Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara di Galuh Permata, Bantuan dari Mandalika


__ADS_3

Setelah semua pasukan Galuh berhasil di tarik mundur dari medan perang, Aggala dan para tokoh silat golongan putih pun terpaksa mundur, walau mereka berilmu tinggi, tapi menghadapi lebih dari sembilan ribu pasukan musuh bukanlah hal mudah.


Di tambah Para pendekar dari Lembah Tengkorak, dan Orang orang Partai teratai Hitam, yang cukup banyak, berilmu tinggi.


Matahari telah mencapai di atas kepala, Anggala dan wulan Ayu bersama Tokoh tokoh silat golongan putih, baru berhasil melarikan diri dari medan perang.


Itu pun dengan bantuan Kesaktian Pertapa Naga, ia mengeluarkan salah satu pukulan andalannya, 'Pukulan Ombak Menerjang karang'. jurus inilah yang ia pakai menghadapi Naga Pertapa, lima puluhn tahun yang lalu.


Begitu pasukan pemberontak dan terhalang pandangannya, Anggala dan para pendekar yang lain secepat kilat meninggalkan medan Peperangan itu.


Begitu debu tebal yang menghalangi pandangan mata, hilang tertiup angin pasukan pemberontak kehilangan mangsanya.


"Bangsat...! Awas kalian....!" teriak Iblis Hitam, begitu melihat para pendekar golongan putih, telah pergi meninggalkan tempat itu.


"Tangkap semua prajurit Galuh yang terluka..! Mereka bisa menjadi senjata kita memancing para pendekar itu," perintah Iblis Hitam, ia melompat ke atas kudanya dan kembali ke kemah Pangeran Roksa Galuh.


Para prajurit pemberontak menangkap hampir seribu orang pasukan Galuh Permata, yang terluka, mereka yang tertangkap lansung di bawa ke perkemahan pasukan pemberontak, untuk di jàdikan tawanan perang.


Sementara itu sekitar lima kilo meter dari padang rumput yang di jadikan medan perang, pasukan Kerajaan Galuh permata, kembali mendirikan kemah yang baru, di sana pasukan Kerajaan Galuh Permata, berusaha memberikan pertolongan pada prajurit yang terluka.

__ADS_1


Anggala dan Pertapa Naga beserta para pendekar yang lain telah berkumpul di kemah, mereka berusaha mengobati luka luka para prajurit baik luka luar mau-pun luka dalam, akibat serangan pasukan pemberontak yang sama sekali tak mempedulikan musuh siap atau tidak.


Setelah berhasil mengobati para prajurit yang terluka, barulah semua pendekar golongan putih beserta para punggawa kerajaan Galuh Permata, bisa beristirahat sejenak.


Setelah beristrahat dan mengisi perut mereka yang kosong, barulah mereka berkumpul dàn merencanakan apa yang harus di lakukan.


"Paman Jagat Geni, berapa orang pasukan kita yang tewas paman..?" tànya Wulan Ayu, hari ini di depan matanya begitu banyak prajurit yang tewas dan terluka, jika mereka tidak mundur maka akan tambah banyak korban di pihak mereka.


"Maapkan paman tuan Putri, sampai saat ini kita belum tau berapa orang prajurit kita yang gugur di medan tempur, sekitar dua ribu orang prajurit, yàng tidak ada di perkemahan, entah bagaimana nasib mereka...," ujar Patih Jàgat Geni, tampak di wàjahnya, ia sangat menyesali semua yang terjadi.


"Paman, wulan saya akan meminta bantuan pasukan dari Mandalika, tapi kita membutuhkan waktu setidaknya tiga hari, baru pasukan dari sana akan sampai kesini, itu pun dengan berkuda..!" ujar Anggala, Sebagai seorang pendekar yang baru di dunia persilatan Anggala tampak terpukul, dengan gugur dan menghilang, Anggala pun tampak merasa bersalah atas semua kejàdian pagi ini.


"Sukurlah, kalau begitu, jadi kita bisa menyusun kembali rencana kita, untuk menghadapi pasukan pemberontak yang telah dapat bantuan dari orang orang berbaju hitam itu..," ujar Patih Jagat Geni, mereka semua merasa lega mendengar bantuan akan datang.


Sementara itu Pertapa Naga, tokoh nomor satu golongan putih itu bersemedi.


Setelah selesai bersemedi ia tampak keluar kamar tenda kemah besar, Pertapa Naga mengajak semua


pendekar rapat.

__ADS_1


"Assalamu alaikum semuanya...!" ucap orang tua berjubah putih yang bergelar Pertapa Naga itu.


"Wa,alaikum salam...!" jawab semua orang yang ada di ruangan itu.


"Maap, terlebih dulu saya sampaikan pada teman lama ki Jagat Geni, karna saya bukan Siapa siapa di


sini, mengajak kalian berkumpul melaksanakan rapat ini..! Karna hasil semedi saya tadi, saya berhasil mengetahui, bahwa ada sekitar delapan ratus orang prajurit Galuh Permata yang masih hidup, kini mereka menjadi tahanan pasukan Pangeran Roksa Galuh.


Sekarang kita pikirkan cara kita membebaskan mereka, kalau dengan cara memakai ilmu berpindah tempat, saya bisa membawa paling banyak lima puluh orang prajurit, karna itu akan sangat menguras tenaga, resikonya adalah, jika ketahuan pasukan musuh, saya takut semua prajurit tahanan yang tersisa, akan lansung di bunuh oleh para pemberontak itu..!" ujar Pertapa Naga penuh pertimbangan.


"Bagai mana kalau kita menyusup ke markas musuh, dan membebaskan para prajurit itu kakek..?" tannya Anggala.


"Keadaan mereka semua terluka Anggala, jadi mereka takkan mampu melarikan diri, begini saja Berapa jumlah prajurit khusus yang ada..?" ujar Pertapa Naga.


"Ada sekitar lima ratus orang kek..!" Jawab Senopati Arya Geni.


"Kita bawa kuda sebanyak delapan ratus ekor ke hutan dekat padang rumput, kita bebaskan para prajurit Galuh yang jadi tawanan pemberontak, kita usahakan mereka sampai ke kuda yang kita siapkan, kita akan menghalangi para prajurit pemberontak yang akan mengejar mereka.


Satu lagi, bantuan pasukan pemberontak itu, adalah partai baru golongan hitam yang di beri nama Partai Teratai Hitam, yang di pimpin seorang dedengkot golongan hitam yang cukup sakti, bergelar Iblis Gerbang Neraka, jadi kalian harus berhati hati bila berhadapan dengannya..!" ujar Pertapa Naga penuh kebijaksanaan.

__ADS_1


Jangan lupa baca novel baru Author yang berjudul Sundar Abhineta ya... tanks..


__ADS_2