Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara di Galuh Permata, Pangeran Suryana Galuh


__ADS_3

Pangeran Roksa Galuh terkejut bukan kepalang saat melihat orang yang menolong Wulan Ayu itu.


"Kau......!??"


"Ya kanda...! Masih ingat dengan adik mu ini...?" kata orang berbaju putih itu.


"Kau Suryana kan...??" tanya Pangeran Roksa Galuh dalam keterkejutannya.


"Ya... Saya adikmu Suryana Galuh Kanda...!!" Jawab Pangeran Suryana Galuh.


Wulan Ayu tampak terdiam melihat kejadian itu, dan orang yang menyelamatkannya.


Pangeran Suryana Galuh berpaling ke arah Bidadari Pencabut Nyawa, dan bertanya.


"Bagaimana keadaan mu pendekar..?"


"Saya Baik baik saja Paman...!" Jawab Wulan Ayu.


Beberapa saat kemudian Pangeran Suryana Galuh, memperhatikan Wulan Ayu dengan cermat, sambil mengerenyitkan kening.


"Siapa Kau...?" Kau mirip dengan Kanda Galuh Permani...?" tanya Pangeran Suryana Galuh.


"Saya Putri Bunda Galuh Permani, Paman..!" Jawab Wulan Ayu, sambil duduk di tanah, untuk menstabilkan sirkulasi darahnya.


Jadi kau Wulan Ayu...! Keponakanku..?" tanya Pangeran Suryana Galuh, ia terkejut, tapi juga kesenangan, mengetahui yang di bantunya adalah keponakannya sendiri.


"Ya.. Paman Pangeran..!" Jawab Wulan Ayu sambil tetap bersemedi, menstabilkan aliran sirkulasi darahnya, tanpa membuka mata.


"Kau, istirahat dulu, biar paman yang menghadapi pamanmu Roksa Galuh itu..!" ujar Pangeran Suryana Galuh, sambil berjalan ke arah Pangeran Roksa Galuh.


Pangeran Roksa Galuh tampak memegangi dadanya, yang terhantam pukulan Pangeran Suryana Galuh tadi.

__ADS_1


"Kanda..! Apa yang Kanda lakukan ini...? Bukankah Ibunda kita mengharapkan, kita selalu rukun dengan Kanda Surya Galuh, Kanda..!" Ujar Pangeran Suryana Galuh, berusaha menyadarkan Kakaknya itu.


"Diam kau Suryana...! Jika kau ingin hidup, menyingkirlah...!!" Bentak Pangeran Roksa Galuh.


Ia menghunus pedang di pinggangnya, dan menyerang Pangeran Suryana Galuh. Pangeran Suryana Galuh dengan sigap menghindari serangan pedang Pangeran Roksa Galuh itu.


"Heaaa....!"


Pangeran Roksa Galuh lansung mengeluarkan, Jurus Jurus pedang tingkat tinggi. Pedang di tangan Pangeran Roksa Galuh berkelebat sangat cepat, hingga yang terlihat hanya bayangan pedang saja, yang meliuk liuk ke arah Pangeran Suryana Galuh.


Pangeran Suryana Galuh berjumpalitan menghindari setiap tusukan dan sabetan pedang di tangan Pangeran Roksa Galuh itu.


Pangeran Suryana Galuh, tampak hampir terdesak dengan serangan Jurus Jurus pedang tingkat tinggi, yang di pakai Pangeran Roksa Galuh itu.


"Hiaaa....!"


Pangeran Suryana Galuh berjumpalitan di udara menghindari setiap serangan pedang Kakaknya itu, dengan bersalto beberapa kali di udara ia dapat menjauhi Pangeran Roksa Galuh.


Pangeran Suryana Galuh menghunus pedang, yang


terselip di pinggangnya, ia pun bersiap dengan Jurus Jurus pedang andalannya.


"Heaaa....!"


Pangeran Roksa Galuh kembali melompat, menyerang Pangeran Suryana Galuh, dengan pedangnya.


Trang....!


mata pedang kedua Pangeran itu beradu di udara, pedang mereka meliuk liuk di udara, suara dentingan pedang saling bersahutan, pertarungan dua orang Pangeran itu semakin sengit.


Puluhan Jurus pedang telah mereka rapalkan, namun belum juga terlihat siapa yang akan menjadi

__ADS_1


pemenang dari pertarungan itu.


Anggala yang dari tadi sudah mendekati Wulan Ayu,


tampak dengan seksama memperhatikan, jalan pertarungan kedua orang Pangeran itu.


"Dinda..! Menurutmu siapa yang akan menjadi pemenang pertarungan itu...??"


Tanya Anggala pada Wulan Ayu, yang tak berkedip mengikuti jalan pertarungan kedua pamannya itu.


Menurut Kak Anggala, siapa...!?" Wulan Ayu balik bertanya, tanpa mengalihkan perhatiannya dari pertarungan di depannya itu.


"Ye.....! Di tanya malah nanya..!!" Ujar Pendekar Naga Sakti, sambil tertawa kecil ke arah Bidadari Pencabut Nyawa itu.


"Kalau Dinda, belum bisa menebak, di lihat dari kecepatan mereka hampir sama, begitu pula dengan Jurus pedang mereka hampir imbang, yang Dinda takutkan adalah ilmu Paman Pangeran Roksa Galuh, tampaknya tidak bisa di tebak.."


"Ya..! namun Pangeran Suryana tampaknya, lebih unggul dengan tenaga dalamnya, dan kecepatan..!"


ujar Anggala sambil memandangi wajah cantik di sampingnya itu.


"Hup.....!"


Pangeran Roksa Galuh melompat kebelakang, sekitar tiga tombak, ia meningkatkantenaga dalamnya, dan bersiap dengan 'Jurus Iblis Hitam Pencabut Nyawa'.


Melihat Pangeran Roksa Galuh mengerahkan hampir seluruh tenaga dalamnya, Pendekar Naga Sakti melompat ke samping Pangeran Suryana Galuh.


"Mundur lah dulu, Paman Pangeran...! itu Jurus Iblis Hitam Pencabut Nyawa'.biar saya hadapi dengan 'Jurus Tapak Naga'...!" ujar Anggala, tanpa menoleh ke arah Pangeran Suryana Galuh.


"Baiklah kalau begitu Pendekar...! berhati hatilah..!" Jawab Pangeran Suryana Galuh, ia mundur ke dekat Wulan Ayu.


Bersambung............

__ADS_1


__ADS_2