
"Aaakh....!"
Sukoco terjajar mundur ke belakang beberapa tombak, lengan kanan nya tersambar golok di tangan Perampok maut itu.
"Mati Kau...!!"
Perampok Maut tidak memberi kesempatan, begitu merasa di atas angin iya lansung melesat dengan serangan mematikan.
Trang....!
Buakk....!
"Aakh...!"
Perampok Maut terpukul mundur ketika golok di tangannya hampir mengenai tubuh Sukoco, kipas elang perak di tangan Bidadari Pencabut Nyawa menghalangi. Sebuah tendangan cepat bersarang di tubuh Perampok Maut.
"Bangsat! Kau berani mencampuri urusanku Bidadari cantik!" bentak Perampok Maut dengan gusarnya, tangan kirinya memegangi perut bekas terkena tendangan Bidadari Pencabut Nyawa tadi.
"Dasar seorang perampok culas, kau menyerang musuh yang terluka! jadi lawanmu sekarang adalah aku!" balas Wulan Ayu lantang.
"Apa Kau tidak sayang wajah cantikmu itu hah!"
"Gadis mana yang tidak sayang wajah cantiknya Kisanak!"
"Berarti Kau siap jika wajah cantik mu rusak terkena golokku ini hah?"
"Ha ha ha....!" Jangan banyak bicara Kisanak, cobalah kalau Kau mampu!" tantang Bidadari Pencabut Nyawa dengan suara lantang.
"Huh! Cari mati Kau...! Heaaa....!"
Jerit melengking keluar dari mulut Perampok Maut, maka seketika dengan begitu cepat tubuhnya melesat ke arah Bidadari Pencabut Nyawa dengan sabetan golok besarnya.
Trang....!
Serangan golok Perampok Maut di tangkis dengan kipas elang perak dengan cepat, seketika cahaya perak melesat ke arah Perampok Maut.
Wuss....!
"Heh....!"
Perampok Maut terkejut bukan kepalang saat cahaya perak itu melesat cepat ke arahnya, dengan cepat ia menghadang dengan golok nya.
Srang.....!
__ADS_1
"*Aakh.....!"
Perampok Maut terpukul mundur ketika cahaya perak itu menghantam badan golok nya, cepat cepat ia segera melompat ke belakang.
"Bangsat....! Nama besar Bidadari Pencabut Nyawa
rupanya tidak bisa di anggap enteng," guman Perampok Maut dalam hati, ia mengalirkan tenaga dalam ke arah tangannya, untuk meredakan getaran di tangan kanannya.
"Aku harus mengeluarkan 'Jurus Golok Penghancur'. ,"
Perampok Maut meningkatkan tenaga dalamnya, dan golok di tangannya berubah menjadi berwarna merah menyala dengan sinar merah kehitaman.
Melihat Perampok Maut memakai Jurus andalannya, Bidadari Pencabut Nyawa lansung menyimpan kipas elang perak ke balik bajunya.
Sret....!
Sring....!
Pedang Elang Perak di balik punggung Bidadari Pencabut Nyawa lansung terhunus, sinar putih keperakan menyilaukan mata, di tambah terkena cahaya matahari yang lagi bersinar terik.
Bidadari Pencabut Nyawa tidak tanggung - tanggung langsung memakai 'Jurus Pedang Kayangan'. tingkat lima Pedang Pembelah Awan.
"Heaaa....!"
Jerit melengking Perampok Maut,maka seketika tubuhnya melesat cepat ke arah Bidadari Pencabut Nyawa. Golok di tangannya mengarah ke depan dengan ayunan yang sulit di lihat mata telanjang.
Trang.....!
Trang.....!
Bunga api memercik di kedua mata senjata yang beradu beberapa saat, Bidadari Pencabut Nyawa mencelat ke udara dengan Pedang Elang Perak berbentuk kipas berputar sangat cepat, sehingga Perampok Maut tidak sempat menghindari sabetan pedang yang begitu cepat bagaikan kilat ke arahnya.
Srasss....!
"Aaakh....!"
Jerit kesakitan keluar tertahan dari mulut Perampok Maut, tubuhnya meluncur ke tanah, namun ia masih sempat berjumpalitan menjejak kaki ke tanah.
Bidadari Pencabut Nyawa lansung melesat ke arah Perampok Maut, sebuah tendangan begitu cepat lansung menghantam dada Perampok Maut.
Buak....!
"Aaaaa.....!"
__ADS_1
Tidak ayal lagi tubuh Perampok Maut lansung terpental beberapa tombak ke belakang dan jatuh bergulingan. Golok di tangannya terlepas dan jatuh ke tanah.
Perampok Maut berusaha bangun namun jatuh kembali ke tanah, tubuhnya berkelonjotan dan beberapa saat kemudian diam tak berkutik, alias mati.
Sring....!
Bidadari Pencabut Nyawa memasukkan Pedang Elang Perak ke dalam warangka yang ada di balik punggungnya itu, dan merapikan kain putih pembalutnya.
Sementara itu Iblis Kematian Rambut Putih yang telah berhasil mengobati luka dalamnya, melompat secepat kilat ke depan Pendekar Naga Sakti.
"*Aku belum kalah anak muda, mari kita lanjutkan pertarungan kita yang tertunda,"
"Silahkan Ki, kalau masih mau bermain - main*!" jawab Anggala dengan lantang .!
",*T*erimalah Jurus pamungkas ku Pendekar Naga Sakti! Kau akan menyesal datang ke Lembah Kematian ini! ' Ajian Iblis Wajah Seribu Angkara..! Heaaa ....!"
Dengan berakhirnya bentakan Iblis Kematian Rambut Putih, ia merapat kan Tangan di depan dada, kedua telapak tangannya bersusun saling menyilang.
Tiba - tiba wajahnya berubah menjadi seram, empat buah taring muncul di sela-sela bibirnya.
Rambut putihnya berubah menjadi merah, begitu pun dengan wajahnya.
Melihat Iblis Kematian Rambut Putih merapal jurus
'Ajian Iblis Wajah Seribu Angkara'. pendekar Naga Sakti pun meningkatkan tenaga dalamnya, ia segera menggunakan Jurus Tapak Naga tingkat lima.
"Heaaa....!"
Di iringi dengan jerit melengking, maka dengan begitu cepat tubuh Iblis Kematian Rambut Putih melesat ke arah Pendekar Naga Sakti.
Pendekar Naga Sakti pun melesat ke udara dengan kedua telapak tangan di depan dada.
"Hiyaaa.....!"
Desss.....!
"Hah....!"
Buak....!
"Aaakhh.....!
Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa like, koment dan favorit ya.
Terima kasih....