Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara di Galuh Permata, Berangkat ke medan perang


__ADS_3

Pagi ini matahari tampak terang menyilaukan mata di upuk timur, para prajurit Kerajaan Galuh Permata tampak sibuk dengan persiapan.


Mereka akan berangkat hari ini, para kepala prajurit menyiapkan rombongan mereka, ada sekitar dua ribu pasukan berkuda siap dengan panahnya, tampak sekitar tujuh ribu pasukan berpedang lengkap dengan perisai di tangan,telah berbaris di depan Istana, sekitar tiga ribu orang pasukan tombak dengan perisai besar, tampak mulai menuju halaman Istana.


Pasukan khusus yang di pimpin lamsung Senopati Arya Geni juga telah berbaris di depan Istana, Panglima perang Kerajaan Galuh Permata ki Guntur Setra tampak telah hadir di pelataran Istana dengan pakaian perangnya.


Tampak Baginda Raja Surya Galuh, beserta sang Putri Wulan Ayu dan Pendekar Naga Sakti Anggala dan Ibunda Permaisuri Galuh Permani,telah hadir di pelataran itu.


Di belakang Panglima Guntur Setra berdiri Patih Jagat Geni dengan pakaian jubah putih kesayangannya, tampak sebuah pedang berukir indah terselip di pinggang Patih Jagat Bumi.


Di belakang Patih Jagat Geni berdiri dua tokoh ternama dunia persilatan, Pertapa Naga dan Lesmana Sang guru Pendekar Naga Sakti Lesmana.


Di barisan paling ujung sebelah kanan tampak pasukan wanita sekitar lima ratus orang yang di pimpin Sri kemuning, pasukan ini untuk pasukan medis dan juru masak dapur umum yang akan bertugas di perkemahan nanti.


Setelah semua berbaris, Baginda Raja Surya Galuh maju ke ujung pelataran Istana.


"Assalamu alaikum saudaraku semua...!" Baginda Raja mengucap salam.


"Waalaikum salam..!" jawab semua orang hadir.


"Alhamdulillah kita panjatkan puji dan syukur kita ke khadirat tuhan yang maha esa, dan Shalawat beserta salam kita kirimkan kepada junjungan kita yaitu Rosululullah Muhammad saw.


"Kita telah di berikan kesehatan dan kekuatan pada diri dan keluarga kita, Walau saat ini Kerajaan kita ini sedang di rundung cobaan, karna pemberontakan yang merongrong kita, Saya pribadi sangat bersyukur karna Saya telah di berikan kesehatan, dan kesembuhan dari penyakit yang telah saya derita selama ini, dengan bantuan Pendekar Naga Sakti.!"


"Saya sangat berterima kasih pada saudara saudara prajurit semua, yang telah mendukung dan mau mempertahankan Kerajaan ini, hari ini kita akan berangkat ke perbatasan, untuk mempertahankan keamanan dan kedamaian, keluarga dan Rakyat kita..!"


"Saya ucapkan selamat jalan dan semoga kita bisa kembali dengan selamat.. hanya itu dari saya, saya Akhiri. Assalamu alaikum waroh matullahi wabarokatuh..!" sang Baginda mengahiri sambutanya,pelepasan keberangkatan pasukan Kerajaan pagi ini keperbatasan.


Suara para prajurit membalas salam Baginda Surya Galuh terdengar riuh, suara ribuan prajurit itu terdengar mengaung di depan istana.

__ADS_1


Para prajurit Mulai bergerak serombongan demi serombongan meninggalkan halaman istana.


Pasukan berkuda berangkat paling terakhir, pasukan berkuda sebagai pasukan pengiring.


Anggala dan Wulan Ayu tampak di barisan terakhir dengan pasukan medis dan pasukan konsumsi.


Sedangkan Senopati Arya Geni dan Panglima Guntur Setra tampak di barisan terdepan.


'


Sedangkan pasukan Khusus Kerajaan hanya berangkat separuhnya, dan separuh lagi tetap tinggal di Istana, sebagai pengawal Raja dan Ratu.


Setengah hari perjalanan, Pasukan berhenti untuk Istirahat, mereka di kejutkan sekelebat bayangan yang menghampiri pasukan itu.


Tampak dua orang pendekar muda berbaju putih dan yang wanita berbaju merah jambu, berhenti berkelebat dan menghampiri para prajurit yang berjaga.


