Pendekar Naga Sakti

Pendekar Naga Sakti
Prahara Di Pulau Andalas. Bag, 8


__ADS_3

Setelah mendapatkan pedang jagat dari Datuk Rambut Putih dan Datuk Rambut Merah, Gema Lintar dan Fhatik langsung kembali ke markas besar Partai Teratai Hitam.


Di sana telah berkumpul beberapa petinggi Partai Teratai Hitam yang di rekrut Setan Merah Pencabut Nyawa dari beberapa perguruan silat golongan hitam.


"Ketua sudah kembali," ucap salah seorang pimpinan perguruan golongan hitam, laki-laki yang berperawakan tingi hitam itu adalah pimpinan Perguruan Macan Hitam dari selatan.


"Ya, Braka. Aku baru kembali, jawab Setan Merah Pencabut Nyawa, "Bagaimana, apa Perguruan Loka Satria berhasil kau taklukan?" tambahnya.


"Ketua Perguruan Loka Satria cukup tangguh, Ketua. Tapi aku berhasil mengalahkannya dengan Bantuan Brobang Kara," jawab Neraka yang di kenal sebagai Macan Hitam.


"Hmm... Menghadapi seorang ketua perguruan kecil saja kau sudah main keroyokan," dengus Fhatik.


"Loka Jaya itu memiliki kepandaian cukup tinggi Ketua, tenaga dalamnya sangat tinggi," jawab Braka walau agak dongkol mendengar ucapan Fhatik tadi tapi Braka tidak berani marah, Ketua Partai Teratai Hitam saja kalah bertarung dengan Pendekar Naga Hitam itu apalagi dia.


"Apa bisa menguasai dunia persilatan dengan orang-orang pengecut ini Lintar?" Fhatik memandang ke arah Saga Lintar yang duduk bersandar sambil menekankan mata.


"Sahabatku, bukankah kita telah memiliki pedang jagat. Apalagi yang kau cemaskan? Para pendekar ini hanya anggota kita, yang terpenting kita yang tidak terkalahkan," jawab Setan Merah Pencabut Nyawa sambil tersenyum.


"Huh... Kalau cuma segini kemampuan orang-orang Partai Teratai Hitam, para pendekar golongan putih akan sangat mudah menghancurkan partai kita," dengus Fhatik.


"Kita akan merekrut banyak perguruan, kalau perlu tokoh-tokoh golongan putih kita paksa jadi anggota Partai Teratai Hitam," jawab Setan Merah Pencabut Nyawa lagi.


"Lagian purnama bulan dua belas tinggal empat purnama lagi, setelah pertemuan para tokoh silat di puncak kerinci nanti. Kita akan menjadi raja di raja dunia persilatan pulau andalas," tambah Saga Lintar.


"Kau tahu yang akan kau hadapi di pertemuan puncak nanti siapa? Pendekar Naga Sakti, Lintar. Murid Pertapa Naga tengik itu. Ilmu 'Tapak Naga'. dan pedang mustika naga sakti, tidak bisa di anggap remeh," tekan Pendekar Naga Hitam.


"Kalau kita bersama, tidak ada yang akan mengalahkan kita, Fhatik. Tenanglah. Kita hadapi bersama kesaktian bocah itu," jawab Saga Lintar.


"Huh!" dengus Fhatik sembari berjalan meninggalkan Saga Lintar bersama anggota Partai Teratai Hitam menuju sebuah kamar.

__ADS_1


"Apa kalian sudah merekrut Perampok Hutan Hantu, Nuja?" tanya Setan Merah Pencabut Nyawa pada salah seorang anggota Partai Teratai Hitam.


"Perampok Hutan Hantu begitu sulit di temukan, Ketua. Aku sudah mencarinya bersama Bagas Prata, tapi tidak berhasil menemukan mereka," jawab Nuja Srenggi.


"Memang dari dulu, para Perampok Hutan Hantu selalu menghilang dan muncul semau mereka," Saga Lintar bergumam.


"Aku akan mencari mereka bersama Pendekar Naga Hitam, kau pergi ke Perguruan Bangau Putih. Antarkan surat dariku," ujar Saga Lintar sembari duduk di kursi yang berukir bak singgasana raja.


"Baik, Ketua!" jawab Nuja Srenggi menjura memberi hormat. Saga Lintar menulis sebuah surat pada daun lontar dan memberikannya pada Nuja Srenggi.


"Ini, berikan pada ketua Perguruan Bangau Putih, katakan dari Setan Merah Pencabut Nyawa," Saga Lintar memberikan daun lontar itu pada Nuja Srenggi.


