Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Dendam Masih berlanjut


__ADS_3

Sementara itu Damar Suta tampak telah bangkit dari duduknya dan bersiap dengan pedang di tangannnya.


.


"Ku akui, Kau begitu hebat Pendekar Naga Sakti! Jangan Kau berbesar kepala dulu, aku belum Kalah," Ucap Damar Suta tampak begitu dingin ucapannya. Damar Suta tampak meningkatkan tenaga dalamnya ke arah pedang nya. Damar Suta menyiapkan jurus andalannya. ' Jurus Pedang Iblis Penebar Maut'. tinglkat tujuh Seribu pedang Iblis.


.


"Jurus Pedang Iblis Penebar Maut! Seribu Pedang Iblis! Heaaa....!!"


.


Bagaikan petir menyambar, gelegar suara Damar Suta melengking membahana, puluhan bahkan ratusan mata pedang berkeliling di sekitar tubuhnya. Sekali ayunan tangannya ke depan pedang-pedang tannpa gagang itu melesat ke arah Pendekar Naga Sakti.


.


"Hup..!"


Pendekar Naga Sakti menyorongkan tangannya ke depan dada, seketika mata pedang-pedang itu tertahan di udara, namun Si pedang Maut tidak tinggal diam, ia menarik pedang nya kebelakang, dan ia mengendalikannya.


.


Set! Set.!


Pedang-pedang itu mengubah arah, sesuai kendali Si Pedang Maut, pedang-pedang itu mencer Pendekar Naga Sakti dari segala arah. Pendekar Naga Sakti yang menggunakan 'Ilmu Baju Besi Emas'. tingkat delapan Belas dan 'Ilmu Tirai Malaikat'.nya. Sehingga tubuhnya tidak tergores oleh ratusan mata pedang yang berkeliling di sekitarnya itu.


.


"Hiaaa....!"


Pendekar Naga Sakti merentangkan tangan nya ke depan, dengan kekuatan bathin dan tenaga dalamnya, ia berusaha mengambil alih kendali pedang-pedang tanpa gagang itu. Namun karna pedang-pedang itu adalah pembentukan tenaga dalam dan Jurus yang di gunakan Damar Suta itu. Pendekar Naga Sakti tidak bisa mengambil alih kendalinya, seperti ketika ia mengambil alih pisau-pisau belati terbang milik Kala Ireng dulu.


.


"Hup..!"


Pendekar Naga Sakti menyorongkan kedua telapak tangannya ke depan, beberapa mata pedang tanpa gagang itu berhasil di hempaskannya. Sehingga mata pedang tanpa gagang itu jatuh ke tanah. Si Pedang Maut tidak tinggal diam ia segera menarik seluruh mata pedang tanpa gagang itu kembali ke dekatnya.


.


Pendekar Naga Sakti lansung mengerahkan 'Jurus Tapak Naga tinggkat delapan Amarah Pasukan Naga, dengan kedua tangan membentuk kuda-kuda cahaya berwarna kuning mengelilingi tubuhnya. Cahaya kuning itu membentuk beberapa kepala naga.


.


"Hiaaa....!"

__ADS_1


"Hiaaa...!


Wusss...! Wuss...!


Jerit melengking keluar dari mulut kedua pendekar berlainan aliran itu, cahaya kuning membentuk kepala nagq melesat cepat dari tempat Pendekar Naga Sakti berdiri. Puluhan mata pedang tanpa gagang itu melesat dari hentakan tangan Si Pedang Maut meluncur deras menghadang cahaya kuning dari pukulan Pendekar Naga Sakti itu.


.


Blaaarrr.....!!"


Ledakan keras terjadi di pertemuan dua jurus sakti itu. puluhan mata pedang tanpa gagang itu berbalik arah ke arah Damar Suta. Kecepatan luncuran nya di tambah cahaya kuning itu melesat bagai kilat.


.


Crass! Crass...!


Blaarr....!


"Aaaa....!"


Damar Suta terpental entah berapa tombak ke belakang, puluhan pedang dari pukulan nya sendiri, menembus tubuhnya dan hantaman pukulan 'Jurus Tapak Naga tingkat tujuh itu pun mengiringi. Damar Suta mengelepar beberapa saat, tubuh nya cacal di hajar pedang nya sendiri dan bajunya hitam terbakar pukulan Tapak Naga itu.