"Maaf, apakah ini pasukan Kerajaan Galuh Permata..?" tanya pemuda itu, yang tidak lain adalah Pendekar Srigala Putih, Jaka Kelana.


"Kami bisa bertemu K Jagat Geni.? Kami Pendekar yang di kirim untuk membantu pasukan Kerajaan..," tutur Jaka kelana menjelaskan.


"Pendekar bisa bertemu lansung Patih Jagat Geni, dan Senopati Arya Geni, mari saya antarkan menemui beliau berdua..!" jawab prajurit itu, Jaka kelana dan Aruni si Pendekar Kelelawar Putih mengikuti prajurit itu menemui Patih Jagat Geni dan Senopati Arya Geni yang lagi Istirahat bersama prajurit yang lain.


Tampak Patih Jagat Geni bersama pembesar prajurit lainnya sedang istirahat sambil mengobrol, tampak di sana Pendekar Naga Sakti dan Bidadari Pencabut Nyawa, sedang berbincang bincang dengan Pertapa Naga dan Lesmana. SedangkanSenopati Arya Geni bersama kekasihnya Sri Kemuning.


Prajurit yang mengantar jaka kelana dan Aruni lansung menemui Patih Jagat Geni.


"Maafkan hamba Patih...! Saya mengganggu istirahat Patih, dua orang pendekar ini mau bertemu Tuan...," ucap prajurit itu sambil menunduk hormat pada ki Jagat Geni.


"Assalamu alaikum Tuan Patih..!" salam Jaka Geni memberi hormat pada Patih Jagat Geni dengan menunduk, di belakangnya tampak Aruni putri ki Gading Mageli juga menunduk ikut memberi hormat.

__ADS_1


"Waalaikum salam... Siapa gerangan pendekar berdua ini..?" Patih Jagat Geni menjawab salam dan lansung bertanya pada Jaka Kelana dan Aruni.


"Saya Jaka Kelana dari Bukit Kancah, dan gadis di belakang saya ini Aruni dari perguruan Bambu Kuning, Tuan Patih..!" jawab Jaka Kelana memperkenalkan diri dan Aruni.


"Ayo.. silahkan istirahat, makan dan minum dulu, kalian tentu haus dan lapar..!" ucap Patih Jagat Geni mempersilahkan Jaka dan Aruni untuk istirahat. Wulan Ayu yang melihat ada tamu, lansung menghampiri.


"Silahkan Pendekar, mari saya antar ke dapur umum...!" kata Wulan Ayu tanpa memperkenalkan diri, ia mengantar Jaka Kelana dan Aruni ke dapur umum.


Setelah Jaka Kelana dan Aruni makan dan istirahat barulah Wulan Ayu bertanya.


"Siapakah gerangan kisanak berdua..? Saya Putri Wulan Ayu dari Kerajaan Galuh Permata," kata Wulan ayu lansung memperkenalkan diri.


"Maafkan kami Tuan Putri..! Kami tidak mengenali Tuan Putri..!" ucap Jaka Kelana dan Aruni, sambil menunduk hormat di depan Wulan Ayu.


"Saya Jaka Kelana dari Bukit Kancah, tuan putri..!" Jaka Kelana memperkenalkan diri.


"Saya Aruni dari peguruan Bambu Kuning Putri..!" tambah Aruni lagi memperkenalkan dirinya.


"Bangunlah Jaka, Aruni tidak usah terlalu sungkan, saya juga seorang pendekar seperti kalian, sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih karna kalian berdua mau membantu Kerajaan Galuh, yang sedang di rundung pemberontakan ini, panggil saja Saya Wulan Ayu," jawab Wulan Ayu sambil memperkenalkan dirinya.


"Maaf, Tuan Putri di depan para pejabat negara dan para prajurit, tentu tidak sopan memanggil tuan Putri dengan nama panggilan, biarkan kami tetap memanggil Tuan Putri..!" kata Jaka Kelana lagi.


"Ya Tuan Putri, lain kalau kita bertemu hanya sesama orang rimba persilatan..!" tambah Aruni si Pendekar Kelelawar Putih.


"Baiklah..! kalau itu kemauan pendekar berdua, ayo bergabung bersama kami..!" ajak Wulan Ayu pada kedua pendekar muda itu.


Mereka berkumpul dengan Anggala dan rombongannya, termasuk Pertapa Naga dan Lesmana, mereka tampak saling berkenalan, dan saling bercerita siapa mereka.


******************

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2