"Baik, Ketua. Kami pergi dulu," jawab Nuja Srenggi setelah menerima daun lontar pemberian Saga Lintar.


.


*****


"Ya, saya memang pendekar yang kisanak maksud," jawab Anggala sambil tersenyum.


"Terima kasih, Tuhan. Usaha kami berhasil," ucap Singa Rudra kegirangan. Blabang Geni pun ikut tersenyum senang.


"Sekarang perkenalkan diri kalian, dan ada perlu apa jauh-jauh mencariku?" tanya Anggala sambil duduk di sebuah meja di sebelah meja yang di tempati Singa Rudra dan Blabang Geni.


"Saya, Singa Rudra. Ini adik seperguruan saya, kami dari Perguruan Alam Jagat. Guru kami Datuk Rambut Putih yang meminta mencari, Pendekar," jelas Singa Rudra setelah memperkenalkan diri.


"Jadi Perguruan Alam Jagat di serang Pendekar Naga Hitam dan Setan Merah Pencabut Nyawa?"


"Ya, Pendekar. Saat kami pergi dari Perguruan, kami meninggalkan kedua guru kami dalam keadaan terluka. Kedua guru kami di kalahkan dua pendekar golongan hitam itu," jawab Singa Rudra bercerita.

__ADS_1


"Baik. Aku akan memberikan obat pada kalian berdua, tapi setelah itu kalian harus beristirahat. Aku lihat kalian terlalu memaksakan diri, itu berbahaya pada tubuh kalian yang dalam keadaan terluka dalam," kata Anggala sembari mengambil sekantong obat dari balik bajunya dan memberikan dua butir pada Singa Rudra dan Blabang Geni.


"Terima kasih, Pendekar," ucap Singa Rudra dan Blabang Geni berbarengan. Kedua murid Perguruan Alam Jagat itu tidak membantah, keduanya memilih istirahat di warung Ki Syarip, setelah memesan kamar.


.


Pagi-pagi sekali Singa Rudra dan Blabang Geni tampak telah bangun. Kedua murid Perguruan Alam Jagat itu tampak sudah segar setelah istirahat semalaman.


Obat yang di berikan Pendekar Naga Sakti itu bekerja dengan baik saat mereka istirahat. Blabang Geni dan Singa Rudra memang tidak tiduran, namun mereka memilih bersemedi di dalam kamar yang mereka pesan.


"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Anggala begitu melihat Singa Rudra dan Blabang Geni keluar dari kamar mereka dan duduk di meja yang di tempati Pendekar Naga Sakti itu.


"Kami sudah merasa baikan, Pendekar. Tubuh kami terasa ringan, luka dalam kami sudah sembuh. Terima kasih atas obatnya," ucap Singa Rudra, Blabang Geni hanya ikut menggangguk.


"Bukankah Perguruan Alam Jagat, perguruan netral? Tidak mengikuti golongan mana pun. Kakek guru ku bercerita, kedua guru kalian adalah golongan merah," kata Anggala mengandung pertanyaan.


"Ya. Seperti yang Pendekar katakan, Perguruan Alam Jagat adalah sebuah perguruan netral yang tidak suka mencampuri urusan kedua golongan pendekar di dunia persilatan.


"Tapi tampaknya kedua pedang pusaka yang di miliki kedua guru kami bisa membuat dunia persilatan kacau!" jawab Singa Rudra.


"Sepertinya dunia persilatan Pulau Andalas akan mengalami guncangan. Apalagi kedua tokoh hitam itu bekerja sama, di tambah lagi dari berita yang ku dengar mereka membuat sebuah partai yang di beri nama Partai Teratai Hitam," Anggala seakan membaca apa yang akan terjadi mendengar sepak terjang Fhatik dan Saga Lintar.


"Ya, saya sempat mendengar salah seorang dari mereka, mengatakan tentang Partai Teratai Hitam," jawab Singa Rudra berusaha mengingat pertarungan beberapa hari yang lalu, "Maaf, Pendekar. Jadi ikut ke Perguruan kami?"


"Jangan Panggil aku pendekar. Panggil saja Anggala, namaku Anggala," katanya memperkenalkan diri, "Jadi, setelah bersantap kita akan pergi ke Perguruan Alam Jagat," tambah Pendekar Naga Sakti lagi.


.


Bersambung....

__ADS_1



Tolong dukung Chat Story ini, ya teman-teman. Chat Story ini lagi ikutan lomba event, terima kasih banyak. 🙏🙏


__ADS_2