.


.


.


.


"Hiaaa...!"


Kindar Saka melompat beberapa tombak ke belakang, ia pun mengubah jurus jurus pedang nya, jurus pedang terbangnya tidak membawakan hasil, setiap serangan pedang terbang nya dapat di tahan dan di patahkan kipas elang perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa itu.


.


Sekarang Kindar Saka meningkatkan jurus pedang nya, ia bersiap dengan 'Jurus Pedang Seribu Kematian'. Bidadari Pencabut Nyawa pun tidak tinggal diam ia pun bersiap dengan 'Jurus Pedang Kayangan'. Tingkat tiga nya.


.


"Hiaaa....!"


Jerit membahana keluar dari mulut Kindar Saka, maka seketika itu pula tubuhnya melesat dengan kecepatan tinggi dengan pedang bagaikan ular yang meliuk-liuk menyerang mangsanya.


.

__ADS_1


Trang...! Trang! Trang.!


Kedua pedang itu beradu di udara, suara dentingan mata pedang yang beradu terdengar sahut menyahut, begitu pun pijar bunga api selalu mengiringi pergesekan dua mata pedang itu. Kindar Saka menyerang Wulan Ayu dengan membabi buta, sehingga setiap serangannya dapat di patahkan Wulan Ayu.


.


Buak..!


"Aaakh..!


Sebuah tendangan kaki Si Bidadari Pencabut Nyawa medarat telak di perut Si Pedang Terbang itu, ia pun terhuyung ke belakang beberapa langkah kebelakang. Tampak ada tetesan darah mengalir dari sudut bibir Kindar Saka pertanda ia mengalami luka dalam, walau tidak parah namun menimbulkan sakit yang cukup menyakitkan di perutnya.


.


Si Pedang Terbang cepat-cepat mengalirkan hawa murni ke perutnya ubtuk mengobati rasa sakit yang mendera perut nya. Setelah berhasil menekan rasa sakit di perutnya itu Kindar Saka berniat meningkatkan jurus pedangnya. Namun niat nya tertahan begitu melihat sang Kakak Damar Suta terpental setelah adu pukulan kesaktian dengan Pendekar Naga Sakti itu.


.


"Kanda...!!"


Kindar Saka lansung melesat kearah Damar Suta jatuh. Kindar Saka segera berusaha membantu sang kakak, melihat Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa mendekat. Kindar Saka melempar sesuatu ke tanah.


.


Dusss...!


Ledakan dari barang yang di lempar Kindar Saka itu menimbulkan asap yang menutupinya dan Damar Suta. Bidadari Pencabut Nyawa dan Pendekar Naga Sakti meledat ke dalam asap itu, tapi mereka berdua terlambat, karna Kindar Saka dan Damar Suta telah menghilang dari tempat itu.


.


"Bangsat! Dasar pengecut!" Umpat Wulan Ayu, begitu mendapati kedua musuhnya telah melarikan diri. Kini yang tersisa hanya mayat murid Perguruan Belati Terbang, dan beberapa orang desa Talang kuda yang tewas, terkena sambaran pisau terbang milik orang orang Perguruan Belati Terbang itu.


.


.


Jangan lupa like


Koment


Vote


Dan Favorit nya ya..


Terima kasih banyak..

__ADS_1


BUAT PEMBACA MAAF BUKAN TIDAK MAU MENULIS SAMPAI SERIBU KOSA KATA PERBAB NAMUN KARNA CAPEK PULANG KERJA, MENULIS SEBANYAK INI SAJA RASANYA SUDAH BANYAK SEKALI, MUNGKIN INI YANG DI RASAKAN PEMBACA, BARU BACA LIMA MENIT UDAH SELESAI, SAYA PERNAH BACA SATU BAB YANG KOSA KATANYA DI BAWAH SERIBU KATA, MENTAR BANGET, TAPI ITULAH KEMAMPUAN SAYA, KARNA MENULIS NOVEL INI BARU SEBAGAI SAMPINGAN, JADI SAYA TIDAK SEPENUHNYA POKUS KEPENULISAN, TERKADANG JIKA SAYA LIBUR BARU BISA KEJAR SAMPE DUA BAB SEHARI DENGAN RATA-RATA KOSAKATA DI ATAS SERIBU.


__ADS_2