
Warok Nusa Wungu alias si Golok Setan kesal dengan kegagalan serangan pertamanya.
Ia kembali merangsek ke arah Anggala dengan jurus Tinju Besi Penghancur'.nya.
"Heaaa....!"
Anggala kali ini tidak menghindar. Pendekar Naga Sakti itu memapaki serangan si Golok Setan dengan jurus 'Tapak naga'.nya.
Tap!
Si Golok Setan tak berhenti di situ, ia terus menyerang Anggala dengan jurus jurus 'Tinju Penghancur'. yang semakin di tingkatkan levelnya.
"Heaaa...!"
Wut...!
Set...! Set...!
Wuk...!
Dess...!
Anggala melayani serangan musuhnya dengan jurus jurus 'Tapak Naga miliknya, mereka berkelebat bagai bayangan, pertarungan semakin cepat sulit di lihat dengan mata telanjang.
Hanya yang berilmu tinggi yang masih melihat pertarungan itu dengan jelas, sedang para prajurit itu hanya melihat bayangan yang berkelebat sangat cepat.
Iblis Hitam memperhatikan jalan pertarungan antara Pendekar Naga Sakti dengan Warok Nusa Wungu kedua alias si Golok Setan.
"Hup...!" Si Golok Setan melompat ke belakang, ia meningkatkan tenaga dalamnya, ia menyalurkan tenaga dalam ke tangan kanan, ia menyiapkan jurus 'Tinju Penghancur'. tingkat tertingginya.
Anggala melihat si Golok Setan menyiapkan pukulan, ia pun meningkatkan tenaga dalamnya dan menyiapkan jurus 'Tapak Naga tingkat tujuh, amarah sang raja naga.
"Hup...!"
"Hiaaa....!"
Pendekar Naga Sakti melesat kedepan dengan telapak tangan diselubungi cahaya merah membentuk sebuah kepala naga yang begitu besar. Warok Nusa Wungu alias Si Golok Setan melesat kedepan menyongsong dengan kedua tinju di selubungi cahaya merah pekat.
Duaaar.....!
__ADS_1
Ledakan dahsyat terjadi ketika pukulan bertenga dalam tinggi itu beradu, Anggala melompat kebelakang, sedangkan si Golok Setan terjajar tiga tombak ke belakang.
Walau tidak mengalami luka dalam, si Golok Setan menghunus golok setan yang tergantung di pinggangnya, ia bersiap menyerang Anggala dengan jurus golok setan penghancur bukit.
Anggala bersiap dengan jurus jurus naganya, ia belum berniat menghunus pedang naga sakti yang tergantung di punggungnya di dalam balutan kain putih pemberian kakek gurunya, Pertapa Naga.
Anggala telah melihat tingkat tenaga dalam musuhnya, dengan jurus mata malaikat.
Ia juga memakai jurus delapan langkah malaikat untuk menghadapi serangan si Golok Setan, yang telah menghunus golok setannya itu.
Wulan Ayu dan Arya Geni memperhatikan pertarungan itu dengan dek-dekan, mereka masih bertanya tanya dalam hati siapa yang akan keluar jadi pemenangnya.
Sedangkan Iblis Hitam memperhatikan pertarungan itu dengan mata tak berkedip, ia seperti merencanakan sesuatu.
"Hup...!
"Heaaa....!
Si Golok Setan melompat ke arah Anggala dengan golok setan di depan dada, kecepatannya sulit di lihat mata biasa, Anggala juga menyongsong musuhnya dengan tapak tangan di depan.
"Hup...!
"Hihhh...!"
Si Golok Setan berhasil menghindari jurus Tapak Naga milik Anggala.
Tiba tiba.
Set...!
Sebuah pisau hitam terbang ke arah Anggala.
"Heh...!"
Anggala masih sempat berkelit dengan memiringkan tubuhnya yang masih berada di udara tapi.
Sret...!
"Aakh.!" tangan kanan Anggala terserempet pisau itu. Pendekar Naga Sakti cepat melompat mundur satu tombak kebelakang, namun ia merasa pusing di kepalanya. Pandangan Anggala berkunang-kunang, ia pun terhuyung seakan mau jatuh.
__ADS_1
Si Golok Setan melihat kesempatan itu, ia memamfaatkan situasi yang tidak memihak Anggala. Si Golok Setan melompat secepat kilat ke arah Anggala dengan tendangan penghancur batu, dan
Wuk..!
Duak...!
"Aaakh....!" Anggala terlempar beberapa tombak ke belakang, Pendekar Naga Sakti itu jatuh tak sadarkan diri.
"Kakak..!" pekik Wulan Ayu, ia melompat ke tempat Anggala jatuh tanpa memperhatikan si Golok Setan yang berniat menghabisi Anggala, sehingga.
Wut...!
Duak..!
"Aakh...!" Wulan Ayu tersungkur ke samping Anggala, bibirnya mengalir darah pertanda ia mengalami luka dalam yang cukup parah.
"Hiyaaat...!"
Arya geni melompat menyerang si golok setan dengan pedang di tangannya.
Trang...!
Pedang dan golok itu beradu di udara, menbuat percikan bunga api, Arya Geni menyerang dengan jurus pedang andalannya, pertarungan berlansung cukup sengit.
Wulan Ayu yang terluka berusaha mendekati Anggala yang tak sadarkan diri.
"Kak..! kak Anggala bangun kak...!" Wulan Ayu berusaha menyadarkan Anggala, tapi racun dari pisau Iblis Hitam telah melumpuhkan saraf kesadaran Pendekar Naga Sakti itu.
Para prajuri yang sejak tadi diam bergerak mendekati Anggala dan Wulan Ayu.
Tiba tiba.
"DASAR IBLIS HITAM.... IBLIS PENGECUT... PENYERANG DARI BELAKANG...!"
Suara menggema di tengah hutan itu, para prajurit tersurut mundur dan menutup telinga mereka yang terasa sakit, Arya Geni dan si Golok Setan yang sedang bertarung, berhenti.
Sesosok bayangan putih tiba tiba melesat ke arah Anggala dan Wulan ayu, ia lansung membawa kedua pendekar muda yang terluka itu.
"Arya Geni, ayo tinggalkan tempat ini!" bayangan itu berkata sambil melesat pergi dari tempat itu, Arya geni pun melesat pergi mengikuti bayangan putih, yang telah menolong mereka dari Iblis Hitam dan si Golok Setan.
__ADS_1
Bersambung..