.


Tampak dari kejauhan Aki Syarif dan mak Ripah tertatih-tatih berlari menyusul ke dalam hutan, ada kecemasan di wajah kedua pemilik warung di Desa Kragan itu. Kecemasan itu timbul jika saja Pendekar Naga Sakti kalah, apa yang akan terjadi dengan Wulan Ayu? Yang jelas mereka yang ada di desa ini tidak akan sanggup membela. kemungkinan besar mereka pun akan jadi korban kemarahan dari Gagak Setan Merah.

__ADS_1


Rasa penasaran dan ingin tahu apa yang akan terjadi dengan kedua pendekar yang sedang bertarung dan adu kesaktian, Aki Syarif dan istrinya mak Ripah berlari tertatih-tatih memasuki hutan menyusul Wulan Ayu yang melesat cepat di depan mereka.


Sementara itu Anggala yang sudah bersiap dengan pukulan andalan dari kakek gurunya Pertapa naga, tampak tenang menatap tak bergeming ke arah Sora Gambang yang menatap garang ke arahnya, penuh kemarahan.


"Hiyaaat.....!!" bentakan menggema keluar dari mulut Sora Gambang di sertai tubuhnya melesat cepat dengan kedua tangan membentuk cakar teracung ke depan, dua cahaya merah membentuk sepasang cakar berkuku panjang berada di depan. Tangan tokoh golongan hitam dari perguruan Gagak Hitam itu mencengkram erat tegang dan kaku.


Pendekar Naga Sakti melesat menyongsong Sora Gambang yang melesat bagai kilat ke arahnya, saking cepat gerakan kedua pendekar itu yang terlihat hanya dua cahaya merah dan kuning yang saling melesat dan tidak lama kemudian terdengar dentuman dahsyat.


Booommm......!!!


Tanah bergetar bagai terhantam gempa berskala tinggi, gelombang api menekan ke segala arah membuat beberapa batang pohon yang ada di sekitar tempat pertarungan itu langsung hangus terbakar, daun-daunnya langsung berguguran ke tanah.


Gelombang api yang menekan ke segala arah membuat Wulan Ayu menyilangkan kedua tangannya di depan wajah sambil memperkuat kuda-kudanya karena angin kencang bertiup ke arahnya.


Aki Syarip dan mak Ripah sampai jatuh tertelungku, getaran tanah yang begitu kuat membuat pasangan tua itu jatuh. Namun keduanya langsung berusaha bangkit dan berlari ke arah suara dentuman yang menggelegar itu.


.


Bersambung....



Aku menemukan buku yang bagus banget di NovelToon, yuk baca bareng! Cinta Tulus Seorang Jutawan, author: Idwan Virca

__ADS_1


https://noveltoon.mobi/id/cinta-tulus-seorang-jutawan?content\_id\=2637954


__ADS_2