Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Sepak Terjang Tiga Pendekar Mesum. Pertarungan Semakin Memanas


__ADS_3

sementara itu Anggala yang sedang berhadapan dengan salah seorang anggota Topeng Tengkorak Perenggut nyawa,


Pendekar Naga Sakti tampak sudah mempersiapkan diri dengan jurus 'Sembilan Matahari Cakar Elang'.


Kedua telapak tangan pemuda itu kini mencengkram di depan dada membentuk seperti cakar elang, anggota topeng tengkorak Itu tampak menatap tajam ke arah Anggala.


"Anak muda, sebaiknya kau cepat angkat kaki dari tempat ini atau menyerah jika tidak ingin nyawamu akan berakhir hari ini di tangan kelompok topeng tengkorak perenggut nyawa!" gertak laki-laki dengan topeng tengkorak berwarna putih itu.


"Kisaanak, aku bukanlah anak kecil yang bisa kau takuti dengan gerakan mu itu, jika kau ingin mencoba ku, cobalah. Namun aku masih memberi kesempatan kepada mu sebaiknya kalian menyingkir dari jalan kami karena kami harus menyelamatkan para gadis yang telah kalian culik," jawab Anggala sengit.


"Ha ha ha...! Anak muda mulutmu ternyata cukup besar, berani menantang. Baiklah aku Simbar Nyawa salah satu dari kelompok Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa akan menghabisimu di sini!" bentak laki-laki yang mengaku bernama Simbar Nyawa itu.


"Baiklah, jika kau ingin mencoba. Cobalah aku juga tidak sungkan-sungkan!" tantang Anggala sengit.


"Bangsat, kau!" setelah membentak laki-laki yang mengaku bernama Simbar nyawa itu melompat ke arah Anggala, sambil melepaskan sebuah tendangan bertenaga dalam tinggi ke arah dada Pendekar Naga Sakti itu.


Namun dengan begitu gesitnya Anggala menggeser sedikit tubuhnya ke arah samping dan kedua jemarinya yang sudah dari tadi membentuk cakar bergerak ke arah


pergelangan kaki Simbar nyawa. Simbar nyawa melihat Anggala yang berniat mencakar kata pergelangan kaki kanannya cepat-cepat menyarangkan kaki kirinya ke arah dada kanan Pendekar Naga Sakti itu.


Anggala yang agak terkejut terpaksa mengurungkan serangan cakarnya ke arah pergelangan kaki anggota kelompok Topeng Tengkorak Perenggut Nyawa itu.


Anggala, cepat melintangkan lengan kirinya ke arah tendangan kaki kiri Simbar Nyawa. Simbar nyawa cepat melentingkan tubuhnya ke belakang dan bersalto dua kali di udara begitu telapak kakinya menjejak tanah laki-laki yang memakai Topeng Tengkorak berwarna putih itu kembali melompat cepat dengan telapak tangan kanan berada di depan.


Telapak tangan laki-laki itu mengandung tenaga dalam yang cukup tinggi dan tampaknya mengandung racun.


Sambil melompat menjauh Anggala Masih sempat menyorongkan kaki kanannya menendang ke arah perut Simbar Nyawa. Namun Simbar Nyawa ternyata telah menyadari serangan Pendekar Naga Sakti itu, ia mengurungkan serangannya dan menarik tubuhnya ke belakang.

__ADS_1


Merasa serangan telapak tangannya gagal Simbar Nyawa mengirimkan sebuah pukulan tenaga dalam jarak jauh dari telapak tangan kirinya ke arah Pendekar Naga Sakti. Pendekar Naga Sakti yang baru saja menjejak tanah, mendapat serangan mau tidak mau pemuda tampan dari Lembah naga itu melentingkan tubuhnya kembali ke udara menghindari serangan pukulan tenaga dalam jarak jauh dari Simbar nyawa itu.


Setelah bersalto dua kali di udara Pendekar Naga Sakti cepat memberikan serangan balasan dengan jurus 'Sembilan Matahari Cakar Elang'. ke arah kepala Simbar Nyawa, laki-laki bertopeng tengkorak berwarna putih itu cepat menangkis serangan telapak tangan Pendekar Naga Sakti yang membentuk cakar itu, dengan telapak tangan kanannya.


Namun serangan Pendekar Naga Sakti tidak hanya dengan tangan kanannya saja cengkraman telapak tangan kirinya tiba-tiba kata cepat kearah topeng di wajah Simbar Nyawa itu. Simbar Nyawa tersentak kaget, namun semua itu sudah terlambat remasan cakar telapak tangan dan jemari Pendekar Naga Sakti telah mengenai topeng tengkorak berwarna putihnya.


Krak!


Topeng tengkorak di wajah Simbar Nyawa langsung pecah, namun laki-laki itu masih sempat menarik dirinya cepat kebelakang. Walau wajahnya mengalami luka kecil dan terluka akibat pecahan dari topengnya.


"Kurang ajar, kau anak muda. Kau harus membayar dengan nyawamu!" bentak Simbar Nyawa, laki-laki itu menyilangkan kedua lengannya di depan dada cahaya merah kehitaman menyelubungi kedua lengan tangannya. Simbar Nyawa lalu menarik kedua tangannya dan membentuk cengkraman di depan perutnya. Sebuah bola api berwarna merah kehitaman ini berada


di dalam Kedua telapak tangan laki-laki itu yang mencengkram.


"Inti Api Beracun! Apakah ini ilmu sebuah


ilmu yang digabungkan dengan kekuatan racun yang diceritakan oleh Pendekar Tapak Dewa?" gumam Pendekar Naga Sakti seakan berbicara pada dirinya.


kedua tangan pemuda itu. Cahaya itu kemudian membentuk dua telapak tangan yang cukup besar bagai dua buah telapak tangan raksasa.


Simbar Nyawa cukup terkejut dan tersentak kaget, melihat pukulan yang di tapal oleh Pendekar Naga Sakti itu.


"Mungkinkah itu adalah pukulan 'Tapak Dewa. Apakah pemuda ini murid Pendekar Tapak Dewa?


tanya Simbar Nyawa seakan bertanya pada dirinya sendiri.


"Apa hubunganmu, dengan Pendekar Tapak Dewa, anak muda?" tanya Simbar Nyawa dalam keterkejutannya.

__ADS_1


"Aku muridnya!" jawab Anggala sengit.


Melihat pukulan 'Tapak Dewa'. tingkat tiga yang di rapal oleh Pendekar Naga Sakti, Simbar Nyawa segera meningkatkan tenaga dalamnya ke tingkat sekitar tujuh puluh sampai delapan puluh persen.


Bola api yang tadi sebesar kepala manusia kini berubah menjadi sebesar kepala singa dan berubah menjadi dua.


"Kau boleh saja mempunyai ilmu Tapak Dewa'. anak muda tapi kau belum tahu, seberapa kuatnya pukulan inti api beracunku, yang di lengkapi dengan racun kelabang hijau!" bentak Simbar Nyawa.


Mendengar bentakan anggota kelompok tengkorak topeng tengkorak merenggut nyawa itu Pendekar Naga Sakti Segera merapal sebuah ilmu yang kita kenal dengan nama ilmu 'Tirai Malaikat'. sebuah ilmu yang melindungi tubuh dari pukulan maupun racun.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.


Rate


Hadiah


Like


Koment


Favorit

__ADS_1


Dan Votenya teman-teman.


Terima kasih banyak.


__ADS_2